
tidak ada gambaran atau seumpamaan sebagai rasa yang di alami oleh orang yang di hianati,sesuatu yang di jaga,di perhatikan bahkan di sayang sepenuh hati seakan tidak ada yang merasa kan nya selain diri sendiri..
bagaimana jika yang di jaga selama ini hanya kepalsuan.?? semua yang kita jaga itu juga milik orang yang kapan pun akan di ambil hak nya...
meski dekat tapi tidak bisa di gapai jurang penghalang begitu lebar dan besar, duri mematikan begitu banyak untuk di lewati apa yang harus di lakukan untuk meraih semua.?? bukan kah harus menyingkir kan penghalang nya.?? menyingkir kan kerikil tajam agar bisa memiliki apa yang seharus nya.??
kenyataan yang tertutup rapat selama bertahun-tahun terungkap hanya dengan waktu singkat membuat sang pemilik hati kehilangan pijakan meski hanya melangkah satu jengkal...
"lexa.!!" panggil seorang gadis dengan wajah oval bermata hitam dan rambut sepinggang, langkah pelan menghampiri seorang gadis lain nya yang meringkuk di hamparan rumput bersandar kan batu, ia membenam kan wajah nya di selah kedua lutut nya..
dapat dia lihat bahu sang gadis bergetar hebat sebuah isakan keluar dari bibir sang gadis meski samar, pilu dan pedih yang dia rasa kan kala mendengar isakan sang gadis itu...
"lexa.!!" panggil nya sekali lagi menepuk bahu kecil dan rapuh milik nya.
dengan pelan lexa mengangkat wajah nya menatap gadis di samping nya, mata coklat madu nya basah oleh air mata, hidung yang memerah entah kenapa dia merasa kasian berserta gemas dalam bersamaan...
"rain... kau sudah melihat nya kan.??" tanya nya pelan sambil menatap mata hitam Raina... dengan pelan Raina mengangguk seraya mengingat kejadian di pasar malam tadi...
"hiks... menurut mu apa aku anak yang sial atau beruntung.?" tanya nya lagi ia mengusap air mata nya yang masih mengalir deras.
lidah Raina keluh untuk menjawab pertanyaan gadis cantik ini, sebenarnya dia juga bingung harus menjawab apa, dulu dia sempat berpikir kalo hidup lexa sangat beruntung namun.....
"apa itu alasan mu melakukan pembully'an.??" tanya Raina balik menatap kewajah lexa.
lexa terdiam mata nya menatap kosong ke arah danau di depan sana, tarikan nafas nya terdengar berat Raina mengerti pasti tidak mudah buat gadis mungil ini untuk menjelas kan nya...
"satu tahun lalu aku mengikuti Dimas kesebuah hotel besar di kota ini... saat itu aku mengikuti nya hanya semata ingin tau dengan siapa dia bertemu, dia menuju ke restoran di hotel itu tapi aku kehilangan jejak aku tidak tau dia masuk ruangan yang mana..." dia menarik nafas dalam sebelum melanjutkan cerita nya, Raina hanya diam meski dia bingung tapi memilih tidak bertanya...
"kau tau apa yang aku liat saat kehilangan jejak Dimas.???... keluarga bahagia..." dia terkekeh miris sebelum melanjut kan obrolan nya
"keluarga penuh cinta harmonis dan manis... keluarga papih ku.!!" lexa menelan ludah yang seakan tenggorokan nya kering dan tercekik saat ini...
"sepasang suami istri saling mencintai dan kedua anak perempuan yang paling di sayangi... kau tau apa yang aku rasa kan.?? dunia ku hancur, dunia indah yang aku miliki lenyap seketika... awal nya aku menyangkal dengan apa yang aku lihat tapi itu terlalu nyata untuk aku gubris.. terlalu menyakit kan untuk di abaikan.." lexa kembali menangis tidak dapat dia tahan dia tidak ingin menahan lagi sudah cukup selama ini dia menahan sakit dan kepuraan..
"dia... dia sudah merebut semua nya rain.. tidak satu pun menyisakan untuk ku... kau benar pembully'an itu adalah satu alasan nya, aku ingin dia tau kalo semua nya itu milik ku siapa dia.?? hingga mengambil nya dari ku.... aku melampiaskan semua nya dengan cara membully nya aku ingin marah kepada papih tapi aku gak bisa dia adalah cinta pertama ku... aku gak bisa... hiks.. hiks... a-aku bodoh ya rain menyerah begitu saja tanpa ingin menyelesaikan nya.?? tapi aku gak sanggup rain aku gak mampu...!" lexa menangis di pelukan raina... kini Raina tau kenapa waktu itu lexa melakukan bunuh diri dengan cara meminum obat tidur... Raina menarik nafas dalam terasa sesak di dada gadis itu..
Raina memeluk lexa erat sudut mata nya berair merasakan sakit nya, sekarang dia tau rasa sakit yang dia rasa kan malam itu adalah milik lexa yang sesungguh nya...
ternyata meski berlimbang harta tidak bisa menjamin kebahagiaan..
"pasti sangat sulit untuk mu... menangis lah Lex...!" ucap Raina menahan air mata nya agar tidak ikut terjatuh...
"kau gadis kuat... aku tau itu..!" ucap nya lagi
"rain... jaga mamih ku... bilang pada mamih aku gak mengingin kan papih, aku hanya ingin mamih bahagia jangan pikirkan aku... asal aku bersama mamih aku akan tetap bahagia..!!" ujar lexa di selah isakan nya, dia iklas untuk melepas papih nya seperti dia melepas dimas, mereka tidak beda bagi nya hanya beda sampul tapi cerita yang sama, di kendali kan oleh orang yang sama...
"gak... penderitaan mu adalah penderitaan ku Lex... mamih mu juga mamih ku.. apa yang kita rasa harus bisa mengembali kan nya... kita buat dia merasakan penderitaan yang sama... aku gak bisa menyerah gitu aja apa lagi orang itu sudah menyakiti mamih.. mamih kita.!!" bisik Raina tajam dan dingin. tubuh lexa terpaku di tempat nya mendengar ucapan Raina sedingin es..
****
mata Alexa membuka secara pelan samar-samar dia mendengar sebuah obrolan di samping nya, suara seorang cowok penuh amarah dan suara seorang wanita yang penuh kebimbangan...
"Tante liat.. ini akibat nya Tante tetap mempertahan kan pria brengsek itu.!" ujar suara cowok itu dingin.
"lalu apa yang harus Tante lakukan zal...??" tanya wanita itu pelan.
__ADS_1
"Tante harus pisah dari pria itu...!!" imbuh nya tajam.
"dan mengorban kan perasaan lexa... begitu.???" wanita itu menggeleng keras "tidak zal.. lexa begitu menyayangi papih nya aku gak bisa menghancur kan kebahagiaan nya.!!" ucap nya bergetar
"benar kata mamih zal.!!" sahut suara halus dari atas tidur tubuh mereka terperanjat mendengar suara itu.
dengan langkah cepat kedua nya menghampiri lexa yang masih tiduran di kasur...
"le-lexa..!!"
"kita gak boleh pergi... setidak nya gak untuk sekarang...!!" ujar nya menatap sang mamih sendu..
kedua nya terdiam lidah mereka keluh untuk menjawab..
"mamih... jangan khawatir lexa gak apa-apa... lexa gadis kuat... jika mamih ingin melepas kan lepas kan lah jangan di tahan... toh gak ada papih kita masih hidup kan.??" lexa menggenggam tangan mamih nya lembut seraya tersenyum manis. Ratna tersenyum haru dengan ucapan lexa air mata nya jatuh ke pipi nya dengan pelan lexa mengusap pipi wanita itu lembut...
"mamih istirahat lah aku yakin beberapa hari ini mamih kurang tidur kan.?" tanya nya yang di angguki sang mamih.
30 menit kemudian wanita itu keluar dengan raut wajah membaik dan suasana hati yang bagus, iya... beban di hati nya seakan terangkat setengah nya melihat sang anak tidak menuntut lebih dari nya meski dia tau sang papih mempunyai keluarga lain...
rizal menatap wajah teduh lexa yang terlihat biasa saja tidak seperti mereka di pasar malam tadi...
"kenapa kau melihat ku seperti itu.??" tanya lexa menatap Rizal
"kamu udah gak apa-apa kan.??" tanya Rizal sembari duduk di pinggir kasur menghadap lexa.
"iya."
"apa yang kamu rencana kan Lex.?"
"mengembali kan semua nya ke tempat semesti nya.!!" jawab nya tersenyum miring..
"sudah lah... keluar sana otak mu emang gak pernah bekerja..!" imbuh nya sambil menutup tubuh nya memakai selimut..
Rizal menarik napas lega setidak nya gadis ini tidak terpuruk seperti tadi, dia benar-benar tidak bisa melihat gadisnya menangis...
"good night." dia keluar dari kamar lexa setelah mengelus puncak kepala nya.
mata lexa yang semula terpejam kini terbuka kembali.
"kau ingin bermain.?? baiklah aku akan menemani mu bermain.!!" ucap nya tersenyum miring...
****
seorang gadis berjalan dengan menenteng tas bekal berjalan menyusuri koridor sekolahan menuju kelas sang pujaan, hari ini dia dalam suasana hati yang bagus dimana keluarga nya lengkap semua..
keluarga yang dia impikan sejak dulu akhir nya terwujud kan dia ingin seperti ini selama nya, maka dari itu dia membuat bekal untuk cowok pujaan nya...
sesampai di kelas ia membuka pintu kelas dengan senyum Tidak luntur di bibir nya, setelah terbuka pemandangan di depan nya membuat hati nya seketika memburuk, dia mengepal kan tangan nya yang menenteng tas bekal..
"oh.??... Hay Elis..!!" sapah seorang gadis dengan tersenyum manis di samping seorang cowok yang masih lebam di beberapa wajah nya..
semua atensi di Sana menoleh kearah pintu ada yang menatap berbinar ada yang datar tak ayal juga ada yang jijik...
"sini gabung dengan kita.-kita... kau tau aku sudah bosan di sini seakan di jerat oleh nya... aku ingin kau Mengganti kan ku karna aku ada urusan lain.!!" jelas nya panjang lebar tidak memperduli kan orang di samping nya melotot tajam..
__ADS_1
"aku gak ngizinin kamu beranjak dari sini.!" ucap cowok itu dingin.
"emang nya kenapa.?? aku bosan di sini dari tadi kau menyuruh ku di sini... kau liat itu.??" tunjuk nya kepada salah satu cewek yang melihat nya dengan wajah tertekuk.. "kau gak kasian dengan bestie ku itu dia juga kangen dengan ku... aku tau kalo aku memang ngangenin tapi setidak nya biar kan aku melepas rindu dengan nya... dan lagian sudah ada Elis di sini.!!" ujar nya enteng sambil melirik Elis di depan nya.
hari ini dia sudah mulai sekolah lagi dan hari ini permainan akan di mulai, dia sudah membicarakan nya dengan Rizal si cowok pengacau agar bisa mengerti dan tidak mengacau kan rencana nya, meski banyak perdebatan atau tolakan dan di lerai oleh mamih dan para pelayan lain tetap saja yang menjadi pemenang nya adalah lexa...
lexa menatap Elis dengan senyum tapi Elis menatap nya dengan mata dingin meski bibir tersenyum juga..
"lexa... kau di sini sebagai pelayan ku.. kau tau bukti nya masih ada di tangan ku..!!" bisik Dimas di telinga lexa namun sayang nya terlihat mesra di mata para teman nya termasuk Elis. beberapa dari mereka mengepal kuat ada rasa tidak terima di hati mereka..
tubuh lexa sedikit menegang mendengar bisikan itu, sialan... aku harus tahan.!! batin Lexa geram.
dia melihat Elis yang sudah dengan raut wajah kesal namun dengan cepat dia memasang wajah menyedihkaan....
dengan berani lexa mengelus pipi Dimas lembut sembari melirik Elis... nikmati lah permainan ku Elis.!! sorak lexa
"iya aku tau aku hanya sebagai pesuruh mu saat ini... kau gak bisa jauh dari ku tapi... ayolah dim aku masih punya kegiatan lain... bestie ku sudah menunggu.!! aku akan menyuruh Elis mengurus mu untuk sementara.!!" sudut bibir lexa naik kala melihat tubuh dimas terpaku atas tindakan lexa...
pembalasan ku akan mulai dari mu Dimas.!!! bisik hati lexa.
seorang menatap lexa lekat sedetik kemudian ia menyeringai "kau semakin menarik ya.!!!" bisik nya tanpa di dengar oleh yang lain
"ekhem.. okey... tapi istirahat nanti kau harus melayani ku.!!" ucap Dimas menutup kegugupan nya.
kenapa sedikit ambigu.?? pikir lexa namun tidak di pedulikan nya..
"yeaahh.... thanks dim..!" ujar nya girang seraya tersenyum manis membuat seorang Dimas tertegun melihat nya...
sekali lagi Elis mengepal kan tangan nya
dasar ******.!!"
"Elis kembali lah ke kelas mu.. aku gak perlu di urus.!!" ucap Dimas
"loh dim.. kan Elis kesini ketemu kamu... dia khawatir loh sama kesehatan mu... lihat dia juga bawa bekal.!!" sahut Reza gak terima jika Elis di suruh pergi..
"bukan aku yang menyuruh nya membawa bekal..!!" jawab Dimas santai. lexa menutup mulut nya menahan tawa agar tidak pecah di depan mereka..
"eemmm.. aku pergi dulu dim..!!!" lexa berdiri beranjak dari sana..
"panas ya.?? ini baru di mulai... sayang..!!" bisik lexa di telinga Elis seraya menyeringai lalu benar-benar pergi...
Dimas menatap lexa dengan senyum tipis tidak bisa di pungkiri kalo dia senang, lexanya berperilaku manis dengan nya....
aku akan mendapat kan mu.!! batin orang itu menatap gadis yang sudah duduk di meja nya.
lexa duduk di kursi nya, ia meraih tisu basah di tas dan mengelap telapak tangan nya dengan pelan..
"apa yang kamu lakukan xa.??" tanya Renata heran..
"membuang kuman yang menempel di tangan ku.!!" ucap lexa enteng.
Renata bingung menatap kelakuan sahabat nya ini tapi tidak melanjut kan pertanyaan nya lagi...
lexa menoleh ke pintu di mana Elis keluar dalam raut wajah masam, "ini baru awal Elis.!" bisik nya pelan...
__ADS_1
lagi-lagi cowok itu menatap wajah lexa yang tersenyum licik..
"seperti nya aku semakin menyukai mu" gumam nya.