
gadis bermata coklat itu duduk dengan tatapan kosong dia masih ingat tentang semalam dimana dia menemui Erick, semalam dia sangat senang akan bertemu dengan cowok itu dia berharap dapat sambutan ramah dan senyum manis dari nya..
namun ekspektasi memang tidak seindah kenyataan bukan senyum manis yang dia dapat tapi tatapan dingin yang dia terima...
dia benar-benar tidak mengerti dengan sikap Erick yang jelas-jelas berubah, tapi dia tidak tau apa penyebab utama perubahan nya itu...
susah payah dia memikirkan kesalahan apa yang dia lakukan hingga cowok itu tak seramah dulu, tapi sekeras apapun dia berpikir mencari kesalahan patal yang mungkin dia khilaf namun tidak dapat dia temukan...
malah kepala nya semakin pusing saja mengingat semua itu, ia menatap roti berselai coklat di depan nya tanpa minat entah kenapa dia tidak berselera sama sekali, padahal selai coklat adalah kesukaan nya...
"duuhh ribet banget sih.!!" dia mengacak rambut nya kasar hingga berantakan..
"non... non gak apa-apa.??" tanya bik Sumi khawatir karena dari tadi dia melihat nona muda nya melamun hingga akhir nya mengacak rambut nya...
"e-eh.. iya bik... lexa gak apa-apa.!!" jawab nya tersenyum kikuk dia malu karna di lihat oleh bik Sumi...
bik Sumi mengangguk paham lalu kembali keaktivitas nya..
"bik.. Rizal kemana kok gak keliatan dari tadi.??" tanya lexa kepada bik Sumi, karna dari tadi dia tidak melihat cowok itu..
"oh den Rizal keluar joging non bersama anak komplek.. tadi mau pamit sama non tapi non belum bangun kata nya.!!!" jawab bik Sumi dari dapur
lexa mengangguk pelan yah beberapa hari ini Rizal memang suka joging bersama anak komplek, sering kali dia marah agar cowok itu tidak mengikuti dirinya di skorsing,kembali lagi pada Rizal yang notabenenya cowok keras kepala...
tidak mau sekolah jika lexa juga tidak, lexa hanya menggeleng lelah mendengar alasan gak masuk di akal menurut nya..
Ting.!!!
sebuah notif masuk ke hp nya yang berlogo apel di gigit, dengan gerakan pelan dia meraih hp di atas meja makan itu, di sana terlihat sebuah nomor yang selama ini dia abaikan..
"mau apa dia.??" ucap lexa pelan.
**Dimas"
Lex.. aku di rumah sakit*.!!
lexa mengernyit bingung saat membaca pesan dari dimas "kenapa ngelapor dengan ku.??" tanya lexa pada diri nya sendiri namun tidak ada niat membalas nya.. dia mengabaikan pesan dari Dimas karna menurut nya bukan urusan dia..
Ting.!!
Ting!!
ting!!
kembali sebuah notif masuk kali ini berturut-turut, dengan malas ia meraih hp nya lagi berharap bukan dari cowok itu...
*Dimas"
kemaren malam aku di hajar, sampai masuk rumah sakit...
"bodoh amat... apa urusan nya dengan ku.??" ujar lexa memutar bola mata malas dan kembali membaca pesan itu.
*kau tau siapa yang menghajar ku??
"aku bukan dukun gak usah main tebak-tebakan... ribet banget... lagian apa hubungan nya dengan ku.?" gerutu nya sembari meraih susu di depan nya dengan mata masih melihat hp...
__ADS_1
*Rizal... dia yang menghajar ku kemaren malam... pasti kamu tau luka di wajah nya kan.?? itu aku yang membalas nya...
"Pruuuttttt... uhuk...uhuk..!!"
susu yang belum sempat di telan lexa kembali keluar setelah membaca pesan Dimas...
"non gak apa-apa.??" tanya bik Sumi panik.
"gak apa-apa bik.. bibik lanjut kerja aja.!!" jawab nya tersenyum
lexa kembali membaca pesan Dimas siapa tau salah lihat namun berulang kali dia baca tetap saja sama, dia memang tau malam kemaren Rizal pulang dalam keadaan terluka, tapi dia tidak menanya kan dari mana dia mendapat kan luka itu..
sekarang sudah jelas kalo luka nya didapat karna menghajar Dimas, ada rasa puas di hati nya mendengar kalau Rizal menghajar cowok itu..
Ting.!!
ia melihat pesan Dimas kembali masuk dengan gerakan cepat dia membuka nya, rasa senang di hati nya berganti rasa khawatir juga takut setelah membaca pesan itu...
*Dimas"
*Lex ... aku punya bukti malam itu atas kekerasan dia dengan ku, aku bisa melaporkan nya ke polisi.. gak akan aku lapor kan jika kamu menjengukku...
"sialan.!!" umpat lexa lalu bersiap menuju rumah sakit tempat Dimas di rawat...
****
disini lah dia sekarang mengikuti keinginan Dimas untuk menemani nya di rumah sakit, bukan karna dia masih kawatir dengan Dimas tapi dia takut Rizal dapat hukuman oleh kekerasan yang dia lakukan.
dia sama sekali tidak bisa menolak karna ancaman cowok itu, marah itu lah yang dia rasakan saat ini dia melihat Dimas dengan mata kesal.
"kamu terlihat sangat licik ya.??" ujar lexa sambil mengupas buah apel.
sebenarnya dia tidak punya bukti tentang malam itu tapi dia tidak punya pilihan lain, dia sangat merindukan gadis berwajah teduh ini...
licik.?? iya ... bisa di katakan dia memang licik,hanya ingin melihat lexa dia melakukan hal selicik ini namun dia tidak peduli sama sekali...
dia menatap pipi lexa dimana tempat tamparan nya waktu itu, ia mengepal kan tangan sesak di dada nya kembali menyeruak kala mengingat dia menampar gadis cantik ini...
"pipi.... kamu masih sakit.??" tanya nya pelan.
gerakan lexa terhenti mendengar pertanyaan Dimas, ia menatap cowok itu yang menatap nya sendu..
"udah gak... tapi di sini yang masih terasa.!!" jawab lexa menunjuk hati nya memakai pisau
"Lex... jangan gitu bahaya.!!" ujar Dimas panik
"aku gak sebodoh itu.!!" lexa kembali mengupas buah tanpa menghirau kan tatapan Dimas
"maaf..!!" ujar nya lirih
lexa tidak menjawab dia sangat malas jika meladeni Dimas, dia kesini hanya ingin rizal aman saja bukan ada maksud lain..
ceklek
suara pintu di buka membuat dia menoleh melihat siapa yang datang, namun alangka terkejut nya melihat tamu itu dia sama sekali tidak berpikir ketemu dengan nya di sini, lagi-lagi dia lupa jika mereka sepupuan seperti yang lexa kata kan waktu itu...
__ADS_1
"lexa." gumam orang itu pelan namun masih dia dengar.
"Erick."
wajah Erick merah padam mata nya memancar kan kemarahan di sana tanpa bicara Erick kembali menutup pintu dengan kasar...
"ERICK..!!" panggil lexa bangkit dari duduk nya
"LEXA.!!" Dimas mencoba mencegah gadis itu agar tidak menyusul Erick. tapi sia-sia lexa sudah dulu keluar...
"ERICK.!!" lexa mengejar langkah Erick yang sudah berada di luar rumah sakit, ia menuju motor nya di parkiran..
"Erick...!!" panggil lexa kembali sambil meraih tangan
cowok itu..
Erick terdiam di tempat nya tanpa melihat lexa dia tidak tau kenapa dia semarah ini melihat lexa bersama Dimas... dia tau kalau dulu lexa sangat menyukai Dimas tapi kenapa dia tidak terima lexa kembali menyukai Dimas...
"Erick... kamu kenapa pergi lagi.??" tanya lexa ngos-ngosan karna berlari.
"terus..??? aku harus menyaksi kan kemesraan kalian itu.??.!" tanya nya dengan suara rendah.
"kamu liat nya dari mana.?? sampai bilang gitu.??" tanya lexa bingung
"sudah lah... mending kamu temenin aja dia.!!"
Erick kembali ingin melangkah namun lagi-lagi lexa menghentikan nya. dia benar-benar tidak mengerti kenapa dia marah padahal dia bukan siapa-siapa nya lexa..
"Rick.!!"
"kau masih suka kan sama dia.??" tanya Erick pelan, entah kenapa hati nya sakit saat menanyakan itu dia tidak siap dengan jawaban lexa nanti nya.
"enggak..!!" jawab lexa cepat. Erick berbalik menatap lexa tak percaya ia mencari kebohongan di mata coklat lexa tapi nihil,tidak ada kebohongan disana..
"kau serius.??" tanya nya memastikan.
lexa menunduk seraya menarik nafas dalam dia mengangguk pelan "perasaan ku udah hilang Rick.. bersamaan kejadian di kantin waktu itu.!"
lagi-lagi Erick terkejut mendengar jawaban lexa yang tanpa ragu, wajah teduh gadis itu terlihat bersinar di bawah matahari pagi ini.
Erick menatap gadis itu dengan lembut apa dia bisa menafsir kan kalau dia ada kesempatan untuk mendapatkan gadis ini...
"lalu... kenapa kau di sini.??" tanya Erick menyelidik
"eemm... itu..."
"xa..!" panggil Erick lembut
"hhuuhh... Rizal menghajar Dimas hingga dia masuk rumah sakit... aku takut dia melapor ke polisi dan Rizal pasti di tangkap.!!" jelas nya tapi tidak semua nya,dia tidak ingin mengata kaan yang sebenar nya...
tunggu.?? kenapa dia harus menjelas kan nya.?? batin Lexa kaget.
Erick sempat mengepal kan tangan jika lexa kesini hanya semata-mata untuk Rizal,dia juga kesal dengan Dimas menjadi kan kesempatan itu biar bersama lexa..
dasar licik.!! umpat nya dalam hati..
__ADS_1
Dimas meremas baju pasien nya dengan erat melihat pasangan itu,Dimas memang menyusul lexa yang memilih mengejar Erick dan meninggal kan nya, dia tidak suka waktu berdua nya bersama lexa di ganggu apa lagi oleh cowok yang di gosip kan sebagai pacar lexa..
"aku akan membuat mu kembali bersama ku lagi lexa.!!" ucap nya dengan sorot mata tajam menatap pasangan itu..