My Antagonis.??

My Antagonis.??
keputusan


__ADS_3

suasana yang suram kini semakin suram setelah Reno sang papih menyelesaikan perkataan nya,ketiga pemuda itu tercengang atas ucapan Reno namun sangat berbeda dengan juna,raut wajah nya begitu kentara jika dia merasa senang dia tersenyum senang dengan mata berlinang.


dia menunduk mengaprisiasi rasa senang nya saat ini,tapi Alexa menatap papih nya terkejut mata coklat itu Menayang kan protes dia tidak suka dengan ide papih nya.


"APA YANG KAU KATA KAN PRIA TUA.??" bentak Rizal keras ia tidak peduli lagi dengan rasa hormat kepada calon mertua nya itu,yang menurut nya sama gila dengan Juna..


"jaga ucapan mu" sarkas Reno tidak senang di bilang tua, hey umur nya baru 37 tahun juga tampang nya masih begitu gagah..


"aku tidak peduli... apa maksud nya menyuruh lexa menikahi Juna juga..??"


"memang nya kenapa Juna lebih memumpuni jika di jadikan menantu.!!" ujar Reno santai.


"pih." panggil Alexa,mata nya menatap lekat pada reno membuat sang papih ketat ketir.


"pih Alexa tidak mungkin menikahi 2 pria sekaligus... apa kata orang di luar sana,dan alexa tidak mencintai Juna" ucap lexa tegas itu sukses meremukkan hati Juna pemuda itu menatap lexa sendu,entah kenapa dia tidak bisa mengikhlaskan saja? apa cinta harus seperti ini.?? dia akan gila tanpa gadis itu...


"Lex aku tidak peduli kau mencintai ku atau tidak.. tapi aku hanya ingin bersama mu.!!" sahut Juna


"apa yang kau rasa kan itu bukan cinta Juna... tapi obsesi mu,kau menginginkan ku cuma rasa obsesi mu bukan cinta, cinta tidak harus miliki jika hanya di rasa oleh 1 orang." bantah lexa kesal,harus apa lagi agar Juna sadar.


"tidak Lex... rasa yang 10 tahun ini apa kau pikir hanya obsesi,?? jika ini obsesi dari awal aku sudah memaksa mu bersama ku,dari pertama aku ketemu kamu aku sudah akan menyeret mu di samping ku... jangan pernah katakan ini obsesi,ini cinta aku!!" ucap Juna lembut dia tidak bisa mengerasi alexa yang keras kepala salah sedikit gadis itu akan menjauhi nya.


"seperti rasa cinta kamu kedimas, dulu kau sangat mencintai nya hingga melakukan apa pun pada nya hanya ingin menarik perhatian Dimas,... hingga akhirnya kau menyerah atas cinta mu,begitu juga aku,aku mencintai mu dan apa pun aku lakukan tapi aku tidak akan pernah menyerah karna aku benar-benar mencintai mu" Juna berjalan pelan menghampiri Alexa,dengan lembut pemuda itu mengelus pipi Alexa..


Dimas mendengar itu terasa nyerih dihati nya saat mengingat perjuangan lexa padanya,dia menyesali itu cinta yang tulus sudah dia sia-sia kan sangat bodoh..


"tapi sekarang Alexa menjadi milikku... dan kau tidak berhak bersama nya." ujar Rizal menarik Alexa kedalam dekapan nya.


Reno memijit kening kepala nya terasa pening dengan permasalahan sang anak yang tidak akan kelar, apa tidak bisa dia istirahat dulu karna selama Alexa menghilang dia tidak cukup istirahat...


"anak-anak bisakah aku istirahat sebentar?" tanya reno menatap mereka dengan tatapan meminta saran.


****


disini lah keberadaan Alexa di mansion milik Wijaya,disana sudah ada mamih nya yang menangis sambil memeluk sang anak juga sang papih yang hanya diam,tak tinggal ke4 pemuda yang dari tadi mengikuti mereka meski harus melalui debatan panjang antara Rizal dan Juna.


Juna sempat di marahi oleh Ratna mami Alexa tak hayal dia juga mendapat pukulan bertubi-tubi dari wanita itu,dia sangat marah mengetahui jika pemuda itu yang menyekap alexa,jika tidak di lerai sudah pasti Juna akan kembali memuntahkan darah...


"hiks... kamu gak apa-apa kan sayang.?? dia tidak menyakiti mu kan.??"


itu pertanyaan yang sekian kali nya dari wanita itu dan terus mendapat jawaban yang sama dari Alexa,iya gadis itu memaklumi kekhawatiran sang mamih karna dia memang cukup lama menghilang...


"iya mah" jawab lexa singkat.


"untung lah,jika terjadi apa-apa mamih akan merata kan mansion wiguna itu hingga rata dengan tanah." geram nya menatap Juna yang menunduk dalam,lexa hanya diam tanpa kata ia cukup prihatin dengan keadaan Juna tapi mau gimana semua memang tetap salah Juna...

__ADS_1


"tuan di depan ada tamu yang ingin ketemu tuan.!" seorang pengawal menghampiri keluarga itu dengan hormat.


"biarkan mereka masuk" titah Reno tegas.


tidak lama sepasang suami istri masuk dengan dikawal oleh pengawal tadi sebagai arahan,mereka menatap beberapa dari mereka hingga berhenti di salah satu pemuda di sana dengan gerakan cepat wanita itu mendekat lalu..


plaaakk


tamparan nyaring terdengar di ruangan tamu milik keluarga Wijaya,semua di sana menatap kaget pada kejadian yang tiba-tiba termasuk Alexa gadis itu menutup mulut karna tidak menyangka.


"dasar anak pembawa sial,apa tidak bisa sehari saja kau tidak menyusahkan kami dan sekarang malah membawa masalah kepada keluarga kami..."ucap nya kasar di depan pemuda yang masih menunduk dengan pasrah,wajah tampan nya memerah karna marah..


"tuan Wijaya maafkan atas perbuatan anak ku, kami tidak menyangka jika harus seperti ini." ucap pria paru baya itu membungkuk.


"tidak apa tuan Wiguna, saya bisa memaklumi karna mereka masih muda" jawab Reno tegas.


Ratna yang semula ingin marah kini tidak jadi melihat pemuda itu menunduk semakin dalam,jauh didalam hati jiwa keibuan nya begitu kasihan melihat pemuda itu sangat jelas jika tidak memiliki perhatian dari orang tua nya.


begitu juga dengan Alexa ia membisu dalam diam mata coklat nya tak lepas dari pemuda yang setia menunduk di hadapan nya,ia dapat menangkap rasa marah diwajah Juna saat mendapat tamparan cukup keras dari wanita yang ia yakini adalah ibu nya.


"nyonya Wijaya... maaf atas kelancangan saya anda tau saya sangat malu menghadapi anda maka dari itu aku memberi anak ini pelajaran atas perbuatan nya kepada putri mu" ucap nya sopan sambil membungkuk,secara finansial keluarga mereka jauh di bawah keluar Wijaya mereka tidak bisa mengusik keluarga ini...


"tidak apa-apa, putri ku juga baik-baik saja... tapi apa tidak apa-apa anda berbuat seperti itu tadi.??" tanya Ratna melirik Juna yang tetap diam.


"dia pantas mendapatkan itu, anak tidak tau diri ini tidak seharus nya mempermalukan keluarga... jika kalian ingin mepenjara kan dia silahkan kami hanya bisa menyetujui" ujar nya tegas tanpa memperdulikan raut wajah Juna yang kecewa.


"Tante aku rasa itu tidak...


"tindakan yang dia lakukan termasuk kriminal sudah seharus nya dia di penjara" potong wanita itu cepat...


Alexa melirik Juna yang sejak kapan sudah menatap nya dalam,mata hitam itu menatap nya sendu tak hayal tersirat kekecewaan disana melihat itu hati nya cukup nyeri.


"ehkeem" dehem Reno menyadarkan kecanggungan disana,membuat atensi mereka beralih padanya.


"itu terlalu berlebihan,putri ku juga sudah menceritakan semua nya selama mereka bersama tidak ada tindakan fisik yang dia dapat,jadi tidak perlu membawa nya keranah hukum" jelas Reno...


pasangan itu hanya diam tak hayal rasa malu menjalar pada hati mereka,mereka benar-benar malu atas perbuatan putranya.


"saya mengundang anda kesini hanya mau membicarakan keinginan putra kalian" ucap Reno mulai membuka pembicaraan yang serius.


"kami akan menikahkan mereka... tapi Juna sebagai suami kedua Alexa" jelas Reno membuat Rizal sekali lagi mendengus kesal,dia sangat tidak menyetujui usulan calon mertua nya namun melihat keadaan Juna membuat nya muak.


"menyedihkan" umpat Rizal tanpa didengar yang lain.


pasangan Wiguna menatap kaget kearah Reno yang menurut mereka tidak masuk akal,bagaimana bisa penculik anaknya malah ingin dinikahkan lalu sebagai suami kedua pula.

__ADS_1


"tuan Wijaya... apa maksud anda ingin menikahkan mereka apa Juna menyentuh putri mu.?? lalu apa maksud suami kedua.??" tanya tuan Wiguna syok.


"tidak,tidak anak anda tidak menyentuh putri ku" jawab Reno cepat.


"lalu.??"


"mereka saling menyukai jadi sudah seharusnya di nikahkan.!!" ucap Reno yang semakin membuat mereka kaget termasuk yang lain nya.


"pih.!" potong Rizal cepat,dia tidak terima jika di bilang seperti itu yang ada Juna lah yang menyukai Alexa kenapa malah di bilang saling menyukai.


Reno memberi isyarat agar Rizal tetap diam kembali pemuda itu geram.


"Anda serius tuan wijaya??" tanya tuan Wiguna memastikan.


"apa aku terlihat sedang bercanda.??"


tuan Wiguna menggeleng pelan seperti yang dia lihat jika renosya Wijaya tidak main-main.


"tapi kenapa putra ku di jadikan suami kedua.?? apa putri mu sudah menikah.??"


"belum... putriku belum menikah tapi tidak akan lama lagi,namuun" Reno menghentikan ucapan nya lalu melirik Juna menatap nya seakan tidak ingin pria itu mengatakan yang sebenar nya,Reno menarik nafas berat sebelum melanjutkan.


"aku rasa putri ku membutuhkan penjagaan yang ekstra,maka dari itu aku menginginkan anak mu menjadi suami putri ku meski menjadi yang kedua" lanjutnya menjatuh kan harga dirinya juga putri nya,hanya untuk menyelamatkan pemuda menyedihkan yang saat ini menatap nya haru,Alexa menunduk jujur dia sangat malu tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa hati nurani nya sangat tidak terima atas perlakuan ibu juna terhadap putra nya.


pasangan itu terdiam walau menurut mereka tidak masuk akal namun apa salah nya menyetujui saran tuan Wijaya,lagi pula menurut mereka Juna juga tidak terlalu penting bagi mereka.


"bagaimana.??"


"kami menyerahkan keputusan kepada anda saja,gimana bagus nya kami hanya mengikuti.!!" jawab mereka bersama.


mereka pun larut dalam obrolan hingga waktu nya kembali,mereka pergi dari rumah Wijaya tentu saja tanpa Juna pemuda itu tetap diam di tempat nya tanpa bicara....


sedang kan Alexa sudah kembali kekamar di temani Rizal,pemuda itu sudah menahan diri agar tidak mengamuk maka dari itu dia mengikuti Alexa kekamar dengan alibi mengantarkan nya...


Reno menatap Juna lekat berulang kali menghela nafas,ia tau keputusan nya merugi kan beberapa orang namun tidak punya pilihan,jika dia bersikeras anak ini akan bunuh diri dihadapkan putri nya,jadi demi menyelamatkan nyawa satu orang dia rela menekan harga dirinya...


"tuan Wijaya.!"


Reno menoleh disana ada 2 pemuda lain nya dia lupa tentang kedua nya,saking fokus pada permasalahan nya hingga melupakan mereka.


"ada apa.??"


"kami juga ingin menikahi lexa.!!" ungkap nya bersama.


tubuh Reno kaku jantung tua nya seakan berhenti,apa lagi melihat tekad di mata kedua nya seakan tidak bisa dibantahkan.

__ADS_1


"kalian gilaaa"


__ADS_2