My Antagonis.??

My Antagonis.??
kenangan


__ADS_3

suara langkah kaki terdengar nyaring di setiap injakan di koridor gedung pencakar langit itu,dengan setelan rapi berjas hitam seorang pemuda berjalan beraura suram,siapa pun yang melihat akan tau jika cowok itu sedang dalam masalah besar, terlihat sorot mata tajam serta dingin nya para karyawan menunduk hormat kala ia lewat di depan mereka.


aura sang empuh begitu menekan tak ada yang berani menyapah nya,langkah lebar pemuda itu menuju keruangan pribadi nya setelah pintu terbuka hal yang dulu ia lihat adalah meja kerja dengan bertumpuk kertas,terlihat di belakang kursi nya sebuah foto gadis kecil bermata coklat tersenyum manis saat bercanda dengan orang di sebelah nya,dapat di tentu kan jika foto itu di ambil sangat lama karna terlihat beberapa noda kusam di bagian foto itu..


iya... foto itu di ambil beberapa tahun lalu oleh nya,saat orang di foto itu sedang bercanda di kantin bersama teman sesama SMP nya..


"AAAARRRRGGHHHHH"


PRAAKKK


benda di atas meja semua berserakan di atas lantai,dalam sekali hempas semua hancur sorot mata nya merah menandakan jika dia sedang emosi,akhir-akhir ini emosi nya sama sekali tidak terkontrol apa lagi jika menyangkut tentang gadis bermata coklat itu.


"kenapa.?? kenapa kamu sama sekali tidak melihat ku sejak dulu Lex...?? aku orang pertama yang mencintaimu lalu kenapa tidak kau lirik sama sekali... HAH.???" teriak nya melihat ke arah foto itu.


"kau adalah milikku,punya ku hanya aku yang bisa memilikimu." gumam nya mengelus foto itu lembut.


"hahahahaha... Lex maaf ya seperti nya aku harus menghancur kan hidup pemuda itu,agar kau bisa melihat ku" lanjut nya dalam tawa.


"YUDAAAA...."


"i-iya tuan" jawab seorang pria dengan nafas ngos-ngosan ia sangat terkejut saat mendengar teriakan tuan nya.


"Buat perusahaan RR company bangkrut... buat semua kolega menarik kerja sama dengan perusahaan itu" perintah nya menyeringai.


pria bernama Yuda mengernyit bingung namun tetap ia laksana kan,setelah kepergian asisten nya cowok itu kembali menatap foto sang gadis.


"senyum ini hanya aku yang boleh melihat nya" seringai licik terbit di bibir merah nya.


"aaahh Alexa... you are mine"


senyum manis yang tak pernah ia perlihat kan kini terukir di bibir merah tebalnya kalah mengenang dimana awal pertama ia bertemu Alexa Wijaya...


*flassback

__ADS_1


Arjuna Wiguna anak dari pengusaha kuliner paling sukses di kota x, ia juga pewaris satu-satu nya di keluarga Wiguna dengan wajah tampan serta kekayaan di atas rata-rata,kepribadian dingin nya tidak ada yang mau mendekati nya karna para gadis lebih memilih menjauh dari pada berurusan dengan pemuda berwajah datar itu.


banyak yang terpesona dengan pemuda itu namun tidak ada yang mau mendekati karna lebih dulu di usir sebelum mendekat...


tidak ada satu pun yang berteman dengan anak dingin seperti Juna,ini sudah beberapa bulan dia masuk sekolah kelas 7 tapi tak ada satu pun murid yang mau berteman dengan nya,dia juga tidak terlalu mengharap kan mendapat teman, bagi nya punya teman hanya merepotkan lebih suka menyendiri dari yang lain...


"hy"


suara lembut membuyar kan konsentrasi pada buku di tangan nya,mata hitam nya beradu pada manik coklat menatap nya polos tanpa terasa wajah datar itu memanas dapat di pastikan jika pipi nya memerah.


"wajah mu merah... apa kamu sakit.??" tanya nya dengan mata khawatir,membuat jantung Juna memacuh cepat


"a-aku tidak apa--apa.!!" jawab nya memalingkan wajah nya.


"yakin ??"


"iya" jawab nya singkat


remaja itu hanya mengangguk paham.


"murid baru.???"


"he'eh aku pindahan dari SMP sebelah" jawab nya ceria.


"kenal kan nama ku Alexa Wijaya" ucap nya seraya mengulurkan tangan nya dengan senyum manis milik nya.


"a-aku Juna" sungguh senyum gadis di hadapan nya membuat wajah nya memerah.


"Alexa.!!" sebuah panggilan mengalihkan atensi pasangan itu,disana terdapat remaja laki-laki tak kalah tampan nya dengan Juna.


"Rizal.." panggil Alexa


"kamu ngapain sama dia.??"

__ADS_1


"aku nanya ruang kepsek ke dia." jawab Alexa


"tidak perlu aku sudah tau.. ayo kita kesana" ujar Rizal menarik tangan mungil gadis itu.


"eh... kami pergi dulu ya Juna... daahh" ucap nya sambil melambai tak lupa senyum manis di bibir mungil nya...


Juna menatap punggung gadis itu dengan tatapan sulit di arti kan,mata nya menajam melihat tautan tangan mereka entah kenapa dia tidak suka itu,membuat nya tidak mengerti kenapa bisa merasa tidak senang.


sejak hari itu Juna terus mengamati setiap gerak gerik lexa mulai dari kelas,kantin,perpustakaan hingga saat olahraga pun tak luput dari penglihatan nya, juga semua ekspresi yang gadis itu keluarkan selalu di abadikan oleh Juna dengan cara memfoto nya diam-diam,ia tidak berani menghampiri gadis bermanik coklat itu karna selalu ada cowok bernama Rizal itu selalu bersamanya...


Juna tidak mengerti dengan perasaan nya kepada Alexa gadis bermata coklat jernih,selama ia mengikuti aktivitas Alexa perasaan nya menjadi sangat senang apa lagi melihat senyum gadis itu,membuat hati nya berdebar disertai pipi memerah ia tidak tau apa maksud dari rasa yang dia alami sekarang,semakin lama perasaan nya semakin dalam bukan hanya suka tapi menjadi cinta,sering kali dia cemburu terhadap Rizal yang gencar mencari Alexa sedang kan dia hanya bisa melihat saja tidak punya keberanian,namun sorot mata membunuh nya terarah ke cowok bernama Rizal itu...


ia cemburu,ia iri ingin sekali dia menghampiri Alexa dan melarang nya berinteraksi pada orang lain terutama cowok,namun ia tidak punya keberanian untuk itu jika sekarang dia hanya bisa melihat dari kejauhan tapi hati nya bertekad suatu saat Alexa akaan menjadi milik nya,memeluk nya dan mencium nya ia tersenyum senang membayangkan jika itu benar-benar terjadi...


sedangkan seorang Alexa di sekolahan itu menjadi primadona serta sifat nya yang ramah,membuat kadar kesukaan Juna semakin meningkat rasa obsesi nya mulai timbul secara berlahan.


"hy Juna" sapah Alexa riang tanpa menghirau kan perubahan diwajah Juna.


"aku lihat selama ini kau tidak pernah bersama teman mu.?? kenapa.??" lanjut nya menatap Juna bingung,tidak ada jawaban dari juna yang hanya menatap wajah nya.


"Juna.. kau dengar aku??" ujar Alexa menggenggam tangan Juna yang tanpa di sadari lexa jika perbuatan nya membuat diri nya menjadi bahan keobsesian seorang Juna.


tubuh Juna menegang kaku ada rasa,senang,bahagia bahkan membuat tubuh nya seakan dalam pengaruh di kendalikan,dengan pelan ia menggenggam tangan lexa erat,mendapat perlakuan itu lexa menarik cepat tangan nya entah kenapa perasaan nya sedikit tidak enak.


"eeemm maaf" ujar lexa pelan dan menjauh.


"tidak apa-apa" jawab Juna menekan emosi di dada nya karna mendapat penolakan lexa.


"aku pergi dulu" tanpa mendengar jawaban Juna lexa langsung melesat dari sana meninggal kan Juna dengan sorot mata tajam menatap tangan yang di genggam Alexa,ia tidak merasa tersinggung tapi dia merasa semakin tertantang dengan gadis bernama Alexa,karna dia gadis pertama melihat nya biasa saja sangat beda dengan yang lain SMP tempat dia sekolah semua murid cewek menatap nya memuja,beda dengan lexa menatap nya biasa saja...


"Alexa kau milikku." seringai aneh terbit di bibir Juna menatap punggung lexa penuh obsesi.


sangat mengerikan seorang remaja SMP memiliki rasa obsesi kepada lawan jenis nya tapi sekali lagi ia katakan,jika Juna tidak peduli dengan penilaian orang yang jelas dia benar-benar menginginkan Alexa Wijaya menjadi milik nya

__ADS_1


flassback end


__ADS_2