
benar.!!! Alexa tidak membenci Dimas dia hanya menyayang kan sikap Dimas terhadap Alexa asli,yang sangat tulus pada nya namun tidak di hargai sama sekali.
setelah semua nya berakhir cowok itu malah ingin meraih Alexa kembali tanpa proses,apa dia tidak tau atau pura-pura tidak tau gimana susah nya Alexa berusaha dalam memperjuang kan cinta nya,sedang kan dia hanya memberikan hinaan demi hinaan untuk gadis itu...
kalo di pikir Raina tidak membenci Dimas tapi Alexa yang asli yang sudah membenci Dimas, bahkan gadis itu hanya diam di saat Raina bersama nya...
dan syukur nya masalah Dia dan Dimas di anggap sudah selesai bukan.??
entah kenapa Alexa merasa ada sesuatu hal yang menunggu nya...
siapa yang bisa menduga jika firasat seorang gadis bisa terjadi juga,seperti saat ini tidak ada terbesit sedikit pun di pikiran lexa bertemu dengan seseorang yang dia benci...
yaah... dia benci orang ini sejak kejadian 4 tahun lalu entah kenapa mendengar nama nya di sebut saja membuat hati nya meradang..
dia tidak tau di mulai dari mana hingga pertemuan mereka bisa terjadi seperti sekarang, apa karna janji nya pada sang mamih atau keputusan nya menyetujui keinginan mamih nya.?? dia tidak tau yang jelas suasana sekarang sangat tidak nyaman bagi nya...
*flassback
setelah jam pulang Alexa buru-buru ke mobil ,selama dikelas dia mengabaikan Dimas yang terus mengoceh di samping nya entah apa yang dia ingin kan yang pasti Alexa tidak nyaman dengan keramahan Dimas yang mendadak itu...
sekarang saja cowok itu terus mengikuti nya dari belakang dengan banyak bicara,lexa melirik mahasiswa lain yang sudah mulai saling berbisik menatap mereka.
"dim.... bisa diem gak.?? aku merinding Nerima keramahan kamu kek gini.??" ucap lexa jengah "lagian ngapain sih ngikutin aku.?? kurang kerjaan banget.!?". lanjut nya
"Lex.. aku antar pulang ya.. udah lama loh. kita gak satu mobil.!" ujar nya tersenyum lebar
lexa menghela nafas lelah "gak perlu aku bawa kendaraan sendiri" tolak lexa lalu melanjut kan langkah nya..
ddrrrtt ddrrttt
"hallo mih."
"Lex.. kamu langsung ke resto xxxxx aja ya mamih tunggu.!!" ujar Ratna di sebrang telpon
"iya mih"
"yaudah kamu hati-hati ya sayang"
"iya"
lexa mematikan sambungan telpon nya, di sana juga tertera notif wa dari sang kekasih.
RIZAL❤️
sayang...
kamu sudah pulang.??
kalo nyampe rumah telpon aku ya.
sayang aku kangen.
lexa tersenyum manis membaca beberapa pesan dari Rizal,dapat dia bayang kan wajah imut cowok itu saat merengek bilang kangen pada nya..
"pesan dari siapa kok senyum-senyum gitu.??" tanya Dimas seraya mengintip isi pesan,dengan cepat lexa menjauh kan hp nya dari Dimas.
"aku duluan" ujar lexa lalu masuk ke mobil nya meninggal kan kampus..
mata Dimas mendingin menatap mobil Alexa,meski sebentar dia bisa membaca sedikit isi pesan itu,dia tidak suka seseorang memanggil lexa dengan sebutan sayang.
"aku akan merebut mu kembali lexa" gumam nya
lexa menjalan kan mobil nya dengan kecepatan sedang,dia menuju kearah resto yang di sebut mamih nya tadi setelah mobil nya terparkir dia masuk ke restoran itu, sekali-kali melihat hp nya guna menghubungi sang mamih kalo dia sudah sampai...
"sayang.." panggil seorang wanita paruh baya namun masih cantik,dia melambai pada lexa agar mendekat disana lexa melihat ada orang lain juga wanita cantik mungkin umur nya sama dengan mamih nya..
bukan itu saja ada juga seorang pria berjas hitam namun tidak dapat lexa lihat karna orang itu membelakangi,dengan cepat lexa menghampiri mereka dengan senyum ramah..
__ADS_1
"maaf mih aku terlambat.!!" ujar lexa lembut setelah sudah dekat.
"a-alexa.!!"
mata lexa melebar saat melihat siapa cowok yang memanggil nya,ini pertemuan yang tidak dia harap kan dia tidak menyangka jika teman yang mamih nya bilang adalah mamah orang ini..
flassback end*.
Alexa sama sekali tidak fokus dengan makanan yang tersaji di hadapan nya meski terlihat lezat, ditambah jus coklat kesukaan nya yang menyegar kan namun sedikit pun tidak minat bagi nya sekarang, jauh didalam hati ada penyesalan disana karna sudah menyetujui keinginan mamih nya..
kalo dia tau dia tidak akan menyetujui nya..
"ya ampun jeng ternyata anak kita sudah saling kenal ya.. aku gak nyangka loh.!!" ucap wanita di depan lexa yang ternyata bernama Herlina,ini sudah berapa kali kata itu dia ucap hingga lexa jengah.
"iya... kok kamu gak bilang Lex kalo kalian saling kenal " ucap Ratna menatap lexa
"mamih gak nanya.. lagian lexa gak tau kalo dia anak Tante Herlina.!!" jawab lexa seada nya, dia memang gak tau...
"sejak kapan kalian kenal.??" tanya Herlina. kepada anak nya
"waktu SMA dulu mah." jawab sang anak yang masih menatap Alexa dengan pandangan rindu nya.
sang mamah menatap anak nya lekat dia tau tatapan itu,tatapan seorang lelaki merindukan kekasih nya tapi dia tidak mengerti dilihat gimana pun Alexa sama sekali tidak melirik nya.
apa cinta bertepuk sebelah tangan.?? pikir Herlina prihatin
"oh ya Alexa... kamu udah kerja atau masih kuliah.??"
"aku kuliah Tante"
"kuliah dimana.??"
"di universitas xxxxxx"
"waahh kebetulan sekali Erick juga kuliah disana" ucap Herlina girang sedang kan Erick terbelalak kaget.
"jeng gimana kalo kita belanja dulu sebelum pulang, kita udah lama loh gak belanja bareng.?!" ajak Herlina yang di angguki antusias oleh Ratna
"lexa kalian tunggu di sini aja dulu lah mamih sama Tante Lina belanja dulu." ujar sang mamih pergi meninggal kan pasangan itu..
sejak kepergian orang tua mereka hanya keheningan di meja itu,tidak ada yang ingin memulai pembicaraan lexa sibuk mencari cara kabur dari sana sedang kan Erick terus menatap lexa, mata hitam terpancar kerinduan yang sangat kentara..
ingin sekali dia memeluk gadis yang sudah beranjak dewasa itu,semakin lama dia menatap gadis itu semakin terasa asing yang dia rasakan..
dia bingung harus memulai dari mana.??
Alexa terus menatap makanan yang tidak dia sentuh sama sekali di depan nya,dia tidak ingin berada di kondisi seperti ini..
"aku harus pergi... kau nikmati saja hidangan nya.!!" ucap. lexa pelan lalu bangkit.
"lexa... tunggu.!!" cegah Erick memegang tangan lexa agar gadis itu tidak pergi..
"apa ada yang ingin di kata kan.??" tanya lexa seraya melepas kan pegangan Erick. dia benar-benar benci dengan orang ini, orang yang dia cintai dan orang yang tega mempetaruh kan perasaan nya demi sebuah mobil..
Iyah... Raina tidak bermasalah pada Dimas tapi Raina bermasalah pada Erick dirgantara yang berada di hadapan nya sekarang...
"Lex... kemana aja selama ini.??" tanya nya sendu
"yang jelas menjauh dari kalian.!!" jawab lexa datar
"Lex maafin aku... aku..." Erick menunduk dalam dia tidak tau harus mengatakan apa dia bingung mau mulai dari mana.
Alexa masih terdiam di tempat nya menunggu ucapan apa lagi yang akan Erick kata kan.
"aku merindukan mu Lex.!!" ucap nya lirih "perasaan aku sama kamu terus membesar Lex... aku benar-benar menyukai mu tapi rasa bersalah ku juga semakin besar, aku minta maaf udah nyakiti kamu" ujar Erick lirih dengan wajah masih menunduk.
"Lex... aku suka sama kamu seperti dulu...!!"
__ADS_1
"ingin mendapat kan apa lagi sekarang.??" tanya lexa datar menatap Erick yang masih tertunduk
"apa.!?"
"perusahaan.?? apartemen.?? atau sebuah mobil lagi.??" ujar lexa dengan mata sudah memanas,dia memang benci cowok ini tapi dia tidak bisa mengelak soal perasaan nya yang dulu dia rasa kan..
"Lex maaf kan aku.. dulu aku memang khilaf maaf kan aku.!!" kata maaf terus dia ucap kan,seraya menggenggam tangan sang gadis,dia tau tidak akan mendapat kan maaf nya tapi dia ingin mencoba dan berusaha agar bisa memperoleh maaf dari nya...
"khilaf.?? heh... kau tau Erick betapa sakit nya aku saat itu, betapa hancur nya aku di saat kenyataan itu terungkap secara bersamaan... kau tidak tau bukan.?? di sini.??" lexa menunjuk dada nya sendiri dengan mata sudah memerah
"disini.?? kau menghujam nya dengan perkataan mu hingga aku tidak bisa bernafas..."
"kau tidak tau... betapa susah nya aku menata hati aku agar utuh lagi,betapa sakit nya aku saat perasaan drepesi menyerang ku... kau tidak pernah tau.!!" jerit lexa air mata yang dia tahan kini lolos jatuh kepipi mulus nya, Erick terkejut menatap gadis yang dulu tidak pernah menangis sekarang meneteskan air mata tepat di hadapan nya, dia memang tidak tau apa yang di alami lexa dia merasa seperti pengecut karna sudah ikut menyakiti nya ..
"dan sekarang dengan mudah kau bilang itu kehilafan.?? meminta maaf begitu saja.?? apa yang kamu harapkan.?? berharap aku mengata kan 'ya gak apa-apa.. aku maaf kan' itu yang ingin kamu denger.???" lexa menghapus air mata nya dengar kasar ia menatap Erick yang terdiam.
"aku rasa kamu sudah tau jawaban nya.!!"
tanpa menghirau kan Erick lagi lexa beranjak dari sana tidak menghirau kan tatapan para tamu pada nya... dia masuk ke mobil disana lah dia meluap kan emosi dia menangis sejadi-jadi nya..
bodoh.!!!
bodoh.!!
itu sangat cocok dilontar kan pada nya,dia sangat bodoh sudah mengumbar kelemahan nya pada orang asing Daan juga bodoh karna masih menyimpan perasaan pada Erick,orang yang sudah menyakiti nya...
"hiks.. hiks.. dasar bodoh." maki nya seraya memukul setir mobil nya...
****
Erick terduduk kaki nya melemas mendengar semua penjelasan Alexa,sakit itu lah yang dia rasa kan dia meremas dada nya yang mulai sesak...
apa yang dia lakukan.??
apa yang sudah dia perbuat terhadap gadis yang dia cintai.?
gadis yang dulu selalu tersenyum kala bersama nya,gadis yang menatap nya berbinar,gadis yang tersipu malu saat di genggam tangan nya,gadis yang mengata kan juga menyukai nya.!! sekarang gadis itu menatap nya penuh kebencian...
Erick terus meremas dadanya semakin sesak seakan pernafasan nya tersumbat..
"maafkan aku... maaf kan aku..!!" gumam nya
"aku mohon kembali lah pada ku Lex.!!" racau nya terus menerus seraya menunduk kan kepala nya di meja... penyesalan selalu bergelayut di hati nya entah kapan dia bisa bernafas lega lagi...
"*hallo sayang"
suara lembut juga menenang kan terasa nyaman di telinga lexa,sekarang dia sudah berada di apartemen Rizal dia juga sudah mengabari mamih nya kalo dia sudah pulang..
"hiks... hiks.." tangisan lexa pecah saat Rizal mengangkat telpon nya.
"sa-sayang kamu kenapa.?? apa ada yang nyakiti kamu.??" tanya Rizal dengan nada cemas dia bertanya siapa yang sudah mengusik gadisnya hingga menangis. akan dia habisi orang itu...
"izal... hiks.. hiks.. izal" gumam nya dalam tangisan
"sayang kamu tenang ya. jangan nangis..!!"
cukup lama lexa terisak sambil berbaring entah kenapa dia hanya ingin menangis sekarang "izal aku kangen... kapan kamu pulang.!!" ucap lexa lirih dia sudah tidak menangis tapi hanya masih segukan saja..
diseberang sana Rizal menarik nafas lega krna lexa menangis bukan di sakiti orang lain tapi merindukan nya..
"aku akan secepat nya pulang,aku juga kangen sama kamu.!!"
"cepat pulang zal aku kesepian... aku kangen.!!" rengek lexa
"iya.. aku akan menyelesai kan nya"
mereka mengobrol hingga lexa tertidur dengan begitu Rizal memutus kan telpon nya,dia tidak percaya lexa menangis karna merindukan nya karna lexa bukan tipe gadis cengeng dia curiga pasti ada sesuatu yang terjadi dengan kekasih nya.
__ADS_1
"Roni siap kan ruang rapat dan kumpulkan para staff." perintah Rizal pada sang asisten,meski bingung tapi di laksana kan nya juga..
"aku harus menyelesai kan nya dengan cepat dan bersama nya lagi*.!!"