My Antagonis.??

My Antagonis.??
35.ketahuan


__ADS_3

flassback


*dengan santai lexa melangkah memasuki gedung Megah itu, seperti biasa setiap melangkah ke gedung itu akan menjadi pusat perhatian, lexa tersenyum tipis kala para murid menyapa nya...


yaa.. saat ini para murid sudah tidak terlalu takut lagi dengan nya karna gadis itu sudah lebih sering tersenyum...


"lexa.!!" suara bariton menghentikan langkah gadis itu. dia kenal suara ini bahkan dia sangat merindukan nya.


lexa menoleh tanpa sadar dia menatap cowok itu dengan mata berbinar bahagia...


"aku mau ngomong sama kamu boleh .??" tanya nya sedikit ragu..


"boleh... mau ngomong apa.?"


"jangan di sini... yuk." ajak nya menggenggam tangan lexa.. dia tidak tau tindakan nya membuat lexa tersenyum secara diam-diam..


mereka berhenti ketika sudah berada di taman belakang, cowok itu melepaskan genggaman nya dan berbalik menatap lexa..


"kamu mau ngomong apa Rick.??" tanya lexa menatap mata hitam Erick..


Erick terlihat gugup dengan muka memerah entah karna apa..


"Erick.!!" panggil lexa


"aku suka sama kamu Lex.!!" ucap Erick dengan satu tarikan nafas setelah mengucap kan nya wajah Erick memerah hingga ke telinga nya.


lexa termanguh mendapat ungkapan cinta dari erick terlalu mendadak bagi nya,namun tidak dia pungkiri kalau hati sangat bahagia...


"kamu mau gak jadi pacar aku.??" tanya Erick kembali


lexa menunduk menyembunyi kan wajah merah nya dengan jantung berdebar hebat...


"a-aku juga suka sama kamu Rick.!!" ungkap lexa,sontak Erick menatap wajah malu nya lexa.


"ka-kamu serius Lex.??"


lexa mengangguk pelan dengan wajah tersenyum kikuk namun sedetik kemudian wajah nya menjadi suram, dia masih ada misi yang harus di selesai kan saat ini belum bisa menjalin hubungan dulu.


"tapi.... aku belum bisa jadi pacar kamu.!"" ujar nya lagi


"loh kenapa.??" tanya Erick bingung


"aku harus menyelesai kan sesuatu dulu.!"


"yaudah gak apa-apa... aku akan tunggu kok" ujar nya tersenyum,. dia menatap wajah teduh lexa tidak menyangka gadis ini juga menyukai nya,. sungguh membuat nya bahagia... tapiiii


"aku kekelas dulu ya udh mau bel." suara lexa menyadarkan nya dari lamunan.


"iya.. aku juga mau ke kelas... jam istirahat aku akan menjemput mu.!!"


lexa mengangguk lalu berlalu dari hadapan Erick...


dengan hati berbunga-bunga lexa berjalan menuju kelas senyum manis terus menghiasi wajah cantik nya... tanpa dia tau seorang gadis jalan di arah berlawanan menabrak lexa...


bugh


gadis itu jatuh terduduk kelantai membuat lexa merasa bersalah.


"ah sorry sorry aku gak sengaja.. kamu gak apa-apa kan.??" tanya lexa panik


gadis itu mendongak menatap lexa seketika wajah panik lexa menjadi datar...


kalo tau dia tadi... aku gak bakal minta maaf..!! gerutu hati lexa


"jalan itu pake mata biar gak nabrak.!!" ujar lexa ketus


gadis itu bangkit dari lesehan nya ia menatap lexa dengan mengejek nya..


"kamu tetap cewek gampangan ya.?? tebar cinta kesemua cowok.!!" ujar Elis mengejek


apa sih masalah nih orang.. suka banget ngurusin hidup orang lain.!! batin lexa.


lexa tidak merespon ucapan Elis dia memilih untuk diam, karna bagi nya gak penting...


"pertama Rizal. kedua dimas dan sekarang Erick... begitu murahan.!!" ucap nya kembali tapi tetap tidak di respon lexa malah dia berpose santai mendengar ocehan tak bermutu Elis...


"udah ngomong nya.?? aku duluan ya mau kekelas.!!" lexa melanjut kan langkah nya tanpa ingin mendengar jawaban Elis...


"anak dan ibu sama... sama-sama murahan emang ya kalo keluar dari rahim seorang ******, anak nya juga akan menjadi ******.!!!" ucap Elis mengejek


bugh


sebuah pukulan mendarat ke wajah mulus Elis membuat gadis itu terjerembab kelantai..


lexa menarik paksa rambut Elis agar bangun dari lantai.. dia tidak peduli apa pandangan orang tentang dia, sekarang adalah masalah dia dengan Elisa sang lemah lembut dan Alexa sang alumni kematian..


plak

__ADS_1


plak


pipi mulus Elis mendapat tamparan manis dari Tangan halus lexa..


"jangan pernah menghina ibu ku dengan mulut kotor mu itu..."


bugh


"kau boleh meremeh kan ku tapi jangan ibu ku"


plak


"aahhkkk.." jerit Elis menahan sakit di wajah dan kepala nya karna di Jambak lexa.


"kau gak pantes menghina ibuku... yang ****** itu kau dan ibu mu yang sudah merusak rumah tangga orang"


bugh


"AAAHHKK" teriak Elisa saat menerima pukulan di pipi kiri nya..


"LEXA.!!" teriak seseorang namun tidak menghentikan lexa ia tetap menghajar Elis tanpa ampun


"LEXA HENTIKAN.!!" cowok itu menarik lexa agar bangkit dari tubuh Elis dengan di paksa akhir nya gadis itu berdiri dari tubuh Elis.


buuukkk


"ugh." sebuah tendangan mendarat kuat di perut Elis membuat sang gadis terasa mual..


"LEXA.!!". bentak cowok itu.


plaakk


tamparan keras mendarat di pipi lexa membuat nya terpaku...


"kenapa kamu melakukan kekerasan lagii hah.??" teriak cowok itu tepat di depan wajah lexa


"dia yang duluan.!" ujar lexa


"bohong... aku gak melakukan apa-apa Dimas.!!" jawab Elisa lirih sambil menangis


"sialan... kamu yang duluan dasar ******.!!"


plaakk


pipi satu nya kembali merasa kan pedas dan perih karna tamparan kembali dia rasa kan, lexa menatap Dimas tidak percaya..


"semakin hari semakin kurang ajar ya... apa orang tua mu gak ngajari kamu sopan santun hah.??" ucap Dimas dengan mata tajam


lexa menatap mata Dimas dengan mata benci dan muak nya, dia tidak menyangka rencana nya harus berhenti sampai di sini..


lexa memilih pergi dari hadapan mereka dia tidak Ingin menjelas kan karna bagi nya itu percuma saja, meski mulut nya berbusa gak bakal di dengerin...


"lexa.!" panggil Dimas kembali dia ingin penjelasan..


"apa ada lagi tuan muda wigantara.??" tanya lexa membelakangi Dimas


"jelasin semua nya.!! kenapa kamu ngehajar Elis.??"


"masalah ku dengan dia gak ada hubungan nya dengan mu !!" setelah mengata kan itu lexa melanjut kan langkah tanpa menoleh, Dimas tertegun menerima sikap dingin lexa dan tatapan benci nya kembali, padahal baru beberapa hari dia mulai melihat mata berbinar gadis itu tapi sekarang hanya kebencian lagi..


kejadian itu berakhir di ruang kepsek hingga mengungkit fakta yang terungkap kan*..


flassback end


****


setelah dia menyuruh mamih nya pulang lexa di ajak sang sahabat ke uks guna mengobati memar di wajah mulus gadis itu...


dengan telaten Renata mengobati luka di ujung bibir nya, seraya menatap wajah cantik lexa yang merenung dengan tatapan kosong, Renata tidak suka melihat keterdiaman lexa seperti sekarang, dia lebih suka lexa yang cerewet banyak bicara atau nangis setidak nya dia bisa tau apa yang di rasa oleh gadis itu...


"Lex aku beli minum dulu ya.??" ujar Renata lalu bangkit keluar dari uks, sampai di luar ia kaget melihat cowok di depan pintu uks...


"gimana keadaan lexa.??" tanya nya dingin namun ada kecemasan di nada nya..


Renata mengangkat bahu "dia masih tetap diam Jun.!!"


"kamu mau kemana.??"


"ke kantin beli air... aku titip lexa ya.!!" Renata pun melangkah menuju kantin setelah Juna mengangguk.


Juna membuka pintu dengan pelan di sana terlihat lexa dengan posisi yang sama tidak bergeming sama sekali, mata coklat nya menatap kosong tidak ada yang tau apa yang dia pikirkan...


Juna sama sekali tidak suka melihat ekspresi seperti mayat hidup, bagi nya kesedihan tidak pantas di wajah lexa dia suka melihat senyum gadis itu mata coklat terpancar kebahagiaan...


"lexa..!!" panggil nya lembut sembari duduk di samping lexa di atas brankar uks..


"kamu mau apa.??" tanya lexa tanpa melihat Juna

__ADS_1


Juna meletak kan sebuah alat perekam dan map berwarna coklat, seketika lexa mengalih kan tatapan nya ke benda itu..


"apa ini.??" ujar nya bingung


"aku sudah bilang kan kalo aku akan membantu mu.. dan itu adalah salah satu nya.!!" jelas nya


lexa menatap Juna yang juga menatap nya, dia tidak tau apa tujuan cowok ini rela membantu nya seperti ini tidak mungkin kan semua ini tidak ada imbalan nya..


mana ada gratis di dunia ini...


"apa tujuan mu membantu ku.??" tanya lexa menyelidik


Juna terkekeh geli menatap wajah curiga lexa tanpa izin dia mengelus kepala lexa, membuat sang empu menghindari tangan nya...


"suatu saat kamu akan tau... apa yang aku ingin kan." jawab nya lalu bangkit.


"aku gak perlu bantuan mu... karna yang kau ingin kan gak akan bisa aku wujud kan." tolak lexa


sekali lagi cowok tampan itu tertawa pelan "guna kan saja semua itu..." Juna keluar dari uks tanpa ingin mendengar penolakan lexa..


lexa menatap benda di pangkuan nya dia menimang kira-kira apa isi nya, namun dia belum siap untuk mengetahui nya...


cukup lama dia menunggu Renata tak kunjung tiba, dia memilih untuk menyusul, lexa menyusuri lorong yang mulai sepi dia ingat sebentar lagi bel jam kedua sudah pasti murid lain masuk kelas mereka...


"kau berhasil.!"


samar-samar lexa mendengar suara obrolan dari lorong menuju taman belakang, ia menajam kan pendengaran siapa tau dia hanya salah dengar.


"iya" jawaban suara yang familiar di telinga lexa, tanpa sadar lexa mendekati orang yang sedang mengobrol.


"apa dia juga suka sama kamu ??". tanya suara itu lagi


"heh... siapa yang gak terpesona oleh ketampanan ku.??" ucap nya sombong, lexa kaget mendengar suara familiar ini dengan segenap keberanian dia mengintip di balik tembok dan berharap bukan dia..


"bagus lah... bearti aku kalah dalam taruhan kali ini" ujar orang itu namun tidak dapat lexa liat wajah cowok itu karna memunggungi nya.


"ini kunci nya... dan ingat mulai sekarang jauhi dia... karna taruhan kita sudah berakhir Erick.!!"


deg


jantung lexa seketika berhenti mendengar nama yang di sebut kan oleh cowok itu.


"dia sudah menyukai mu dan membenci dimas, taruhan kita hanya sebatas dia membenci Dimas.!!" jelas nya lalu beranjak dari sana tanpa ingin mendengar kan jawaban Erick.


lexa... hanya mampu terpaku dia mencoba mencernah ucapan kedua cowok itu...


taruhan.?? membenci Dimas.??


tidak ada jawaban atas pertanyaan nya itu...


"lexa." panggil Erick dengan wajah bingung karna lexa berdiri termangu di tempat nya..


lexa menatap orang itu, orang yang meminta untuk menjadi pacar nya. "taruhan apa yang kalian maksud.??" tanya lexa dengan wajah datar namun dia berharap kalau dia salah dengar..


seketika wajah tampan Erick menjadi pucat dengan mata terlihat gelisah..


aku mohon jangan katakan... jangan kata kan....!! rapalan hati lexa memohon agar dia salah dengar namun harapan memang tak sesuai kenyataan.


"oh udah ketahuan ya.??" tanya Erick dengan raut wajah entahlah lexa tidak mengerti..


"apa itu menyangkut diri ku.??" tanya lexa pupus sudah semua nya, dia menatap Erick datar teramat datar..


"kau lihat ini.??" Erick menunjukan sebuah kunci mobil dapat lexa tebak harga mobil itu cukup mahal.


"aku menang taruhan nya.!!! taruhan membuat mu suka dengan ku dan membenci Dimas.!!" jelas nya dengan nada santai saking santai nya dia tersenyum puas seakan dia sudah meraih pencapaian nya...


lexa terdiam di tempat tubuh nya lemas bahkan dia tidak merasa kan jika dia sedang berpijak di bumi, sekali lagi dia harus menahan air mata nya agar tidak keluar meski hati menuntut untuk menangis...


"kau tau.??" suara Erick terdengar samar di telinga lexa sebab hati dan pikiran tak mampu untuk terus menampung beban yang datang secara bersamaan... tapi lagi-lagi dia berusaha mengembalikan kesadaran nya walau dia tau bakal menyakit kan..


"setiap kali aku menggenggam tangan mu atau gak sengaja menyentuh mu, aku merasa sangat jijik dan kotor aku gak heran kalo Dimas gak suka sama kamu, ternyata dia merasa kan hal kek gitu ya.??" ucap nya mengejek sekaligus menghina...


untuk sekian kali nya dia harus merasa kan kehancuran hati yang mulai tertata meski tidak seutuh nya, harus kembali hancur oleh orang yang berbeda tapi satu generasi...


bodoh.!!!


hanya itu yang bisa dia semat kan untuk diri nya sekarang..


"jadi kamu berhasil.??" ucap lexa kemudian sekian lama terdiam akhir nya dia mampu mengucap kan sebuah kata.


"selamat.... usaha mu gak sia-sia.!!" ujar nya tenang, apa ini yang dinama kan ketenangan di dalam badai...


"aku gak nyangka keluarga dirgantara semiskin itu, hingga menaruh kan perasaan orang lain..." lexa tersenyum getir setelah mengata kan itu.


Erick tertegun mendengar perkataan lexa dia mencengkram kuat kunci yang ada di tangan nya, dia tidak sakit mendengar hinaan lexa tapi dia sakit melihat mata yang penuh kekecewaan...


lexa tersenyum manis bahkan sangat manis tapi tidak dengan mata coklat itu...

__ADS_1


"jika kamu kekurangan uang kamu boleh datang ke aku... aku akan memberi mu uang sebanyak yang kamu mau... asal kamu mau menjadi babu ku.!!" ucap lexa tersenyum manis, lalu pergi dari hadapan Erick senyum manis yang dia tampil kan seketika berubah menjadi datar dengan sorot mata terluka...


Erick hanya terdiam menatap punggung kecil gadis itu tidak dapat dia bayang kan perasaan gadis itu seperti apa, Erick menatap kunci mobil di tangan nya dan menggenggam erat, menyalur kan segala emosi nya saat ini...


__ADS_2