
sejak kejadian di lorong membuat seorang Elis semakin membenci cewek bernama lexa, apa lagi sebagian anak sekolah menatap nya sinis... dia sangat tidak menyukai keberuntungan lexa di tambah cowok-cowok populer mulai membela nya terutama Juna dan Dimas, sekali lagi dia mengepal tangan nya kuat menahan amarah di dada...
memang pengaruh uang itu sangat besar, diri nya sebagai contoh dia hanya mendorong lexa sedikit dan menimbul kan memar, tapi mereka menatap nya seakan tersangka kejahatan...
dia masih ingat saat menjatuh kan diri ketangga hingga masuk rumah sakit, fitnahan untuk lexa malah hanya bertahan 1 Minggu meski itu perbuatan nya sendiri...
tapi tidak ada saksi atau bukti kejadian itu,di cctv juga tidak ada rekaman nya bearti dia aman bukan.???
dia gak bisa seperti ini terus dia harus bertindak dia akan memaksa ibu nya lagi buat merebut papih nya lexa seutuh nya, agar gadis itu menderita dan merasa kan gimana rasa nya memiliki keluarga tidak lengkap..
Elis masuk kerumah nya yang cukup mewah pemberian papih nya lexa, dia tau kisah masa lalu ibu nya dan Reno papiih lexa, kalo ibu nya adalah cinta pertama Reno..
"mamah .!!" panggil Elis setelah sudah di ruang tamu
"kenapa Elis.??" sania menuruni tangga dengan pelan seraya menatap sang anak nya...
"mah.... aku ingin mamah cepat-cepat membuat papah Reno menjadi milik mamah.. aku ingin gadis sialan itu menderita.!!" gerutu nya menghempas kan bokong ke sofa.
"kamu ini bukan nya Dateng kasih salam malah mengomel tidak jelas." ujar sang mamah
"mamah kan pernah bilang kalo mamah adalah cinta pertama papah Reno... pasti gampang kan merebut hati nya dengan cepat.? buat dia meninggal kan keluarga nya."
"maka dari itu kamu yang sabar dong.!! semua nya butuh proses.!" ucap nya
"mah... gimana mau sabar cowok incaran ku saat ini berbalik menyukai lexa... padahal dulu dia sangat membenci nya tapi sekarang dia ngejar-ngejar cewek itu..!!" ujar Elis kesal..
"dan hanya papah Reno yang bisa membuat gadis itu menderita.!" lanjut nya dengar sorot mata tajam, dia ingin cepat-cepat membuat lexa menderita dan memilih untuk mati..
***
lexa membawa diri nya bersandar di senderan kursi belajar dengan nyaman seraya memejam kan mata, ia merasa semesta sedang bermain-main dengan nya.
ada waktu dimana ia merasa begitu marah pada takdir ketika melihat kehidupan mereka begitu indah dan sempurna..
sakit...
hancur...
terluka...
itu adalah lah definisi sesuatu rasa yang dia lakoni sekarang, ingin menyerah dia tau alam akan menertawakan nya dengan puas karna sudah menyerah sebelum berperang... bukan kah akan di cap sebagai pengecut.???
bagaimana bisa ia mengucap kan selamat tinggal kepada seseorang yang mempunyai tempat istimewa di hati nya juga mamih nya...
apa sebaik nya tersenyum dan berkata kita akan baik-baik saja.?? atau harus kah kita menangis dan berkata tidak ingin berpisah.??
tapi akhir nya memilih diam namun menyakit kan.??
tidak itu tidak akan dia lakukan.??
dia harus bisa membuat mereka merasakan nya juga tapi jauh lebih menyakit kan...
tapi masalah nya dia harus memulai dari mana.??
lexa memijit pelipis nya yang terasa pusing dia butuh asupan nutrisi, sebuah pelukan hangat sebagai sandaran..
lexa bangkit dari duduk nya berjalan menuju pintu, ia berniat kelantai bawah untuk minum karna keseringan berpikir membuat tenggorokan lexa kering...
"apa.!!! sakit.?? bukan kah dia tadi baik-baik saja"
sebuah suara seseorang menghentikan langkah lexa dia menajam kan pendengaran nya untuk memasti kan kalo dia tidak salah dengar...
"aku tidak bisa kesana sekarang... aku harus menenang kan Ratna dulu yu.!!"
suara itu kembali terdengar sekarang lexa yakin dia tidak salah dengar lagi,ia mendekati ke arah suara itu suara laki-laki yang di kenal... dengan pelan lexa menuju balkon di sana dia melihat sang papih sedang menelpon seseorang dia yakin kalo itu adalah ibu Elis...
"yu.. aku mohon mengerti lah,.... aku butuh waktu dan aku janji akan bersama mu setelah Ratna tenang dia akan mengerti "
satu kata untuk perasaan lexa saat ini marah, iya dia marah...
__ADS_1
dia marah kepada papih nya dengan mudah mengucap kata janji tanpa memikir kan perasaan diri nya juga mamih nya, dan dia juga marah kepada diri nya yang masih sedikit memiliki harapan akan papih nya kembali...
namun mendengar semua nya dia rasa harus membuang kesan nya pada lelaki tak setia ini, toh dia juga bukan lexa tapi raina...
tapi sebelum itu dia harus membuat lelaki ini menyesal telah menyakiti dia dan mamih..
"lexa belum tau... tapi aku akan membuat dia bisa Nerima kamu,Elis dan Alisa... dia gadis baik dia akan mengerti.!!" obrolan Reno masih berlanjut namun sekarang membahas lexa.
lexa menatap punggung sang ayah dengan mata sendu bagaimana bisa papih nya bilang begitu tanpa bertanya lebih dahulu pada nya,tidak mendengar pendapat nya dulu..
sekarang dia benar-benar jauh dari lelaki itu perasaan nya sudah membeku kepada nya, dia lihat Reno menutup telpon nya dengan raut wajah suram. lexa tidak tau apa yang di pikir kan pria paruh baya itu
dengan gerakan cepat lexa bersembunyi di tembok saat melihat papih nya masuk kedalam...
aku harus bertindak cepat.!! batin Lexa. dan kembali kekamar nya...
****
tok
tok
tok
suara ketukan membuat cowok itu berpaling dari hp yang dia pegang, di depan pintu sudah berdiri seorang gadis cantik dengan raut wajah masam dengan cepat dia menghampiri gadis itu...
"Lex kamu kenapa.??" dia menyentuh pundak gadis itu lembut dan membawa nya masuk kedalam kamar..
lexa mengikuti langkah cowok itu setelah menutup pintu "zal.."
"hhmm." jawab Rizal menatap sang pujaan lembut.
"aku... boleh peluk kamu.?" tanya lexa wajah gadis itu memerah karna menahan tangis, sekuat apa pun dia untuk tegar namun tidak bisa juga dia tahan, dia masih tetap butuh sandaran ...
Rizal menatap wajah gadis itu lembut dia bisa menebak kalo saat ini sang gadis pasti ada sesuatu yang mengusik nya lagi..
"sini." Rizal merentang kan tangan nya untuk memeluk lexa, dengan cepat lexa menghambur ke pelukan Rizal samar-samar gadis itu menangis saat ini dia hanya ingin menangis sebagai mencurahkan rasa sakit...
Rizal tidak menjawab pelukan nya semakin erat memeluk gadis itu..
"aku sudah berusaha menjadi anak yang baik,berprestasi untuk membangga kan papih tapi kenapa papih gak puas juga.??? zal jawab.!!" racau lexa memeluk erat Rizal... Rizal tetap diam dia. membiarkan lexa mengeluar kan unek-unek nya agar gadis itu merasa lega...
cukup lama gadis mungil itu menangis di dada Rizal beransur-ansur tangis nya hilang, tapi mereka tetap dalam posisi saling memeluk...
"Lex... apa kita pergi aja dari kota ini... hidup di suasana baru hanya ada kamu,aku dan tante.. tanpa papih mu.??" ucap nya setengah berbisik.
"iya... aku mau tapi kita beri mereka kenangan sebelum pergi.!!!" sahut lexa pelan...
beberapa detik keheningan tercipta di antara mereka,dengan pelan Rizal melihat wajah teduh lexa ternyata dia tertidur, dengan gemas cowok itu mencium pipi gembul nya...
"aku akan berbuat apa pun untuk kamu.!!" bisik nya pelan seraya menidurkan lexa di kasur nya dan juga ikut berbaring...
****
keesokan hari nya lexa terbangun dari tidur nya dia mengerjap kan mata coklat madu itu, menetral kan cahaya yang masuk kepenglihatan nya, dia merasa asing di ruangan ini dia tau kalo kamar ini bukan milik nya...
dengan perasaan bingung dia menoleh kesamping dan terpampang lah wajah tampan Rizal yang sedang tertidur pulas sambil memeluk perut rata lexa...
semalam aku tidur di kamar Rizal.?? pikir lexa
dengan gerakan pelan lexa menyingkir kan tangan cowok itu namun Rizal malah mempererat pelukan nya ketubuh mungil lexa..
"ugh... ri-rizal.... sesak..!!" ujar lexa bersusah payah melepas kan pelukan nya. "bangun... kita harus sekolah." ia mengguncang tubuh Rizal dalam tempo cepat.
tidak lama Rizal membuka mata nya dan melihat wajah kesal lexa, tanpa ba-bi-bu Rizal mengecup kening lexa membuat sang empuh terpaku di tempat.
"morning kiss.!" ujar Rizal tersenyum
"sialan... jangan asal nyosor dong.!" umpat lexa dengan wajah memerah entah kesal atau malu dia berlalu dari kamar Rizal, meninggal kan cowok itu yang menatap nya gemas...
__ADS_1
lexa menuruni tangga dengan penampilan seragam lengkap nya dan menuju ruang makan, disana dia melihat orang tua nya dalam suasana suram entah apa yang mereka bicarakan tapi bisa lexa tebak kalo sang ayah masih kekeuh meminta pengertian dari mamih nya...
tidak tau malu... liat lexa papih mu bermuka tebal kek kamu.!!! umpat Raina dalam hati.
"pagi mih. pagi pih..." sapah lexa ceria sembari tersenyum menunjuk kan gigi putih nya.
orang tua nya sedikit terperanjat mendengar suara lexa,terlihat kegugupan di raut wajah Reno tapi tak di hiraukan oleh lexa...
"pa-pagi juga sayang.!!"" jawab Reno gagap
"pagi sayang." sahut Ratna tersenyum manis.
lexa memilih duduk di samping ratna menggenggam jari mamih nya sebagai penguat.
"Rizal mana Lex... kok gak ikutan sarapan.?!" tanya reno
"mandi mungkin pih.!" jawab lexa ala kadar nya sambil meraih roti selai coklat yang di beri kan sang mamih.
tidak lama Rizal turun dengan setelan formal membuat lexa mengernyit bingung menatap nya...
"pagi.". sapah nya singkat.
"loh zal... kamu gak sekolah.??" tanya Ratna menatap cowok itu heran begitu juga dengan lexa.
"gak Tan.. hari ini aku harus melihat perkembangan kantor cabang tadi papah nelpon untuk memantau perkembangan disana.!"
yang ada di meja itu mengangguk mengerti dan memulai sarapan mereka..
"papih berangkat dulu... oh ya hari ini papih akan pulang telat.!" ucap Reno setelah selesai sarapan.
"loh pih nanti malam lexa mau ngajak papih jalan... kita udah lama loh gak jalan.!!" sahut lexa cemberut
"eemm... maaf ya sayang di kantor papih ada masalah harus di selesai kan... nanti kita akan jalan saat wekeend ya.?" bujuk nya lembut
"bener ya pih.??"
"iya papih janji."
""jangan bilang janji jika hati masih bimbang" gumam lexa yang tak di dengar papih nya. Ratna menarik nafas dalam mendengar gumaman lexa....
"papih pergi dulu ya.!!" Reno bangkit dari duduk nya
"pih.!!"
langkah Reno terhenti mendengar panggilan lexa ia menoleh melihat anak nya yang ikutan bangkit dari kursi...
tanpa di duga lexa memeluk sang papih dengan erat seakan itu adalah pelukan terakhir dari nya, Ratna yang melihat itu hanya membuang muka dia tau kalo lexa tidak sekuat itu untuk melepas kan papih nya...
Rizal melihat lexa dengan mata sendu dia masih ingat mata coklat itu memancar kan luka semalam..
"ada apa sayang.??" tanya reno bingung
"gak lexa pengen meluk papih aja..."... untuk yang terakhir." sambung nya dalam hati
lexa melepas kan pelukan nya dan melepas kepergian Reno, mata coklat itu terus menatap punggung lelaki yang menjadi cinta pertama nya hingga menghilang dari pintu...
"Lex.." panggil Rizal yang sudah berada di samping nya..
"zal... ambil ini dan lakukan tes DNA.!" ucap nya menyerah kan sampel rambut papih nya juga rambut milik nya...
"lexa kenapa kamu melakukan itu nak.??" tanya Ratna heran menatap anak gadis nya, apa anak nya tidak percaya kalo lelaki itu adalah ayah kandung nya..
"untuk jaga-jaga mih... kalo ada hal yang tidak di ingin kan..." jawab lexa dengan nada datar.
Rizal mengambil simpel rambut di tangan lexa meski dia tidak mengerti tapi dia sudah berjanji pada diri nya sendiri jika dia akan selalu melakukan apa pun untuk lexa...
"lexa berangkat dulu mih" dia mengecup pipi mamih nya lembut dan beralih memeluk Rizal, entah kenapa dia merasa tenang saat berada di pelukan cowok itu..
dia berlalu pergi meninggal kan kesunyian di rumah itu.
__ADS_1
"apa yang kalian rencana kan zal.??"
"Tante gak perlu khawatir Tante hanya perlu berperan sesuai keinginan lexa... suatu saat Tante akan tau.!!" ucap Rizal juga berlalu dari rumah menuju kantor..