My Antagonis.??

My Antagonis.??
36.berakhir


__ADS_3

dengan langkah cepat lexa berniat untuk pulang, tidak ingin kembali ke kelas karna dia tau dia akan menjadi cemoohan anak-anak kelas kecuali sahabat nya...


dia sudah berniat untuk mengakhiri dia juga sudah menyuruh Rizal melakukan tes DNA sampel rambut papih nya juga Elis, meski dia tau kasih sayang papih nya terhadap Elis sangat besar tapi dia tidak yakin jika Elis anak kandung papih nya...


walau benar atau tidak dia tetap tidak peduli dia hanya ingin membuat lelaki itu memiliki kenangan teramat membekas, dia menyusuri lorong demi lorong untuk menuju parkiran...


dia berjalan dengan suasana hati yang tidak dapat di gambar kan dengan kata-kata, sakit.?? kata sakit sudah sering dia terap kan beberapa waktu ini, kehancuran sudah tidak cocok untuk di semat kan pada perasaan nya sekarang...


seorang Raina baru mengenal rasa jatuh cinta pada lawan jenis namun di patah kan oleh orang itu sendiri, harus nya dia tau ini bakal terjadi padanya jatuh cinta pada orang yang salah..


sangat-sangat bodoh.!!


sebuah tarikan di tangan nya menghentikan langkah lexa, dengan gerakan cepat orang itu memojok kan nya Kedinding tembok...


aroma mint menyeruak masuk ke rongga hidung lexa saat orang itu mengukung nya memakai tangan, lexa menatap orang itu dalam diam terlihat mata hitam penuh kekecewaan terpancar di mata nya...


"mau apa tuan muda.??" tanya lexa datar seraya menatap cowok itu.


cukup lama mereka dalam keterdiaman tanpa ingin menjawab pertanyaan lexa, mata hitam nya terus menatap mata coklat lexa..


"minggir aku ada urusan... jangan menghalangi ku" ujar lexa berusaha mendorong nya..


"kamu sudah mengecewakan ku lexa.!!" ujar nya pelan nada suara nya sangat nyata jika dia sedang kecewa.


lexa tidak menjawab sama sekali dia lebih memilih memaling kan wajah nya kelain arah...


"kenapa kamu kembali melakukan kekerasan pada Elis Lex.?? apa salah nya.?? aku juga gak dekat dengan nya bahkan aku menjauh dari nya.?? karna aku suka sama kamu.!!" jelas nya sedikit ngegas dengan masih menatap lexa.


lagi-lagi lexa tidak menjawab dia tetap mempertahan kan mimik wajah datar nya...


"aku gak nyangka ya... orang yang aku suka adalah orang yang gak punya etika.. terus melakukan kekerasan pada orang kecil..." ucap nya tajam.


"kek nya aku udah gak perlu memperjuangkan mu lagi... karna orang yang cocok bersanding dengan ku orang yang bermartabat baik dari status atau pun kelakuan !!" lanjut nya seraya berbalik.


"kamu pikir aku mau bersanding dengan mu.???" suara dingin lexa menghentikan langkah nya.


"asal kamu tau... kamu hanya sebagai batu loncatan untuk ku menyakiti Elis...."


"kamu kira aku masih suka sama kamu.??? hahahaha naif.!!" ucap lexa tajam di selah tawa nya


cowok itu terpaku di tempat mendengar kata-kata lexa yang ampuh membuat hati nya sakit...


"masalah ku dan Ellis gak ada sangkut paut nya dengan mu... kau jangan terlalu percaya diri Dimas... di mata ku kau bukan apa-apa jadi jangan merasa seakan kamu penting..!!" lanjut lexa tak kala tajam nya. dia meninggal kan Dimas dalam diam mencernah semua ucapan gadis itu...


entah kenapa dia sangat sakit mendengar pernyataan lexa, sakit karna di mata lexa diri nya bukan prioritas cewek itu lagi...


***


dilain tempat seorang pria menunduk dengan tangan menjambak rambut hitam nya kasar, beberapa kali umpatan keluar dari mulut nya,dada nya sakit dan sesak kebingungan terpancar nyata di mata pria itu...


tarikan nafas terus keluar dari bibir nya menetral kan udara yang membuat sesak di dalam dada.


"lexa.!! Ratna.!" dua nama yang terus dia sebut kan sedari tadi aura dingin mengental di sekitar nya.


dia memukul kepala nya menggunakan tangan membuat asisten di samping nya kaget, setelah dari sekolahan dia memilih kembali ke kantor guna menenang kan pikiran...


dia sama sekali tidak ingat jika Elis dan lexa satu sekolahan karna panik dia tidak memikir kan akibat nya jika kesekolah itu, penyesalan menggelayut manja di hati nya masih terbayang mata coklat menatap nya datar tapi terluka, itu lah yang dia takut kan mata coklat selalu menatap nya dengan berbinar menjadi datar dan kebencian menatap diri nya....


"tu-tuan apa anda tidak apa-apa.??" tanya sang asisten khawatir, ini kali kedua melihat sang tuan terpuruk yang pertama saat tuan nya menerima perjodohan,. dan yang kedua itu sekarang..


"apa aku sudah melakukan kesalahan.??" gumam nya pelan tapi masih di dengar asisten nya..


"maksud tuan.??"


"aku sudah mengatakan hal yang menyakiti lexa Bim!!" ucap nya putus asa


asisten bernama Bima mengernyit bingung dengan ucapan Reno..


"aku bilang kalo dia bukan putri ku.!!" ujar nya dengan dada sesak


Bima terhenyat dia tidak menyangka jika tuan sekaligus sahabat nya mengatakan itu terhadap putri nya sendiri..


"kau gila ya.??" ucap Bima sedikit ngegas dia tidak memikir kan kesopanan lagi.


Reno mendongak menatap wajah Bima yang sudah merah karna marah..


"dia anak mu.. darah daging mu apa yang ada di otak mu itu hah.??? kau tidak berpikir kalo ucapan mu menyakiti dia?? bukan hanya dia tapi juga ratna.!!" imbuh Bima mengusap wajah nya kasar dia tidak habis pikir dengan teman nya ini..


"tapi ayu memberi kan hasil tes DNA aku dan lexa,.. di tes itu hasil nya negatif sudah di pasti kan dia bukan putri ku.!!" jawab Reno tidak terima


"ayu,ayu lagi-lagi ayu... aku sudah sering peringatkan kamu ren kalo ayu bukan lah wanita yang baik buat mu... dia tidak sebaik yang kau pikir kan... dia wanita...


"HENTIKAN BIMA..." bentak Reno menatap tajam sahabat berprofesi sebagai asistennya.


"jangan sekali-kali kamu bicara hal yang buruk tentang ayu..." ucap nya penuh tekanan.

__ADS_1


Bima menatap wajah Reno dengan raut wajah tidak percaya kalo sahabat nya sudah benar-benar tidak waras..


"okey... aku cuma mau bilang semoga kau tidak menyesal, di saat itu tiba aku adalah orang pertama tertawa di hadapan mu.!!" setelah mengata kan itu Bima keluar dari ruangan Reno, dia tidak memikir kan pekerjaan nya lagi jika Reno memecat nyaa dia akan terima itu, dia masih ingat gadis bernama Ratna adalah seorang yang menggetar kan hati dingin milik nya, selama 3 tahun dia memendam perasaan nya di saat ingin mengungkap kan malah dia menerima kabar sang pujaan akan menikah dengan sahabat nya, dia lebih memilih mengalah dari pada merebut karna itu bukan diri nya...


Reno menatap pintu di mana Bima keluar sebenar nya dia juga tidak ingin seperti ini, tapi pengaruh ayu di hidup nya sangat besar...


"aku harus apa Ratna .??" gumam nya


***


lexa sudah berada di depan gerbang sekolahan nya yang sepi karna para murid masih belajar di kelas, di depan gerbang seorang cowok tampan dengan setelan baju kemeja hitam nya terlihat tampan dan keren..


dia menatap lexa baru keluar dari gerbang sekolah dia merentang kan tangan nya, sebagai tanda dia siap menerima kelu kesah gadis itu...


lexa menatap senyum cowok itu tanpa dapat dia bendung lagi mata coklaat itu mulai berkaca-kaca, tangis yang dia tahan kini keluar dengan deras nya ia berlari cepat menghambur kepelukan cowok itu yang menyambut nya hangat...


lexa menangis sejadi-jadi nya di pelukan cowok itu mencurah kan sakit yang dari tadi dia terima.


tanpa mereka tau 2 pasang mata. menatap mereka dingin, kedua orang itu menatap lexa sendu perasaan mereka kalut mendengar tangisan gadis itu...


perasaan marah juga mereka rasa kan saat cowok itu memeluk lexa...


"zal... sakit." ucap lexa berbisik di balik dada Rizal.


"hiks... hiks... di sini sakit zal." lanjut lexa menekan dada nya sambil menatap Rizal...


"ayo kita akhiri semua nya... dan menyembuh kan luka mu.!!" jawab Rizal mengusap air mata lexa, dia mengecup kening lexa lembut jujur dia tidak kuat melihat gadis nya seperti ini. dia memeluk kembali gadis itu Dan membawa nya ke dalam mobil.


sekali lagi kedua orang itu merasakan sesak, kenapa bukan mereka tempat lexa berkeluh kesah tempat gadis itu menangis, kenapa bukan mereka.??


tapi mereka tau kalo itu tidak akan mungkin karna mereka sadar kalo mereka sudah menyakiti gadis itu..


"maaf kan aku.!!" gumam mereka dalam hati.


***


"mah papah Reno belum juga mengangkat telpon.??" tanya seorang gadis yang terbaring di tempat tidur, ia menatap sang mamah sedari tadi mencoba menelpon.


"hp nya mati... sialan apa yang di lakukan nya sih.!!" umpat nya tidak sabar dan sekali lagi mencoba menelpon tapi tidak menyambung.


"apa jangan-jangan dia pulang ke tempat istrinya.??" tanya Elis menebak


"gak mungkin... mamah yakin dia gak akan di terima oleh Ratna setelah ketemu di sekolah tadi."


ayu hanya mengangguk pelan tapi tidak dengan hati nya dia gak terima jika pria itu kembali pada istri nya, dia gak akan melepas kan nya Reno yang kedua kali nya...


____


"ini hasil tes DNA antara kamu dan om Reno.." Rizal memberi kan sebuah kertas putih pada lexa


"dan ini tes DNA Elis" lanjut nya menyerah satu kertas lagi, saat ini mereka sudah berada di mobil menuju mansion Wijaya..


lexa menerima kedua nya dengan jantung berdegup kencang dia butuh persiapan mental, sedang kan sekarang tenaga nya sudah terkuras habis atas insiden tadi, namun dia tidak dapat menunda lagi sudah cukup semua nya dia takut jika dia menunda lagi maka akan terus terjerat...


dengan tangan bergetar dia membuka kertas itu tapi sebelum terbuka sempurna tangan Rizal menahan nya..


"jika belum siap kamu bisa membuka nya nanti.!!" ujar Rizal lembut


"gak... aku gak mau menunda nya aku ingin mengakhiri nya dengan cepat." jawab nya.


kata demi kata dia membaca di keras putih itu hingga raut wajah nya menyeringai dan kembali melipat kertas itu..


"gimana.??" tanya Rizal.


lexa menyerah kan kertas itu yang langsung di buka oleh Rizal "9,99% kamu putri biologis om Reno.!! lalu dari mana dia dapat info kalo kamu bukan putri nya.??" tanya rizal bingung, lexa sudah mencerita kan semua nya pada Rizal agar cowok itu bisa meringan kan beban nya..


"sudah pasti anak dan ibunya sudah menganifulasi laporan nya.!" ucap lexa menatap keluar jendela mobil.


"dan bodoh nya lagi dia percaya gitu aja" lanjut nya menerawang


"dan ini Elis bukan putri kandung nya... heh benar-benar bodoh.!" ujar Rizal tersenyum mengejek menatap hasil DNA Elis..


"terus apa yang ingin kamu lakukan sekarang.??" tanya Rizal mengelus rambut lexa.


"kumpulkan semua bukti yang ada.... dan ini." lexa menyerah kan benda yang di berikan oleh Juna pada nya di uks tadi


"apa ini.??" Rizal menatap benda iitu bingung


"sebuah rekaman suara ibunya Elis dan.... suami nya." jawab lexa menatap Rizal yang terkejut.


"apa..!! dari mana kamu tau dan mendapatkan ini.??"


"dari seseorang... itu tidak penting seseorang itu siapa.. kita selesai kan aja dulu.!!" potong lexa ketika Rizal ingin menanya kan kembali.


"mulai hari ini bersiap lah... kita akan memberikan mereka kenangan yang berkesan.!" lanjut lexa

__ADS_1


Rizal hanya diam dia masih penasaran dengan orang yang sudah memberi kan bantuan pada lexa, sejauh ini dia masih mencari orang yang mengirim video waktu itu saja belum selesai dan sekarang malah menambah lagi hal membuat nya penasaran.


"iya... aku sudah menyiap kan segala nya. tempat untuk mu,aku dan Tante Ratna.!!" gumam nya seraya menatap lexa yang fokus di jalanan.


____


braaakkk


pintu kantor di dobrak dengan kasar dari luar membuat orang di dalam ruangan itu terperanjat kaget, dia melihat pasangan lansia masuk dengan wajah penuh amarah...


matanya membelalak menatap pasangan itu di belakang dia melihat sang asisten memalingkan wajah nya, seakan tidak Sudi menatap nya..


"mah,pah kenapa kalian ada di sini.??" tanya nya menghampiri pasangan itu.


plaak


tanpa dapat menghindar sebuah tamparan dia terima di pipi kiri nya..


"mah...


"dasar anak gak tau diri... apa yang kamu lakukan kepada menantu dan cucu ku haah.??" jerit wanita tua itu tapi masih terliihat segar bugar


"mah.... tenang dulu ayo kita duduk." ucap sang suami mengajak istri nya duduk di sofa


"kamu juga duduk Reno.!" ucap lelaki itu dingin.


keempat orang itu duduk dalam diam, dengan sang anak menunduk tidak berani menatap orang tua nya sedang kan wanita tua itu menatap nya tajam.


"apa yang kamu pikir kan saat ini Reno.?? kau menyakiti cucu dan menantu ku.?? apa salah mereka hah.??" tanya sang ibu berturut-turut penuh emosi


"Alexa bukan putri ku mah.. dia anak selingkuhan Ratna.!!" ujar nya tegas namun jauh dalam hati ada keraguan besar disana.


"apa.!!! kau..." ucapan wanita itu terhenti saat sang suami mengkode untuk diam


"dari mana kamu tau soal itu.??"" tanya pria tua itu menatap anak nya dingin.


"ayu sudah memberikan bukti tes DNA kepada ku.. di sana tertera kalo lexa bukan putri ku.!!" jawab nya


"dasar bodoh.!!" maki ibu nya dengan mata memerah


"apa kau yakin.?" tanya papah nya lagi


Reno tidak menjawab karna hati nya juga ragu soal itu..


"apa ayu tau wujud Alexa.?? apa ayu juga tau keluarga mu yang mana.?? apa ayu juga mengata kan kalo anak nya adalah anak mu.??" pertanyaan sang papah membuat Reno membeku.


jika di pikir lagi ayu sama sekali tidak tau wajah Alexa yang mana, pertemuan pertama mereka hanya tadi siang saat lexa menghajar Elis... ayu hanya tau kalo dia punya istri dan anak itu pun ayu hanya tau wajah Ratna bukan lexa..


hati nya kacau pertanyaan sang papah sama sekali tidak bisa dia jawab..


"kau masih aja bodoh ya... sudah diperdaya oleh wanita murahan itu.!!" ucap ibunya kesal


"mah... ayu gak seperti yang mamah pikir kan.!!" bantah Reno tidak terima


"memang nya dia seperti apa.??? merusak rumah tangga orang apa itu wanita baik.??"


"ini bukan salah ayu mah."


"iya... ini semua memang salah mu!" jawab ibunya cepat membuat Reno tidak bisa menjawab.


"kau tau kenapa dia pergi dari kamu tanpa memberi tahu kamu.??" ujar ayah nya menatap Reno. Reno mendongak menatap sang ayah dengan wajah bertanya.


"dia Hamil dia sempat datang pada kami mengaku itu anak mu namun papah percaya kalo kamu tidak mungkin melakukan hal hina itu... tapi dia bersikeras membuat kami percaya setelah mamah memberi dia uang pada nya dengan nilai cukup banyak dia pergi begitu saja..." jelas sang ibu seraya menatap raut wajah Reno yang sudah memucat.


"kau tau siapa yang menghamili nya.??" ia mejeda ucapan nya "kakak tirinya sendiri.!!"


bagaikan disambar petir saat mendengar cerita ibu nya,dia juga tidak percaya dengan pengakuan ayu kalo elis adalah anak nya, namun lagi-lagi dia percaya saat melihat hasil tes DNA yang di berikan wanita itu..


jujur dia juga meragu kan ucapan ayu kalo dia sudah. menghamili nya seingat nya di tidak pernah menyentuh ayu, namun sekian kali nya ucapan ayu membuat nya percaya.


bodoh.!!


bodoh.!!


bodoh.!!


Reno menjambak rambut nya kasar dia menyesali tindakan nya terhadap anak istri yang dia cintai..


"pulang lah.. minta maaf lah pada istri dan anak mu.. sebelum kamu menyesali nya.!"" ucap sang ibu mengusap bahu anak nya.


Reno menatap wajah tenang mamah nya dan langsung menyambar kunci mobil lalu keluar ruangan..


"maafin papih lexa... papih mohon tunggu papih nak.. Ratna maafkan aku..!!" racau nya sambil mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.


beberapa kali dia berdo'a agar anak dan istri nya masih di rumah mereka...

__ADS_1


__ADS_2