
Alexa mengusap pipi nya kasar menghilang kan jejak air mata yang sedari tadi turun deras,ia menarik nafas menetral kan sesak di dada dengan gerakan pelan ia menyeret koper nya menuju pintu kamar,sekali lagi ia menghela nafas agar bisa menghalau air mata yang ingin keluar lagi.
ini sangat menyakit kan dari sebelum nya,entah kenapa rasa ini harus kembali di saat dia benar-benar sudah melupakan nya,rasa yang dulu menggerogoti jiwa kini harus hadir lagi oleh orang yang mengobati luka nya...
ia mengusap wajah nya kasar lalu dengan tekad yang bulat ia membuka pintu kamar dan keluar,saat melewati pintu balkon ia menatap punggung tegap mantan kekasih nya yang sedang menatap pemandangan kota,ia tidak tau dimana letak kesalahan nya hingga ia di putus kan secara mendadak,tanpa alasan jelas dia di buang begitu saja.
"zal." panggil nya,namun tidak ada respon dari cowok itu.
"jaga dirimu... jika ada apa-apa jangan sungkan hubungi aku atau mamih" ujar lexa lembut biar gimana pun pemuda itu adalah penyelamat nya,4 tahun lalu jika bukan dia maka tidak ada alexa seperti sekarang.
Rizal mendengar itu mati-matian menahan diri untuk berlari kepelukan gadis yang dia cintai,ini sangat berat untuk nya hati nya hancur ia merasa bersalah sudah memutus kan hubungan tanpa alasan tapi gadis itu malah masih menghawatirkan nya.
"Rizal... apa aku boleh memelukmu???..... untuk yang terakhir kali nya" pinta lexa bergetar.
jantung Rizal seakan berhenti dengan gerakan cepat ia berbalik dan berjalan menghampiri lexa,dengan erat Rizal memeluk lexa seraya menangis.
"jangan tinggalin aku Lex... aku mohon... aku gak bisa tanpa kamu" runtuh sudah pendirian nya,pendirian untuk melepas lexa semua hancur sampai akhir pun ia tidak bisa melepas lexa,dia tidak bisa jika berjauhan dari lexa.
Rizal menangis sambil mendekap tubuh mungil lexa,mendengar itu lexa tidak bisa menahan air mata nya lagi ia menangis sesegukan di dalam pelukan Rizal.
"aku juga... jangan buang aku... aku takut... aku takut tidak bisa bertahan sendirian" racau lexa menangis.
__ADS_1
"maaf Lex... maaf..."
______--------___&&&____
kenapa rasa penyesalan serta bersalah nya tidak pernah hilang bahkan ini sudah 4 tahun kejadian itu,malah dia sudah meminta maaf tapi kenapa rasa penyesalan tidak kunjung hilang,apa yang harus dilakukan.?? sudah terlalu lama dia menanggung semua nya namun kenapa tidak kunjung hilang.
mata coklat jernih yang menatap nya berbinar dulu sangat ia rindukan,dimana suara ceria menyapah nya,senyum manis yang sering ia lontar kan bahkan sentuhan lembut yang dia terima dimasa SMA,teramat sangat ia rindukan.
tapi sekarang jangan kan menatap berbinar melirik pun tidak dia dapat kan,sungguh dia sangat menyesal atas tindakan nya dulu menolak orang yang sangat tulus mencintainya tapi sekarang dia mengharapkan nya,sangat tidak adil jika dia memaksa keinginan nya terhadap gadis itu,lalu apa yang harus ia lakukan.??
dimas menatap jauh pada pemandangan kota di luar sana,ia tidak terima jika lexanya bersama cowok lain tapi dia tidak mau membuat dirinya di benci lagi.
"apa yang harus aku lakukan Lex.. agar kamu kembali mencintai ku ??" gumamnya sendu.
ditambah gadis bermata coklat itu sudah memiliki kekasih lalu dia harus apa?? dia ingin merebut nya namun tidak bisa karna gadis itu sudah tidak menyukai nya mungkin malah masih membenci nya,ia merindukan senyum lembut gadis itu ia juga merindukan kata manis keluar dari bibir ranum nya.
"Lex aku mencintaimu Lex...." racau nya seraya menegak minuman alkohol di tangan nya,para sahabat nya hanya menatap iba serta kasian tak ada yang dapat mereka lakukan terhadap pemuda itu selain hanya melihat saja.
_________&&&&&____
disebuah kamar dengan pencahayaan sedikit seorang pemuda menatap sendu kearah wajah gadis di dekapan nya,ia mengusap sisa keringat yang membasahi dahi gadis yang tertidur pulas,ia menarik selimut tebal nya menutupi tubuh polos mereka..
__ADS_1
pemuda itu mengecup kening sang gadis lembut masih ia ingat beberapa jam lalu sang gadis menangis pilu di dalam dekapan nya,begitu juga dengan nya jujur ia tidak bisa melepas sang kekasih apa lagi membayangkan nya akan di miliki oleh orang lain... tidak... dia tidak bisa membayangkan hal mengerikan seperti itu,dia tidak peduli tentang perusahaan nya soal itu dia bisa mencari jalan keluar nya tapi tidak untuk melepas gadisnya...
"maafkan aku sayang. sudah membuat mu menangis" bisik nya lalu mencium bibir gadis itu sekilas.
dia sangat mencintai gadis itu begitu juga sebaliknya,maka tidak ada yang bisa memisahkan mereka tapi dia tetap harus mencari cara agar orang itu tidak merebut kekasih nya..
"Alexa Wijaya hanya milik Rizal ronaldi" tekan nya dengan mata menyorot tajam.
Arjuna wiguna, aku pastikan kau akan mendapat ganjaran karna sudah membuat nya menangis" batin nya.
sedang kan di tempat lain Juna menatap lembut sebuah figuran seorang gadis bermata coklat,senyum manis tak pernah luntur sejak dia kembali dari menemui rizal,ia sudah membayangkan dimana lexa memeluk nya erat dan tersenyum hangat setiap pagi padanya.
bahkan dia sudah menyiap kan sebuah rumah mewah untuk mereka tepati bersama anak-anak mereka,sekali lagi ia terkekeh saat hayalan indah nya akan terjadi.
"benar-benar menyenangkan bukan.?" ucap nya mengelus foto itu.
rasa penasaran mulai mejadi rasa suka tapi lambat laun rasa itu menjadi cinta,berjalan nya waktu cinta pun menjadi obsesi,yaaah rasa obsesi sudah menguasai hati seorang Juna dia tidak memikirkan konsekuensi nya,diotak nya hanya ingin memiliki Alexa gadis bermata coklat yang sudah mencair kan hati beku nya di pertemuan pertama mereka..
"sampai kapan pun... kau akan tetap milikku... hanya Arjuna yang harus kau cintai" sarkas nya tajam dan dingin. "kau dengar itu Alexa.?" lanjut nya mencium foto Alexa lembut.
perasaan obsesi nya membuat nya hilang akal sedari dulu dia ingin menarik lexa di dekapan nya,namun dia kala oleh perasaan Alexa kepada sahabat nya,dia hanya melihat dari kejauhan membiarkan Alexa mengungkapkan perasaan nya pada Dimas,namun dia tidak mencegah karna bagi nya seorang peran utama akan menang diakhir,sama seperti diri nya ia tau Alexa mencintai Dimas tapi Dimas tidak dari situ ia menyimpulkan jika mereka tidak akan pernah bersama,nyata nya benar saat lexa mengejar Dimas tapi disiakan tapi sekarang Dimas lah yang mengejar lexa,
__ADS_1
ia sempat lega melihat lexa tidak mengejar Dimas namun sekarang dia tidak terima jika ada pengganti Dimas,yang jelas bukan diri nya dia sudah melakukan banyak hal tapi sekarang kenapa lexa tidak melirik nya sama sekali bahkan tidak mau di sentuh,membuat jika kelakian nya terluka siapa yang tidak mau di sentuh seorang arjuna,semua gadis di kota ini akan suka rela menyerahkan tubuh mereka tapi sangat beda dengan lexa,gadis itu sama sekali tidak tertarik dengan nya bahkan begitu cuek dia sang berbeda dengan gadis lain dan itu yang membuat seorang Arjuna merasa tertarik pada seorang Alexa Wijaya...
"your are mine Alexa"