
tingkat menghindar di dunia memang tidak terlalu Pasifik, dari 100% hanya bisa menghindar 30% dan 70% nya hanya membuat diri merasa merepot kan...
apa lagi tinggal di kota yang sama tidak ada jarak kota atau waktu yang membeda kan,cepat atau lambat pasti akan di temukan...
seperti sekarang meski lexa menghindari sebisa nya dia tidak dapat menjamin 100% nya,dia hanya bisa 30% meski begitu dia harus mampu menghindari nya..
namun pertanyaan nya mau sampai kapan.?? dia menghindar.??
hingga akhir nya orang yang ingin dia hindari malah berada di depan nya bahkan tidak akan melepaskan diri nya..
lexa masih menatap cewek yang menatap nya sinis, dia tidak tahu kenapa kesan gadis ini seakan tidak menyukai nya.
"mending kamu diem deh Rik... kamu gak tau apa-apa.!!" jawab Renata menatap Rika datar.
Rika menatap teman nya tidak percaya atas sikap datar Renata yang terkesan dingin pada Nya,padahal menurut nya dia dan Renata suka cukup dekat karna terbukti Renata begitu wellcom pada nya...
"bener kan apa yang aku bilang.... dia sangat beruntung di dekati cowok-cowok populer seperti Dimas dan Erick, yang jelas-jelas menjadi primadona cewek-cewek disini" ujar nya tidak terima dengan perkataan Renata menurut nya lexa gak mensyukuri Dimas yang mengejar dia, dimana itu impian semua cewek kampus....
" itu emang membuat mereka special tapi tidak bagi lexa... kamu gak tahu cerita mereka mending diem jangan ikut campur.!!" jelas. Renata semakin dingin menatap Rika,entah kenapa dia tidak menyukai sikap Rika hari ini.
lexa menatap Renata intens seulas senyum tipis terbit di bibir lexa,Renata selalu sama yang terus membela dan percaya pada nya, dia sangat beruntung punya sahabat seperti nya...
"Weh Weh.. udah dong debat nya" ujar Doni menengahi ketegangan mereka..
"ayo Lex aku antar ke ruang rektor.!!" Renata langsung menggandeng lengan lexa lalu menarik nya, "kamu mau tinggal apa ikut.??" tanya Renata pada doni di depan nya
"eemm.. aku tinggal aja deh" jawab nya tersenyum canggung
Renata pun langsung menarik lexa pelan sebelum benar-benar pergi,lexa menatap Rika dengan mata dingin nya dia merasa gadis itu gak jauh beda dengan Elis licik dan bermuka dua...
Rika menatap kepergian mereka dengan mata tidak suka "sok cantik banget sih... pura-pura nolak ntar juga pasti ngejar Dimas kek cewek murahan" gumam nya kesal
Doni yang di samping nya menatap Rika mengerut "udah Rik.. benar kata Renata kita gak tau apa-apa tentang mereka terutama lexa dan Dimas, mending kita diam aja" tegur Doni
"emang kamu percaya sama penjelasan nya.?? aku gak.. mana ada cewek yang nolak pesona Dimas dkk nya termasuk Erick juga."
Doni hanya menggeleng tidak mau berdebat dengan cewek yang akan membuat nya semakin pusing, tapi melihat reaksi lexa dia berasumsi kalo cewek itu memang tidak tertarik pada Dimas...
_______
di sini lah lexa sekarang duduk sambil membaca materi pelajaran yang akan dia pelajari nanti,ia hanya fokus dengan buku tebal di tangan nya tanpa menghirau kan orang-orang di kelas itu yang menatap nya kagum dan memuja, sebenar nya dia sudah tau tapi memilih abai dia juga tidak berniat menjalin perteman dengan mereka cukup Renata aja bagi nya...
sedang kan Renata berada di kelas lain karna ada kelas tambahan bagi nya,setelah dari ruang rektor Renata mengantar lexa dan pergi lagi..
"hay." sapa seorang pemuda yang sedari tadi menatap lexa dari arah meja nya.
lexa melirik nya sekilas tanpa ingin menyapa balik,sang cowok juga memilih duduk di samping kursi lexa tanpa izin dia menatap wajah cantik lexa dengan senyum manis nya..
lexa sedikit risih dengan cowok itu dia menutup buku nya dan beralih menatap cowok itu...
"nama ku prabu... kalo kamu?" ucap nya menyodor kan tangan.
"Alexa" jawab lexa singkat,tegas dan padat.
"nama yang cantik" gumam nya tersenyum
__ADS_1
"buaya" gumam lexa pelan tanpa di dengar prabu
"kamu pindahan dari luar negeri ya.??" tanya nya berbasa-basi, yang di kelas hanya menggigit jari melihat pasangan itu separuh dari mereka ingin berkenalan dengan lexa sang gadis cantik...
sebelum lexa menjawab kegaduhan mulai bising dari arah pintu kelas pasal nya segerombolan cowok-cowok masuk dengan bermacam-macam ekspresi...
lexa menatap ke arah pintu begitu juga dengan prabu mereka menatap kegaduhan itu yang di sebab kan oleh kaum hawa yang histris,karna melihat para idola nya..
"gak usah heran.. itu udah biasa di kelas ini yaahh karna mereka segerombolan anak-anak konglomerat" jelas prabu melihat muka bertanyaa lexa.
dari arah pintu masuk lah 4 cowok dengan tampang diatas rata-rata, cowok paling depan langsung menangkap gadis cantik duduk di samping cowok lain,aura nya menjadi dingin dan gelap membuat beberapa orang di sana bergidik ngeri..
begitu juga dengan lexa yang kaget melihat para cowok itu dia tidak menyangka bakal satu jurusan dengan mereka..
cowok itu langsung bergegas ke arah lexa dengan aura suram,prabu yang melihat itu lebih memilih menyingkir dari pada berurusan dengan nya..
melihat prabu sudah pergi mata cowok itu melembut menatap lexa dan itu membuat para hawa menjadi heran juga terkejut, fixs mereka ada hubungan.! pikir orang-orang di sana.
"lexa... aku gak nyangka kalo kita satu kelas" ucap nya senang seraya duduk di samping lexa.
ini musibah bagi ku.. batin Lexa
sedang kan cowok yang lain duduk mengelilingi kursi lexa, membuat lexa bingung +heran...
"oh ya lex... maaf soal di parkiran tadi, aku benar-benar kangen sama kamu maka nya gak bisa ngontrol keinginan untuk memeluk mu" jelas nya sendu
lexa tetap diam tanpa merespon orang di samping nya..
"a-alexa." panggil seorang cowok di belakang nya gugup,
"aku minta maaf atas kejadian sekolah dulu yang sering ngehina kamu juga ngerendahin kamu, sumpah Lex aku benar-benar gak tau." lanjut nya menyesal.
membuat cowok itu tersenyum cerah "makasih Lex"
"kalo aku.??" sahut cowok di depan nya, Lexa menatap cowok itu bingung soal nya dia tidak ingat cowok ini.
"siapa ya.??" tanya lexa
"aku Andre Lex.. teman sebangku Dimas dulu" jelas nya tidak percaya kalo lexa melupa kan nya
"ah sorry aku gak inget "
"gak apa-apa santai aja." ujar nya tersenyum
"lexa... aku."
ucapan cowok di samping nya terpotong karna dosen sudah masuk kelas dan memulai pelajaran...
_______
setelah pelajaran berakhir dengan cepat lexa keluar kelas dia berniat menemui Renata di kelas lain,dia berjalan dengan santai setiap langkah nya disertai pujian dan sanjungan oleh mahasiswa lain,baik itu cowok atau pun cewek..
pemandangan ini sudah biasa dia jumpai awal nya dia merasa tegang namun lama kelamaan dia terbiasa juga,di kanada juga begitu mahasiswa di sana menatap nya juga memuja, ia akui wajah milik lexa ini memang cantik wajah teduh sedikit pun tidak bosan kala menatap nya.
Raina beruntung bisa masuk ke tubuh seorang gadis cantik dan kaya ini paket komplit lah bagi nya,senyum tipis terbit dari bibir ranum nya dia tidak tau bagi yang melihat senyum kecil itu membuat seluruh wajah cowok di sana memerah,sedang kan sang empuh tidak mempedulikan nya sama sekali...
__ADS_1
greb
tangan nya di tahan seseorang lalu menarik nya kelorong dekat tangga,lexa sangat kaget hingga gak bisa beraksi lebih cepat ia menatap sang pelaku yang berjalan di depan nya,cowok tinggi putih dengan kaos warna hitam jeans hitam sobek di lutut sepatu berwarna abu-abu...
dia tau cowok ini cowok yang di perebut kan oleh cewek kampus ia menyandang dengan julukan pangeran..
"Dimas lepasin.!!" lexa berusaha melepas tangan cowok itu dia gak mau orang lain melihat mereka berdua,yang pasti akan menimbul kan gosip seperti waktu sekolah.
cowok yang di panggil Dimas itu berhenti dia berbalik menghadap ke lexa tanpa melepas genggaman nya di tangan sang gadis,mata hitam nya memancar kaan kerinduan yang mendalam juga penyesalan secara bersamaan,lexa tidak nyaman dengan tatapan itu..
"lepasin tangan ku.. aku gak mau menimbul kan gosip.!!" ucap lexa membuang wajah nya kearah lain,dia gak mau menatap mata Dimas.
Dimas terus menatap wajah cantik lexa,gadis yang dia cari selama ini gadis yang dia cintai selama 4 tahun ini,banyak yang berubah dengan gadis itu terutama gaya rambut nya,jika dulu tergerai lurus tapi sekarang di buat bergelombang dengan warna coklat sebatas bahu,ditambah mata coklat nya membuat diri lexa seperti boneka hidup sangat cantik.
tubuh gadis itu sedikit berisi lebih tepat nya bertubuh ideal, dulu gadis ini sedikit kurus dan mungil tapi sekarang sangat sempurna di mata kaum Adam...
"kenapa kamu menyeret ku kesini.??" tanya lexa heran,dia di seret tapi tidak mengucap kan apa pun.
Dimas terus menatap wajah teduh lexa dalam diam.
"kalo gak ada yang di bicara kan aku pergi.!!" ujar lexa kembali lalu ingin melangkah pergi namun tubuh nya menegang,Dimas memeluk erat tubuh nya dari belakang dengan kepala ia benam kan ke bahu si gadis.
dapat lexa rasa kan ada sesuatu yang dingin mengalir di bahu nya,membuat tubuh nya semakin kaku.
apa dia menangis.?? pikir lexa
"Lex... maafin aku... a-aku sudah nyakitin kamu...!!" ucap nya di selah bahu lexa
lexa hanya diam tanpa ingin menjawab dia biar kan Dimas mengeluar kan uneg-uneg nya.
"waktu itu memang salah ku karna tidak mendengar penjelasan mu, dan langsung nyakitin kamu.. Lex selama ini kamu kemana.?? aku mencari mu di sudut dunia sekali pun tapi kamu sangat pandai bersembunyi.." sekali lagi lexa merasa sesuatu membasahi bahu nya.
"aku sangat merindukan mu Lex... aku mohon jangan siksa aku seperti ini.. kau boleh menampar ku balik asal jangan menghilang dari pandangan ku Lex.. cukup 4 tahun aku di siksa dengan penyesalan... lebih baik kamu memukul ku dengan keras dari pada kamu menjauh dari jangkauan ku.. aku mohon Lex... aku mohon maaf kan aku.!!" suara Dimas sangat lirih hampir tidak terdengar disertai Isak kan pilu terdengar di telinga lexa,tidak keras tapi terdengar nyata karna wajah nya tepat di samping telinga lexa.
lexa sangat bingung apa yang harus dia lakukan sekarang dengan posisi Dimas memeluk nya seperti sekarang ini,dia hanya bisa berdo'a agar tidak ada memergoki mereka yang akan menimbul kan kesalah pahaman...
pelukan Dimas semakin mengerat ketubuh mungil nya,kalo di pikir-pikir dia juga tidak ada dendam sama Dimas yang berurusan dengan nya lexa asli bukan dia Raina,lagi pula dia sudah membalas nya dengan cowok itu menyesal 4 tahun lalu, sangat jahat jika dia terus mengabai kan orang yang sudah mengaku salah...
lexa menghela nafas dalam lagi pula sekuat apa pun dia menghindar tidak akan bertahan lama..
"dim.. aku sudah maafin kamu" jawab lexa pelan
Dimas mendongak dan membalik kan tubuh lexa agar menghadap ke pada nya,tatapan nya tidak percaya tapi tidak di pungkiri mata yang basah itu terlihat bahagia...
"kamu serius kan Lex.??" tanya nya memasti kan
lexa mengangguk pelan "lagian kejadian itu sudah berlalu, tidak seharus nya terus di ingat.."
"Lex .. aku janji gak akan nyakitin kamu lagi." ucap nya menggenggam jari lexa lembut.
dengan pelan lexa melepas kan genggaman tangan Dimas "kamu gak perlu berjanji seperti itu..."
"kenapa.??" tanya Dimas mengerut bingung
"karna kita tidak punya hubungan apa pun.... aku gak mau ucapan mu menjadi kesalah pahaman jika ada yang mendengar nya." ujar lexa.
__ADS_1
"aku gak mau ada gosip tentang kita... lebih baik bersikap lah seperti biasa karna... ada hati yang harus aku jaga." lanjut lexa seraya pergi dari hadapan Dimas yang terpaku di tempat nya..
"tidak Lex... dari awal kau sudah jadi milik ku.!!" gumam nya