My Antagonis.??

My Antagonis.??
pengakuan


__ADS_3

ruangan mewah dengan desain Eropa di penuhi bermacam-macam barang mahal dan lampu hias yang besar di setiap sudut ruangan,begitu hangat dan menyenang kan namun tidak menutupi aura suram seseorang dari arah ruang tamu,disana terlihat 2 pasang manusia yang terdiri dari remaja juga orang tua nya,dimana sang kepala keluarga menatap seorang pemuda di hadapan nya yang sedang mengelus kepala anak gadis nya,sungguh ia sangat geram melihat nya di tambah wajah tengil pemuda itu seakan aura dingin yang ia tunjukan pada nya tidak mempengaruhi dirinya.


ia memijit pelipis karna merasa sakit,ini sudah sekian kali dia memijat pelipis serta menghela nafas lelah,dia masih belum menyangka dengan pengakuan sang anak tentang keadaan nya sekarang,bagaikan petir menyambar jantung tua nya kabar itu begitu cepat untuk dia dan istri nya.


"lexa... kata kan pada papih ini bohong kan sayang.?" ucap nya dengan nada lembut ia berharap pengakuan anak nya tidak benar.


"ini benar pih." jawab lexa tegas, papih nya kembali menarik nafas namun kali ini sedikit sesak.


"maaf kan lexa pih" ucap lexa menunduk dalam.


"aku akan bertanggung jawab... akan menikahinya" ucap Rizal tegas ia tidak suka melihat wajah muram lexa kala di tatap orang di hadapan nya ini.


"aku tidak mempermasalahkan itu... apa kau yakin ingin menikahi lexa dengan keadaan keluarga mu seperti sekarang??"


lexa mendengar mendongak kaget ia menatap papih nya dengan mata bertanya.


"maksud nya apa.??" tanya lexa menatap Rizal dalam.


"perusahaan RR company dalam masa kebangkrutan" ujar Reno papih lexa.


"sayang... kenapa gak bilang sama aku.?" cecar lexa.


"kamu gak perlu khawatir,aku bisa kok menyelesai kan nya" hibur nya seraya mengelus rambut lexa "yang pasti kamu harus tetap jaga kesehatan dan bayi kita" lanjut nya.


"ehkem.." deheman Ratna membuat dua sejoli itu menatap nya.


"untuk sementara lexa tinggal di sini dulu,biar mamih juga ikut menjaga nya biar gimana pun itu cucu kami... kalian cari lah tanggal yang baik buat pernikahan" ujar Ratna.


"mih mereka masih kuliah" bantah suaminya.


"terus kita akan membiarkan perut lexa membesar gitu.??"


Reno menggeleng cepat tidak mungkin dia membiarkan anak nya hamil tanpa menikah,dia tidak masalah pandangan publik tapi dia memikirkan apa anak nya sudah siap.


"sayang kamu yakin mau membesar kan anak itu?" tanya reno sepontan,lexa,Rizal dan istri nya melotot horror kearah nya.


"apa maksud papih.??? ini anak ku mana mungkin aku menggugurkan nya" ujar lexa kesal.

__ADS_1


"benar... apa aku hajar saja si tua ini" gumam Rizal geram


"pih jangan macam-macam ya... apa mau aku tinggal lagi??"


ucapan ketiga orang itu membuat seorang Reno sedikit ciut ia menggaruk leher belakang nya yang tidak gatal,dia kan cuma nanya bukan malah menyuruh aborsi.


"maksud papih.. apa lexa siap menanggung resiko nya"


lexa dan Rizal terdiam,benar jika di tanya mereka siap atau gak 90% mereka belum siap namun tidak mungkin mereka melakukan aborsi kepada darah daging mereka sendiri,buah cinta dari mereka...


"biar gimana pun,dalam keadaan apapun kami akan tetap membesar kan anak kami... anak pertama kami" ucap Rizal tegas ia menatap lembut lexa yang menatap nya terharu,dia tidak akan meninggal kan wanita yang sudah mengandung anaknya,wanita yang ia cintai...


"aku akan menikahi lexa... masalah keluarga ku om tidak perlu khawatir aku akan mencari dalang dari semua nya" ucap nya penuh tekad.


"baiklah... Minggu depan kalian akan menikah" mutlak Reno yang diangguki Rizal.


_________


malam pun berganti pagi seperti biasa Alexa bangun dari tidur nya dalam keadaan lelah dan perut mual,ia masuk kamar mandi dalam keadaan buru-buru karna mual,Rizal yang baru masuk kekamar menyusul lexa kedalam kamar mandi dengan perasaan khawatir..


"sayang ada apa.??" tanya nya seraya memijit punggung lexa.


"hari ini kamu jangan kuliah dulu ya sayang.??"


"aku bisa menahan nya... aku tidak apa-apa" jawab lexa.


"tapi kamu pucat banget sayang... jangan masuk ya kamu harus jaga kesehatan janin kamu juga" desak Rizal.


"sayang aku baik-baik saja kok... aku bisa jaga diri"


"yasudah tapi kamu hatii-hati ya... aku gak mau kalian kenapa-kenapa" pada akhir nya Rizal mengalah dengan kekerasan Alexa. "hari ini aku tidak masuk,aku dan papih ada suatu hal yang harus kami kerjakan." ujar Rizal mengelus pipi gembul lexa...


"sayang baik-baik didalam jangan nyusahin mommy ya.??" ucap Rizal didepan perut rata lexa,lexa yang mendengar itu hanya tersenyum manis.


"janji ya harus berhati-hati"


"iya sayang... udah sana siap-siap nanti papih marah loh" ucap Alexa mendorong tubuh besar Rizal keluar...

__ADS_1


"jaga diri ya sayang... jaga anak kita loh,aku pergi dulu... love you" seruh Rizal di akhir ucapan nya.


"iya iya love you to"


lexa menghela nafas lelah seraya menggeleng melihat sikap Rizal yang sangat berlebihan itu.


"Daddy mu benar-benar over ya sayang" gumam lexa sambil mengelus perut nya.


______


lexa masuk ke gedung kampus nya sendirian,Renata tidak menemani dikarena kan ia punya kelas lain sedang kan Rizal pergi bersama papih nya,jadi dia hanya sendirian sekarang wajah nya masih pucat namun perut nya tidak merasa mual lagi.


disepanjang jalan banyak yang menyapah nya dia hanya tersenyum kecil sebagai tanggapan,begitu juga para cewek menatap nya bermacam tatapan namun tidak dia hirau kan.


"Alexa"


gadis bermata coklat itu melihat kesamping di sana berdiri Dimas menatap nya sendu,ada desiran halus saat menatap mata hitam pemuda itu,pemuda yang pernah di kejar lexa...


"apa kita boleh bicara.??" tanya Dimas,lexa mengangguk singkat.


"maafkan aku Lex.... maaf karna aku masih mengharapkan cinta mu,aku tau kesalahan ku tidak bisa dimaafkan dan aku iklas kalo kamu sudah memiliki orang yang pantas untuk mu,aku senang melihatnya,kau memang pantas mendapat kan orang yang benar-benar mencintai mu..." ujar Dimas ia menelan ludah tenggorokan nya terasa amat kering,rasa sesak di dada nya samar-samar terasa.


"tidak seperti ku yang sudah menyia-nyia kan cinta kamu... aku akan mundur,mungkin aku memang tidak ada kesempatan untuk bersama mu kembali... semoga kau bahagia" lanjut nya seraya mengelus pipi Alexa lembut.


"aku sudah memaafkan mu sebelum kau meminta maaf dim,aku juga minta maaf jika waktu sekolah aku sangat menyusahkan mu.... terima kasih do'a nya aku juga akan mendo'akan mu agar mendapat kan orang yang benar-benar. kau sukai" ucap lexa menggenggam tangan Dimas lembut


itu tidak akan mungkin Lex... kau adalah orang nya.!!! batin Dimas


"iya semoga saja.... kapan pernikahan mu.??" tanya Dimas dengan suara serak nya.


"Minggu depan... kau datang kan.???"


"tentu saja... aku akan datang" jawab Dimas tersenyum


"baiklah. aku pergi dulu" pamit lexa di angguki Dimas.


sepeninggal lexa tanpa terasa bulir bening jatuh kepipi Dimas,perasaan sesak dan sakit kini benar-benar terasa masih dia ingat gimana dulu gadis bermata coklat itu menatap nya penuh cinta,setiap hari mengatakan cinta pada nya kini telah pergi bersama dengan cintanya untuk orang lain...

__ADS_1


"kau orang yang terakhir aku cintai lexa" gumam nya lirih.


__ADS_2