
setelah bertemu Renata lexa lebih banyak diam saat di tanya tidak ada jawaban sama sekali, membuat Rizal bertanya-tanya apa yang di kata kan renata sampai membuat kekasih nya menjadi pendiam...
"sayang.!!" panggil Rizal setelah keluar dari kamar mandi dia mendapati lexa menatap keluar dengan mata kosong,dia tidak suka ini dimana melihat tatapan itu lagi.
lexa terperanjat kala Rizal memanggil nya ia menampil kan wajah ceria kembali saat melihat Rizal, namun itu membuat Rizal semakin penasaran..
"kamu kenapa hhmm.??" tanya Rizal duduk di samping lexa
"emang nya aku kenapa.??" tanya nya bingung.
"sejak pulang kamu sering melamun"
"aku gak apa-apa kok." jawab nya tersenyum
"oh ya zal.. aku pindah ke universitas tempat Renata kuliah boleh ya.?" ujar nya menatap Rizal
"kenapa harus disana.??"
"loh emang nya kenapa.??"
"gadis bermulut racun itu akan menyesatkan mu.!" ujar Rizal
"gak mungkin zal dia itu sahabat aku... lagian aku gak punya temen lain selain dia."
Rizal terdiam karna ada benar nya juga dari sekolah lexa dan renataa sudah sahabatan.
"okey.. tapi ingat jaga mata jaga hati jangan biarin cowok deketin kamu.." ucap nya tajam
"iya iya... mana ada yang berani deketin aku, pawang nya aja seseram ini" ujar lexa terkekeh geli
Rizal juga ikutan tersenyum mendengar ocehan lexa gadis yang dia cintai, sudah 2 Tahun mereka menjalin hubungan sebagai pasangan kekasih, dia masih ingat saat dia mengata kan suka kepada lexa dengan segala persiapan dan melawan kegugupan nya, akhir nya bisa mengata kan kepada sang pujaan namun dia tidak menyangka pernyataan cinta nya di terima karna menurut nya dia akan di tolak oleh gadis itu...
"aku mencintai mu lexa." gumam Rizal pelan
"aku juga mencintai mu.!" jawab lexa tersenyum manis, Rizal mendongak menatap lexa kaget karena cewek itu mendengar gumaman nya..
"kamu gak percaya ucapan Renata kan.?" tanya nya
"ucapan yang mana.??"
"itu yang bilang kalo aku pakai pelet.??"
"eemmm... kalo di pikir-pikir ada benernya juga... kenapa aku bisa Nerima cinta kamu, secara dulu aku gak suka sama kamu.!" ucap lexa seakan berpikir.
"sayang.. sumpah aku gak pake pelet, murni kamu Nerima aku karna cinta." ujar nya panik
"hahahaha... becanda kali serius banget sih." goda lexa
"iihhkk.. bikin panik aja deh" ujar nya seraya mengapit wajah lexa dengan kedua tangan nya.
sedang kan lexa hanya nyengir lucu menatap wajah rizal, Rizal balik menatap mata coklat madu lexa ada kenyamanan di sana membuat dia terus dan terus ingin menatap nya..
"Lex kamu segala nya buat aku,dunia ku, mimpi ku.. aku gak janji untuk setia tapi aku janji akan menemani mu seumur hidup ku.!!" ucap nya tulus.
hati lexa menghangat mendengar penuturan rizal, awal dia menerima Rizal sebenar nya tidak ada perasaan apa pun namun dengan seiring nya waktu cinta nya tumbuh kepada pemuda di depan nya ini,yang selalu menemani nya dalam keadaan apa pun...
cup
lexa mengecup bibir Rizal sekilas membuat tubuh Rizal menegang ini ciuman pertama mereka..
"makasih" ucap lexa memaling kan wajah merah nya dia malu dan benar-benar malu karna mencium Rizal.
"sa-sama-sama" jawab Rizal tak kala gugup nya.
lexaa... dasar murahan main sosor aja... gerutu batin Lexa seraya memukul bibir nya
"Lex.. jangan di pukul nanti sakit" Rizal meraih tangan
lexa cepat menjauh kan dari bibir lexa.
Rizal menatap mata coklaat lexa dalam dengan pelan dia menempel kan bibir nya ke bibir lexa, tanpa sadar lexa memejam kan mata nya...
***
Reno bergulat dengan laptop di depan nya dari pagi hingga pagi dia terus bekerja tanpa tidur, karna ketika mata nya terpejam Bayangan mata coklat anak nya dan sang istri dalam kekecewaan membuat nya kembali membuka mata...
rasa bersalah menghantui nya setiap malam dan kesempatan,tidak tau apa yang harus dia lakukan agar rasa bersalah nya menghilang bahkan dia sudah mengusir jauh ayu dari hidup nya tapi tetap saja tidak bisa mengurangi penyesalan nya...
__ADS_1
tok
tok
tok
suara ketukan membuyar kan lamunan nya dari bayangan masa lalu..
"masuk." ucapnya tanpa melihat pintu
"selamat malam tuan Wijaya" suara lelaki yang familiar mengalih kan nya dari laptop..
dengan cepat ia bangkit menghampiri orang itu dalam keadaan emosi "bajingan... KAU BAWA KEMANA ANAK DAN ISTRI KU HAH.??" bentak nya kepada pemuda itu.
"pergi menjauh dari orang yang gak bertanggung jawab seperti mu.!!" jawab nya tenang tanpa memperduli kan kemarahan reno...
"bukan aku yang membawa mereka tapi mereka yang ingin pergi dari anda.!! sedang kan aku bisa apa.?? hanya menuruti keinginan kekasih ku." senyum mengejek terbit di bibir nya.
Reno melepas kan genggaman nya dari kerah baju orang itu, menunduk dalam dengan raut wajah menyedihkan...
"aku mohon beri tau aku Rizal.. dimana mereka aku ingin ketemu mereka.!!" ujar nya membuang harga diri yang dia junjung selama ini
iya lelaki itu adalah Rizal setelah melihat lexa tertidur dia memilih menemui Reno dia tau pria itu masih berada di kantor...
"aku akan beri tau dimana mereka sekarang... tapi aku ingin anda merahasia kan pertemuan kita ini kepada mereka." ucap nya berjalan menuju sofa dan duduk
"iya saya akan merahasia kan nya..." jawab nya cepat dia sangat merindu kan anak dan istri nya, dia sudah lelah mencari kedua wanita itu maka dia tidak akan melewat kan kesempatan inii...
Rizal memberi kan sebuah alamat kepada Reno "jika bukan karna kasihan aku gak akan memberi tahu anda... aku tidak ingin gadis ku mengalami drepesi lagi karna mengingat perbuatan anda.!!" Rizal pun keluar meninggal kan Reno dengan wajah bahagia menatap secarik kertas dengan berisi sebuah alamat.
"kamu dari mana.??" Rizal kaget mendengar pertanyaan dari arah ruang tamu karna dia fokus menutup pintu apartemen nya..
" sayang kamu kok bangun lagi.??" tanya nya tanpa menjawab pertanyaan lexa..
"kamu gak ada di kamar maka nya aku mencari mu.!" ucap lexa cemberut, memang sejak mereka resmi pacaran mereka sudah tidur sekamar namun tidak melakukan apa-apa...
"maaf sayang... aku harus kekantor mendadak ada yang harus aku urus.. tadi mau izin tapi ngeliat kamu tidur nyenyak gak jadi izin nya." jelas nya mengelus rambut lexa
" yaudah ayo tidur." ajak Rizal menggandeng lexa
"besok mamih kesini... kamu bisa temenin jemput mamih kan.??" ujar lexa sudah berbaring di kasur dengan Rizal yang memeluk nya.
"maaf Lex.. aku bohong sama kamu." batin nya dan ikut terpejam.
***
keesokan hari nya lexa harus menelan kecewa karena sang kekasih tak bisa menemani nya menjemput Ratna di bandara..
"sayang... kamu hati-hati ya.!!"
sudah berapa kali cowok itu mengingat kan kekasih nya untuk berhati-hati, dia sangat berat melepas kan gadis itu menyetir sendiri tapi kerjaan nya gak bisa di tunda..
"iya aku tau... sana kata nya mau berangkat kerja nanti kesiangan loh." ujar nya seraya memberi kan bekal kepada Rizal.
"kabarin aku ya kalo udah di bandara.!"
"iya"
"ya udah aku berangkat dulu.."
cup
rizal mencium bibir gadis itu sekilas seperti nya ini akan menjadi rutinitas nya mencium gadis itu.
"udah sana ah" usir lexa menutupi wajah nya yang sudah memerah..Rizal tersenyum geli melihat wajah malu gadis itu dia pun pergi dengan suasana hati yang baik..
begitu juga dengan lexa yang akan bersiap menjemput sang mamih, dengan terpaksa dia pergi sendiri ke bandara mengendarai mobil milik Rizal satu setengah jam lagi pesawat nya akan mendarat...
"hallo Nat."
"iya lex"
"nanti malam ada waktu gak.?"
"eemmm ada.. kenapa.??"
"temenin aku belanja."
__ADS_1
"boleh.. kebetulan aku juga butuh hiburan."
"bener ya.??"
"iya beneran."
"ketemu di mall xxxx aja ya.??"
"okey siipp"
"okey.. bye"
lexa menutup telpon nya dan bersiap...
****
"siapa.??" tanya seorang cowok di samping nya
"teman." jawab nya singkat
"temen kamu yang waktu itu.??" tanya nya penasaran
gadis itu menatap cowok di depan nya dengan menyelidik.
"kenapa.??"
"perasaan kamu banyak tanya deh... pengen tau aja siapa yang aku telpon..!!" ujar nya curiga
"ya elah mbak orang aku nanya doang.. sensi banget" gerutu nya
"dia sahabat aku yang waktu itu.!!" jawab nya pelan
"si Alexa itu.!!"
"iya."
"emang nya dia dimana.??"
"rahasia" jawab nya dengan cengiran membuat cowok itu menghela nafas pelan.
*aku harap kamu rahasia kan kepulangan ku ya Nat, aku gak mau ketemu mereka dulu... aku belum tau apa yang harus aku lakukan jika bertemu mereka.!!!
iya kamu tenang aja lex ... aku akan merahasia kan nya*.
sekilas obrolan mereka terlintas di pikiran nya. dia harus merahasia kan dulu keberadaan sahabat nya dia yakin gadis itu masih belum Nerima semua yang terjadi..
kini lexa sudah berada di jalan raya dia berhenti di lampu merah,seraya menunggu dia membalas setiap chat Rizal yang terus masuk ke hp nya...
"dasar bucin." gumam nya tersenyum manis.
tidak jauh dari mobil nya beberapa motor juga berhenti di samping mobil,salah satu dari pengendara motor itu menoleh dan terlihat lah wajah cantik lexa karna kaca mobil nya terbuka..
deg
jantung pengendara motor itu seakan berhenti berdetak dengan mata menatap lekat kearah lexa...
"le-lexa." gumam nya ketika ingin menghampiri sang gadis tapi sudah lampu hijau.
gadis itu mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang, begitu juga dengan cowok di atas motor mengikuti arah mobil lexa...
"lexa." dia mengikuti mobil lexa namun dia kehilangan mobil cewek itu karna di tikung pengendara lain..
"aaarrrggghhh sial... aku mohon semoga itu benar-benar lexa.!!" gumam nya dia berhenti di pinggir jalan karna kesal..
deru motor lain nya berhenti di hadapan cowok itu..
"dim kamu kenapa berhenti di sini.?? ini bukan jalan kekampus.!!" ujar cowok sedikit gondrong
"aku liat lexa za.!!" jawab nya
"apa.!!!" teriak para cowok disana hanya satu orang yang diam karna dia memang sudah tahu kalo cewek itu sudah kembali..
" terus mana orang nya kok gak kamu kejar.??" sahut yang lain
"aku kehilangan mobil nya."
"kamu yakin kalo gak salah lihat dimas.??" ucap Juna
__ADS_1
Dimas terdiam dia yakin cewek itu adalah lexa meski gaya rambut nya berbeda dan memakai kacamata hitam, tapi dia yakin kalau cewek itu lexa...
"aku yakin.." jawab nya mantap