
1 tahun kemudian
Hari ini usia Fahmi 2 tahun, sudah banyak perkembangan yang di tunjukkan oleh Fahmi. Itu semua berkat Agil yang sabar untuk membantu Fahmi dalam belajar.
Di usia Fahmi 2 tahun, Fahmi baru bisa berjalan dengan lancar. Fahmi juga baru bisa bilang ayah, mamah, dan kaka. Fahmi memang telat tumbuh kembangnya, namun itu semua tidak membuat orang tuanya menjadi sedih. Justru itu semua membuat mereka sangat bersyukur memiliki anak yang sangat spesial.
Agil hari ini sudah masuk sekolah dasar, jadinya Agil sekolah di SD Istiqomah. Sang ayah memilihkan sekolah yang mengedepankan agama Islam, meskipun sekolahnya berbeda jauh dari sekolah yang awalnya mau kesana.
"Fahmi, kaka pergi sekolah dulu ya," ucap Agil.
"Kaka kolah," ucap Fahmi.
"Iya kaka sekolah, adek di rumah jangan rewel ya. Kasian mbak Entun nanti sedih," ucap Agil.
"Iya, Mi gak ewel," ucap Fahmi.
Dengan ketelatenan orang tuanya Fahmi dan Agil yang mengajarkan Fahmi berbicara, sedikit demi sedikit banyak kosa kata yang Fahmi bisa. Meskipun banyak kosa kata yang gak jelas, terkadang ada pengulangan kata.
"Assalamu'alaikum," ucap Agil sambil memeluk Fahmi dari belakang.
Fahmi menjulurkan tangan untuk salam pada sang kaka, dan Fahmi mengecup pipi sang kaka. Semakin banyak perkembangan yang di tunjukan oleh Fahmi, sedikit demi sedikit Fahmi mulai terlihat kecerdasannya.
"Allah itu maha adil ya mah, Fahmi yang autis tapi mulai bisa menunjukan kecerdasannya. Sekarang mulai banyak kosa kata yang di ucapkan, dan banyak gerakan yang ditunjukan oleh Fahmi," ucap Hendra.
"Allhamdulilah yah, ini semua atas ijin allah dan ketelatenan kita melatih Fahmi. Terutama kaka yang tak pernah lelah untuk mengajari adiknya," ucap Nina.
Sopir pribadi untuk mengantarkan Agil sekolah udah siap. dan bekal makanan untuk Agil disekolah sudah siap.
"Mas Ferry, saya titip kaka ya. Antarkan kaka hingga gerbang sekolah ya," ucap Hendra.
"Baik tuan, saya akan ingat pesan tuan Hendra. Saya permisi dulu," ucap Hendra.
Ferry sudah membuka pintu mobil untuk nona kecil, karna nona kecil akan pergi sekolah.
"Selamat pagi nona kecil, sudah siap sekolah?" tanya Ferry.
"Selamat pagi om Ferry, insya Allah kaka siap," ucap Agil.
Agil pun menyalami tangan orang tuanya dan mencium pipinya, Agil pun masuk ke dalam mobil.
Ferry mengantarkan nona kecil hingga gerbang sekolah, setelah nona kecil masuk ke dalam gerbang sekolah. Ferry kembali ke rumah untuk menjemput tuan Hendra, dan mengantarnya ke kantor.
"Fahmi, ayah pergi ke kantor dulu ya. Fahmi jangan rewel ya," ucap ayah yang berada di pangkuan sang ayah.
"Ayah kelja, Mi gak ewel," ucap Fahmi.
"Anak ayah ganteng dan pintar," ucap ayah.
"Mi danteng," ucap Fahmi.
__ADS_1
"Iya Fahmi ganteng," ucap ayah.
Hendra semakin bangga, melihat kemajuan perkembangan Fahmi dalam berinteraksi. Meskipun belum bisa fokus, ketika di ajak mengobrol.
"Ayah pergi dulu ya, Fahmi sama mamah dan mbak Entun," ucap ayah yang mengecup kening Fahmi.
Fahmi menjulurkan tangannya untuk meminta salam, Fahmi pun diserahkan pada sang istri. Karna Fahmi merupakan anak yang susah untuk kenal dan dekat dengan orang selain orang tuanya dan Agil.
Hendra pun berangkat kerja yang diantarkan oleh Ferry, walaupun Hendra merupakan CEO. Hendra tetap datang ke kantor, untuk memeriksa kinerja karyawannya.
"Mas Ferry, nanti jemput kaka jam 11 ya," ucap Hendra.
"Baik tuan, nanti sebelum jam 11 sudah ada di gerbang sekolah," ucap Ferry.
"Makasih ya mas," ucap Hendra.
"Sama-sama tuan," ucap Ferry.
Flashback On
Ferry merupakan seorang kaka dari Entun, Entun ini asisten rumah tangga di keluarga Hendra.
Ferry yang baru saja di berhentikan dari tempat kerjanya, Ferry menganggur dan menanyakan ada kerja sama adiknya.
"Dek... mas baru aja diberhentikan dari tempat kerja, karna ada PHK massal,?" tanya Ferry.
"Ada mas, tuannya di tempat adek kerja sedang mencari supir pribadi," ucap Entun.
"Siap mas," ucap Entun.
Setelah Entun berkomunikasi dengan sang kaka, Entun langsung menemui tuan Hendra.
"Permisi tuan," ucap Entun.
"Iya kenapa mbak?" tanya Hendra.
"Apa lowongan kerja supir pribadi masih ada?" tanya Entun.
"Masih ada, siapa yang mau bekerja?" tanya Hendra.
"Kaka saya tuan, dia baru kena PHK massal," ucap Entun.
"Ya udah besok suruh kemari aja, dan saya minta nomor ponsel. Biar saya bisa menelepon dulu," ucap Hendra.
"Baik tuan, ini nomor ponsel adik saya," ucap Entun.
Akhirnya Hendra mengobrol banyak dengan Ferry, Hendra hanya ingin supir yang baik, jujur, dan menjaga kepercayaan dari Hendra.
Akhirnya Ferry datang ke rumah majikan yang baru, Ferry sudah siap untuk bekerja. Karna selama ini Ferry bekerja selalu menjaga kepercayaan majikannya.
__ADS_1
Flashback Off
Ferry sudah menunggu di gerbang sekolah bersama orang tua lainnya, Ferry menjemput non Agil yang baru saja pulang sekolah.
"Ayo om, kita pulang," ucap Agil.
"Baik non," ucap Ferry.
Ferry pun membukakan pintu mobil untuk Agil, Ferry sudah siap untuk pulang. Akhirnya tiba di rumah, Ferry sudah membukakan pintu untuk Agil.
"Makasih om," ucap Agil.
"Sama-sama non," ucap Ferry.
Agil pun berjalan ke arah pintu, Agil masuk dan mengucapkan salam.
"Assalamu'alaikum," ucap Agil.
"Waalaikumsalam non," ucap mbak Entun.
"Mamah mana mbak?" tanya Agil.
"Mamah lagi nemenin adek mau bobo," ucap Agil.
Saat tiba di rumah, adzan dzuhur sudah berkumandang.
"Mbak... Kaka mau ganti baju dan solat dulu ya," ucap Agil.
"Baik non, mbak mau siapkan untuk makan siang," ucap mbak Entun.
"Iya mbak," ucap Agil.
Agil yang baru saja tiba di rumah, langsung membuka sepatu dan menyimpan sepatu ke rak sepatu. Setelah itu Agil masuk ke kamar untuk ganti baju, yang dilanjutkan untuk wudhu.
Setelah wudhu, Agil menjalankan ritual solat dzuhur. Sesudah solat dzuhur, Agil mengerjakan tugas sekolah dan membaca hafalan doa.
Akhirnya tugas sekolah Agil sudah beres, sekarang Agil keluar kamar. Karna Agil merasakan lapar.
"Mbak," ucap Agil.
"Iya non," ucap mbak Entun.
"Agil mau makan," ucap Agil.
Mbak Entun pun menyiapkan makan siang untuk Agil, siang ini mbak Entun masak sayur sop dan ayam goreng tepung. Agil paling senang dengan makanan yang mengandung ayam.
Nina yang baru saja menemani Fahmi tidur, keluar kamar dan melihat Agil yang sedang makan siang.
"Anak mamah udah pulang, met makan siang ya sayang," ucap mamah.
__ADS_1
Agil hanya tersenyum, karna Agil masih makan siang. Karna Agil ingat, kalau lagi makan dilarat berbicara.