
1 Minggu kemudian
Hari ini adalah hari pertama bagi Fahmi untuk sekolah, Fahmi sudah siap untuk pergi sekolah.
"Adek Fahmi, selamat sekolah ya. Jangan rewel sekolahnya, baik sama ibu guru ya, jangan marah-marah kalau gak ada kaka," ucap Agil.
Fahmi merentangkan tangan, tanda untuk meminta di peluk. Fahmi sulit ditebak dengan moodnya, kadang baik dan kadang buruk.
"Kaka berangkat dulu ya dek, ingat pesan kaka ya," ucap Agil.
Walaupun Agil tau, ucapannya belum tentu di serap di dalam otaknya Fahmi. Tapi Agil tau kalau semuanya akan tersimpan di dalam memorinya.
Hal itu seperti waktu Agil masih kecil, almarhum ayah Agas selalu berkata jangan rewel, jangan cengeng, dan kalimat lainnya. Meskipun saat itu Agil belum mengerti apa maksudnya, lambat laun Agil mengerti dengan semua kalimat yang terucap dari almarhum sang ayah dan Agil terapkan untuk Fahmi saat ini.
"Fahmi sekolah gak rewel," ucap Fahmi.
Walaupun banyak kosa kata yang Fahmi ucapkan, mungkin orang di luar keluarga tidak akan mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh Fahmi.
"Good boy, adik kaka semakin pinter dan ganteng. Kaka berangkat dulu ya, assalamu'alaikum," ucap Agil.
Tiap Agil berucap Assalamu'alaikum, Fahmi menjulurkan tangan untuk mmenyalami dan menciun tangan sang kaka.
Agil pun berangkat sekolah diantar oleh Ferry, mamah Nina sudah menyiapkan bekal makanan untuk anaknya. Fahmi akan sekolah yang diantar oleh orang tuanya.
Selama perjalanan dari rumah ke sekolah, Fahmi terlihat bahagia. Mamah Nina yang melihatnya pun merasa bahagia, ayah Hendra yang menyetir mobil pun bahagia karna gak ada drama di dalam mobil.
"Adek mau kemana?" tanya ayah.
"Fahmi sekolah," ucap Fahmi.
"Nanti sekolahnya jangan rewel ya, soalnya kaka Agil lagi sekolah," ucap ayah.
"Iya," ucap Fahmi.
Akhirnya tiba di sekolah, dan sudah ada guru-guru yang menanti para murid yang akan sekolah.
Ada salah satu guru, yang menghampiri Fahmi.
"Namanya siapa adik ganteng?" tanya ibu guru.
__ADS_1
"Fahmi," ucap Fahmi.
"Assalamu'alaikum, selamat pagi bapak dan ibu perkenalkan nama saya Anisa. Saya di tugaskan untuk mendampingi Fahmi dalam belajar, panggil saya dengan kaka saja. Biar lebih akrab dengan anak nantinya," ucap Anisa.
"Walaikumsalam kaka Anisa, saya Nina mamahnya Fahmi. Mohon bantuan dan bimbingan untuk Fahmi," ucap Nina.
"Insya Allah ibu, kami sebagai tim pengajar akan memberikan yang terbaik untuk murid-murid disini," ucap Anisa.
"Adek... ini kaka Anisa, salam dulu sama kaka," ucap Mamah Nina.
"Nggak mau, bukan kaka Agil," ucap Fahmi.
"Kalau di rumah kaka Agil, kalau di sekolah kaka Anisa," ucap mamah Nina.
Fahmi langsung menjulurkan tangan untuk bersalaman dan mencium tangan.
"Maaf ya nak, dipikirnya kaka Agil. Soalnya di rumah memanggil anak saya yang pertama dengan kaka juga," ucap Nina.
"Tidak apa-apa ibu, saya mengerti. Apa kebiasaan kakanya yang selalu membuat Fahmi tenang?" tanya Anisa.
"Fahmi suka di peluk dari belakang, suka di puji dan suka di kecup keningnya," ucap mamah Nina.
"Adek, kita liat ikan yu. Di dalam banyak ikan," ucap Anisa.
"Ikan liat ikan," ucap Fahmi.
Nina bahagia melihat pengajarnya yang mampu membuat Fahmi langsung akrab dengan orang lain. Fahmi tenang sekali dalam mengikuti belajar di hari pertama, Hendra memvideo kegiatan Fahmi saat belajar.
"Fahmi ini apa?" tanya Anisa.
"Gajah," ucap Fahmi.
"Waaah adek Fahmi pintar, sudah banyak tau nama-nama hewan. Siapa yang ajarin adek Fahmi?" tanya Anisa.
"Kaka Agil," ucap Fahmi.
Anisa mengajak Fahmi untuk belajar memegang pensil, karna Anisa ingin melihat sejauh apa motorik yang dimiliki Fahmi.
Ternyata motorik Fahmi sangat bagus, Fahmi bisa meniru untuk menulis huruf-huruf yang di pinta oleh Anisa.
__ADS_1
Anisa sangat bangga pada Fahmi, baru hari pertama tapi bisa menunjukkan hasil yang sangat baik.
"Ini kertas buat Fahmi, bebas Fahmi mau bergambar apa saja," ucap Anisa.
Anisa menganalisis hasil pembelajaran untuk hari ini, Anisa dibuat terkejut oleh perkembangan anak autis yang diderita oleh Fahmi.
"Ibu Nina, hasil pembelajaran hari ini untuk Fahmi. Saya sangat bangga sekali sama yang sabar dalam menghadapi Fahmi, yang udah mengajari banyak untuk Fahmi," ucap Anisa.
"Allhamdulilah, semuanya karna Agil anak pertama saya yang mengajari banyak hal untuk Fahmi. Dari nama hewan, huruf-huruf, angka. Kalau untuk menulis baru hari ini, tapi saya terkejut dengan hasilnya. Fahmi mampu menulis dengan benar, walaupun bentuknya belum karuan," ucap Nina.
"Lain kali, bawa anak pertama ibu kesini ya. Saya ingin banyak mengobrol dengan anak ibu. Saya juga ingin memberitahu hal apa saja yang harus di ajarkan untuk Fahmi," ucap Anisa.
"Baik nanti saya, obrolan dulu dengan suami saya. Karna anak saya yang pertama sibuk sekolah," ucap Nina.
Fahmi berjalan ke arah mamah dan Anisa, sambil membawa kertas yang tadi di beri oleh Anisa.
"Ini kaka," ucap Fahmi.
Mamah Nina mengambil kertas dari Fahmi, dan betapa terkejutnya dengan apa yang dibuat oleh Fahmi. Ternyata Fahmi membuat wajah Agil, walaupun gambarnya belum bagus tapi menunjukkan kalau itu wajah Agil.
Mamah Nina menangis setelah melihat hasil gambar yang di buat oleh Fahmi. Walaupun Fahmi banyak kekurangan, tapi Fahmi menunjukkan kelebihannya.
"Ibu tidak apa-apa?" tanya Anisa.
"Saya terharu dengan gambarnya, dia mampu membuat wajah kakanya," ucap Nina.
"Kalau boleh saya kasih saran, diajarkan untuk les menggambar aja. Soalnya anak autis, punya banyak sejuta kelebihan dalam dirinya," ucap Anisa.
"Baik, nanti saya akan mencari tempat les menggambar untuk Fahmi. Agar kelebihan yang Fahmi miliki dapat tersalurkan bakatnya," ucap Nina.
"Wah Fahmi gambar kaka Agil ya, hebat sekali Fahmi. Kalau Fahmi sekolahnya rajin, Fahmi bisa semakin pintar dan bisa sekolah kaya kaka Agil," ucap Anisa.
"Sekolah kaka," ucap Fahmi.
Anisa bingung dengan kosa kata yang di ucapkan oleh Fahmi.
"Maksudnya bisa sekolah kaya kaka dan bisa sekolah sama kaka," ucap Nina.
"Iya nanti adek bisa sekolah sama kaka, biar kaka bisa jagain adek kalau di sekolah," ucap Anisa.
__ADS_1
Fahmi pun langsung tersenyum sambil menganggukan Kepala, akhirnya Nina dan Fahmi pamit pulang. Jam pelajaran untuk Fahmi sudah selesai, Fahmi langsung menjulurkan tangan untuk bersalaman dan mencium tangan Anisa yang telah mengajarinya hari ini di sekolah Pelangi.