My Autism Brother

My Autism Brother
Bab 25 - Flashback Lagi


__ADS_3

Fahmi yang memiliki IQ sangat tinggi, saat Fahmi kelas 3 SD. Fahmi di sarankan untuk loncat kelas atau mengikuti kelas akselerasi.


Fahmi dan Agil merupakan anak-anak yang IQ nya di atas rata-rata, mereka mengikuti kelas akselerasi.


Hendra dan Nina datang ke sekolah, karna ada panggilan dari pihak sekolah Fahmi dan Agil


"Assalamu'alaikum," ucap Hendra.


"Walaikumsalam, silahkan masuk pak, bu," ucap Kepala sekolah.


"Ada apa ya bu, kami di panggil ke sini?" tanya Hendra.


"Begini pa, nilai-nilai Fahmi dan Agil itu sangat istimewa sekali. Bagaimana kalau Fahmi dan Agil ikut kelas akselerasi atau loncat kelas," ucap Kepala sekolah.


"Apa disini ada untuk kelas akselerasi?" tanya Hendra.


"Ada pa, kelas akselerasi hanya 6 bulan di tiap kelasnya," ucap bagian kurikulum.


"Lakukan yang terbaik untuk anak saya bu, ibu yang lebih mengerti di sekolah dalam menangani Fahmi dan Agil," ucap Hendra.


"Saya akan mencobanya ya pa, sepertinya Fahmi dan Agil mampu untuk mengikuti pelajarannya. Karna saya pernah memberikan soal kelas 6,dan mereka mampu mengerjakan soal yang diberikan," ucap bagian kurikulum.


"Baik bu, lakukan yang terbaik saja untuk Fahmi dan Agil. Karna ibu lebih mengetahui bagaimana perkembangan nilai Fahmi di kelas," ucap Hendra.


"Baik Pak, besok akan saya tes dulu untuk Fahmi dan Agil," ucap Wali kelasnya Fahmi.


"Baik bu, kalau begitu saya pamit dulu. Assalamu'alaikum," ucap Hendra.


"Walaikumsalam pak, terima kasih sudah mau menyempatkan untuk pertemuan ini," ucap Kepala sekolah.


Akhirnya Hendra dan Nina pun pulang ke rumah, sepanjang perjalanan mereka banyak membicarakan tentang anak-anak mereka yang luar biasa.

__ADS_1


"Ternyata Fahmi dan Agil memiliki IQ yang sangat tinggi, bahkan di atas rata-rata anak lainnya," ucap Nina.


"Iya mah, anak kita memang memiliki IQ yang sangat luar biasa. Apa lagi Fahmi dan Agil, hingga di perbolehkan untuk ikut kelas akselerasi," ucap Hendra.


"Benar sekali yah, mereka di biasakan membaca sedari kecil. Hingga saat ini mereka jadi sering membaca, banyak buku yang mereka baca.


Akhirnya Hendra dan Nina tiba di rumah, mereka sangat bangga dengan prestasi yang di torehkan oleh Fahmi dan Agil.


🥰🥰🥰


Hari ini merupakan hari ujian nasional bagi anak SD, Agil sedang mengikuti ujian nasional. Sebentar lagi Agil akan masuk SMP, Agil mengikuti akselerasi.


"Ayah, mamah...doakan Agil ya, semoga Agil bisa lulus dan memberikan nilai yang baik," ucap Agil.


"Ayah dan mamah akan doakan yang terbaik buat Agil," ucap ayah.


Agil pun berpamitan untuk berangkat sekolah, karna Agil gak mau kesiangan. Akhirnya Agil tiba di sekolah, dan sudah siap untuk mengikuti ujian.


Hendra mendaftarkan Agil ke SMPN 2 Bandung, itu SMP negeri favorit di kota Bandung.


"Selamat siang bu, saya mau daftar sekolah untuk anak saya," ucap Hendra.


"Bisa bapak, boleh saya liat berkasnya," ucap Guru SMPN 2 Bandung.


"Ini bu berkasnya," ucap Hendra.


"Wah...ini nilai-nilainya sangat istimewa sekali, dan putri bapak dari kelas akselerasi," ucap Ibu guru.


"Iya bu, anak saya dari kelas akselerasi. Apa disini ada kelas akselerasi juga?" tanya Hendra.


"Ada pa, kami akan menyeleseksinya. Apa bapak ingin anak bapak masuk kelas akselerasi juga?" tanya ibu Guru.

__ADS_1


"Kalau bisa, saya mau mencoba untuk anak saya," ucap Hendra.


"Baik pa, ini soal-soal yang harus di pelajari. Ujian nya besok," ucap Ibu Guru.


"Baik bu, saya akan mempersiapkan untuk anak saya," ucap Hendra.


Akhirnya Agil mengikuti tes seleksi masuk SMPN 2 Bandung, untuk mengetahui masuk kelas biasa atau kelas akselerasi. Ternyata Agil memberikan nilai yang teristimewa, Agil masuk kelas akselerasi.


Agil pun menjadi siswi SMPN 2 Bandung, dan menjadi siswi yang sangat istimewa karna nilai-nilainya, kebaikannya.


Selama bersekolah, Agil selalu menunjukkan nilai-nilai yang sangat istimewa. Hingga akhirnya Agil lulus dari SMPN 2 Bandung dan masuk SMAN 3 Bandung.


🥰🥰🥰


Akhirnya Fahmi lulus dari SD Istiqomah dengan nilai fantastis, semua nilai ujiannya nilai sempurna.


Fahmi pun masuk SMPN 2 Bandung, yang dulu dimana Agil bersekolah. Fahmi pun masuk kelas akselerasi, Fahmi tidak jauh berbeda dengan Agil. Fahmi memberikan nilai yang terbaik untuk dirinya dan sekolah.


Fahmi pun mengikuti ujian nasional, Fahmi pun lulus dengan nilai yang sangat istimewa. Pihak sekolah sangat bangga pada Agil dan Fahmi, karna mereka merupakan anak yang baik dan genius. Mereka selalu memberikan nilai yang membuat para guru terkejut.


Kini Fahmi telah lulus dari SMPN 2 Bandung, dan Fahmi akan masuk ke SMAN 3 Bandung. Fahmi ingin selalu dekat dengan sang kaka.


Kini Fahmi menjadi siswa SMA yang memiliki umur termuda, Fahmi baru saja berusia 11 tahun, banyak teman-temannya tidak mengira jika Fahmi berusia 11 tahun.


Agil bisa lebih memantau kondisi autisnya Fahmi disekolah, karna mereka kembali satu sekolah.


Fisik Fahmi memang tidak menunjukkan kalau Fahmi autis, namun ada beberapa tindakan yang menandakan kalau Fahmi itu autis.


Banyak anak-anak yang menganggap remeh anak autis, tak bisa di pungkiri juga Fahmi mendapat bully dari teman-temannya.


Semenjak Fahmi sering mendapat bully dari teman-temannya, Fahmi menjadi anak yang cuek dan dingin kalau di sekolah. Berbeda kalau di rumah, Fahmi menunjukkan menjadi anak yang bisa melindungi keluarga, terutama untuk sang kaka.

__ADS_1


__ADS_2