My Autism Brother

My Autism Brother
Bab 31 - Sabila Bekerja


__ADS_3

Sabila keluar dari sekolah, dan menghampiri Fahmi.


"Fahmi tolong aku," ucap Sabila.


"Maaf, aku gak bisa bantu! soalnya ini bukan masalah kecil," ucap Fahmi.


"Terus gimana dengan perjanjian kita?" tanya Sabila.


"Perjanjian kita hangus, karna aku takut ketauan sama yang lain. Tapi tenang aja, kalau aku mau, nanti aku hubungi kamu," ucap Fahmi.


"Apa aku boleh minta untuk yang terakhir kalinya?" tanya Sabila.


Fahmi pun membawa Sabila ke tempat rahasia satu lagi, tapi tempat itu ada sebuah kasur.


Sabila dengan lihaynya mengambil lolipop itu, mengulum lolipop dengan rakus. Fahmi yang rebahan sambil memainkan squishy yang bulat dan kenyal, Fahmi mengh*sap ujung squishy itu.


Sabila berdiri, lalu menyiapkan cangkir. Agar lolipop itu bisa dicelupkan ke dalam cangkir. Lolipop itu masuk ke dalam cangkir, dan lolipop itu keluar masuk ke dalam cangkir.


"Kalau ada apa-apa sama kamu, jangan pernah menyalahkan aku. Karna yang bermain seperti ini, bukan aku saja," ucap Fahmi dengan nada mengancam.


"Iya sayang tenang aja, karna aku sudah siap menerima segala resiko dari pekerjaan ini," ucap Sabila.


"Bagus! ya udah terima kasih. Kapan-kapan aku ingin bermain denganmu lagi," ucap Fahmi.


Sabila sudah terlanjur hancur hidupnya, demi mendapatkan uang untuk kehidupannya. Sabila rela untuk menjual dirinya pada orang-orang yang menginginkan hasratnya terpenuhi.


Setelah bermain puas dengan Fahmi, Sabila pergi dari hadapan Fahmi. Sabila tidak pulang ke panti asuhan, justru pulang ke kosan. Disana sudah ada beberapa pakaian milik Sabila.


Flashback On


Sabila Mikaila Putri, gadis kecil berumur 15 tahun. Setelah sekian tahun, akhirnya Sabila bertemu lagi dengan sang ibu kandung.


Ibu kandung Sabila bekerja sebagai wanita malam di sebuah club malam yang terkenal di kota Bandung, Sabila diajarkan oleh sang ibu untuk bekerja sebagai wanita malam.


Awalnya Sabila tidak mau, tapi setelah Sabila melihat ibunya yang banyak uang. Akhirnya Sabila mau untuk bekerja sebagai wanita malam.

__ADS_1


Ibunya Sabila membawa Sabila ke tempat kerjanya, untuk di perkenalkan pada bossnya.


"Boss, kenalkan ini anak saya," ucap ibunya Sabila.


"Wow, kamu cantik sekali. Bekerjalah seperti itu ibumu, jika ingin punya banyak uang," ucap bossnya.


"Siap boss," ucap Sabila.


Setelah itu, Sabila bekerja setiap malam. Namun Sabila mengatakan pada ibu panti, jika dirinya bekerja sebagai waiters di sebuah restoran ternama di kota Bandung.


Setiap malam Sabila bekerja harus melayani banyak pria, dari yang muda sampai yang tua.


Flashback Off


Kini Sabila tak tau harus apa, Sabila mengabari ibunya.


"Halo bu, aku dikeluarkan dari sekolah," ucap Sabila.


"Ya sudahlah, giat bekerja saja. Jangan ganggu ibu dulu, ibu lagi melayani tamu," ucap ibunya.


Sabila pun merebahkan tubuhnya di atas kasur, tiba-tiba saja terdengar ketukan pintu. Ternyata Rian yang datang, dan sudah berada di depan kamar Sabila.


"Aku ingin bermain dengan kamu, kata Fahmi kamu bisa di sewa," ucap Rian.


"Kurang ajar si Fahmi, kenapa bocor ke semua," gumam Sabila dalam hati.


"Masuklah," ucap Sabila.


Rian pun masuk, Sabila yang emosi langsung luluh dengan kehadiran Rian disini.


"Aku akan bayar kamu, asalkan kamu mampu bermain lolipop dan cangkir," ucap Rian.


Sabila pun melayani Rian dengan baik, Sabila mengambil lolipop milik Rian dari dalam. Sabila mengulum lolipop dengan rakus, sebuah cangkir pun sudah siap untuk menerima lolipop.


Lolipop keluar masuk ke dalam cangkir, hingga meninggalkan suara yang merdu dan nyaring di telinga. Setelah dua jam, permainan pun telah selesai, Rian dan Sabila sudah di banjiri oleh keringat, padahal mereka hanya bermain lolipop masuk cangkir.

__ADS_1


"Terima kasih, ini uang satu juta untukmu. Pasti kamu butuh uang ini, untuk kehidupan kamu. Bilang saja, bila kau butuh uang," ucap Rian.


Rian yang sebenarnya belum puas bermain, Rian melanjutkan bermain squishy. Rian mer*mas squishy itu dan men**lat squishynya. Hingga menyeruput air dari dalam cangkir, hal itu membuat tubuh Sabila bergetar.


Setelah semua selesai, Rian yang masih berada di kamar Sabila. Mendengar seseorang dari luar mengetuk pintu, Sabila pun membuka pintu. Ternyata yang datang itu Rendy, yang sudah siap untuk bermain dengan Sabila.


"Mau apa lo kesini?" tanya Sabila.


"Lo kenapa sih, kagak bilang kalau menerima pria untuk menuntaskan hasrat," ucap Rendy.


Rian yang sudah lelah bermain, keluar kamar Sabila. Untuk bergantian dengan Rendy.


"Malu," ucap Sabila.


"Malu sama siapa sih? kaya sama siapa aja sih, gue juga kan mau," ucap Rendy.


"Jangan sekarang ya, malam aja ya. Tapi kamu disini aja, aku baru saja bermain dengan Rian. Tubuhku lelah," ucap Sabila.


Rendy pun masuk, duduk di kasur milk Sabila. Sabila pun mengikuti Rendy untuk duduk di sebelahnya.


Kini Sabila bermain dengan Rendy, hingga pertempuran itu menumbangkan Sabila. Sabila sudah tidak mampu untuk berkutik lagi, Rendy membuat lawan menyerah.


Hari ini Sabila lelah, sehari tiga kali bermain lolipop dan cangkir. Hingga Sabila sudah tak mampu bergerak lagi, semua badannya lelah.


Hari semakin malam, Rendy pun semakin asik bermain dengan Sabila. Rendy tidak melihat lawan yang sudah lelah, Rendy terus menerus hingga Sabila benar-benar lelah.


"Ini uang satu juta untukmu," ucap Rendy.


"Makasih ya Ren," ucap Sabila.


"Sorry ya, kalau kita jahat sama kamu tadi! biar dinas pendidikan tidak mengetahui kalau disekolah itu ada pel*cur. Yang ada sekolah di cap jelek," ucap Rendy.


"Iya gak apa-apa kok," ucap Sabila.


Rendy yang sudah puas bermain dengan Sabila, Rendy pamit pulang. Sabila harus bersiap-siap karna jam sepuluh malam, Sabila harus bekerja.

__ADS_1


Sabila merasakan lelah dalam tubuhnya, tapi semua itu hilang. Karna uang yang di dapat.


Kosan Sabila tidak jauh dari tempat kerjanya, Sabila memilih kos di daerah itu. Karena disana memang pusat kosan untuk para pekerja wanita malam.


__ADS_2