
Fahmi di rumah berdua dengan Agil, namun Fahmi masih marah pada sang kaka. Setelah kejadian semalam, Fahmi sengaja untuk tidak menuruti kemauan sang kaka. Karna Fahmi tidak mau menodai sang kaka lebih jauh, lebih baik Fahmi menodai wanita lain.
Fahmi merasakan ada yang salah pada dirinya, karna Fahmi mengalami gairah **** yang berlebihan. Akhirnya Fahmi mencari tau lewat internet, apa yang Fahmi alami.
"Sebenarnya aku kenapa sih? selalu ingin mengeluarkan hasrat, harus cari tau ini. Lebih cepat lebih baik untuk diobati," gumam Fahmi dalam hati.
Setelah Fahmi mencari tau, dan Fahmi mendapatkan informasi lebih jauh. Fahmi harus pergi ke dokter kejiwaan dan psikiatri, dan ternyata Fahmi harus pergi ke rumah sakit jiwa di daerah Cisarua - Lembang.
Fahmi bersiap-siap untuk pergi, untungnya Fahmi memiliki sejumlah uang. Fahmi merupakan tipe anak yang tak suka jajan, jadi Fahmi selalu menyimpan uang jajan dari ayah Hendra.
Fahmi memesan taksi online dari daerah Batu Nunggal Indah ke rumah sakit jiwa Cisarua, Fahmi berbekal uang dan kartu pelajar. Fahmi tak mungkin membicarakan masalah ini pada orang tuanya.
Taksi online sudah datang, dan Fahmi bersiap untuk pergi.
"Den Fahmi mau kemana?" tanya Security di rumah.
"Saya mau ke rumah teman pa," ucap Fahmi.
"Baik den, ati-ati di jalan," ucap Security.
"Terima kasih pa," ucap Fahmi.
Akhirnya Fahmi pun pergi, menuju tempat yang dituju. Untungnya Fahmi memiliki badan tinggi, berisi, dan kulit putih. Tidak akan ada yang menyangka, Fahmi berusia sebelas tahun, namun sudah kelas sepuluh.
"Mas mau ke rumah sakit jiwa Cisarua?" ucap supir taksi online.
"Iya pa, saya mau menjenguk sodara," ucap Fahmi berbohong.
"Baik mas, saya antarkan," ucap supir taksi online.
Setelah perjalanan hampir dua jam, Fahmi pun tiba di rumah sakit yang di tuju.
"Ini pa uangnya," ucap Fahmi.
"Mas ini kembaliannya," ucap supir taksi online.
"Kembaliannya buat bapa aja," ucap Fahmi.
"Allhamdulilah, makasih ya mas. Semoga mas nya banyak rezekinya," ucap supir taksi online.
"Sama-sama pa," ucap Fahmi.
__ADS_1
"Allhamdulilah masih pagi, dapat rezeki yang berkah dari orang baik," gumam supir taksi online.
Fahmi pun sebelumnya sudah bertanya lebih lanjut lewat telepon, dan Fahmi sudah melakukan perjanjian untuk bertemu.
"Selamat pagi Sus, saya Fahmi Arkana. Mau melakukan check up dengan dokter Irwan, tadi saya udah daftar lewat telepon," ucap Fahmi.
"Oh iya mas Fahmi yang tadi nelepon ya, boleh saya liat KTP atau kartu pelajar," ucap suster.
"Ini sus," ucap Fahmi.
"Sebentar ya mas, mas masuk ke antrian nomor dua," ucap suster.
"Baik sus," ucap Fahmi.
Suster disana kesemsem melihat Fahmi yang handsome boy. Akhirnya Fahmi di panggil suster untuk masuk ke ruang dokter Irwan.
"Selamat pagi mas, saya dokter Irwan. Ada yang bisa saya bantu?" tanya dokter Irwan.
"Selamat pagi dok, saya Fahmi Arkana. Saya kesini mau menanyakan tentang sesuatu yang terjadi pada saya, karna menurut saya ini tak lazim," ucap Fahmi.
"Coba ceritakan keluhan mas Fahmi," ucap dokter Irwan.
"Saya merasakan memiliki gairah **** yang sangat tinggi, di umur saya yang baru dua belas tahun ini," ucap Fahmi.
"Mas kelas berapa?" tanya dokter Irwan.
"Saya kelas sepuluh, karna saya loncat kelas waktu SD dan SMP," ucap Fahmi.
"Oh gitu...apa mas Fahmi sudah disunat?" tanya dokter.
"sudah dok, waktu umur lima tahun," ucap Fahmi.
"Ya sudah, saya akan melakukan beberapa tes pada mas Fahmi. Namun sebelum melakukan tes, mas silahkan isi form ini," ucap dokter Irwan.
Fahmi pun mengisi beberapa form yang diajukan oleh dokter Irwan, lalu Fahmi mengikuti serangkaian tes untuk menganalisis apa yang terjadi pada Fahmi.
Saat Fahmi melakukan serangkaian tes bersama suster yang ada disana, dokter Irwan mencari tau latar belakang Fahmi. Dokter Irwan pun mengerti, dengan keadaan Fahmi yang mengalami autism atau autis.
"Kasihan sekali anak ini," gumam dokter Irwan dalam hati.
Serangkaian tes pun telah dilaksanakan, Fahmi pun kembali duduk di kursi. Dokter Fahmi mengambil hasil, dan dokter Irwan kaget dengan hasilnya. Karna Fahmi mengalami gairah **** yang tinggi atau biasa disebut dengan Libido.
__ADS_1
"Mas, apa orang tua tahu kalau mas mau kesini?" tanya dokter Irwan.
"Tidak tau dok, karna saya juga bingung harus berbicara apa pada orang tua saya. Saya malu harus mengungkapkannya," ucap Fahmi.
"Ya saya paham, kalau boleh tau siapa nama orang tuanya mas Fahmi," ucap dokter Irwan.
"Nina Apriliani dan Hendra Gunawan," ucap Fahmi.
"Lah kok namanya kaya temen-temen ku saat SMA ya," gumam dokter Irwan dalam hati.
"Dok, jadi saya sakit apa ya?" tanya Fahmi.
"Masnya mengalami Libido, Libido itu memiliki gairah **** yang tinggi," ucap dokter Irwan.
"Apa bisa di sembuhkan?" tanya Fahmi.
"Rajin olahraga, hindari stress, makan makanan yang bergizi, jangan minum minuman yang mengandung alkohol, lakukan hal yang positif," ucap dokter Irwan.
"Baik dok, akan saya lakukan itu," ucap Fahmi.
"Dan ini akan saya kasih resep berupa vitamin buat mas Fahmi," ucap dokter Irwan.
"Terima kasih dok, atas bantuannya. Saya pamit pulang, assalamu'alaikum," ucap Fahmi.
"Sama-sama mas, kalau ada apa-apa. Kabari saya aja lewat pesan, Walaikumsalam," ucap dokter Irwan.
Fahmi pun ke bagian apotek untuk menebus obat, dan membayar biaya konsultasi. Fahmi memesan taksi online untuk pulang ke rumah, dan sudah ada taksinya.
Fahmi pun melanjutkan pulang ke rumah, sebelum orang rumah curiga dengan ketiadaan Fahmi yang pergi tanpa memberitahu siapa pun.
Akhirnya Fahmi pulang ke rumah, saat masuk ruang keluarga ada sang kaka yang sedang makan.
"Dari mana dek?" tanya Agil.
Fahmi tak menjawab ucapan sang kaka, karna Fahmi masih marah pada sang kaka. Agil yang melihat itupun merasa bersalah, karna kebodohan yang dilakukan kemarin.
Fahmi masuk kamar, lalu mengunci kamarnya. Agar sang kaka tidak masuk ke kamar Fahmi, karna saat ini Fahmi sedang terapi untuk menyembuhkan gairah **** yang dimiliki saat ini.
Agil yang baru saja selesai makan, langsung segera menuju kamar Fahmi. Namun sia-sia, Fahmi tak membuka pintunya untuk Agil.
Fahmi masih bisa mengatur dan mengontrol emosinya, agar emosinya tidak meledak sekaligus.
__ADS_1
Saat ini Fahmi butuh ketenangan, mungkin Fahmi akan meminta ayah dan mamah untuk mengantarkannya tinggal di rumah eyang dengan waktu yang ntah sampai kapan. Karna Fahmi ingin sembuh dulu dari Libido nya, agar tidak selalu kumat.