My Autism Brother

My Autism Brother
Bab 6 - Penyatuan Cinta Lagi


__ADS_3

Hari sudah semakin malam, Agil baru saja selesai solat isya. Agil langsung keluar kamar dan menonton TV, orang tuanya sedang solat di mushola bersama nenek dan omah.


"Udah solat nak?" tanya mamah.


"Udah mah," ucap Agil.


"Agil mau makan apa?" tanya mamah.


"Ayam goleng," ucap Agil.


Nina bersama asisten rumah tangga langsung menyiapkan makan malam, Hendra duduk di sebelah Agil. Sebenarnya Agil sudah mengantuk, namun perut Agil lapar, sehingga Agil menyandarkan tubuhnya di tubuh Hendra. Hendra melihat anaknya sudah mulai mengantuk, dan memanggil istrinya.


"Mah... suapin Agil saja dulu, sebelum benar-benar tidur. Itu matanya udah mulai mengantuk," ucap Hendra.


Nina mengambil makan untuk Agil, dan menyuapi Agil. Karna Agil tidak sempat tidur siang hari ini, jadi jam 8 udah mulai ngantuk.


Akhirnya Nina menyuapi Agil, dengan mata Agil yang tertutup. Nina dan Hendra tertawa melihat tingkah laku anaknya, makan sambil merem. Akhirnya makan untuk Agil telah selesai, Nina memberi minum untuk Agil.


Hendra pun gemas melihat tingkah laku anaknya ini, Hendra mengecup kening anak tirinya itu. Hendra menggendong anaknya, dan di rebahkan ke atas ranjang dengan guling kesayangannya.


Hendra keluar dari kamar Agil, dan berjalan meja makan.

__ADS_1


"Agil udah tidur?" tanya Nina.


"Sudah... anak itu semakin dewasa dan semakin mandiri. Tadi sore pulang dari Lembang langsung mandi dan solat ashar, lalu bermain bersama Muezza. Saat adzan maghrib langsung solat dan diem di kamar bermain lego, tau-tau udah solat isya. Agas hebat mendidik agama yang kuat untuk Agil," ucap Hendra.


"Allhamdulilah yah, mas Agas selalu mengajarkan agama untuk Agil. Ayah juga menjadi ayah yang baik untuk Agil saat ini, Agil itu bukan tipe anak yang mudah dekat dengan orang baru. Asisten rumah tangga aja, baru setahun ini bisa deket sama Agil. Sebelumnya dia gak deket," ucap Nina.


"Aku berjanji akan menjadi ayah yang baik, ayah yang tidak pilih kasih ketika nanti ada adiknya, ayah yang selalu bijaksana," ucap Hendra.


"Iya yah, ayah udah jd suami dan ayah yang terbaik. Ya udah kita makan dulu, udah laper ini," ucap Nina.


Akhirnya makan malam pun telah usai, sebelum masuk kamar masing-masing pada mengobrol dulu.


"Nin... mamih pulang ke Kalimantan dulu ya, kasian mas mu disana," ucap mamihnya Nina.


"Inginnya sih lusa nak," ucap mamihnya Nina.


"Ya udah besok, Hendra cari tiket 5 tiket," ucap Hendra.


"Makasih ya nak Hendra," ucap mamihnya Nina.


"Mamih kan mamihnya Nina, otomatis jadi mamihnya aku juga. Mamahnya Agas ya mamahnya aku juga, kita semua udah menyatu menjadi keluarga," ucap Hendra.

__ADS_1


Semua pun merasa terharu dan bahagia, setelah mendengar ucapan dari Hendra.


"Ya sudah kita istirahat dulu, besok kita persiapkan segalanya dan mencari oleh-oleh untuk di bawa ke Kalimantan," ucap Hendra.


Akhirnya semua masuk kamar masing-masing, sebelum Nina dan Hendra masuk ke kamar. Mereka masuk ke kamar Agil untuk melihat anak mereka, setelah aman langsung masuk ke kamar pengantin.


"Aku mau menagih yang tadi pagi!" ucap Hendra.


"Emang tadi pagi kenapa?" tanya Nina yang pura-pura melupakan janjinya.


"Jangan pura-pura lupa! kalau lupa, takkan ku beri ampun semalaman," bisik Hendra di telinga Nina.


Nina bergidik ngeri, setelah mendengar ucapan Hendra. Nina pun berlari ke kamar mandi, Hendra hanya tersenyum melihat Nina seperti itu.


Sambil menunggu Nina di kamar mandi, Hendra membuka ponsel untuk mengecek pekerjaannya dan menyempatkan untuk mengecek harga tiket pesawat ke Kalimantan.


Nina melihat suaminya yang sedang duduk di sofa, lalu duduk disebelah suaminya.


"Tidur yu yah," ucap Nina.


"Mau dong mah," ucap Hendra.

__ADS_1


Nina pun hanya menganggukkan kepala, tanpa basa basi Hendra menggendong istrinya ke atas ranjang. Hendra sudah membungkam mulut Nina dengan mulutnya.


Hendra sudah bersiap untuk membuat anak, karna Hendra ingin memberi seorang adik untuk Agil. Pertempuran panas di atas ranjang pun di mulai.


__ADS_2