
Setelah 3 hari berada di luar kota, Hendra dan Nina merasa tenang. Meninggalkan putri sulungnya di pesantren Gontor untuk menimba ilmu agama Islam lebih baik lagi, sehingga mereka pulang dari Gontor bisa jalan-jalan ke Jogja dulu.
"Akhirnya sampai di Bandung lagi, di kota orang gak nyaman," ucap Nina.
"Ya udah sekarang langsung ke rumah mamah aja ya," ucap Hendra.
"Iya, tapi itu para bodyguard gimana?" tanya Nina.
"Untuk kalian boleh pulang, terima kasih sudah membantu. Nanti saya transfer 60 juta untuk 6 orang," ucap Hendra.
"Trima kasih pa, kami senang bekerja sama dengan pa Hendra. Kami pamit duluan, assalamu'alaikum," ucap salah satu bodyguard.
"Walaikumsalam," ucap Hendra.
Para bodyguard pun pamit untuk pulang, Hendra tak pernah membedakan mana majikan dan mana bawahan. Ketika liburan, semua akan sama. Hendra akan mengajak semua liburan, dan para bodyguard pun ikut ke Jogja kemarin.
Akhirnya Hendra dan Nina tiba di rumah orang tuanya Hendra, setelah di jemput Ferry. Kebetulan hari ini hari sabtu, jadi Fahmi ada di rumah dan pasti belum bangun.
"Assalamu'alaikum," ucap Hendra.
"Walaikumsalam nyonya dan tuan," ucap mbak Entun.
"Apa kabar mbak Entun?" tanya Nina.
"Allhamdulilah sehat," ucap mbak Entun.
Hendra dan Nina masuk, melihat mamahnya sedang masak di dapur. Mbak Entun membawa koper dan oleh-oleh untuk semuanya.
"Assalamu'alaikum mah," ucap Hendra.
"Walaikumsalam sayang, gimana perjalanannya?" tanya mamah.
"Beres semuanya, Fahmi mana mah?" tanya Hendra.
"Kamu kaya yang gak tau anak kamu, kalau libur sekolah. Bangunnya nanti jam 10, mana mau kalau libur bangun pagi," ucap mamah.
"Hendra dan Nina mandi dulu ya mah," ucap Nina.
"Iya nak, sana mandi dulu. Bau acem," ucap mamah.
Hendra dan Nina pun masuk ke kamar untuk membersihkan tubuhnya, karna merasa lengket karna keringat.
Beres mandi, Hendra pergi ke kamar Fahmi, dan berniat membangunkan anak itu.
"Kamarnya rapih dan wangi, beda sama Agil," gumam ayah dalam hati.
__ADS_1
Hendra tidur di sebelah Fahmi, dan memeluk Fahmi.
"Awaaaaas, sana pergi. Ganggu Fahmi tidur aja," ucap Fahmi sambil mata masih merem.
Tidak menyerah Hendra membangunkan Fahmi, untuk bangun pagi.
"Please lah, ini hari libur. Biarkan Fahmi bangun siang," ucap Fahmi.
"Eh ada Azahra, Fahmi nya masih tidur. Fahminya malas bangun pagi," ucap ayah.
Mendengar nama Azahra, Fahmi langsung bangun dan membuka matanya. Namun di sana tidak ada Azahra, hanya ada seorang ayah.
"Mana Azahra?" tanya Fahmi.
"Ya di rumahnya lah," ucap ayah dengan rasa tidak bersalah, karna telah membangunkan anaknya yang masih tidur.
Fahmi pun merasa kesal, karna sudah di bangunkan dan Azahra tidak ada di sini. Ternyata Itu hanya akal-akalan sang ayah, hanya untuk membangunkan Fahmi yang masih tidur.
Fahmi pun keluar kamar, dan untuk pindah ke kamar eyang.
"Kenapa sayang?" tanya eyang.
"Di ganggu ayah, Fahmi mau tidur di kamar eyang," ucap Fahmi.
"Ya udah sana," ucap eyang.
"Fahmi mana mah?" tanya Hendra, saat turun beralamat Nina.
"Kamu tuh ya, gangguin Fahmi lagi tidur. Mamah aja gak pernah ganggu kamu kalau tidur, saat libur sekolah, biarkan saja dulu! nanti juga bangun," ucap mamah sambil menjewer telinga Hendra.
"Hendra kangen aja sama anak itu," ucap Hendra.
"Kan bisa nunggu Fahmi bangun, nanti juga ketemu. Kamu saja Nin, yang bangunkan Fahmi," ucap mamah.
"Iya mah, Nina permisi masuk kamar mamah ya," ucap Nina.
Nina pun menuju kamar mertuanya, untuk membangunkan Fahmi. Yang pastinya kesal, telah di bangunkan oleh sang ayah.
"Fahmi," ucap mamah.
"Iya mah," ucap Fahmi.
"Bangun yuk nak, mamah bawa oleh-oleh loh," ucap mamah.
"Bentar lagi ya mah, Fahmi masih ngantuk," ucap Fahmi.
__ADS_1
"Mamah bawa bakpia kesukaan Fahmi," ucap mamah.
Fahmi langsung bangun, dan buka mata.
"Mamah kapan pulang?" tanya Fahmi.
"Tadi pagi datang jam 7 pagi di stasiun kereta api, terus di jemput om Ferry," ucap mamah.
"Fahmi kangen mamah," ucap Fahmi sambil memeluk mamah.
"Mamah juga kangen kamu nak! tapi sana gosok gigi dulu, itu bau jigong," ucap mamah.
"Mamah tunggu sini, Fahmi ke kamar mandi dulu. Nanti keluarnya bareng mamah," ucap Fahmi.
Akhirnya Fahmi beres mandi pagi, di kar mandi eyang pun ada perlengkapan mandi untuk Fahmi. Mereka pun keluar kamar berdua, menuju ruang makan.
"Pagi eyang," ucap Fahmi.
"Pagi juga cucunya eyang," ucap eyang.
Fahmi tidak menyapa sang ayah, karna kesal. Telah mengganggu Fahmi yang masih tidur, dan Fahmi langsung mengambil sarapan paginya.
Hendra pun merasa bersalah, karna telah membangunkan anaknya.
Tak ada suara terdengar saat makan, semua fokus pada makanannya. Akhirnya sarapan pagi pun sudah beres, Fahmi duduk di sofa sambil menonton televisi.
Nina membawa oleh-oleh untuk Fahmi dan Azahra.
"Nak, ini oleh-oleh untukmu. Dan ini kantong yang ini, tolong kasih sama Azahra ya. Kantong yang ini untuk temanmu yang namanya Dika," ucap mamah.
"Makasih ya mah, udah mau kasih untuk Azahra dan Dika juga. Dika itu temen Fahmi sama Azahra, dia masuk sekolah itu karna beasiswa. Jadi dia jarang jajan di sekolah, makanya Fahmi minta bikin 3 bekal sama eyang," ucap Fahmi.
"Hati kamu mulia sekali nak, teruslah berbuat baik sama orang ya nak. Kalau ada orang yang jahat sama Fahmi, harus tetap baik jangan di jahatin juga. Mamah bangga sama sikap berbuat baiknya Fahmi untuk orang-orang," ucap mamah.
Hendra yang mendengar cerita tentang temannya, Hendra bangga dengan ketulusan dan sikap baiknya Fahmi sama orang.
"Ayah bangga sama Fahmi, peduli sama lingkungan, peduli sama orang," ucap ayah.
Fahmi masih tidak menjawab dari ucapan ayahnya, Fahmi malah mengobrol sama mamahnya.
"Ayah tau, kalau Fahmi kesal sama ayah gara-gara tadi. Maafin ayah ya, ayah janji gak ganggu Fahmi tidur kalau lagi liburan," ucap ayah sambil memegang tangan Fahmi.
Fahmi pun langsung memeluk ayahnya dengan erat, karna Fahmi kangen sekali sama ayah.
"Walaupun Fahmi bangun siang, tapi Fahmi gak lupa solat subuh. Tadi udah solat subuh, terus tidur lagi," ucap Fahmi.
__ADS_1
"Anak sholeh, makin rajin ya solatnya," ucap ayah.
Fahmi pun bergelayut manja sama orang tuanya, karna selama ini mereka berjauhan. Karna Fahmi yang minta untuk jauh sama Agil.