
Fahmi yang baru saja tiba di rumah, ternyata ada eyang di rumah.
"Assalamu'alaikum," ucap Fahmi.
"Walaikumsalam, eh cucu kesayangan eyang udah pulang," ucap Eyang.
"Tumben eyang kesini?" tanya Fahmi.
"Eyang kangen sama dua cucu kesayangan eyang, eh kaka Agil lagi sakit. Sekarang lagi di pasang infusan sama suster, soalnya kaka sakit gejala demam tifus. Di bawa ke rumah sakit gak mau," ucap Eyang.
Fahmi yang mendengar ucapan eyang, segera berlari ke kamar sang kaka. Ternyata diluar kamar ada ayah dan mamah.
"Assalamu'alaikum," ucap Fahmi.
"Walaikumsalam," ucap mamah.
"Kaka sakit apa?" tanya Fahmi.
"Gejala tifus, harus bed rest total. Semalam kaka kamu mandi, katanya gerah. Dari malam udah demam, cuman gak dirasa sama kaka," ucap ayah.
Fahmi mendadak menangis, setelah mendengar keadaan Agil. Ini semua karna ulah Fahmi, yang mengajak sang kaka mengobrol hingga pagi.
"Kenapa nangis?" tanya mamah.
"Kalau kaka sakit, sepi dong di sekolah dan gak ada temen selama di mobil," ucap Fahmi berbohong.
Tidak lama, dokter keluar dari kamar Agil.
"Pa Hendra...Agil harus istirahat total, kurang lebih selama 14 hari. Makanan harus makan bubur, makanan yang di rebus-rebus, berkuah, di panggang atau di bakar, banyak makan sayuran, buah-buahan, banyak minum air putih, jangan makan yang mengandung minyak atau makanan yang di goreng. Agil positif kena gejala tifus, karna kecapean sekolah, kelelahan, jajan sembarang di sekolah. Untuk sementara tolong di perhatikan untuk makanannya, ini resep obat yang harus di beli. Dan suster Tini akan stay disini 24 jam menemani Agil disini," ucap dokter Felisya.
"Terima kasih dokter Felisya, udah mau bantu periksa untuk kesehatan Agil dan Fahmi selama ini," ucap Hendra.
"Sama-sama pa, itu udah kewajiban saya sebagai dokter," ucap dokter Felisya.
Dokter Felisya selesai periksa Agil, Fahmi cuman liat Agil dari luar aja. Karna ada suster yang menjaga Agil 24 jam.
Sang mamah yang melihat Fahmi begitu sedih, merangkul anaknya dan memeluknya.
"Nanti juga kaka sembuh, sekarang Fahmi ganti baju, solat, nanti kita makan siang bareng," ucap mamah.
Fahmi pun pergi ke kamarnya untuk ganti baju dan solat, Fahmi mendoakan untuk sang kaka agar segera sembuh.
🥰🥰🥰
Mamah Nina berada di bawah, menunggu Fahmi untuk makan siang bersama. Namun Fahmi tak kunjung turun, akhirnya mamah Nina mencoba ke kamar Fahmi.
__ADS_1
"Fahmi mana?" tanya ayah.
"Tadi mamah suruh ganti baju dan solat, bentar mamah ke kamar Fahmi dulu," ucap mamah.
Mamah Nina pun ke kamar Fahmi, saat masuk kamar melihat Fahmi tidur dengan baju seragam.
"Kamu menangis nak, tapi kenapa?" gumam mamah Nina dalam hati.
Mamah Nina mencoba membangunkan Fahmi, karna Fahmi pasti belum makan. Fahmi akan makan bekalnya saja, dan dia takkan pernah jajan.
"Fahmi...bangun yu," ucap mamah Nina.
"Heeeeem," Fahmi berdehem ketika di bangunkan.
"Nak bangun yu, ganti baju dan makan siang. Eyang udah masuk sop iga kesukaan Fahmi," ucap mamah Nina.
"Iya mah bentar, ini udah bangun," ucap Fahmi dengan mata masih merem.
Akhirnya Fahmi terbangun dari tidurnya, dan langsung pergi ke kamar mandi untuk ganti baju.
"Mamah masih disini?" tanya Fahmi.
"Iya nak, kamu kenapa menangis?" tanya mamah.
"Ya udah sekarang kita makan dulu! beres makan jenguk kaka," ucap mamah.
"Iya mah," ucap Fahmi.
Akhirnya mamah Nina dan Fahmi turun, dan menuju meja makan.
"Cucu eyang pasti tidur, cape ya nak sekolah," ucap eyang.
"Iya eyang, tadi seharian ulangan eyang. Eyang kung gak ikut?" tanya Fahmi.
"Eyang kung lagi ada kerjaan, jadi eyang aja yang kesini," ucap Eyang.
Akhirnya makan siang menuju sore, karna tadi menunggu Fahmi. Setelah makan, Fahmi menjenguk sang kaka.
Fahmi menaiki tangga dengan rasa bersalah dan penyesalan yang mendera di dalam hati.
Tok tok tok
"Sus, aku mau nengok kaka saya," ucap Fahmi.
"Boleh den, silahkan. Saya permisi ke bawah dulu," ucap suster Tini.
__ADS_1
"Kak," ucap Fahmi.
"Kamu kenapa nangis dek?" tanya Agil.
"Gara-gara Fahmi, kaka jadi sakit," ucap Fahmi.
"Jangan gitu dek, ini bukan salah kamu. Dari kemarin-kemarin kaka emang sudah gak enak badan, terus kaka gak enak kalau ngajak kamu untuk berhenti mengobrol. Ya sudah kaka demam dan sakit," ucap Agil.
"Ya udah, yang penting kaka sehat dulu. Fahmi mau ke kamar dulu ya kak, mau tidur siang," ucap Fahmi.
Sebelum Fahmi keluar kamar Agil, Fahmi mengecup kening sang kaka. Agar sang kaka tidak sedih lagi.
Akhirnya Fahmi meninggalkan sang kaka, Fahmi kembali ke kamar untuk mengistirahatkan otaknya.
Suster Tini pun kembali ke kamar Agil. Tiba-tiba mamah, ayah, dan eyang masuk kamar Agil.
"Cucu kesayangan, eyang pamit dulu ya. Eyang pulang dulu ya," ucap eyang.
"Ati-ati di jalan eyang," ucap Agil.
"Cepet sembuh ya cucuk eyang yang cantik," ucap Eyang.
"Makasih eyang," ucap Agil.
"Nak... Ayah sama mamah anter eyang pulang, dan ini suster Tini sekalian mau ke apotek beli obat buat kaka. Nanti ayah suruh adek tunggu disini," ucap ayah.
"Iya yah," ucap Agil.
Ayah keluar dari kamar Agil, eyang dan mamah Nina ngikutin untuk keluar kamar. Lalu ayah pergi ke kamar Fahmi.
"Dek," ucap ayah.
"Iya yah, ada apa?" tanya Fahmi.
"Ayah sama mamah mau anter eyang pulang, sama ini suster Tini juga mau ke borromeus dulu. Karna suster mau ambil perlengkapan dan obat, jadi adek di kamar kaka dulu ya," ucap ayah.
"Cucuk eyang yang ganteng, eyang pulang dulu ya," ucap eyang.
"Iya, ati-ati di jalan ya," ucap Fahmi.
"Titip kakamu ya," ucap eyang.
"Iya eyang, pasti Fahmi jagain kaka. Kan selama ini kaka yang udah jagain Fahmi," ucap Fahmi.
Akhirnya eyang pamit untuk pulang, dan Fahmi masuk ke dalam rumah. Karna Fahmi harus mengerjakan tugas sekolah, dan harus istirahat.
__ADS_1