
"Fahmi aku ikut pulang ke rumah mu ya," ucap Azahra.
"Dengan senang hati, yu kita pulang. Om Ferry udah menunggu di depan," ucap Fahmi
Azahra ikut pulang ke rumah eyang, Azahra sebelumnya sudah mengirim pesan pada ayahnya.
Azahra memang sudah menyiapkan segalanya dari rumah, bahkan Azahra sudah menyiapkan baju ganti.
Akhirnya mereka tiba di rumah eyangnya Fahmi, Azahra bahagia bisa bermain ke rumah sahabatnya ini.
"Assalamu'alaikum," ucap Fahmi.
"Walaikumsalam, ini siapa?" tanya Eyang.
"Ini sahabat Fahmi, namanya Azahra," ucap Fahmi.
"Oh ini Azahra yang sering Fahmi ceritakan, yang katanya cantik sekali," ucap eyang.
"Ah eyang, Fahmi kan jadi malu," ucap Fahmi yang merajuk pada sang eyang.
"Ya sudah kalian ganti baju, solat Dzuhur, nanti kita makan siang bareng," ucap eyang.
Fahmi menunjukkan kamar tamu, agar Azahra bisa mengganti baju dan solat.
"Makasih Fahmi," ucap Azahra.
Fahmi bergegas ke atas, untuk berganti baju dan solat. Perut Fahmi sudah berdemo minta untuk diisi sedari tadi.
Azahra sudah selesai berganti baju dan solat, lalu keluar dan sambil melihat foto-foto di ruang keluarga.
Eyang menghampiri Azahra, dan memberitahu foto siapa aja yang ada disana. Dan ada satu foto, Fahmi baru saja di sunat dengan wajah yang habis menangis.
"Yang ini lucu sekali eyang," ucap Azahra.
"Itu foto Fahmi saat usia 5 tahun, habis di sunat. Karna sakit, jadi menangisnya seperti ini," ucap Eyang.
Fahmi yang baru turun, dan melihat Azahra sedang mentertawakan foto Fahmi yang kala itu sangatlah jelek.
Fahmi duduk di kursi meja makan, Eyang mengajak Azahra untuk makan siang. Sebelum mereka melakukan aktivitas, perut mereka harus diisi agar cacing di dalam perut tidak berdemo.
"Ayo Azahra, silahkan dipilih makannya," ucap Eyang.
Azahra mengambil nasi dengan lauk ayam bakar, sayur bayam, perkedel kentang, dan sambal terasi.
__ADS_1
Fahmi mengambil nasi dengan lauk ayam bakar, tumis kangkung, perkedel jagung tanpa sambal terasi.
Makan siang pun telah selesai, Fahmi mengajak Azahra ke ruang keluarga. Fahmi memberikan buku-buku tentang IPA, agar Azahra bisa belajar dari sini.
"Kalau ada yang gak mengerti, kamu tanya saja," ucap Fahmi.
Namanya bukan Azahra bila tidak bertanya, Azahra suka sekali bertanya dan meminta untuk menjelaskan hingga Azahra mengerti.
Hingga akhirnya Azahra mengerti dan mampu mengerjakan soal yang ada pada buku, Fahmi dengan serius menggambar Azahra yang sedang mengerjakan soal di buku.
Tanpa terasa hari sudah sore, eyang membawa jus dan kue untuk Fahmi dan Azahra.
"Ayo dimakan dulu," ucap Eyang.
"Makasih eyang," ucap Azahra.
"Sama-sama cantik," ucap Eyang.
Tiba-tiba ponsel Azahra berdering, ternyata sang ayah yang menelepon.
"Assalamu'alaikum ayah," ucap Azahra.
"Walaikumsalam nak, nanti ayah jemput jam 8 malam ya. Soalnya ayah masih ada praktek sampe jam setengah tujuh," ucap ayah.
"Ya sudah, kamu baik-baik ya. Nanti ayah jemput jam delapan malam ya, Assalamu'alaikum," ucap ayah.
"Walaikumsalam yah," ucap Azahra.
Telepon pun di matikan, Azahra menyimpan ponselnya ke dalam tasnya.
"Dijemput jam berapa?" tanya Eyang.
"Dijemput jam delapan Eyang, soalnya masih ada praktek sampe jam setengah tujuh," ucap Azahra.
"Ya sudah kalian mandi, solat ashar. Ini udah sore," ucap eyang.
Fahmi dan Azahra pergi ke kamar masing-masing, untuk mandi dan solat. Azahra tak pernah lupa untuk mendoakan dirinya, Fahmi, ayahnya, ibunya dan adiknya yang udah di surga.
Selesai mandi dan solat, Azahra pergi menonton televisi. Duduk di dekat eyang dan menyandarkan tubuhnya di sofa.
Adzan maghrib pun tiba, mereka semua solat berjama'ah. Setelah solat magrib, mereka pergi makan malam bersama.
Dokter Irwan merupakan ayah dari Azahra, karna ada beberapa pasien yang rak datang jadi praktek lebih cepat.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum," ucap Irwan.
"Walaikumsalam, ada yang bisa bibik bantu?" tanya bibik.
"Saya mau menjemput Azahra," ucap Irwan.
"Silahkan masuk dulu dan duduk, non Azahranya ada di dalam," ucap bibik.
"Terima kasih bik," ucap Irwan.
Bibik pun masuk ke dalam menuju ruang makan.
"Permisi nyonya, ayah non Azahra sudah menjemputnya," ucap bibik.
"Suruh masuk dan bawa kemari, biar kita makan malam bersama," ucap eyang.
"Baik nyonya," ucap bibik.
Bibik kembali ke depan, dan mengajak tuan Irwan untuk bergabung di meja makan.
"Selamat malam eyang," ucap Irwan.
"Selamat malam nak Irwan, silahkan duduk. Kita makan malam bersama," ucap eyang.
Mau tidak mau Irwan menerima makan malam bersama, makan malam pun telah selesai. Azahra dan dokter Irwan pamit pulang, karna hari sudah melai malam.
🥰🥰🥰
"Duh kayanya anak ayah seneng banget hari ini?" tanya ayah.
"Iya yah, Fahmi ajarin Fisika dan Kimia. Itukan dua pelajaran yang Azahra paling gak bisa," ucap Azahra.
"Sekarang udah bisa?" tanya ayah.
"Insya Allah bisa, ini di kasih pinjem buku sama Fahmi," ucap Azahra.
"Wah anak itu lancar kali ya otaknya," ucap ayah.
"Tadi aja ulangan dadakan Fisika sama matematika, matematika sih pasti bagus. Fisika ntah lah yah," ucap Azahra.
"Ya udah, pokoknya kamu rajin belajar. Biar bisa terwujud jadi dokter Obgyn," ucap ayah.
Sepanjang perjalanan mereka berbincang berdua, tak terasa sudah sampai di depan rumah. Azahra segera pergi ke kamar untuk ganti baju dan solat isya, lalu pergi menyiapkan pelajaran untuk besok dan lanjut untuk tidur.
__ADS_1