
4 Tahun kemudian.
Hari ini hati pertama semua siswa masuk sekolah, kini Fahmi kelas 10 atau kelas 1 SMA dan Agil kelas 11 atau kelas 2 SMA.
Fahmi bersekolah di SMAN 3 Bandung, Fahmi masuk kesana dengan jalur prestasi. Fahmi dan Agil satu sekolah, karna Fahmi tak ingin jauh dari kakanya.
"Assalamu'alaikum Fahmi, perkenalkan nama ku Sabila dari kelas 12," ucap Sabila.
"Walaikumsalam kak, ada yang bisa Fahmi bantu?" tanya Fahmi pada Sabila.
"Kamu ganteng, aku suka kamu," ucap Sabila.
"Makasih," ucap Fahmi.
Fahmi pergi meninggalkan Sabila sendirian di kantin, Fahmi yang semakin dewasa menjadi pria yang dingin dan pendiam.
"Sialan tuh si autis, ninggalin gue begitu aja. Liat aja nanti, suatu hari aku akan buat kamu memohon cinta padaku!" gumam Sabila dalam hati.
Sabila kesal dengan sikap dinginnya Fahmi, Sabila pun kembali ke kelas dengan wajah emosi dan kesal.
"Napa lo," ucap salah satu teman Sabila.
"Gue kesel sama si autis," ucap Sabila.
"Fahmi?" tanya teman Sabila.
"Ya siapa lagi, anak autis di sekolah kita? tadinya gue pengen bisa dekat sama si autis. Malah gue yang di tinggalin sama si autis di kantin," ucap Sabila.
"Udah tau si Fahmi autis itu punya sikap dingin sama cewe. Dia cuman mau dekat sama kakanya, jadi kalau lo mau Fahmi ya dekatin dulu kakanya," ucap teman Sabila.
"Tumben lo pintar, thanks ya sarannya," ucap Sabila.
Jam istirahat pun telah berakhir, sekarang mulai masuk jam pelajaran lagi. Fahmi pun masuk pelajaran, karna Fahmi mempunyai IQ yang tinggi, soal ulangan pun mampu di kerjakan selama 15 menit.
__ADS_1
"Ini bu, sudah selesai," ucap Fahmi.
"Gila si autis, udah beres lagi. Paling juga jawab asal," ucap teman Fahmi.
Guru matematika tidak heran dengan kepintaran Fahmi, guru matematika pun kaget dengan semua jawaban yang 100 persen benar semua.
Akhirnya jam pelajaran sudah berbunyi, yang menandakan ulangan pun sudah berakhir.
Fahmi pun langsung keluar kelas, sebelum para fans yang menghampiri Fahmi.
Mas Ferry sudah menanti di dalam mobil, Fahmi buru-buru masuk mobil. Sambil menunggu Agil keluar kelas, Agil pun masuk mobil yang sudah ada Fahmi.
"Hai gantengnya kaka," ucap Agil.
Dan benar saja, seluruh siswi yang mengagumi Fahmi langsung mencari keberadaan Fahmi.
"Tuh kan banyak yang kejar Fahmi," ucap Fahmi.
Fahmi yang sudah di mobil, merasa tenang. Kini waktunya pulang ke rumah. Agil takut kalau adiknya hanya di manfaatkan oleh mereka.
Akhirnya tiba di rumah, Agil dan Fahmi pun masuk ke rumah bareng-bareng.
"Assalamu'alaikum," ucap Fahmi dan Agil.
Agil dan Fahmi masuk ke dalam rumah, ternyata sang mamah sedang memasak di dapur. Agil dan Fahmi ingin mengagetkan sang mamah yang sedang masak di dapur.
"Satu....dua...tiga... Dooooooorrrrrr," ucap Fahmi dan Agil.
Mamah Nina terlonjak kaget, setelah mendengar suara anak-anak nya.
"Astagfirullah...kalian bikin mamah kaget," ucap mamah sambil mengelus dada.
Fahmi dan Agil tertawa dengan terbahak-bahak melihat sang mamah yang kaget.
__ADS_1
"Sana masuk kamar, ganti baju, dan solat. Habis itu kita makan siang bersama," ucap mamah.
Fahmi dan Agil pun menaiki tangga, karna kamar mereka saat ini ada di lantai dua. Kamar mereka berdekatan, karna biar saling bantu dalam belajar.
🥰🥰🥰
Akhirnya mamah Nina sudah menyiapkan makan siang untuk anak-anaknya, mamah Nina pun memanggil kedua anaknya.
"Agil... Fahmi, kita makan siang dulu," ucap mamah.
Agil dan Fahmi pun keluar bersama dari masing-masing kamar, mereka berdua turun ke ruang meja makan.
Makan siang pun telah selesai, mamah Nina pamit untuk pasar.
"Nak...mamah pamit dulu, mau ke pasar sama mbak Entun," ucap mamah.
"Iya mah ati-ati," ucap Agil.
Akhirnya mamah dan mbak Entun pergi ke pasar, ntah membeli apa. Agil berjalan menuju kamarnya, yang di ikuti Fahmi.
"Mau apa dek?" tanya Agil.
"Pengen aja ikut kaka ke kamar," ucap Fahmi.
Agil sedang sedang berdiri menatap ke jendela, Fahmi memeluk Agil dari arah belakang. Agil kaget dengan, tingkah Fahmi, yang suka gak jelas.
"Kenapa dek?" tanya Agil.
"Fahmi sayang banget sama kaka, jangan pernah tinggalin Fahmi ya," ucap Fahmi.
"Siapa yang mau ninggalin kamu? kaka gak akan pernah meninggalkan Fahmi," ucap Agil.
Fahmi pun mengecup keningnya sang kaka, Fahmi takut bila suatu hari nanti kakanya pergi dengan calon suaminya nanti.
__ADS_1