My Autism Brother

My Autism Brother
Bab 50 - Fahmi ngamuk


__ADS_3

Setelah kepergian Hendra dan keluarganya ke Gontor, mbak Entun pergi ke rumah nyonya besar untuk membantu di sana dan menjaga den Fahmi.


"Masuk mbak Entun," ucap nyonya besar.


"Terima kasih nyonya besar," ucap mbak Entun.


"Apa sudah pada pergi?" tanya nyonya besar.


"Sudah nyonya sejam yang lalu, biasa ada drama pagi dulu," ucap mbak Entun.


"Pasti Agil ngomongin masalah jodoh sama Fahmi," ucap nyonya besar.


"Iya nyonya, tapi tuan dan nyonya tidak menjawab ucapan Agil. Mereka terdiam semua," ucap mbak Entun.


"Anak itu emang susah di kasih tau! emang sih awalnya salah Fahmi. Kirain jadi gak panjang gini," ucap nyonya besar.


"Non Agil masuk pesantren karna bolos dari sekolah, bermain ke sekolah den Fahmi dan mencari tau siapa cewe yang dekat dengan Fahmi. Di sekolah juga jadi nakal, sering membuat onar," ucap mbak Entun.


"Astagfirullah, untung Hendra mau tetap bertanggung jawab membiayai Agil yang bukan anak kandungnya. Kalau orang tua sambung lain pasti sudah angkat tangan melihat anak tirinya seperti itu, Hendra memang luar biasa," ucap nyonya besar.


"Iya, tuan Hendra masih baik sama Agil. Masih menyayanginya, selayaknya orang tua kandung. Saya salut sama tuan Hendra," ucap mbak Entun.


Tiba-tiba Fahmi pulang dari sekolah.


"Assalamu'alaikum," ucap Fahmi.


"Walaikumsalam," ucap semua yang di dalam rumah.


"Mbak Entuuuuun, adek kangen sama mbak. Kok ada di sini?" tanya Fahmi.


"Mamah sama ayah lagi anter Agil pergi," ucap Eyang.


"Pergi ke mana?" tanya Fahmi.


"Pergi ke pesantren Gontor," ucap eyang.


"Allhamdulilah, bagus deh. Tadi juga Fahmi ketemu sama temennya ka Agil, dia bilang kalau Agil di sekolah gak pernah masuk kelas, sering bolos, sering mabuk-mabukan," ucap Fahmi.


" Astagfirullah, itu anak kenapa jadi nakal dan liar gitu sih. Nanti kalau ayah udah pulang dari Gontor, Fahmi bawa temennya ka Agil ke sini ya. Eyang sama ayah mau ngobrol," ucap Eyang.


"Mbak Entun, adek kangen jus tom n jerry. Mau dong buatan mbak Entun, adek juga kangen masakan mbak Entun," ucap Fahmi.


"Bikin saja mbak, ada kok di kulkas bahan-bahannya," ucap nyonya besar.

__ADS_1


Tiba-tiba ponsel Fahmi berbunyi notif pesan.


"Pesan dari ayah, tumben ayah kirim pesan suara sama Fahmi," gumam Fahmi dalam hati.


Fahmi pun mendengarkan suara pesan dari sang ayah, Hendra yang berniat mengirim sama mamahnya, tapi terkirim sama Fahmi.


Isi pesan suara itu berbunyi.


"Sialan tuh cewe, malah deket sama Fahmi. Itu kan cowo cinta pertama gue, liat aja kalau masih deketin Fahmi," ucap Agil.


Fahmi yang dengar suara itu, langsung emosi dan tantrumnya kembali. Tiba-tiba Fahmi melemparkan benda yang di dekatnya.


Eyang dan mbak Entun yang di dapur kaget mendengar suara benda jatuh, segera berlari ke ruang TV. Melihat Fahmi sudah mengamuk.


"Astagfirullah, itu anak kenapa," ucap Eyang.


Eyang langsung menghampiri Fahmi, dan memeluknya.


"Sayang kenapa nak, cerita sama eyang," ucap eyang.


"Fahmi benci Agil, Fahmi akan buat Agil gak bahagia!" teriak Fahmi sambil mengamuk.


"Astagfirullah, gak boleh gitu nak. Itu dosa, Fahmi kan anak baik. Fahmi kenapa?" tanya eyang.


"Astagfirullah, maksud kamu apa kirim ini sama Fahmi," gumam mamah dalam hati.


"Mbak bawa jusnya ke sini, temani Fahmi," ucap nyonya besar.


Mbak Entun pun sudah tau cara menaklukan tantrumnya Fahmi, mbak Entun membawa jus kesukaan Fahmi.


"Den Fahmi istigfar dulu, den Fahmi kan udah gede. Ini mbak udah bikin jus spesial untuk den Fahmi," ucap mbak Entun.


Fahmi pun mulai mereda tantrumnya, setelah minum jus dari mbak Entun. Fahmi langsung memeluk mbak Entun


Eyang mengambil ponselnya, lalu menelept Hendra.


"Assalamu'alaikum Ndra," ucap mamah.


"Walaikumsalam mah, ada apa?" tanya Hendra.


"Kamu maksudnya apa itu kirim pesan suara sama Fahmi?" tanya mamah.


"Hendra gak kirim sama Fahmi, tapi ke mamah," ucap Hendra.

__ADS_1


"Coba liat dulu pesannya," ucap mamah.


Dan benar, Hendra salah kirim. Hendra kirim ke Fahmi, bukan ke mamahnya.


"Astagfirullah mah, Hendra salah kirim. Hendra mau kirim ke mamah, tapi kenapa jadi ke Fahmi," ucap Hendra.


"Fahmi sempat ngamuk, setelah mendengar suara Agil bilang seperti itu. Dan Fahmi ngamuk dan bilang akan buat Agil gak bahagia," ucap mamah.


"Astagfirullah mah, Hendra titip Fahmi dulu ya. Hendra baru pulang lusa, karna harus mengurus segala keperluan Agil untuk di sini selama 6 tahun," ucap Hendra.


"Baik, segeralah pulang. Anak ini pasti akan ngamuk terus," ucap mamah.


"Iya mah, ya udah mah. Udah dulu ya, Hendra lagi ngobrol sama ustadzah di sini assalamu'alaikum," ucap Hendra.


"Walaikumsalam," ucap mamah.


Eyang menyimpan ponselnya di atas meja, setelah menelepon Hendra. Eyang menghampiri Fahmi yang sudah mulai tenang.


"Sana ganti baju dulu, bau acem," ucap eyang sambil menutup hidung.


"Bau di mana, orang ganteng gak bau acem," ucap Fahmi.


"Fahmi ganteng, sana ganti baju dulu. Udah itu kita makan siang ya," ucap eyang.


Fahmi berlari ke kamar, membawa tas dan ponselnya ke kamar.


"Liat aja lo Gil, suatu hari akan bikin hidup lo gak tenang. Soalnya lo udah hina pujaan hati gue, tidak ada kata maaf untuk lo dari gue," gumam Fahmi dalam hati.


Fahmi segera mengganti baju dan solat dzuhur, setelah itu Fahmi turun untuk makan siang. Karna caci di perut udah demo minta makan, mau gak mau Fahmi memberi makan cacing-cacing di perut.


"Ayah kapan pulang?" tanya Fahmi.


"Katanya lusa, emang kenapa?" tanya Eyang.


"Ada pertemuan orang tua di akhir pekan," ucap Fahmi.


"Masih keburu kok, udah makan dulu. Nanti malam mbak Entun masak yang enak," ucap eyang.


"Asiiiik, aku mau steak ayam saus jamur pake sambel rica-rica, mau salad buah, mau jus tom n jerry lagi," ucap Fahmi.


"Siap den, nanti mbak buatin buat den Fahmi. Nyonya mau pesan makanan apa?" tanya mbak Entun


"Apa aja mbak, bebas. Yang penting buat yang ganteng ini dulu," ucap eyang.

__ADS_1


Semua pun makan siang bersama di meja, termasuk supirnya Fahmi. Selesai makan siang, Fahmi menonton televisi. Lama-lama Fahmi tidur siang di atas kasur, yang eyang siapkan untuk Fahmi.


__ADS_2