
Azahra yang baru saja bangun tidur, ingin segera menanyakan kenapa ayahnya bisa kenal sama Fahmi.
"Pagi ayah," ucap Azahra.
"Pagi juga cantik," ucap ayah.
"Kenapa ayah bisa kenal dengan Fahmi?" tanya Azahra.
Irwan bingung harus menjawab apa, tapi Irwan harus menjelaskan pada anaknya. Agar anaknya bisa membantu Fahmi sembuh dari Libidonya.
"Fahmi terkena Libido," ucap ayah.
"Libido tuh apa yah?" tanya Azahra.
"Libido itu seseorang yang mengalami perubahan hormon yang sedang pubertas sehingga hormon itu mengganggu pada seseorang hingga bergairah yang tinggi," ucap ayah.
"Apa Azahra dekat Fahmi tidak akan apa-apa?" tanya Azahra.
"Kamu bantu Fahmi untuk sembuh dengan membawa Fahmi ke hal-hal yang positif," ucap ayah.
"Contohnya?" tanya Azahra.
"Ajak Fahmi menggambar, mengaji, membaca buku. Kamu aja yang sering main ke rumah Fahmi, ayah nanti bilang sama eyangnya Fahmi," ucap ayah.
"Okay yah! yah kalau cewe yang sama tante Nina itu siapa?" tanya Azahra.
"Itu kakanya Fahmi, namanya kak Agil. Oh iya, ayah mau bilang juga, kalau Fahmi itu autis," ucap ayah.
"Autis kaya temen aku yang waktu SD?" tanya Azahra.
"Iya, tapi Fahmi autis hanya dari sikap dan kelakuan yang suka seenaknya, kadang gak jelas kadang absurd," ucap ayah.
Azahra ingat, kalau Fahmi suka melakukan hal-hal yang aneh, namun Azahra tak ambil pusing. Ternyata Fahmi autis, Azahra jadi merasa iba pada Fahmi.
"Azahra akan jadi teman yang baik untuk Fahmi, lagian kalau di kelas sering bantu teman-teman yang tidak mengerti dengan pelajaran," ucap Azahra.
"Bantu Fahmi sembuh ya nak, ayah akan bangga bila Azahra bisa bantu Fahmi sembuh dari Libido," ucap ayah.
"Iya yah...Yah ke makam ibu dan adek yuk!" ucap Azahra.
"Ya udah sana mandi dulu, nanti kita ke makam ibu dan adek," ucap ayah.
Azahra tiba-tiba teringat akan mendiang ibunya dan adiknya.
Flashback On
2 Tahun yang lalu
"Mas, Azahra," ucap ibu.
"Ada apa bu?" tanya Ria.
"Mana ayahmu?" tanya ibu.
"Ada apa sih bu, teriak-teriak?" tanya Irwan.
Ria memberikan hasil tes kehamilan pada sangat suami, dan Irwan terkejut dengan tersenyum.
"Ibu hamil?" tanya ayah.
"Iya yah, aku positif hamil," ucap ibu.
__ADS_1
"Azahra mau punya adek bu?" tanya Azahra.
"Iya nak, sebentar lagi akan jadi kaka," ucap ibu.
"Allhamdulilah," ucap ayah dan Azahra.
"Ya sudah sekarang kita periksa ke dokter, untuk memastikan kondisi keadaan kehamilan ibu," ucap ayah.
"Azahra gak ikut ya yah, tugas sekolah belum selesai. Mana besok masih ulanganulangan," ucap Azahra.
"Iya gak apa-apa nak, ayah dan ibu mengerti. Kamu belajar yang rajin ya," ucap ayah.
"Ibu dan ayah berangkat dulu ya nak," ucap ibu.
Akhirnya ayah dan ibu berangkat ke rumah sakit, untuk memeriksa kandungan Ria. Karna pada kehamilan pertama, Ria sempat mengalami preeklamsia ringan. Takutnya di kehamilan kedua ini mengalami preeklamsia juga, Irwan jadi sigap dengan kejadian yang pertama.
"Yah... Kenapa sih buru-buru periksa kondisi kehamilan ini?" tanya Ria.
"Kehamilan pertama di usia kandungan menginjak 9 bulan mengalami preeklamsia, aku takut aja kehamilan kedua ini juga ada preeklamsia. Lebih baik cepat tertangani, dari pada telat," ucap Irwan.
"Kamu memang suami idaman dan siaga," ucap Ria.
Akhirnya mereka tiba di rumah sakit, mereka langsung mendaftarkan diri pada dokter obgyn.
"Selamat siang dok, saya ingin memeriksa kandungan istri saya," ucap Irwan.
"Silahkan ibu merebahkan tubuh di atas bed, biar saya periksa," ucap dokter Obgyn.
Dokter Obgyn membalurkan cairan ke atas perut Ria, karna akan melakukan USG.
"Apa ibu tidak merasakan mual?" tanya dokter.
"Usia kandungan ibu sudah memasuki usia 8 minggu, keadaan janin sehat. Hanya saja kandungan ibu sedikit melemah, apa ibu pernah mengalami preeklamsia?" tanya dokter Obgyn.
"Pernah dok, sekitar 12 tahun yang lalu. Saat kehamilan anak yang pertama, dan sekarang anak kami sudah berumur 15 tahun dan kelas 1 SMA. Apa ada hubungannya dengan kehamilan yang sekarang?" tanya Irwan.
"Untuk saat ini belum terlihat pa, tapi tolong di jaga kandungannya, pola makannya, kurangin kadar garam atau ganti dengan kaldu jamur bubuk atau rebusan ayam kampung," ucap dokter Obgyn.
"Baik dok, akan saya jaga pola makan untuk istri saya," ucap Irwan.
"Baik, bila ada keluhan lain segera di bawa ke sini. Dan saya akan memberikan beberapa vitamin untuk ibu dan kandunganny," ucap dokter Obgyn.
🥰🥰🥰
7 bulan kemudian.
Sudah beberapa hari ini Ria mengalami sakit kepala yang hebat, Irwan membawa Ria ke rumah sakit. Kondisi tensi Ria 170 per 80, dan itu sangat tinggi bagi ibu hamil.
"Pa, sebaiknya ibu Ria rawat inap. Biar kami bisa memantau kondisi ibu dan janinnya," ucap dokter Obgyn.
"Lakukan yang terbaik untuk istri dan calon anak saya dalam kandungan," ucap Irwan.
"Baik pa, kami persiapkan ruangan untuk ibu Ria," ucap dokter.
Orang tua Ria datang bersama Azahra.
"Ayah... ibu mana?" tanya Azahra.
"Do'a kan terus buat ibu ya nak," ucap ayah.
Azahra tidak pernah lepas dengan berdzikir dalam hati dan berdoa dalam hati.
__ADS_1
"Ya Allah selamatkan ibu dan adek," gumam Azahra dalam doa.
Sang omah menenangkan Azahra yang masih saja menangis.
"Sabar ya cucunya omah yang cantik," ucap omah sambil mengecup kening Azahra.
Tiba-tiba dokter Obgyn balik lagi ke ruang IGD dengan buru-buru, Irwan yang melihat itu mendadak gelisah.
"Sus berikan magnesium sulfad 25mg per 15 menit, tensinya semakin tinggi," ucap dokter.
"Dok, bu Ayla kejang dan mengeluarkan darah dari hidung dan telinga," ucap suster.
"Sumpel darahnya, dan sambil bersihkan darahnya," ucap dokter.
"Sus, siapkan ruang operasi. Kita harus mengeluarkan bayinya segera," ucap dokter.
Suster yang lain menyiapkan ruang operasi, dokter Obgyn keluar dari ruang IGD.
"Pa Irwan, kami harus sesar bu Ria. Karna tadi bu Ria mendadak kejang, dan sempat kami memberikan obat, hanya saja obat yang diberikan menolak dari dalam tubuh bu Ayla. Karna takut ada apa-apa, kita harus segera mengeluarkan bayi dalam perut bu Ria," ucap dokter Obgyn.
"Lakukan yang terbaik untuk istri dan anak saya dok," ucap Irwan.
Irwan dan semua yang berjaga sedang menanti kelahiran anak keduanya, sudah hampir 3 jam operasi belum juga kelar.
Dokter Obgyn keluar dari ruang operasi, dengan wajah yang masih gelisah.
"Selamat pa, anak kedua yang berjenis kelamin laki-laki sudah keluar dengan usia 28 minggu, saat ini langsung di bawa ke ruang rawat. Bayi harus masuk incubator, karena usia masih terlalu kecil. Namun bu Ria mengalami pendarahan," ucap dokter Obgyn.
Azahra yang mendengar, mendadak berlari ke arah ayah sambil menangis.
"Yah...ibu akan baik-baik saja kan?" tanya Azahra.
"Do'a kan terus untuk ibu ya, biar ibu dan adek bisa selamat. Biar bisa pulang ke rumah ya nak," ucap ayah.
Sejam kemudian dokter Obgyn keluar, dengan wajah sendu.
"Pa, kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Namun Allah berkehendak lain, kami tidak dapat menyelamatkan bu Ria. Kami turut berduka cita ya pa," ucap dokter.
Irwan, mamahnya Ria, dan Azahra menangis setelah mendengar kabar Ria tidak dapat di selamatkan.
"Bu, jangan tinggalin Azahra. Siapa yang jaga Azahra," ucap Azahra.
Irwan yang mendengar anaknya menangis, langsung memeluk anaknya.
"Sabar ya nak, ibu udah bahagia disana. Kalau pun ibu selamat, kasian ibu pasti tersiksa nak. Azahra anak pinter dan sholehah, do'a kan buat ibu ya," ucap ayah.
Akhirnya Ria di kuburkan, dan seminggu kemudian bayi laki-laki kedua Irwan yang bernama Muhammad Atarazka meninggal dunia. Karena kondisinya tidak bisa untuk bertahan.
Flashback Off
Azahra dan Irwan pergi ke makam, dan sudah di makam.
"Bu, apa kabar? Azahra rindu sama ibu, bu Azahra punya sahabat baru namanya Fahmi Arkana, bantu do'ain Azahra buat sembuhin Fahmi ya bu," ucap Azahra di depan makam ibunya.
"Ria, andaikan kamu masih ada kita reunian. Karna orang tua Fahmi itu, mamahnya temen sebangku kamu waktu sma, dan ayahnya itu sahabat kita waktu sma. Kamu sama adek apa kabar, kami rindu," ucap Irwan di depan makam istrinya.
"Udah yu kita pulang, udah sore," ucap ayah.
"Iya yah," ucap Azahra.
Azahra dan Irwan pulang ke rumah, setelah dari makam.
__ADS_1