My Autism Brother

My Autism Brother
Bab 38 - Sekolah Baru


__ADS_3

Hari ini adalah hari Senin, hari dimana Fahmi masuk di sekolah baru dan hari pertama Agil masuk sekolah lagi.


Ayah mengantarkan Fahmi sekolah, Agil diantar oleh om Ferry.


"Kamu di sekolah baru, harus tunjukan prestasi. Jaga emosi! jangan sampe tantrum," ucap ayah.


"Iya yah," ucap Fahmi.


Akhirnya ayah dan Fahmi tiba di sekolah, bel sekolah sudah berbunyi lima menit yang lalu.


"Selamat pagi semua, hari ini kita kedatangan teman baru. Silahkan Fahmi masuk," ucap Ibu wali kelas.


Fahmi pun masuk ke dalam kelas, dan berdiri di samping ibu guru. Murid-murid cewe udah ramai, ketika Fahmi masuk kelas.


"Duh ganteng banget," ucap siswi 1.


"Aaaah...dia mau gak ya sama aku," ucap siswi 2.


"Silahkan Fahmi perkenalkan diri," ucap Ibu guru.


"Assalamu'alaikum semua, perkenalkan nama ku Fahmi Arkana," ucap Fahmi.


"Hai Fahmiiiiiiii," ucap semua siswi-siswi yang kesemsem sama Fahmi.


"Fahmi, silahkan kamu duduk sama Azahra Kania Putri," ucap Ibu guru.


"Terima kasih," ucap Fahmi.


Fahmi pun berjalan menuju bangku yang dituju, dengan Fahmi tebar pesona pada setiap siswi yang Fahmi lewati. Sang ayah yang melihat itu, hanya bisa geleng-geleng kepala.


"Hai, aku Fahmi," ucap Fahmi.


"Hai juga, aku Azahra tapi panggil aja Zahra," ucap Azahra.


Pelajaran hari pertama pu di mulai, baru pertama sekolah tapi udah menujukkan prestasi Fahmi yang di miliki.


🥰🥰🥰


Agil yang memulai sekolah lagi, setelah sakit selama satu minggu lebih. Banyak teman-teman yang rindu kehadiran Agil, apa lagi Rendy yang rindu akan kehadiran Agil.


"Gil, kenapa Fahmi pindah sekolah?" tanya Vera.


"Biar lebih dekat dari rumah eyang yang di Jalaprang," ucap Agil berbohong.

__ADS_1


"Fahmi pindah sekolah, sebenarnya ada apa ini? kenapa aku tidak tau, kalau Fahmi pindah sekolah. kenapa ayah dan mamah merahasiakan ini," gumam Agil dalam hati.


"Oh gitu, sayang banget Fahmi pindah," ucap Vera.


Agil yang tidak tau tentang Fahmi yang pindah sekolah, Agil di buat bingung dengan apa yang terjadi.


Hari ini ada PORAK (Pekan OlahRaga Antar Kelas), jadi hari ini tidak ada kelas. Di saat yang lain sibuk menyiapkan pertandingan olahraga, Agil menyiapkan untuk UTS (Ujian Tengah Semester) susulan.


Namun bukan Agil, bila mengerjakan soal hanya lima belas menit. Semua pertanyaan bisa Agil jawab, hari ini Agil mengerjakan semua pelajaran.


Akhirnya Agil sudah selesai mengerjakan semua pelajaran dengan mudah, Agil merupakan siswi yang prestasinya ada di peringkat satu.


Agil berjalan ke arah lapangan, ingin mencari Sabila. Namun Agil kaget mendengar bila Sabila dikeluarkan dari sekolah, karna sebuah pekerjaan yang Sabila jalani selama ini.


"Hai cantik, apa kabar?" ucap Rendy.


Agil tidak menjawab pertanyaan Rendy, karna Agil mengetahui Rendy bermain dengan Sabila di kosan Sabila.


"Kamu kenapa sih?" tanya Rendy.


"Kamu nanya aku kenapa! pikir aja sendiri, dimana kesalahan kamu!" ucap Agil dengan ketus.


"Apa dia tau, kalau aku bermain dengan Sabila? tapi dia tau dari mana?" gumam Rendy dalam hati.


"Setelah jadian, kamu bermain sama Sabila. Kamu pikir, aku tidak tau! aku tau semua, aku berterima kasih sama orang yang udah ngasih tau," ucap Agil.


Sebenarnya Agil gak terlalu tau banyak, hanya saja foto dan video bisa menjadi bukti. Agil pun meninggalkan Rendy, dan Rendy mengejar Agil.


Dari jauh, Rian melihat Agil dan Rendy berantem. Rian ingin menjauhi sang playboy dari Agil, karna Rian memendam rasa sama Agil.


Bel sekolah berbunyi, yang menandakan waktunya pulang ke rumah. Sebelumnya Agil udah memberitahu pada om Ferry untuk menjemput di sekolah.


Agil sudah tidak sabar untuk pulang, karna sedari tadi Agil penasaran dengan apa yang sedang terjadi.


Akhirnya Agil tiba di rumah, ternyata ada sang mamah yang sedang masak.


"Assalamu'alaikum," ucap Agil.


"Walaikumsalam," ucap mamah.


"Mah... Agil mau tanya, kenapa Fahmi pindah sekolah?" tanya Agil.


Hendra dan Nina sudah menyiapkan jawaban, bila Agil menanyakan kenapa Fahmi pindah sekolah.

__ADS_1


"Fahmi ingin masuk sekolah Islam, biar bisa kuliah ke Cairo," ucap mamah.


"Oh gitu, emang Fahmi mau kuliah kesana?" tanya Agil.


"Iya, Fahmi ingin kuliah ke Cairo," ucap mamah.


Agil pun percaya dengan alasan yang sang mamah beri, namun sebenarnya bukan itu yang terjadi.


Agil pun berjalan menuju kamar, Agil mencoba untuk menghubungi Fahmi. Namun nomor ponsel Fahmi tidak dapat di telepon, Agil pun tidak ambil pusing.


🥰🥰🥰


Fahmi yang hari pertama masuk sekolah, Fahmi menjadi idola para siswi di sekolah.


"Kamu pulang sekolah sama siapa?" tanya Azahra.


"Kalau gak di jemput ayah, ya di jemput supir. Kalau kamu?" tanya Fahmi.


"Aku di jemput sama supir, kapan-kapan kamu main ke rumahku ya," ucap Azahra.


"Okay next time ya, soalnya aku harus ijin dulu sama ayah," ucap Fahmi.


"Okay, supir mu udah jemput?" tanya Azahra.


"Udah, aku duluan ya. Assalamu'alaikum," ucap Fahmi.


"Walaikumsalam," ucap Azahra.


"Dia baik sekali, berbeda dengan anak cowo lain. Dia tidak membeda-bedakan dalam berteman," gumam Azahra dalam hati, sambil berjalan ke arah mobil.


Azahra pun pulang ke rumah bersama supir, sang ayah telah menanti di rumah.


🥰🥰🥰


Fahmi yang tiba di rumah, langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur, Fahmi segera mengganti baju lalu solat.


Setelah solat, Fahmi mencari eyang. Karna Fahmi merasakan lapar.


"Eyang...Fahmi lapar," ucap Fahmi.


"Ayo kita makan, eyang udah masak ayam bakar dan sayur asem Jakarta," ucap eyang.


Fahmi mengambil nasi, ayam bakar, dan sayur asem. Eyang bahagia melihat Fahmi yang makannya lahap, akhirnya makan siang pun telah selesai.

__ADS_1


Sesudah makan siang, Fahmi mengerjakan tugas sekolah. Karna tugasnya banyak, Fahmi merasa lelah dan beranjak dari meja belajarnya menuju kasur.


__ADS_2