My Autism Brother

My Autism Brother
Bab 26 - Fahmi pusing


__ADS_3

Makan malam pun telah selesai, sebelum masuk kamar masing-masing. Seperti biasa mengobrol bersama, karna ayah yang sibuk bekerja jadi jarang bertemu.


Akhirnya Fahmi dan Agil menaiki tangga bersama, Hendra dan Nina bahagia melihat mereka berdua yang selalu akur.


"Nanti pintu kamar kaka jangan di kunci ya, Fahmi akan buat kaka bahagia, karna Fahmi ada hadiah untuk kaka," ucap Fahmi


"Mau apa dek?" tanya Agil.


"Nanti aja jam sepuluh malam, Fahmi masuk kamar kaka," ucap Fahmi


"Menunjukkan apa?" tanya Agil penasaran.


"Nanti malam aja," ucap Fahmi.


Agil pun masuk ke kamar, dan menyiapkan pelajaran untuk besok. Setelah menyiapkan pelajaran untuk besok, waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam.


Fahmi masuk ke kamar, setelah melihat situasi yang sudah sepi. Sang kaka yang sedang tiduran di atas ranjang.


"Kaka sayang," ucap Fahmi sambil mengecup pipi sang kaka.


"Kamu kenapa sih dari tadi aneh gini?" tanya sang kaka.


"Fahmi mau pindah kak," ucap Fahmi.

__ADS_1


"Pindah ke mana?" tanya Agil.


"Ke mana aja, kalau Fahmi pindah. Kaka jangan cari Fahmi ya," ucap Fahmi.


"Iya kaka gak akan cari kamu," ucap Agil.


Mereka mengobrol berdua, hingga lupa waktu. Ternyata sudah subuh, Fahmi pun pergi ke kamarnya untuk tidur.


🥰🥰🥰


Ayam jantan sudah berkokok dan adzan subuh sudah berkumandang, Agil pun segera bangun dari tidurnya. Agil bersiap untuk pergi sekolah, namun Agil merasa tidak enak badan dan sedikit meriang.


Agil sudah siap untuk ke sekolah, Agil pun turun dari kamar menuju meja makan untuk sarapan.


"Kamu sakit? pucat begitu itu muka," ucap ayah.


"Gak tau yah, tadi bangun tidur gak enak badan," ucap Agil.


Sang mamah pun memeriksa kondisi Agil, dan benar saja suhu tubuh Agil panas.


"Astagfirullah nak, kamu demam. Jangan sekolah nak!" ucap mamah.


"Tapi mah, hari ini Agil ada ulangan matematika dan ulangan kimia," ucap Agil.

__ADS_1


"Tapi badan kamu panas nak, biar ayah yang telepon ke sekolah. Sekarang kamu kembali ke kamar dan istirahat," ucap ayah.


Dengan berat hati, Agil kembali ke kamar untuk istirahat. Agil sudah belajar mati-matian, namun sekarang tidak bisa ikut ulangan.


Ayah memanggil dokter Felisya untuk ke rumah, memeriksa kondisi Agil. Meskipun mereka sudah beranjak dewasa, namun dokter Felisya masih menjadi dokter andalan di keluarga Hendra.


"Fahmi, nanti kamu berangkat sama om Ferry saja ya. Kaka kamu sakit," ucap ayah.


"Kaka sakit? Sakit apa yah? Kaka kenapa yah? Apa sakit parah?" tanya Fahmi.


"Tanya nya satu-satu, ayah bingung harus jawab yang mana dulu," ucap ayah.


"Maaf yah, habisnya Fahmi kaget," ucap Fahmi.


"Ya sudah sana berangkat, nanti kesiangan dan ini uang bekal untukmu," ucap ayah.


Fahmi pun merasa sedih, berangkat sekolah tanpa sang kaka. Fahmi pun mengirim pesan untuk sang kaka.


"Cepet sehat ya kak, nanti siang Fahmi temani kaka," isi pesan Fahmi untuk Agil.


Agil yang sudah berada di kamar, dan mengirim pesan pada teman kelasnya. Kalau Agil tidak masuk sekolah karna sakit. Agil kaget mendapatkan pesan dari Fahmi.


Rasanya Fahmi tak ingin sekolah, tapi Fahmi tidak punya alasan untuk pulang lebih cepat. Fahmi pun ingin membuat kakanya untuk cepat sembuh, karna sepi pergi sekah sendiri.

__ADS_1


Agil keluar kamar, lalu menuju kamar Fahmi. Agil mengambil laptop milik Fahmi, lalu Agil melihat semua film drakor untuk menghilangkan jenuh selama sakit dan diem di kamar tanpa ada kegiatan yang bisa membuat Agil bahagia.


__ADS_2