My Autism Brother

My Autism Brother
Bab 36 - Ayah Bingung


__ADS_3

Setelah Fahmi tenang, dan meminta Anisa untuk malam ini menemani hingga membantu mamahnya Hendra untuk memahami dan mengajari tentang Fahmi.


Ayah pun tiba di rumah, dan ayah memberitahu pada sangat istri apa yang terjadi.


Sang istri kaget, kenapa Agil tidak bisa mengajarkan yang baik untuk Fahmi. Malah menerima apa yang Fahmi lakukan, bukannya memarahi Fahmi.


"Kita harus bicara sama Agil," ucap Hendra.


"Jangan sekarang, besok aja," ucap Nina.


"Harus sekarang, biar masalah cepat selesai. Besok ayah harus ketemu dokter yang menangani Fahmi," ucap Hendra.


Nina dan Hendra berjalan menuju kamar Agil, ternyata Agil belum tidur.


"Nak, ayah mau bicara. Apa boleh?" tanya ayah.


"Boleh yah, ada apa?" tanya Agil.


"Kamu tau, perbuatan Fahmi salah. Kenapa kamu gak tegur Fahmi? justru kamu menikmati itu," ucap ayah.


"Agil tau, kalau Agil salah. Agil salah banget yah, Agil menyesal udah berbuat seperti itu," ucap Agil.


"Iya kenapa Agil gak tegur dan marahi Fahmi?" tanya ayah.


"Agil sayang sama Fahmi," ucap Agil.


"Jelaslah kamu sayang, karna Fahmi adik kamu. Yang ayah tanya, kenapa kamu gak tegur kalau itu salah sama Fahmi," ucap ayah.


Agil bingung harus jawab apa, karna Agil jatuh cinta sama Fahmi.


"Agil jatuh cinta sama Fahmi," ucap Agil.


Hendra dan Nina saling pandang, setelah mendengar pernyataan Agil. Agil jatuh cinta pada Fahmi, dan mereka bingung harus menjelaskan kalau mereka tidak boleh saling jatuh cinta.


"Nak, kamu itu masih sekolah. Pikirkan saja dulu pendidikan kamu. Jalan hidupmu masih panjang," ucap mamah.


"Aku tau mah, tapi aku jatuh cinta sama Fahmi. Aku ingin hidup bersama Fahmi," ucap Agil.


"Nak kamu sama Fahmi itu satu ibu, hanya beda ayah. Kalian tidak bisa hidup bersama, itu tidak boleh dalam agama," ucap mamah.


"Pokoknya mau sehidup semati sama Fahmi, gak boleh ada yang melarang untuk jatuh cinta sama Fahmi," ucap Agil


Plak

__ADS_1


Mamah menampar pipi Agil, karna anaknya tidak bisa diberitahu. Dengan rasa emosi, mamah tanpa sadar menampar pipi Agil.


Hendra bingung harus bagaimana, karna Hendra takut untuk ikut campur. Karna Agil bukan anak kandungnya, takutnya Agil marah karna Hendra ikut campur.


Hendra berada di posisi serba salah, mau ikut campur takut Agil marah. Gak ikut campur, Hendra bingung harus bagaimana.


"Coba kamu tanya sama guru agamanya Agil di sekolah dan guru agama di mesjid, apa boleh menikah sedarah," ucap ayah.


Sebenarnya Agil tau, kalau Agil tidak boleh jatuh cinta pada Fahmi. Namun Agil sudah terlanjur jatuh cinta sama Fahmi.


Nina yang emosi, keluar kamar Agil dengan rasa yang marah, kecewa, dan sedih. Nina bingung harus bagaimana lagi, agar ini semua tidak boleh terjadi.


"Sekarang kamu tidur, pikirkan dan renungkan kembali semua ucapan kamu. Jangan sampai nanti menyesal di kemudian hari," ucap ayah sambil mengecup kening Agil.


Hendra pun keluar dari kamar Agil, meninggalkan Agil untuk berpikir jernih. Hingga merenungkan masalahnya, agar Agil tidak salah jalan.


Hendra masuk kamar, dengan rasa bingung harus berbuat apa. Satu sisi kasian pada Agil, satu sisi juga Fahmi sedang berjuang untuk menyembuhkan Libidonya.


"Mah gimana ini?" tanya Hendra.


"Mamah juga bingung yah, mau menyalahkan Fahmi. Tapi itu semua karna Libidonya yang membuat hilang kendali dan di luar batas kesadarannya Fahmi, Agil juga tidak bisa melarang karna dirinya jatuh cinta sama Fahmi. Tapi ada bagusnya, biarkan mereka terpisah saja dulu. Apa kita pindahkan saja juga Fahmi bersekolah?" tanya Nina.


"Mungkin harus seperti itu, besok kita urus saja semuanya. Kita ke rumah sakit untuk meminta kelanjutan dalam menangani Libidonya Fahmi, dan mengurus Fahmi untuk pindah sekolah. Tapi sebelumnya kita harus bicara dulu sama Fahmi," ucap Hendra.


"Iya mah, ya udah kita istirahat aja dulu. Besok kita bahas lagi, dan buat rencana agar menjadi yang terbaik untuk keduanya," ucap Hendra.


Nina pun merebahkan tubuhnya di atas kasur, Hendra pun mengikuti sang istri untuk beristirahat.


🥰🥰🥰


Agil yang berada di kamar, merasa bingung harus bagaimana. Agil udah terlanjur untuk jatuh cinta sama Fahmi, tapi semua itu di tentang oleh orang tua.


"Ya Allah...apa salah kalau Agil jatuh cinta sama Fahmi? kalau salah, bantulah untuk membuang rasa ini. Biarkan masalah ini pergi dengan seiringnya waktu, dan semoga aja akan ada hal indah setelah kejadian ini," ucap Agil dalam doa.


Agil pun menangis, karna kesalahannya. Agil rindu Fahmi, tapi saat ini Fahmi jauh darinya.


Agil keluar kamar, ingin ke kamar Fahmi. Namun kamar Fahmi terkunci, Agil yang tadinya ingin tidur di kamar Fahmi.


Agil kembali lagi ke kamarnya, dan merebahkan tubuhnya di atas kasur. Kini Agil menyesal, karna Agil memaksa Fahmi.


"Andaikan waktu itu tidak memaksa, dan kemarin tidak memegang benda itu. Mungkin Fahmi tetap ada disini," gumam Agil dalam hati.


Agil pun mulai terlelap dalam tidurnya, karna hari ini sangat lelah dan di tambah kondisi Agil belum full sehat.

__ADS_1


🥰🥰🥰


Matahari sudah menyinari bumi, mamah Nina sudah menyiapkan sarapan untuk Agil. Mamah Nina mengantarkan sarapan untuk Agil, sekalian minta maaf atas kemarin yang telah menamparnya.


Mamah Nina masuk kamar Agil, dengan membawa sarapan spesial untuk Agil.


"Sayang...bangun yuk," ucap mamah.


"Iya mah," ucap Agil.


"Nak maafkan mamah ya, kemarin mamah udah menampar pipi kamu yang putih dan mulus," ucap mamah.


"Gak apa-apa mah, lagian Agil juga salah. Agil tidak mengindahkan omongan mamah, justru Agil melawan ucapan mamah," ucap Agil.


"Mamah gak melarang Agil buat jatuh cinta, tapi tolong jangan sama Fahmi. Karna kalian itu saudara kandung atau saudara sedarah. Kalian lahir dari rahim mamah, mamah tak ingin melanggar yang tak dibolehkan sama agama," ucap mamah.


"Iya mah, Agil mengerti. Tapi rasa itu tumbuh dengan sendirinya," ucap Agil.


"Iya mamah mengerti, karna kalian selalu bersama dari kecil. Satu sama lain tidak dapat terpisahkan, makanya sekarang kalian harus jauh dulu ya. Nanti kamu di rumah aja ya, mamah mau mengurus Fahmi dulu di rumah eyang," ucap mamah.


"Iya mah, lagian kalau Agil ikut. Tubuh Agil belum kuat untuk kena angin atau kena AC," ucap Agil.


"Ya udah, nanti kamu di temani sama mbak Entun. Mamah dan ayah harus mengurus Fahmi, karna semalam Fahmi tantrum setelah mendengar kamu luka," ucap mamah.


"Fahmi tantrum kenapa mah?" tanya Agil.


"Fahmi merasa bersalah, karna Fahmi yang membuat kepala kamu harus di jait karna terbentur lemari, bukan jatuh di kamar mandi," ucap mamah.


Agil yang mendengar penuturan sang mamah, jadi ketahuan deh kalau kemarin Agil berbohong.


"Iya mah," ucap Agil.


"Ya udah kamu sarapan dulu, mamah dan ayah mau siap-siap ke rumah eyang. Nanti kalau ada apa-apa panggil mbak Entun aja ya," ucap Mamah.


"Iya mah, salam buat eyang dan Fahmi," ucap Agil.


"Iya nanti mamah sampaikan ke eyang dan Fahmi, mamah keluar ya," ucap mamah.


Mamah Nina pun keluar dari kamar Agil menuju kamarnya, harus bersiap-siap. Hari ini ke sekolah Fahmi untuk mengurus kepindahannya dan bertemu dengan dokter yang menangani Fahmi yang terkena Libido.


"Mbak Entun, saya titip Agil ya. Saya harus ke rumah eyang, karna Fahmi disana," ucap Nina.


"Baik nyonya, salam buat nyonya besar dan den Fahmi," ucap mbak Entun.

__ADS_1


Hendra dan Nina pun pergi untuk mengurus Fahmi hari ini, mereka pun tiba di rumah orang tua Hendra.


__ADS_2