My Autism Brother

My Autism Brother
Bab 27 - Sabila Mendekati Fahmi


__ADS_3

Fahmi di sekolah sedih, karna sang kaka tidak bisa sekolah. Ini menjadi kesempatan Sabila untuk hadir dan memberikan kebahagiaan untuk Fahmi.


"Hai Fahmi," ucap Sabila.


"Hai juga," ucap Fahmi dengan dingin.


"Kamu kenapa sih murung gitu?" tanya Sabila.


"Kaka ku gak masuk sekolah, jadi gak ada temen," ucap Fahmi.


"Kan ada teman yang lain," ucap Sabila.


"Mereka tidak suka dengan anak autis," ucap Fahmi.


"Aku suka kok," ucap Sabila.


Fahmi hanya menanggapi dengan dingin, karna Fahmi tau mereka hanya berpura-pura baik sama Fahmi. Biar mereka bisa jajan gratis, kalau jalan sama Fahmi.


"Suka apa?" tanya Fahmi.


"Suka kamu," ucap Sabila.


"Yakin?" tanya Fahmi.


"Yakinlah," ucap Sabila.


"Lumayan nih kaka kelas, bisa aku jailin. Kalau emang dia mau berteman denganku," gumam Fahmi dalam hati.


"Aku mau es lemon tea, burger, mie ayam, kentang goreng bumbu, cimol, cilok, kue cubit," ucap Fahmi.


Sabila bengong dengan semua keinginan Fahmi, karna Sabila tidak mempunyai banyak uang untuk membeli apa yang Fahmi mau.


"Gak salah itu?" tanya Sabila.


"Gak salah, katanya kamu suka sama aku. Kalau suka sama aku, ya jajanin buat aku," ucap Fahmi.


Sabila bingung harus membeli memakai apa, karna Sabila hanya dibekali uang 50ribu untuk jajan dan ongkos.


Sabila kebingungan, berniat untuk memanfaatkan Fahmi. Justru Sabila yang dimanfaatkan oleh Fahmi.


"Sudahlah kalau tidak bisa, kamu itu mendekati saya hanya ingin uangku kan?" tanya Fahmi.


Sabila bingung harus jawab apa, karna rencana Sabila terbaca oleh Fahmi.


"So tau kamu," ucap Sabila.


"Kalau aku so tau, ya udah belikan itu semua untukku," ucap Fahmi.


Sabila berlari ke arah kantin, untungnya disana ada Sarah. Sarah merupakan sahabat Sabila dari SMP.

__ADS_1


"Sar, gue pinjem duit dong," ucap Sabila.


"Buat apa?" tanya Sarah.


"Gue deketin Fahmi, niat mau porotin dia. Malah gue yang kena di porotin sama si autis," ucap Sarah.


Tiba-tiba saja dari arah belakang, ada Fahmi. Sarah sudah ingin memberitahu, kalau ada Fahmi. Namun Fahmi menahan Sarah untuk memberitahu nya.


"Sialan si autis songong banget, anak autis yang tersombong yang gue kenal. Gue niat mau morotin duit si autis, malah gue yang di porotin," ucap Sabila.


Sarah udah ngasih kode ke arah Sabila, namun Sabila cuek dan masih menggerutu.


"Lo kenapa sih? Gue kesel sama si Fahmi autis," ucap Sabila.


Sarah udah bingung harus bagaimana memberitahu, kalau ada Fahmi di belakangnya.


"Woy anak-anak lo semua, jangan deket-deket sama si Fahmi autis. Dia itu anaknya songong banget," ucap Sabila yang masih belum menyadari kehadiran Fahmi di belakangnya.


Anak-anak yang berada di kantin, tertawa melihat kelakuan Sabila.


"Kaka kelas terhormat, lo nyadar dong ngomong gitu. Jangan asal bunyi, ntar lo yang kena sendiri," ucap adik kelas Sabila.


"Dasar adik kelas gak punya sopan santun, gue benci sama si Fahmi autis itu. Siapa yang gak suka sama si Fahmi autis? jawab jujur, gak usah boong! Mumpung orangnya gak ada disini," ucap Sabila.


Fahmi masih saja mendengarkan Sabila mengoceh gak jelas.


"Gue sih, bukannya gak suka sama Fahmi. Gue suka-suka aja, cuman gue gak suka sama kelakuannya yang suka absurd," ucap temen sekelas Fahmi.


"Hey kaka yang terhormat, mungkin yang mau morotin sih cuman kaka aja ya. Saya ngejar-ngejar Fahmi karna ingin ketularan pintar, bukan mau morotin duitnya. Maklum lah ya, lo kan dari panti asuhan, jadi wajar aja ya kalau lo mau morotin Fahmi," ucap adik kelas.


"Anak panti asuhan! oh dia mendekati aku karna dia dari panti asuhan," gumam Fahmi dalam hati.


Saat Sabila akan berbalik ke belakang, Sabila terkejut dengan kehadiran Fahmi yang ada di belakangnya.


"Udah ngocehnya anak manis?" tanya Fahmi.


"Gawat! Sejak kapan si Fahmi autis ada di belakang gue, jadinya kan gue mati kata," gumam Sabila dalam hati.


"Hey kaka kelas, kenapa gak di jawab? bingung ya mau jawab apa! makanya kalau ngomong itu di pikirkan dulu ya kaka kelas yang so cantik," ucap adik kelas.


Semua yang ada di kantin, sedang mentertawakan kelakuan Sabila. Sabila sudah malu dan tak mampu berkutik, niat ingin mempermalukan Fahmi. Justru Sabila lah yang mendapatkan rasa malu dan rasa yang tak mungkin Sabila lupakan.


Sabila pun berlari ke arah taman, Fahmi melihat Sabila pergi. Fahmi mencoba mengejar Sabila, dan menangkapnya.


"Kaka kalau mau jajan bilang aja, bukan kaya gitu caranya," ucap Fahmi.


"Maaf," ucap Sabila.


Fahmi melihat Sabila menangis, Fahmi paling tidak bisa melihat perempuan menangis. Fahmi membawa Sabila ke dalam pelukannya.

__ADS_1


"Udah jangan nangis ya, apa kita bisa berteman?" tanya Fahmi.


"Kamu gak malu jalan sama orang yang sudah menghinamu, membully di depan orang banyak," ucap Sabila.


"Kenapa harus malu? setiap orang pernah berbuat salah, asalkan mau bertobat. Akan ku maafkan kesalahanmu," ucap Fahmi.


"Tapi aku orang miskin, anak yatim piatu, dan tinggal di panti asuhan," ucap Sabila.


"Aku gak peduli dengan itu semua, asalkan kamu selalu berbuat jujur. Kamu mau merubah sikapmu, aku akan baik sama kamu," ucap Fahmi.


"Makasih ya Fahmi, aku janji akan merubah semua itu," ucap Sabila.


Hari ini para guru sedang rapat guru, jadi semua siswa bebas. Namun siswa tidak di pulangkan.


Fahmi membawa Sabila ke tempat dimana Fahmi sering menyendiri, tak ada satu pun yang tau tempat Fahmi bersembunyi.


"Mau kemana?" tanya Sabila.


"Sudah ikut saja dulu," ucap Fahmi.


"Ini tempat apa?" tanya Sabila.


"Ini tempat dimana aku suka bersembunyi untuk menenangkan pikiran, tak ada satu pun orang yang tau tempat ini," ucap Fahmi.


"Tempat ini enak juga, untuk kita berdua," ucap Sabila.


Fahmi duduk di sebuah bangku kayu, hanya saja cuman ada 1 bangku disana.


"Aku duduk dimana?" tanya Sabila.


"Duduk disini," ucap Fahmi.


Fahmi tau siapa Sabila, dan Sabila bekerja setiap malam di club malam. Setiap malam Sabila menemani banyak pria, kali ini Fahmi ingin di layani oleh Sabila.


"Puaskan aku siang ini," bisik Fahmi di telinga Sabila.


"Ma... maksudnya?" tanya Sabila.


"Sudahlah...aku tau siapa kamu dan aku tau pekerjaanmu tiap malam, nanti aku bayar untukmu," ucap Fahmi.


Sabila tanpa berpikir panjang, Sabila langsung duduk menghadap Fahmi. Sabila mengambil lolipop dan men*ilat, Fahmi melihat Sabila sedang menikmati lolipop itu.


Fahmi terus memainkan benda bulat dan kenyal seperti squishy, Fahmi membungkam mulut Sabila dengan mulutnya.


"Terima kasih dan ini uang untukmu, kalau kamu butuh uang bilang aja, asalkan kamu bisa memuaskan hasratku," ucap Fahmi.


Sabila pun bahagia mendapatkan uang, namun menjadi malu karna ada teman satu sekolah yang mengetahui Sabila bekerja di club malam.


Fahmi pun keluar dari tempat rahasia, dan berjalan menuju ruang kelas. Karna sebentar lagi akan pulang sekolah, dan ini membuat Fahmi bahagia.

__ADS_1


Akhirnya bell sekolah sudah berbunyi, yang menandakan waktunya pulang, Fahmi pun pulang, karna sudah tidak sabar ingin bertemu dengan sang kaka yang sedang sakit.


__ADS_2