My Autism Brother

My Autism Brother
Bab 48 - Quality Time


__ADS_3

Agil dan sang mamah sedang berada di kamar berdua, mamah sedang membantu Agil membereskan barang-barang yang akan di bawa ke pesantren.


"Mah, apa gak bisa di batalin?" tanya Agil.


"Maaf nak, gak bisa! ini udah keputusan mamah dan ayah," ucap mamah, yang sebenarnya mamah Nina tak ingin jauh dari anak sulungnya ini.


Agil cemberut, karna tidak bisa di batakan untuk tidak pergi ke pesantren.


"Mah, kenapa sih Agil gak boleh jatuh cinta sama Fahmi?" tanya Agil.


"Apa boleh dalam islam menikah dengan hubungan sedarah?" tanya mamah.


"Kan aku anak mamah dan ayah Agas, tapi kan ayahnya Fahmi ayah Hendra," ucap Agil.


"Lalu Fahmi lahir dari rahim siapa?" tanya mamah.


"Dari rahim mamah," ucap mamah.


"Jadi?" tanya mamah.


"Anak kandung mamah," ucap Agil.


"Udah tau kan jawabannya!" ucap mamah.


"Pokoknya Agil mau nikah sama Fahmi, dan Agil jatuh cinta sama Fahmi," ucap Agil.


"Nanti kamu tanyakan sama ustadz dan ustadzah di sana, apa boleh dalam islam menikah dengan adik sendiri atau adik kandung!" ucap mamah dengan ketus.


Mamah Nina membereskan semua barang-barang Agil yang akan di bawa ke pesantren, sebenanya mamah Nina ingin segera beres membantu Agil.


Akhirnya semua barang yang akan di bawa sudah di kemas dengan rapih, koper-koper pun di pindahkan ke ruang tamu. Mamah Nina pun segera turun ke bawah, karna emosi dengan kelakuan anak sulungnya.


"Udah beres mah?" tanya Hendra.

__ADS_1


"Udah yah, mamah kesal sama Agil," ucap Nina.


"Kesal kenapa?" tanya Hendra.


"Dia tetep minta di jodohkan sama Fahmi," ucap mamah.


"Sudahlah besok kita berangkat, di percepat aja keberangkatannya. Biar dia jauh dari Fahmi," ucap ayah.


"Iya yah, lebih cepat lebih baik. Anak itu semakin di kasih tah, malah semakin melawan," ucap mamah.


Ayah menelepon ke pihak pemesanan tiket pesawat, untuk di majukan besok. Dan travelling mobil di sana yang mbawa dari bandara ke Gontor di percepat.


"Assalamu'alaikum mah," ucap Hendra.


"Walaikumsalam nak, ada apa?" tanya mamah.


"Fahmi udah tidur?" tanya Hendra.


"Sudah dari tadi, semenjak pulang dari rumah kamu Fahmi Uring-uringan sendiri. Emosinya sulit di tebak," ucap mamah.


"Astagfirullah itu anak, iya mamah akan jaga Fahmi," ucap mamah.


"Kalau Fahmi tanya, bilang aja pelan-pelan kalau Hendra dan Nina anter Agil ke pesantren di Gontor," ucap Hendra.


"Iya nak, kapan berangkat?" tanya mamah.


"Tadinya mau lusa, cuman karna Agil tetap minta untuk di jodohkan dengan Fahmi. Jadi Hendra akan antar besok, dan besok mbak Entun sementara di mamah dulu ya," ucap Hendra.


"Iya nak, ya udah semoga selamat sampai tujuan dengan selamat. Salam untuk mantu mamah dan cucu mamah," ucap mamah.


"Iya mah, nanti Hendra sampaikan. Ya udah mah, Hendra mau persiapkan dulu semuanya. Assalamu'alaikum mah," ucap Hendra.


"Walaikumsalam nak," ucap mamah.

__ADS_1


Hendra menutup telepon dengan mamahnya, Hendra berniat untuk masuk kamar Agil.


Tok tok tok


"Gil, udah tidur?" tanya ayah.


"Bentar yah, Agil habis solat," ucap Agil bohong, yang sebenarnya Agil sedang menonton video yang begituan.


Agil pun, langsung membuka pintu kamarnya.


"Masuk yah, ada apa?" tanya Agil.


"Besok kamu berangkat ke Gontor, lebih cepat lebih baik untuk ku belajar islam lebih baik," ucap ayah.


"Tapi yah, Agil tetap bisa bersatu sama Fahmi kan?" tanya Agil.


"Kamu tanyakan nanti sama ustadzah di sana, apa boleh sodara kandung menikah," ucap ayah.


"Iya yah," ucap Agil yang sebenarnya sudah tau jawabannya tidak bisa.


"Andaikan Fahmi bukan lahir dari rahim mamah, pasti Agil bisa sama Fahmi," gumam Agil dalam hati.


"Kamu nanti di sana belajar yang baik, semoga semakin sholehah. Kamu bisa jadi ustadzah atau pendakwah yang baik, nanti ayah dan mamah tengok kamu setahun sekali ke sana," ucap ayah.


"Aamiin yah, maafin Agil ya yah. Semoga Agil jadi lebih baik di sana, dan semoga Agil bisa ketemu jodoh di sana," ucap Agil.


"Pendidikan dulu yang bener, baru mikirin jodoh," ucap ayah sambil memeluk Agil.


"Kan kaya ibarat sambil menyelam, minum air," ucap Agil.


"Yang penting pendidikan 6 tahun di sana," ucap ayah.


"Iya yah, nanti salam sama Fahmi. Agil minta maaf sama Fahmi," ucap Agil.

__ADS_1


"Ayah mewakili Fahmi, maafin Fahmi ya. Kalau Fahmi pernah melecehkan kamu, dan membuat kamu ketagihan akan apa yang pernah Fahmi lakukan sama Agil," ucap ayah.


Agil langsung memeluk ayah, sambil menangis. Agil pun meminta ampun sama mamah, karna Agil sudah banyak salah sama mamah.


__ADS_2