
Hari sudah pagi, Agil sudah siap untuk berangkat sekolah. Hari ini Agil di antar sekolah oleh mamah, ayah, Fahmi dan mas Ferry.
"Nak... nanti ayah sama mamah mau bawa Fahmi ke sekolah untuk Fahmi, jadi kami akan ikut mengantar kaka sekolah," ucap mamah.
"Iya mah, wah Fahmi mau sekolah," ucap Agil.
"Ya sudah, habiskan sarapannya," ucap mamah.
Mamah Nina menyiapkan bekal makanan untuk Agil, karna jam sekolah Agil sampai jam 2 siang. Fahmi pun sudah siap dan sudah rapih.
"Adiknya kaka sudah ganteng, selamat sekolah ya dek," ucap Agil sambil memeluk Fahmi dari arah belakang.
"Makasih," ucap Fahmi.
Akhirnya mereka berangkat untuk mengantarkan Agil ke sekolah, dan sudah tiba di sekolah.
"Adek, kaka sekolah dulu ya. Adek jangan rewel ya," ucap Agil.
Seperti biasa, Fahmi meminta tangan Agil untuk menyalami dan mencium tangan sang kaka. Ayah mengantarkan Agil hingga ke gerbang sekolah bagian dalam.
"Selamat belajar ya anak sulungnya ayah, nanti di jemput sama om Ferry. Kalau ayah sempat, ayah jemput lagi," ucap ayah.
"Iya yah, Assalamu'alaikum ayah," ucap Agil.
"Walaikumsalam," ucap ayah.
Ayah Hendra kembali ke mobil, dan siap pergi ke sekolah Pelangi,Sekolah Pelangi ini sekolah khusus anak-anak yang berkebutuhan khusus.
Akhirnya Hendra bersama anak dan istrinya tiba di sekolah Pelangi, sekolah Pelangi sangat enak tempatnya. Cocok sekali untuk anak-anak autis, karna sekolahnya berhalaman luas.
Turun dari mobil, Fahmi sudah berlarian kesana kemari. Mamah Nina kewalahan mengejar Fahmi yang berlari. Akhirnya Fahmi berhasil di tangkap oleh ayah, dan mencari ruang kepala sekolah.
tok tok tok
"Selamat pagi bu," ucap Hendra.
"Selamat pagi juga ibu, bapak," ucap kepala sekolah.
"Perkenalkan saya Hendra, ini istri dan anak saya," ucap Hendra.
"Ada yang bisa saya bantu pa?" tanya kepala sekolah.
Hendra menjelaskan tentang anaknya yang bernama Fahmi Arkananta, bagaimana bisa jadi autis, terkadang bisa tantrum.
"Hai Fahmi apa kabar?" tanya Kepala sekolah.
"Baik," ucap Fahmi yang sedang fokus bermain rubik.
__ADS_1
Kepala sekolah pun tersenyum, Fahmi yang sedang fokus sama satu benda tapi masih menjawab pertanyaan.
"Autis yang di alami Fahmi tidak terlalu parah, pasti sudah dibiasakan untuk interaksi di rumah. Biasanya anak autis yang jarang di ajak interaksi di rumah, kalau sedang fokus sama satu benda. Di ajak bicara tidak akan menjawab pertanyaan," ucap Kepala sekolah.
"Iya Fahmi sering di ajak interaksi sama anak saya yang pertama," ucap Hendra.
"Wah itu bagus sekali, harus sering di ajak interaksi. Walaupun kosa kata masih sedikit, harus sering di ajak bicara. Apa suka tantrum?" tanya Kepala sekolah.
"Iya dia akan tantrum kalau sudah merasa bosan, tidak ada kakanya di rumah, kakanya sibuk dengan tugas sekolah," ucap Hendra.
"Autis yang diderita Fahmi tidak terlalu parah," ucap Kepala sekolah.
"Memang kalau yang parah itu seperti apa?" tanya Hendra.
"Autis yang parah itu, kalau sedang tantrum di marahi, di Bentak-bentak, orang tuanya mengeluarkan kata-kata yang tak pantas untuk di ucapkan. Terus Autisnya telat di tangani, karena tidak terpantau orang tuanya," ucap Kepala sekolah.
Hendra dan Nina untungnya sigap dan langsung memeriksa kondisi anaknya, setelah melihat ada perkembangan yang telat dan tidak seperti anak seumuran yang biasanya.
"Jadi Fahmi bisa bersekolah disini kan bu?" tanya Hendra.
"Bisa sekali bu, sepertinya Fahmi memiliki IQ di atas rata-rata. Sedari tadi saya melihat Fahmi bermain rubik, dia sangat cepat bermainnya," ucap Kepala sekolah.
"Allhamdulilah, saya akan mendaftarkan Fahmi disini. Apa sekolahnya setiap hari?" tanya Hendra.
"Seminggu 3x kali, di hari senin, rabu, dan jum'at. Jam 8 pagi sampe jam 10 pagi, 1 murid dengan 1 guru, siapin aja mainan kesukaannya, susu bubuk dan botolnya, makanan cemilannya," ucap Kepala sekolah.
"Baik kalau begitu, saya akan mulai minggu depan. Ini biaya pendaftarannya dan biaya bulanannya," ucap Hendra.
Tiba-tiba ponsel Hendra berdering, ternyata wali kelasnya Agil yang menelepon.
"Assalamu'alaikum bu, ada apa?" tanya Hendra.
"Walaikumsalam pa, begini karna hari ini ada rapat guru. Jadi semua siswa di pulangkan, ini baru pulang 15 menit," ucap Wali kelas.
"Baik bu, saya titip Agil sebentar. Mungkin dalam waktu 45 menit, saya akan tiba disekolah," ucap Hendra.
"Baik pa, Assalamu'alaikum," ucap Wali kelas.
"Walaikumsalam bu," ucap Hendra.
"Ada apa yah?" tanya Nina.
"Itu Agil udah pulang, karna ada rapat guru," ucap Hendra.
"Maaf ya bu, barusan ada telepon dari Wali kelas anak saya," ucap Hendra.
"Sekolah di mana dan kelas berapa?" tanya Kepala sekolah.
__ADS_1
"Di SD Istiqomah kelas 3 SD, kalau begitu saya pamit dulu ya bu. Minggu depan Fahmi akan mulai sekolahnya," ucap Hendra.
"Baik pa, dadah Fahmi," ucap Kepala sekolah.
Fahmi melihat ke arah yang mengajak bicara, lalu melambaikan tangannya.
"Salam dulu sama ibu guru," ucap ayah.
Fahmi pun menyalami dan mencium tangan gurunya, Kepala sekolah bahagia melihat anak autis yang bisa di ajak interaksi.
Akhirnya Hendra yang menggendong Fahmi, dan memegang tangan istrinya. Menuju mobil, karna akan menjemput Agil.
"Mas Ferry, sekarang ke sekolah kaka ya. Tadi gurunya telepon, katanya udah pulang sekolah," ucap Hendra.
"Baik tuan," ucap Ferry.
Akhirnya dari sekolah Pelangi ke sekolah SD Istiqomah untuk menjemput Agil yang sudah pulang sekolah. Tibalah di depan sekolah, dan ayah turun dari mobil untuk menjemput Agil.
Agil sudah menunggu di depan gerbang bersama Wali kelasnya.
"Assalamu'alaikum," ucap ayah.
"Walaikumsalam," ucap Agil dan Wali kelasnya.
"Terima kasih ya bu, sudah menjaga Agil," ucap Hendra.
"Sudah seharusnya pa, oh iya libur dia hari. Karna akan ada rapat guru. Jadi kembali masuk hari Senin," ucap Wali kelas.
"Baik bu, Terima kasih," ucap Hendra.
"Makasih bu, udah jagain Agil sampai ayah datang," ucap Agil.
"Sama-sama Agil, jangan lupa dengan hafalannya dan tugas sekolah yang lainnya ya," ucap Wali kelas.
"Baik bu, nanti pulang sekolah Agil langsung kerjakan," ucap Agil.
"Kalau begitu saya pamit duluan bu, assalamu'alaikum," ucap Hendra.
"Walaikumsalam pa," ucap Wali kelas.
"Udah ke sekolah adek?" tanya Agil.
"Sudah, minggu depan mulai sekolahnya," ucap ayah.
Agil dan ayah pun masuk ke dalam mobil, di dalam mobil Fahmi sudah tidur di car seatnya.
"Assalamu'alaikum," ucap Agil.
__ADS_1
"Walaikumsalam," ucap semua yang ada di mobil.
Akhirnya mereka pun pulang ke rumah, karna hari sudah semakin siang. Sudah waktunya untuk solat dzuhur dan makan siang