My Autism Brother

My Autism Brother
Bab 29 - Agil Berpcaran


__ADS_3

Suster Tini masuk ke kamar Agil, untuk memberikan obat untuk Agil. Fahmi segera keluar kamar, dan pergi ke kamarnya.


🥰🥰🥰


Tiba-tiba bel rumah berbunyi, namun bukan orang tuanya yang datang. Melainkan temannya Agil yang bernama Rendy yang menjenguknya.


"Selamat sore mbak, saya Rendy temannya Agil. Apa saya boleh menengok Agil?" tanya Rendy.


"Oh boleh, mari ikut saya ke kamarnya non Agil," ucap mbak Entun.


Rendy pun mengikuti asisten rumah tangga yang membawa Rendy untuk bertemu dengan Agil.


"Permisi non, ada temannya yang mau menengok," ucap mbak Entun.


"Siapa mbak?" tanya Agil.


"Namanya Rendy non," ucap mbak Entun.


"Hah...ka Rendy nengok aku! Biasanya juga di sekolah jutek dan dingin sama aku," gumam Agil dalam hati.


"Suruh kesini aja mbak," ucap Agil.


"Baik non," ucap mbak Entun.


Rendy pun akhirnya dipersilahkan masuk oleh asisten rumah tangga dan suster yang menjaga Agil.


"Hai Gil," ucap Rendy.


"Hai kak," ucap Agil.


"Sakit apa kamu?" tanya Rendy.


"Gejala tifus kak, apa yang membawa kaka kesini untuk menengok Agil. Biasanya juga di sekolah jutek dan dingin sama aku," ucap Agil.


"Maaf ya, aku kalau di sekolah emang gitu. Tapi kalau di luar sekolah ya kaya gini, maaf kalau sikapku membuat kamu tak nyaman," ucap Rendy.


"Iya kak gak apa-apa, makasih loh udah mau nengok aku. Tapi kaka tau dari mana kalau aku sakit?" tanya Agil.


"Dari Fahmi tadi pagi, aku sempet sedih denger kamu sakit," ucap Rendy.


"Sedih kenapa?" tanya Agil.


"Sedih, karna pujaan hati aku sakit. Dari SMP, aku udah suka kamu Gil," ucap Rendy.


"Hah...ka Rendy suka sama aku! yang benar nih," gumam Agil dalam hati.


"Kok bisa?" tanya Agil.


"Kamu itu gadis yang pintar, baik, ramah, penyayang, peduli sama orang banyak," ucap Rendy.

__ADS_1


"Terus?" tanya Agil.


"Kamu mau gak jadi pacar aku?" tanya Agil.


Saat Fahmi keluar kamar, karna ingin mengambil air minum. Fahmi mendengar kaka kelas menyatakan cinta sama Agil, Fahmi pun emosi.


"Kalau aku punya pacar, biar aku menghilangkan rasa ini untuk Fahmi. Lagian gak mungkin juga, aku sama Fahmi pacaran," gumam Agil dalam hati.


"Agil terima kaka," ucap Agil.


"Beneran?" tanya Rendy.


"Kaka beneran gak, nyatakan cinta untuk Agil?" tanya Agil.


"Beneranlah," ucap Rendy.


"Ya aku juga beneran terima kaka," ucap Agil.


Fahmi mendengar semua itu, rasanya sakit hati dan sedih. Fahmi kembali ke kamar penuh emosi, karna sang kaka punya pacar.


"Terima kasih ya Gil," ucap Rendy sambil mengecup kening Agil.


"Sama-sama kak," ucap Agil, yang merasa malu karna di kecup keningnya sama cowo lain.


Rendy pun tersenyum, melihat muka Agil yang memerah karna malu. Rendy membelai rambut Agil.


"Ya udah kamu cepet sembuh ya, besok aku kesini lagi. Ini sudah malam, aku tak enak karna tidak ada orang tua kamu," ucap Rendy.


🥰🥰🥰


Akhirnya Rendy pun pulang, Agil merasa bahagia karna ada cowo lain yang hadir dalam.


Hendra dan Nina pun sudah pulang dari rumah eyang, dan sekarang sedang menyiapkan makan malam.


"Nyonya, tadi sore ada temen cowo non Agil yang jenguk," ucap mbak Entun.


"Siapa namanya mbak?" tanya Nina.


"Namanya Rendy," ucap mbak Entun.


"Ya sudah nanti, biar saya yang tanya sama Agil," ucap Nina.


Hendra yang mendengar, ada teman cowo yang menjenguk Agil.


"Anak itu sudah dewasa, nanti deh aku nasehatin untuk Agil," gumam Hendra dalam hati.


"Yah, nanti kita harus ngobrol sama Agil. Karna tadi ada teman cowo yang menjenguk Agil, biar anak kita gak salah jalan," ucap mamah Nina.


"Iya mah, ayah juga mau ngasih ilmu tentang pacaran untuk putri cantik kita. Biar gak berhubungan yang lebih, karna saat ini dunia pacaran saat ini lebih seram dari melihat hantu," ucap ayah Hendra.

__ADS_1


Mbak Entun memanggil Fahmi untuk makan malam, Fahmi pun menunjukkan muka yang tak enak dilihat.


Ayah dan mamah melihat Fahmi murung, mereka berpikiran kalau Fahmi pusing dengan pelajaran sekolah.


Akhirnya makan malam pun telah selesai, Fahmi tak banyak bicara malam ini. Fahmi pun kembali masuk kamar, karna tak ada Agil hadir di meja makan.


🥰🥰🥰


Hendra dan Nina ingin melihat kondisi Agil, mereka pun masuk ke kamar Agil.


"Malam sayang, apa yang dirasa sekarang?" tanya ayah.


"Suster makan dulu aja di bawah, sama mbak Entun," ucap Nina.


"Masih pusing dikit yah, sama badan kaka pegel-pegel," ucap Agil.


"Nak...ada yang mau ayah obrolkan," ucap ayah.


"Ada apa yah?" tanya Agil.


"Kata mbak Entun, katanya tadi ada cowo yang jenguk kamu," ucap ayah.


"Iya yah, itu kaka kelasnya Agil. Dia juga kaka kelas waktu smp," ucap Agil.


"Itu pacar Agil?" tanya ayah.


Agil terdiam, karna Agil bingung harus jawab apa. Karna dirinya baru saja jadian dengan Rendy tadi sore.


"Kenapa diam?" tanya mamah.


"Kalau itu pacar kaka, ayah gak akan marah. Ayah cuman minta jaga harga dirimu dan mahkotamu, kamu jangan sampe salah pilih pacar," ucap ayah.


"Iya yah, kaka ngerti. Lagian baru pacarannya juga tadi, selama disekolah sama adek terus," ucap Agil.


"Kamu juga harus adil, saat lagi sama pacar kamu dan saat sama Fahmi. Takutnya Fahmi sakit hati, kan kita gak tau moodnya Fahmi kaya gimana," ucap ayah.


"Iya yah, kaka ngerti," ucap Agil.


"Pokoknya jaga kehormatan perempuan, pacaran boleh. Tapi jangan sampe kelewat batas, perempuan kalau udah ternodai! tidak bisa di hilangkan nodanya," ucap mamah.


"Ternodai gimana mah?" tanya Agil.


"Jaga keperawananmu, kalau udah gak perawan. Nantinya di cap jelek sama banyak orang," ucap mamah.


"Iya mah, kaka ngerti kok," ucap Agil.


"Pokoknya jangan bikin malu keluarga, jaga kehormatan keluarga dan kehormatan kaka," ucap ayah.


"Ya udah kamu istirahat, jangan tidur malam dan jangan banyak pikiran dulu. Biar cepet sembuh, biar bisa sekolah lagi," ucap ayah.

__ADS_1


Mamah dan ayah pun mengecup kening Agil, lalu meninggalkan kamar Agil. Biar Agil bisa istirahat, dan cepat sehat.


Akhirnya hari semakin malam, Agil sudah minum obat. Lambat laun, mata Agil tertutup karna pengaruh obat yang di minumnya.


__ADS_2