
Pagi pun sudah datang, Fahmi sudah siap untuk sekolah. Namun Fahmi masih tidak semangat, karna sang kaka belum bisa sekolah.
Fahmi turun dari kamar, dan langsung berangkat sekolah. Hatinya hancur, akibat sang kaka yang sudah memiliki cowo lain.
"Nak, sarapan dulu," ucap mamah.
"Gak mah, nanti aja disekolah. Fahmi ada ulangan pagi," ucap Fahmi berbohong.
"Ya sudah ini bekalnya dan ini uang untukmu," ucap mamah.
Akhirnya Fahmi mencium tangan sang mamah, Fahmi diantar sama om Ferry. Di dalam mobil, Fahmi tak banyak bicara.
Sesampainya di sekolah, Fahmi melihat Sabila yang baru datang.
"Sabila," ucap Fahmi.
"Iya Fahmi, ada apa?" tanya Sabila.
"Kamu mau uang gak?" tanya Fahmi.
"Ya mau lah," ucap Sabila.
"Aku akan kasih sehari 50ribu untuk kamu, asalkan kamu harus mau jadi pacar aku dan puaskan hasratku setiap hari," ucap Fahmi.
"Lumayan nih, sehari 50ribu," gumam Sabila dalam hati.
"Mau gak?" tanya Fahmi.
"Iya aku mau," ucap Sabila.
"Makasih ya sayangku," ucap Fahmi.
"Sama-sama, tapi kita pacaran pas istirahat dan jam pulang saja ya," ucap Sabila.
"Okay, nanti kan guru-guru ada rapat lagi. Nanti kita main lagi ya," ucap Fahmi
"Iya, aku pun sudah gak sabar. Cangkirku sudah ingin diaduk-aduk pake lolipop," ucap Sabila.
Akhirnya bell masuk sudah berbunyi, mereka masuk kelas masing-masing.
"Selamat pagi anak-anak, hari ini masih ada rapat guru. Namun pulang sekolah jam 12, jadi hari ini masih bebas ya," ucap Wali kelas.
"Horeeeeeeeee," teriak seluruh siswa.
Mereka pun berhamburan keluar kelas, Fahmi menunggu Sabila di ujung taman. Sabila pun datang menghampiri Fahmi, mereka pun berjalan ke tempat rahasia milik Fahmi.
__ADS_1
Fahmi yang sudah tak sabar ingin ******* squishy sambil meremasnya, Sabila pun sudah menyiapkan cangkirnya, lalu mengambil lolipop yang di masukkan ke dalam cangkir.
Fahmi menutup mulut Sabila dengan tangannya, agar suara Sabila tidak terdengar ke mana-mana. Akhirnya permainan lolipop di masukkan kedalam cangkir suda selesai, Fahmi pun sudah selesai memainkan squishy milik Sabila.
"Terima kasih sayang, sudah menuntaskan permainan ini. Aku mau permainan ini tiap hari," ucap Fahmi sambil memberikan uang 50ribu untuk Sabila.
"Siapkan saja uangnya, nanti aku buat kamu bahagia memilikiku," ucap Sabila.
"Masalah uang gampang, yang permainannya dan tempatnya," ucap Fahmi.
"Masalah tempat gampang, bisa disini atau di kosan ku. Tapi kan kamu diawasi sama supir," ucap Sabila.
"Masalah itu gampang, yang penting kamu bisa menemaniku dalam permainan cangkir dan lolipop," ucap Fahmi.
Akhirnya mereka menyeselesaukan permainan cangkir dan lolipop, sekarang mereka berjalan masing-masing ke arah kantin. Seperti biasa lagi, Sabila menghina Fahmi yang autis.
"Hey autis, kemana pengawal cantikmu?" tanya Sabila yang memainkan skenario.
Fahmi tak menjawabnya, Fahmi hanya bisa berdiam.
"Hey Teman-teman, ternyata si autis ini, bukan hanya autis tapi bisu," ucap Sabila.
"Kaka kelas yang terhormat, disini saya muak dengan anda yang selalu manghina Fahmi. Dia memang autis, tapi dia selalu menjaga sikap dan bahasa. Teman-teman gue punya kabar tentang Sabila kaka kelas yang katanya cantik di sekolah ini, ternyata dia itu bekerja di club malam. Dia melayani para cowo-cowo tiap malamnya," ucap adik kelas.
"So tau kamu, mana mungkin gue lakuin pekerjaan yang hina itu," ucap Sabila dengan gelisah.
Rian yang merupakan adik kelasnya Sabila, Rian merupakan teman satu kelas dengan Fahmi. Hanya Rian yang tak pernah menghina Fahmi, karna dirinya memiliki seorang kaka yang autis juga.
Rian mengirimkan video itu dengan nomor yang tak dapat dikenali oleh siapapun, semua murid dan guru melihat video itu.
Fahmi terkaget dengan semua itu, karna Fahmi pun tak dapat membantu Sabila. Fahmi hanya terdiam, sambil merasa bingung.
"Untuk sodara Sabila, untuk ke ruang kepala sekolah sekarang juga," ucap salah satu guru melalui pengeras suata.
Sabila pun malu dan bingung harus berbuat apa, karna pihak panti asuhan pun tidak tau kalau Sabila selama ini bekerja di club malam. Pihak panti asuhan, hanya mengetahui kalau Sabila bekerja sebagai waiters di restoran.
Sabila pun berlari dari arah kantin menuju ruang guru, semua siswa yang di kantin berteriak huuuu untuk Sabila.
"Sabila, tolong jelaskan! apa maksudnya ini," ucap salah satu guru.
Sabila bingung harus menjawab apa dan bingung harus bagaimana menjawabnya.
"Jika kamu tak menjawab, berarti yang di video ini memang kamu," ucap salah satu guru.
Sabila hanya menunduk lesu di hadapan semua guru, pihak sekolah pun sudah menelepon panti asuhan yang Sabila tinggal. Karna pihak sekolah, ingin memberi tahu apa yang terjadi pada anak asuhnya ini.
__ADS_1
Tiba-tiba ibu Ria pemilik panti asuhan, tempat dimana Sabila tinggal selama ini sudah datang. Sabila terkejut dengan kedatangan ibu Ria, dan Sabila semakin gelisah.
"Selamat siang ibu Ria, maaf kami meminta ibu untuk datang. Karna kami memiliki berita tentang Sabila," ucap Kepala sekolah.
Salah satu guru memberikan sebuah ponsel, dan ibu Ria kaget melihat sosok anak asuh yang selama ini iya didik penuh kasih sayang, justru membuatnya malu.
"Maksudnya apa ini?" tanya ibu Ria.
"Maaf Bu," ucap Sabila.
"Apa salah ibu padamu nak? ibu selalu mengutamakan kamu, di bandingkan yang lain. Tapi ini balasan kamu untuk saya?" tanya ibu Ria.
"Maafkan Sabila," ucap Sabila.
"Ibu kecewa sama kamu, nanti sepulang dari sini. Bereskan semua barang-barangmu, dan silahkan pergi dari panti asuhan. Karna ibu malu memiliki anak asuh yang bekerja seperti itu," ucap ibu Ria.
"Sabila harus kemana bu? Sabila tidak punya tempat tinggal, selain di panti asuhan," ucap Sabila.
"Itu bukan urusan ibu lagi, di tambah kamu sudah 17 tahun. Sudah saatnya kamu keluar dari panti asuhan, tadinya saya mau mengurus untuk adopsi kamu. Tapi kamu bikin ibu kecewa," ucap ibu Ria.
Sabila bangkit dari kursi, lalu bersimpuh di kaki ibu Ria untuk memohon ampun. Namun sayangnya, kata maaf dan mohon ampunnya tidak berlaku.
"Sabila, kesalahan kamu membuat sekolah ini akan tercoreng namanya. Karna kami takut, sekolah ini menjadi jelek. Dengan berat hati, kami mengeluarkan kamu dari sekolah," ucap Kepala sekolah.
"Pa, beri saya kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Dan ijinkan saya untuk mengikuti ujian nasional," ucap Sabila.
"Maaf Sabila, keputusan ini sudah bulat. Dan tidak dapat di ganggu gugat lagi," ucap Kepala sekolah.
Sabila dengan berat hati menerima semua ini, Sabila hanya mampu mengucapkan kata maaf.
"Buat pihak sekolah dan ibu Ria, maafkan Sabila," ucap Sabila.
Di luar ruangan, sudah banyak siswa dan siswi yang mendengar semua keputusan pihak sekolah.
Sabila keluar dari ruangan Kepala sekolah, diluar sudah banyak siswa dan siswi yang sudah menatap sinis pada Sabila.
"Fahmi, tolong bantu Sabila," ucap Sabila.
"Maaf Sabila, aku tidak bisa membantumu. Aku takut menjadi masalah nantinya," ucap Fahmi.
"Hey pel**ur, cepet pergi dari sekolah ini. Jangan buat sekolah ini jadi rusak karna ulahmu," ucap salah satu teman Sabila.
"Gak nyangka gue, ternyata dia lebih parah kelakuannya dari Fahmi," ucap Adik kelas yang satu kelas dengan Fahmi.
"Hey, selamat hidup di jalanan," ucap Rian.
__ADS_1
Sabila pun pergi keluar dari sekolah, Sabila yang tadinya hanya ingin berskenario dengan Fahmi. Justru ini membuat Sabila kehilangan semuanya.