
1 bulan kemudian
Hari ini usia kandungan Nina memasuki 12 minggu atau 3 bulan, hari ini jadwal periksa kandungan.
"Yah... hari ini kita periksa kandungan, Agil ajak yah. Biar dia tau," ucap Nina.
"Iya mah... biar Agil bisa semakin ketat jagain mamahnya," ucap Hendra.
"Itu anak jaganya ketat sekali, mamah mau ke wc di temenin sampe di jagain di depan pintu, tidur siang di jagain, makan sampe dia yang siapin. Anak yang hebat dan patuh akan perintah ayah," ucap Nina.
"Apa lagi kalau nanti adiknya udah lahir ya, pasti dia lebih ketat jagain adiknya ya," ucap Hendra.
"Ya udah ayah panggil Agil, ajak untuk ikut," ucap Nina.
"Ya udah ayah ke kamar Agil dulu," ucap Hendra.
Nina menunggu suami dan anaknya di sofa, suaminya sedang ke kamar gadis kecilnya.
"Sayang... mau ikut gak?" tanya ayah.
"Mau kemana yah?" tanya Agil.
"Ayah sama mamah mau ke klinik, untuk periksa dedek bayi di perut mamah," ucap ayah.
"Kaka mau ikut yah, mau liat dedek bayi," ucap Agil.
"Ya udah ayo kita pergi sekarang," ucap ayah.
"Bentar yah, kaka ganti baju dulu," ucap Agil.
"Okay... ayah tunggu di depan sama mamah ya," ucap ayah.
Agil hanya tersenyum sambil menggukkan kepala, ayah keluar dari kamar Agil menuju sofa. Ayah menjelaskan sama mamah, kenapa gak keluar sama Agil.
Tak lama kemudian Agil keluar dengan pakaian style yang dia pakai. Memakai kaos tangan panjang, celana jeans panjang, dan tak lupa memakai kerudung.
Hendra dan Nina terkejut melihat Agil yang memakai pakaian yang tertutup, Nina dan Hendra tak pernah memaksakan Agil untuk memakai kerudung.
"Anak mamah cantik sekali! tumben pakai kerudung?" tanya mamah.
"Waktu pas mengaji kemarin, kata pa Ustadz kalau anak perempuan itu di haruskan memakai kerudung untuk menutup aurat. Jadi mulai sekarang, kaka kalau keluar rumah harus pakai kerudung," ucap Agil.
Nina dan Hendra terharu mendengar ucapan Agil, Nina langsung memeluk gadis kecilnya itu.
"Semakin pinter dan semakin sholehah ya, anak mamah yang semakin hari semakin pinter," ucap mamah sambil mengecup kening.
"Anak ayah udah semakin besar, semakin pintar. Kaka mau kado apa dari ayah?" tanya ayah.
__ADS_1
"Kaka mau kado kerudung yang langung di pakai, sama Al-Qur'an baru," ucap Agil.
"Masya Allah...semoga smakin sholehah ya sayang," ucap mamah dan ayah.
"Kita jadi pergi mah? kaka udah gak sabar mau liat dedek," ucap Agil.
Nina dan Hendra pun membawa gadis kecilnya ke dokter kandungan untuk mengetahui seperti apa bayi di dalam kandungannya itu.
Akhirnya tiba di ruangan dokter Feby, yang sudah siap memeriksa Nina.
"Selamat siang ibu Nina, apa kabar?" tanya dokter Feby.
"Saya baik dok, hari ini saya mau periksa kandungan saya yang di temani suami dan anak pertama saya," ucap Nina.
"Halo kaka cantik," ucap dokter Feby.
"Halo ibu dokter, nama aku Agil Sastrawati," ucap Agil.
"Namanya cantik seperti orangnya yang cantik," ucap dokter Feby.
"Makasih ibu dokter, ibu dokter juga cantik," ucap Agil.
Dokter Feby pun tersenyum, mendengar pujian dari gadis kecil yang cantik.
"Sudah siap ya bu, untuk di periksa?" tanya dokter Feby.
"Saya sudah siap dok," ucap Nina.
"Itu pake apa dok?" tanya Agil.
"Ini pake gel (jel), soalnya ibu dokter mau liat dedek bayi pake alat USG. Jadi ibu dokter pakai gel (jel) untuk melihat dedek bayi," ucap dokter Feby.
"Oh gitu... asiiik kaka bisa liat dedek bayi di perut mamah," ucap Agil.
Dokter Feby mulai mengarahkan alat USG di perut Nina, untuk melihat bayi dalam perut Nina.
"Umur kandungan ibu 12 minggu, bayinya dengan berat 40 gram dan panjang 8,9cm," ucap dokter Feby.
"Dedek bayinya masih kecil sekali," ucap Agil.
"Iya kaka, dedek bayinya masih kecil. Nanti tiap bulannya dedek bayinya bertumbuh di perut mamah," ucap dokter Feby.
"Kaya kaka waktu di perut mamah, pas mamah hamil kaka," ucap mamah.
Tanpa banyak kata, Agil mengecup kening mamahnya dengan berkata:
"Mamah... makasih ya udah jagain kaka selama di perut mamah, sampe kaka sebesar ini," ucap Agil.
__ADS_1
Semua yang berada di ruang dokter, Tiba-tiba terkejut dengan ucapan Agil. Entah darimana Agil bisa berkata seperti itu, telah membuat Nina mengeluarkan air mata.
"Sama-sama kaka, mamah sayang kaka," ucap mamah.
"Kaka juga sayang mamah," ucap Agil.
Hendra yang bukan ayah kandungnya untuk Agil, tapi Hendra bangga dan sangat saya sama Agil. Karna Agil itu merupakan anak yang penurut, baik, dewasa, dan mandiri.
Hendra langsung memeluk gadis kecilnya itu, dan megecup keningnya. Pemeriksaan pun telah selesai, suster membantu membersihkan gel (jel) di perut Nina.
"Ibu Nina... jaga terus kandungannya, saya kasih resep Vitamin untuk ibu dan vitamin untuk bayinya. Ibu banyak makan sayuran, buah, susu kehamilan," ucap dokter Feby.
"Terima kasih dok... kaka bilang makasih dulu sama ibu dokter," ucap mamah.
"Terima kasih ibu dokter, kaka jadi bisa lihat dedeknya. Dan kaka akan lebih ketat jaga mamah," ucap Agil.
Semua yang ada di ruangan merasa bahagia dan terharu dengan tingkah laku dan ucapan Agil yang menyentuh hati.
"Sama-sama kaka Agil, ibu dokter titip mamah Nina sama kaka Agil ya," ucap dokter Feby.
"Siap...kaka akan jaga mamah dengan baik," ucap Agil sambil bergerak hormat.
Semua yang ada di dalam ruangan tertawa melihat tingkah laku Agil, yang membuat bahagia dan terkadang membuat hati terharu.
Akhirnya Nina dan Hendra pamit pulang, karna jadwal pemeriksaan kandungan Nina sudah selesai.
Sebelum pulang ke rumah, Hendra mengajak istri dan anaknya untuk makan siang.
"Kaka mau makan apa?" tanya ayah.
"Boleh gak kaka makan KFC?" tanya Agil.
Karna Nina tidak terlalu sering memberikan makanan fast food untuk Agil, agar tidak terbiasa untuk makan makanan seperti itu.
"Boleh dong... kaka kan udah baik menjaga mamah," ucap mamah.
"Allhamdulilah... akhirnya bisa makan KFC lagi, makasih ya mah, yah," ucap Agil.
"Sama-sama sayang," ucap mamah dan ayah secara bersamaan.
Nina dan Hendra pun pergi mencari KFC, dan tiba di KFC.
"Kaka mau beli apa?" tanya ayah.
"Kaka mau ayam, burger, kentang, es krim," ucap Agil.
"Mbak saya pesan ayam yang 1 ember, burgernya 5, kentang yang besar 1,dan es krim yang di gelas rasa strawberry 1 dan coklat 1," ucap Hendra.
__ADS_1
Hendra pun sudah membayar, dan memisahkan kentang, burger dan es krimnya. Pastinya akan di makan langsung oleh Agil dan istrinya.
Sepanjang perjalanan pulang, Agil menikmati makan es krim, kentang dan burgernya. Makanan cemilan pun telah habis, Agil sangat hati-hati makannya agar tidak tumpah ke mana-mana. Sampahnya pun dimasukan ke dalam kantung plastik, tangan dan mulut Agil di lap dengan tisu basah. Karna perjalanan sedikit macet, membuat Agil tertidur.