
Hubungan Jenderal Virendra dan Venus semakin menunjukkan perkembangan. Keduanya sudah bisa saling membuka diri dengan menceritakan hal-hal kecil. Kemajuan ini sangat disyukuri oleh Venus yang diam-diam sudah mulai merasa nyaman dengan Jenderal Virendra.
Sedangkan Jenderal Virendra sendiri memang belum bisa menunjukkan perasaannya, akan tetapi dari sikap yang dia tunjukkan pada Venus sudah pasti merupakan hal yang baik.
“Jenderal, bolehkah Venus bertanya satu hal?” tanya Venus tiba-tiba.
Saat ini keduanya sudah bersiap untuk tidur, akan tetapi entah mengapa masih ada sesuatu yang sebenarnya cukup mengganggu pikiran Venus.
“Ini sudah waktunya tidur, apakah kau tidak mengantuk?” Jenderal Virendra berucap tanpa menoleh pada sosok Venus yang sudah berbaring disebelahnya.
“Venus ingin menanyakan hal ini sudah lama, tapi baru mengingatnya sekarang.” Jawab Venus yang kini memutuskan untuk duduk, gadis itu tidak bisa menunda pertanyaannya.
Jenderal Virendra menghela napas berat sebelum akhirnya ikut duduk di samping Venus. Baru kali Jenderal Virendra mengalah pada seseorang dan seseoran itu adalah wanita.
“Baiklah, cukup satu pertanyaa dan aku tidak menerima pertanyaan lagi.” Ucap Jenderal Virendra mengalah membuat Venus mengembangkan senyumannya.
“Sewaktu Venus keluar istana dan akhirnya Jenderal menukan Venus di danau. Bagaimana cara Jenderal menukan Venus di sana? ” Tanya Venus seraya mengenang saat dirinya untuk pertama kali tidak memakai cadar di hadapan Jenderal Virendra.
Jenderal Virendra dia, menatap mata biru Venus yang terlihat begitu bercahaya di dalam keremangan cahaya kamar. Keduanya saling tatap dengan perasaan berbeda, Venus yang merasa penasaran dan Jenderal Virendra yang perasaannya tidak dapay digambarkan.
“Karena danau itu begitu berarti.” Jawab Jenderal Virendra pada akhirnya sambil menatap mata biru Venus yang tampak bingung.
“Berarti? Apa maksud ucapan Jenderal?” tanya Venus lagi.
Sayangnya, seperti perkataan Jenderal Virendra tadi bahwa pria itu hanya menerima satu pertanyaan. Venus yang tahu bahwa pertanyaannya tidak akan dijawab oleh Jenderal Virendra segera menampilkan wajah memelasnya.
“Hanya menerima satu pertanyaan.” Ucap Jenderal Virendra yang kini sudah kembali berbaring di tempat tidur. Pria itu bahkan sudah memejamkan matanya.
__ADS_1
“Jenderal, tolong jawab pertanyaan Venus dulu. Apa maksud ucapan Jenderal tadi? Jenderal benar-benar tahu tentang danau itu?” Tanya Venus penasaran yang sayangnya tidak kunjung mendapat jawaban dari Jenderal Virendra.
“Tidurlah, ini sudah malam. Ingat, besok ada perjamuan teh dengan putri-putri Negara lain.” Ucap Jenderal Virendra tanpa menatap Venus yang terlihat kecewa karena pertanyaan tidak mendapat jawaban.
“Jenderal ....”
Ucapan Venus terhenti ketika Jenderal Virendra tiba-tiba menjanjikan sesuatu yang terdengar sangat menggiurkan untuk Venus.
“Aku akan menjawab semua pertanyaanmu, tapi kau harus ingat. Aku hanya menerima satu pertanyaan untuk satu hari.” Ucap Jenderal Virendra penuh janji yang terdengar sangat menggiurkan bagi Venus.
“Baiklah, kalau begitu Venus akan menagih janji Jenderal besok.” Venus berucap dengan senyum manisnya yang sayangnya tidak dilihat oleh Jenderal Virendra.
Meski begitu, Venus bertekad mulai besok dia akan menuliskan daftar pertanyaan untuk Jenderal Virendra setiap harinya. Hal ini tentu terasa menyenangkan dan membuat Venus begitu antusias.
*
*
Putri Selena melihat sekeliling sebelum akhirnya kembali masuk ke dalam kamar. Ada hal penting yang harus dia segera lakukan.
Ayah sudah menerima pesan darimu. Bertahanlah di sana, Ayah akan menggerakkan orang-orang yang menjalin kerja sama dengan Negara Aleister. Kau tenang saja, seorang Putri dari Negara Selatan tidak boleh ada yang menolaknya. Jenderal Virendra akan segera menjadi milikmu, Nak.
Putri Selena tersenyum membaca isi surat dari Ayahnya yang merupakan Raja Negara Selatan. Melalu surat inilah mereka saling berkomunikasi agar Jenderal Virendra tidak bisa melacak apapun.
Kemarin Putri Selena mengirim surat dan menceritakan bagaimana Jenderal Virendra menolaknya. Tidak lupa Putri Selena menambahkan bahwa dia tidak akan pulang ke Negara Selatan sebelum berhasil memiliki Jenderal Virendra. Ya, gadis itu sangat terobsesi dengan Jenderal Virendra.
Sekarang restu dari Raja Negara Selatan sudah Putri Selena kantongi, kini hanya menunggu dukungan dari Negara yang lain dan bisa dipastikan Jenderal Virendra akan segera menjadi miliknya, milik Putri Selena seorang.
__ADS_1
TBC
Rekomendasi novel keren untuk kalian karya author Liana Kiezia
yuk mampir dan jangan lupa dukungannya ya 😊
Judul : TAMU RANJANG TUAN MUDA IMPOTEN
*Nama pena : Liana Kiezia
FB: Liana Kiezia
#Sinopsis
🚨Bocil di larang mengintip...
Trea Desmond seorang wanita 23 tahun kembali ke tanah airnya dengan misi mencari ayah biologis kedua anak kembar nya.
Dalam pencarian itu dia menemukan fakta bahwa gigolo yang dulu ia sewa ternyata adalah bolsnya sendiri yang memiliki sifat kejam kepada musuh, lebih-lebih kepada wanita yang mengaku mengandung benihnya.
Tree terpaksa dan harus bisa membuat pria kejam itu untuk menghamili dirinya, demi sebuah plasenta bayi yang bisa menyelamatkan Xelano salah satu anak kembarnya yang sakit.
Apakah misi Tree mendapatkan anak lagi dari ayah biologis kedua buah hatinya akan tercapai?
Atau sebaliknya?
__ADS_1
atau sebaliknya, Tree memilih mundur dan memilih opsi lain untuk menyelamatkan nyawa anaknya*....