My Beautiful Venus

My Beautiful Venus
Bab 69 - MBV -


__ADS_3

Sudah 2 bulan Venus belum juga sadarkan diri. Kondisinya masih sama, tapi Jenderal Virendra tidak akan menyerah. Entah itu 2 bulan atau bahkan 2 tahun, Jenderal Virendra tetap akan menunggu Venus sadar.


Varest sendiri banyak mengalami perbuahan. Tuan muda itu lebih sering melamun seorang diri dan menutup diri. Tidak ada yang bisa Jenderal Virendra lakukan untuk membuat Varest kembali ceria karena dia tahu betapa terpukul putranya itu.


Velly dan Bibi Martha tidak bisa berbuat banyak hal karena Varest menjaga jarak dari orang-orang sekitarnya. Sedangkan Via semakin menunjukkan sifat aslinya dengan menyebar cerita bohong bahwa dialah yang selama 2 bulan ini menjaga dan merawat Varest.


Banyak pelayan yang tidak tahu apa-apa merasa simpati pada Via. Mereka merasa Via adalah wanita baik yang sangat tulus.


"Iya, aku dengar Nona Via yang merawat dan menjaga Tuan muda. Aku tidak menyangka gadis dari keluarga kelas atas sangat baik."


Ucapan pelayan itu membuat Velly menatap tidak percaya. Dia pikir mungkin dialah yang salah mendengar.


"Apa maksud ucapanmu?" tanya Velly tiba-tiba membuat kedua pelayan itu menoleh kaget.


"Nyonya Velly, maafkan kami. Kami tidak bermaksud apa-apa," ucap salah satu pelayan itu.

__ADS_1


"Aku bertanya sekali lagi, apa maksud dari ucapanmu itu?" tanya Velly lagi.


"Maaf Nyonya, kami hanya mengatakan yang sebenarnya. Nona Via yang menjaga dan merawat Tuan muda dengan tulus."


Velly mendengus kesel, bagaimana bisa ada berita tidak masuk akal seperti itu?


"Aku beritahu pada kalian, Via tidak pernah merawat dan menjaga Tuan muda. Ada aku dan Bibi Martha yang menjaga Tuan muda selama Nyonya masih berada di rumah sakit. Berhenti bicarakan hal yang tidak masuk akal, sana kembali bekerja!"


Kedua pelayan itu segera pergi dari hadapan Velly meski dalam hati mereka bertanya-tanya manakah yang benar.


Velly semakin yakin ada rencana yang sedang disusun oleh Via. Saat Venus tengah dirawat di rumah sakit adalah kesempatan yang bagus untuk Via. Velly yakin, Via memanfaatkan peluang ini dengan baik agar keinginan buruknya bisa terwujud.


*


*

__ADS_1


Letnan Dean yang kebetulan sedang menyamar mendengar cerita dari rakyat tentang betapa baiknya seorang Via.


"Nona Via sangat baik, aku mendengar dia dengan tulus menawarkan diri untuk menjaga dan merawat Tuan muda." Ucapan itu datang dari seorang wanita paruh baya yang asik menyebarkan cerita.


"Aku juga mendengar cerita itu. Wah, seandainya saja Nona Via yang menjadi istri Jenderal pasti sangat mengagumkan. Nona Via berasal dari keluarga kalangan atas, cantik dan berpendidikan. Bisa-bisa Jenderal berpaling pada Nona Via lagi."


Celutkan itu berasal dari seorang wanita yang terlihat dari cara berpakaiannya seperti orang kaya. Entah apa maksud dari ucapan wanita itu.


"Kau jangan sembarangan bicara, kau mau mengakhiri hidupmu?" tegur wanita lainnya yang tidak ditanggapi dengan serius.


"Aku berbicara sesuai dengan kenyataan. Biarkan waktu yang berbicara, aku yakin cepat atau lambat Jenderal bisa berpaling pada Nona Via." wanita kaya itu tersenyum sinis seolah sangat yakin ucapannya akan menjadi kenyataan.


Dalam diam Letnan Dean mendengar semuanya. Dia tidak mengerti mengapa rakyat bisa berpikir seperti itu di saat Venus tengah berjuang di rumah sakit. Letnan Dean juga bingung bagaimana bisa ada berita mengenai Via yang menjaga dan merawat Varest.


Letnan Dean yakin ada seorang di balik ini semua. Kecurigaan Letnan Dean tentu mengarah pada Via, dia yakin adik sepupunya itu sedang merencanakan sesuatu. Selain itu, Letnan Dean juga yakin ada pendukung kuat yang membantu Via menyebarkan berita kepada rakyat. Kecurigaan Letnan Dean tentu mengarah pada orang tua Via yang memang terkenal sangat licik.

__ADS_1


Letnan Dean harus melakukan sesuatu dan semua akan dia lakukan seorang diri tanpa melibatkan siapapun. Letnan Dean tidak ingin menambah beban pikiran Jenderal Virendra. Sedangkan Sean saat ini tidak bisa dia percaya, Sean pasti membela Via mati-matian.


TBC


__ADS_2