My Beautiful Venus

My Beautiful Venus
Bab 49 - MBV -


__ADS_3

Saat usia remaja Jenderal Virendra menghadapi hal paling kelam dalam hidupnya. Dia diculik dan nyawanya hampir melayang. Namun, bukan hal itu yang menjadi trauma bagi Jenderal Virendra.


Melainkan, saat seseorang yang dia sayangi harus rela berkorban menggantikan dirinya. Sosok itu adalah adik Jenderal Virendra, usia mereka hanya berbeda 3 tahun. Saat itu Jenderal Virendra dan adiknya diculik oleh beberapa orang musuh Negara Aleister.


Saat Jenderal Virendra ingin dibunuh, adiknya datang dan menyelamatkan Jenderal Virendra. Di depan matanya sendiri, Jenderal Virendra menyaksikan adiknya meninggal demi menyelamatkan nyawa Jenderal Virendra.


"Kak, jangan bersedih dan merasa bersalah. Tolong jadilah pemimpin yang baik demi Negara Aleister. Aku percaya hanya kaulah yang bisa memimpin Negara Aleister dengan baik. Maaf, aku tidak bisa menepati janjiku untuk menemanimu sampai kau menjadi Jenderal besar."


Kalimat itu adalah kalimat terakhir yang diucapkan oleh adik Jenderal Virendra. Kalimat yang membuat Jenderal Virendra tumbuh menjadi Jenderal besar yang terkenal keras dan tegas. Jenderal Virendra menepati janjinya menjadi pemimpin Negara Aleister itu baik demi sang adik.


*


*


"Ada apa?" tanya Venus saat melihat wajah Jenderal Virendra yang tampak murung.


"Aku hanya mengingat adikku," jawab Jenderal Virendra lirih.

__ADS_1


Venus tersenyum menenangkan, memeluk Jenderal Virendra dengan erat berusaha membuat sang suami tenang.


"Dia pasti bahagia di sana, melihat kakak yang dia sayangi berhasil menjadi Jenderal besar yang hebat."


Jenderal Virendra hanya diam, membalas pelukan Venus dengan erat. Selama beberapa tahun ini Jenderal Virendra belajar melupakan masa lalunya yang kelam.


Ditahun-tahun awal kematian adiknya terasa begitu berat. Jenderal Virendra begitu tertutup, tidak banyak berinteraksi dengan orang lain dan selalu menyalahkan diri sendiri. Hingga dia memilih kabur dari Istana dan bertemu dengan Venus.


Itulah awal di mana Jenderal Virendra mulai mengubur masa lalunya. Jenderal Virendra merasa dia harus menjadi seorang Jenderal besar selain untuk menepati janjinya pada sang adik, dia juga ingin melindungi Venus.


"Rasanya begitu menyakitkan," Jenderal Virendra bergumam lirih.


"Seandainya saat itu dia tidak mengorbankan nyawanya, mungkin dialah yang akan berdiri di sini. Menjadi seorang Jenderal besar dan memimpin Negara Aleister."


Venus menghela napas melihat mata Jenderal Virendra yang merasa begitu bersalah. Tatapan itu berhasil menyakiti hati Venus, rasanya sangat menyedihkan.


"Vir, semua yang telah terjadi ada takdir yang sudah digariskan oleh Tuhan. Suka tidak suka, menyakitkan atau tidak, itu semua adalah jalan yang harus kita lalui. Kau tahu pasti bagaimana rasa sakit yang kurasakan karena kehilangan kedua orang tuaku. Aku kecewa dan ingin menyalahkan Tuhan, tapi melihat di mana aku berdiri saat ini berhasil menyadarkanku. Bahwa setiap gadis yang Tuhan takdirkan pastilah yang terbaik untuk hamba-Nya."

__ADS_1


Jenderal Virendra memejamkan matanya, meresapi pelukan hangat Venus yang berusaha menenangkan keresahan hatinya.


Apa yang Venus katakan benar, setiap hal yang terjadi dalam hidup adalah takdir dari Tuhan. Sesakit apapun itu, kita harus bisa melewatinya.


"Seandainya, kau yang mengorbankan nyawamu dan adikmu yang berdiri di sini. Mungkin, dia tidak akan bisa setangguh kau. Vir, kau adalah pewaris dan semua tahu akan hal itu, kau pikir saat adikmu yang menggantikan posisimu semua akan mudah? Tidak ... semua akan menyalahkan adikmu, menjadikannya kambing hitam karena merasa dia ingin merebut posisimu."


"Ya, kau benar. Tahta adalah racun untuk setiap pewaris. Aku kehilangan adikku dan tenggelam dalam kubangan rasa bersalah, tapi aku masih bisa bertahan. Tidak bisa kubayangkan jika dia yang berada diposisiku."


Jenderal Virendra menerawang memikirkan bagaimana beratnya menjadi seorang pemimpin. Apa yang dikatakan oleh Venus benar, jika dia yang berkorban maka sang adik akan hidup dalam penyesalan dan dibenci oleh banyak orang.


"Semua adalah takdir Tuhan. Aku percaya kau berdiri di sini karena adikmu yakin kau lebih mampu dan lebih tangguh. Untuk itulah, ajarkan Varest seperti dirimu. Biarkan dia tumbuh setangguh dirimu, agar tidak ada yang bisa menyakitinya."


Jenderal Virendra tersenyum hangat dan berjanji bahwa Varest akan menjadi pemimpin yang lebih baik darinya.


Varest akan tumbuh dengan didikan tegas darinya dan didikan penuh kasih dari Venus. Putranya akan menjadi Jenderal besar yang hebat di masa yang akan datang.


TBC

__ADS_1


**My Beautiful Venus masih punya beberapa konflik, terus dukung novel ini ya biar author tambah semangat update 😊🥰


Jangan lupa mampir dikarya baru author judulnya "Marriage with (out) Love**"


__ADS_2