My Beautiful Venus

My Beautiful Venus
Bab 30 - MBV -


__ADS_3

Disaat Venus berusaha mengembalikan ingatannya yang hilang. Jenderal Virendra terus mendampingi agar Venus tidak terlalu memaksakan dirinya. Selain itu, Jenderal Virendra juga terus memantau pergerakan lawannya.


Jenderal Virendra telah mengumpulkan banyak bukti tentang Raja Negara Selatan yang ternyata melakukan korupsi dan melakukan perdagangan ilegal. Kini saatnya Jenderal Virendra memukul mundur Raja dan Putri dari Negara Selatan itu.


"Letnan Dean, segera bergerak sebarkan bukti kejahatan Raja Negara Selatan itu. Aku ingin mereka merasa malu dan segera kembali ke Negara asal mereka!" Perintah Jenderal Virendra dengan tegas. seraya memberikan beberapa salinan dokumen sebagai barang bukti.


"Baik, Jenderal!" Letnan Dean segera memberi hormat dan melaksanakan perintah.


Pria kepercayaan Jenderal Virendra itu sudah sangat menantikan hari ini, dia sangat muak melihat Putri Selena yang sangat percaya diri.


Jenderal Virendra menatap kepergian Letnan Dean dengan puas. Masalah satu sudah selesai, kini tinggal meyakinkan rakyat untuk bersabar menunggu kelahiran pewaris tahta Negara Aleister.


*


*


Putri Selena tampak begitu murka saat mendengar berita buruk mengenai Raja Negara Selatan - Ayah Putri Selena - yang membuatnya menjadi bahan gunjingan.


Betapa memalukannya saat dia sudah dengan bangga mengaku akan menikah dengan Jenderal Virendra, sayangnya berita buruk itu menamparnya dengan keras.


"Putri!" Panggil salah satu perwakilan Negara Selatan yang baru saja tiba di Negara Aleister.


Putri Selena menoleh dan segera menangis saat dirinya menyadari sudah tiba waktunya untuk pulang. Hancur sudah mimpi indah Putri Selena untuk menjadi istri dari Jenderal Virendra.


"Kau mau menjemputku?" tanya Putri Selena lirih.


"Benar, Putri. Raja memerintahkan untuk Putri segera pulang karena kondisi Negara Selatan benar-benar diluar dugaan."

__ADS_1


Putri Selena menangis tidak menyangka jika niatnya menjadi istri Jenderal Virendra justru malah menghancurkan dirinya sendiri. Jenderal Virendra benar-benar kejam dan tidak berperasaan.


Dengan rasa marah, Putri Selena bergegas pergi menemui Jenderal Virendra yang sepertinya sudah menunggu kedatangan gadis itu.


"Jenderal!" Teriak Putri Selena yang segera disambut pedang dari para pengawal istana.


Jenderal Virendra memberi kode untuk pengawal mundur. Dia hanya ingin melihat apa yang akan dilakukan gadis sombong dari Negara Selatan itu.


"Kau yang melakukan inikan, Jenderal? Kau benar-benar kejam, kenapa kau membawa Ayahku ke dalam masalah ini?" Putri Selena berteriak marah tidak memedulikan kesopanan dan keanggunan yang seharusnya dia jaga.


"Putri, sebaiknya Anda mundur dan kembali ke Negara Anda dengan selamat atau Raja Negara Selatan hanya akan melihat jasad Anda." Ucapan bernada ancaman itu berasal dari Letnan Dean yang baru saja datang.


Letnan Dean sangat membenci Putri Selena dan sekarang gadis itu bersikap diluar batas. Sungguh perilaku memalukan untuk seorang Putri.


"Bersihkan nama Ayahku!" tuntut Putri Selena yang masih bersikeras tidak mau mengalah.


"Bukti itu nyata dan nama Raja Negara Selatan sudah tercoreng. Silahkan kembali ke Negara Anda dan jangan membuat ulah lagi!" Jenderal Virendra berucap dengan tegas dan dingin membuat Putri Selena gemetar ketakutan.


Putri Selena segera pergi bersiap untuk kembali ke Negara asalnya. Semua yang dia lakukan selama ini hanya berakhir sia-sia dan justru dirinyalah yang mendapat masalah baru.


*


*


Disisi lain, Venus tengah berada di perpustakaan pribadi milik Jenderal Virendra. Gadis itu sudah mendapatkan izin untuk mencari beberapa hal penting yang mungkin menyangkut masa lalunya.


"Sepertinya aku harus mencari album foto milik Negara." Gumam Venus sembari menelusuri rak buku yang tersusun dengan rapi.

__ADS_1


Mata Venus menangkap sebuah album foto yang tampak usang. Dengan cepat dia menarik album itu dan membukanya lembar demi lembar.


"Ini adalah mendiang Jenderal terdahulu, lalu siapa di sebelah beliau? Wajahnya tampak tidak asing dan terasa begitu ...."


Venus menatap foto itu dengan perasaan yang tidak bisa dia gambarkan. Entah mengapa perasaan sedih itu dia rasakan hanya dengan melihat sebuah foto usang.


Venus tidak pernah tahu siapa keluarganya, Bibi Martha seolah menyembunyikan semua hal yang berkaitan dengan keluarga kandungnya. Venus bahkan tidak bisa mengingat wajah Ayah dan Ibunya.


Tiba-tiba Venus tersentak, seolah mendapat jawaban atas perasaan aneh yang tengah dia rasakan.


"Apakah ... apakah dia Ayahku?" tanya Venus pada dirinya sendiri.


TBC


Ada rekomendasi novel lagi untuk kalian karya author Yayuk Triatmaja


yuk, mampir dan dukung karyanya 😊


Judul : SALAH RANJANG BALAS DENDAM SANG MAFIA



*Dua gadis kembar Elona dan Elena memiliki sifat yang sangat berbeda. Adik kembarnya sangat membenci kakak kembarnya hingga suatu ketika adik kembarnya menabrak seorang nenek tua dan meminta pertolongan kakak kembarnya untuk mengakui kalau dirinya yang menabraknya.


Alona yang sangat menyayangi adiknya akhirnya mengakui kalau dirinya yang menabraknya hingga salah satu cucu nenek tersebut mengajaknya untuk menikah dengan dirinya.


Siksaan demi siksaan dari suaminya diterima oleh Alona hingga Alona kabur namun selalu tertangkap oleh suaminya hingga suatu ketika dirinya berhasil kabur.

__ADS_1


Apa yang akan dilakukan suaminya ketika suaminya mengetahui kalau ternyata Alona bukanlah orang yang menabrak neneknya? Sedangkan Alona sudah pergi entah kemana.


Ikuti yuk novelku yang ke 26*


__ADS_2