
3 bulan berlalu sejak Perdana Menteri dan para pengkhianat dijatuhi hukuman. Banyak perubahan di Negara Aleister. Para rakyat mulai menerima pernikahan Jenderal Virendra dan Venus.
Nama baik keluarga Venus sudah kembali berkat upaya Jenderal Virendra yang terus menyebarkan berita tentang fitnah Perdana Menteri yang ingin berkuasa.
Saat ini yang harus Venus lakukan tinggal bagaimana membuat Avi menyadari kesalahannya. Velly yang sering bersama dengan Avi ternyata menyadari ada yang aneh dengan gadis itu.
Sayangnya, akhir-akhir ini kesehatan Venus menurun. Dia sering mengeluh pusing dan mudah lelah. Jenderal Virendra pikir ini semua karena Venus terlalu bekerja keras selama beberapa bulan ini demi mencari bukti kejahatan Perdana Menteri.
Venus sedang berjalan menuju kamarnya ketika Velly datang dengan terburu-buru.
"Ada apa, Velly?" tanya Venus.
"Nyonya, saya melihat Avi sedang berbicara dengan seseorang," lapor Velly yang memang diberi tugas untuk diam-diam mengawasi Avi.
"Kau tidak mengenal orangnya?" Tanya Venus seraya memijat kepalanya yang terasa pusing.
Velly menggeleng pelan, "tidak Nyonya, dia terlihat asing."
"Sebutkan ciri-cirinya," pinta Venus yang suaranya semakin melemah.
"Dia seorang pria, saya pikir usianya lebih tua dari Avi. Pakaiannya terlihat sedikit lusuh dan ada belas luka bakar ditangannya."
Venus menghela napas lelah, kepalanya terasa semakin pusing.
__ADS_1
"Baiklah ... cari tahu siapa orangnya, aku akan meminta Sean untuk membantumu. Setelah ini tolong jangan ada yang menggangguku, aku ingin beristirahat sebentar." Ucap Venus yang segera berlalu menuju kamarnya.
Venus semakin pusing, rasanya dia tidak sanggup berdiri terlalu lama. Entah apa yang sebenarnya terjadi pada wanita itu. Sepertinya dia benar-benar butuh istirahat yang cukup.
*
*
Venus sedang berbaring di atas ranjang ketika Jenderal Virendra datang dengan tergesa-gesa. Pria itu kemudian duduk di sisi Venus, menatap khawatir pada Venus yang tampak pucat.
"Pelayan bilang kau sakit," ucap Jenderal Virendra yang baru saja masuk ke dalam kamar.
"Hanya sedikit pusing seperti biasa. Sepertinya Venus benar-benar butuh istirahat lebih," jawab Venus lemah.
"Aku akan meminta penjaga untuk memanggil dokter. Jangan membantah, aku tidak ingin sakitmu semakin parah." Ucap Jenderal Virendra yang segera berlalu memerintah penjaga untuk memanggil seorang dokter.
Tidak lama dokter kepercayaannya Jenderal Virendra datang dan segera memeriksa kondisi Venus.
"Apa yang Anda rasakan, Nyonya?" tanya Dokter senior yang bernama Baim itu.
"Akhir-akhir ini saya sering merasa pusing, saya juga sering mual dan nafsu makan menurun." Jawab Venus lemah, wanita itu ingin duduk, tetapi Jenderal Virendra segera menahannya.
"Bagaimana, Dokter?" tanya Jenderal Virendra.
__ADS_1
"Sepertinya Nyonya harus memeriksakan diri ke rumah sakit," jawab Dokter Baik dengan senyum ramahnya.
"Apakah sakit saya parah, Dok?" Venus yang tengah berbaring segera bertanya dengan rasa takut.
Dokter Baim tersenyum sebelum menjawab, "sepertinya Nyonya tengah hamil."
"Hamil?" tanya Venus dan Jenderal Virendra dengan sama terkejutnya.
"Untuk memastikannya Nyonya bisa segera memeriksakan diri ke dokter kandungan." Ujar Dokter Baim sembari memberikan kartu nama dokter kandungan yang dia kenal.
Jenderal Virendra menerima kartu nama itu dengan perasaan gamang. Batinnya bertanya-tanya, apakah yang sebenarnya diucapkan oleh Dokter Baik?
Bukan hanya Venus yang terkejut, Jenderal Virendra juga sama terkejutnya. Mereka tidak menyangka jika saat ini Venus tengah Hamil.
Sejak malam itu, Jenderal Virendra dan Venus memang sering menghabiskan waktu bersama. Namun, mereka tidak menyangka Venus akan hamil secepat ini.
Venus semakin pusing, kabar ini terlalu mengejutkan untuknya. Rakyat Negara Aleister baru saja menerimanya dengan tangan terbuka dan sekarang dia melanggar peraturan yang ada.
Di sisi lain, Jenderal Virendra tidak tahu harus berbuat apa. Jujur saja inilah yang dia inginkan, sebagai seorang suami tentu Jenderal Virendra ingin segera memiliki anak. Namun, mengingat usia Venus yang masih dibawah 20 tahun tentu akan sangat beresiko. Terlebih dengan adanya peraturan Negara Aleister yang melarang wanita dibawah 20 tahun untuk hamil dan melahirkan.
Entah apa lagi yang akan terjadi nantinya. Baik Venus maupun Jenderal Virendra berharap semoga tidak akan ada masalah besar untuk mereka hadapi.
TBC
__ADS_1