
Perlahan Jenderal Virendra mulai menerima kehamilan Venus. Pria itu bahkan mulai mencari dokter terbaik disegala penjuru dunia. Semua Jenderal Virendra lakukan demi keselamatan Venus dan calon anak keduanya.
Untuk Varest sudah Venus siapkan kejutan khusus. Venus sengaja memberi pengertian pelan-pelan pada Varest karena selama 5 tahun ini kasih sayang dan perhatian pada Varest tidak pernah terbagi.
Saat ini Venus tengah memberi pengertian pada Varest tentang tanggung jawab dan kasih sayang seorang kakak.
"Varest tahu seperti apa itu sosok kakak?" tanya Venus yang tengah menemani Varest bermain di kamarnya.
Varest memiringkan kepalanya pertanda tengah berpikir serius, kebiasaan itu sama persis seperti Venus.
"Tahu, Ayah pernah bilang kalau Varest sudah besar nanti bisa jadi kakak." Jawab Varest dengan antusias, dia bahkan meninggalkan mainannya dan duduk dipangkuan Venus.
Venus tersenyum kecil, setidaknya Jenderal Virendra pernah mengenalkan sosok kakak pada Varest.
"Kakak itu seperti Paman Sean dan Letnan Dean. Mereka lebih dewasa dari Ayah dan Ibu, mereka berdua yang selama ini menjaga kami."
"Kakak itu orang dewasa?" Varets bertanya dengan polos mengundang tawa dari Venus.
"Tidak, semua bisa jadi kakak kalau punya adik. Salah satu tugas seorang kakak adalah menjaga dan menyayangi adiknya."
Varest terdiam sejenak, tampak memikirkan sesuatu. Ekspresi polos itu benar-benar menggemaskan. Venus seperti melihat wajah Jenderal Virendra versi anak kecil yang masih polos dan menggemaskan.
__ADS_1
"Varest bisa jadi kakak?" tanya Varest lagi.
"Tentu," Venus menjawab singkat.
"Varets mau jadi kakak. Ibu bilang sama Varest bagaimana caranya jadi kakak!" Varest berseru riang, menuntut Venus untuk mengajarkannya.
Dengan hati-hati Venus meletakkan tangan kecil Varest di atas perutnya. Gerakan Venus mengundang tanya dari binar mata polos itu.
"Di dalam sini ada adik Varest." Bisik Venus lirih seraya mengusap perutnya.
"Adik? Kenapa dia bisa di dalam perut Ibu?"
"Adik Varest lagi tidur. Kalau sudah cukup tidurnya, dia akan keluar dari perut Ibu sama seperti Varest dulu."
"Varest mau jadi kakak, Ibu! Varest mau jadi kakak yang keren seperti Letnan Dean dan Paman Sean!" Varest terus berseru tidak sabar menantikan dirinya menjadi seorang kakak.
Diam-diam ada seseorang yang melihat keduanya dengan senyum hangat. Baik Venus maupun Varest tidak menyadari ada Jenderal Virendra yang sudah sedari tadi melihat interaksi keduanya. Sepertinya keputusan Jenderal Virendra untuk mengizinkan Venus mengandung dan melahirkan adalah keputusan yang baik. Selanjutnya semua berada ditangan Tuhan.
*
*
__ADS_1
Di sebuah tempat tersembunyi ada sekelompok orang yang tengah berkumpul mengadakan rapat. Mereka adalah para pemberontak yang sedang mengatur rencana untuk menggulingkan Jenderal Virendra. Sudah sejak lama mereka ingin melengserkan kejayaan dari keluarga Jenderal Aryan.
"Selanjutnya bagaimana?" Pertanyaan itu datang dari John yang masih saja terus berusaha menusuk Jenderal Virendra dari belakang.
"Aku sudah menghubungi mantan Raja Negara Selatan dan dia beserta pengikutnya bersedia bergabung dengan kita." Ucap Gun dengan nada berapi-api penuh dendam.
Gun adalah mantan Letnan semasa Ayah Jenderal Virendra memimpin. Pria paruh baya itu diberhentikan secara tidak hormat dan dihidup dipengasingan karena ketahuan melakukan korupsi serta menjarah hasil panen rakyat kecil.
"Bagus, saya percaya pada Pak Gun. Kali ini rencana kita akan berhasil." Endo ikut bersuara dengan penuh semangat membalaskan dendamnya.
"Lalu rencana selanjutnya bagaimana?" tanya John lagi.
"Kalian tahu kisah Jenderal Virendra semasa remaja?" Gun balik bertanya disertai senyum misteriusnya.
"Kisah Jenderal Virendra dan adiknya?" Kali ini Endo yang bertanya karena John tampak tidak mengerti maksud ucapan Gun.
"Ya, kisah menyedihkan itu. Bagaimana kalau kita mengulang kisah yang sama?" Senyum Gun semakin lebar membayangkan rencana yang dulu dia susun sedemikian rupa.
Endo mengangguk yakin, dia tahu kisah remaja Jenderal Virendra dan adiknya. Endo mengerti rencana apa yang dimiliki oleh Gun. Sedangkan John dan para pemberontak lainnya hanya dia mengikuti perintah dari Gun dan Endo.
Entah apa yang mereka rencanakan. Yang pasti mereka memiliki niat yang buruk demi dendam dan kekuasaan yang bukan hak mereka.
__ADS_1
Manusia-manusia seperti mereka memang tidak pernah cukup, selalu ingin lebih bahkan rela mengambil yang bukan haknya demi kepuasan diri semata.
TBC