My Beautiful Venus

My Beautiful Venus
Bab 75 - MBV -


__ADS_3

Di rumah sakit tampak sepi, hanya ada beberapa pengawal yang bertugas menjaga Venus. Terlihat juga beberapa dokter dan suster khusus yang tengah sibuk merawat Venus.


Seorang wanita berpakaian suster terlihat menysup masuk ke dalam ruangan tempat Venus di rawat. Para pengawal tidak ada yang menyadari jika suster itu adalah penyusup.


"Hai Nyonya, apa kabar Anda?" tanya suster itu pada sosok Venus yang terbaring tidak sadarkan diri.


Suster itu adalah Via yang sengaja menyusup masuk demi melihat secara langsung keadaan Venus. Wanita itu sengaja memilih waktu disiang hari, saat di mana Jenderal Virendra tengah sibuk bekerja.


"Aku lihat keadaan Anda tidak jauh lebih baik dari berita yang beredar di luar sana. Sungguh menyedihkan," ucap Via lagi dengan wajah dibuat sedih.


Via menatap wajah pucat Venus dengan penuh dendam. Dia sangat tidak suka melihat wajah cantik Venus yang masih terlihat cantik meski tampak pucat.


"Kau pasti sedang berduka karena akan kehilangan suami dan anak-anakmu. Sebentar lagi aku akan menikah dengan Jenderal, karena itulah aku tidak akan memanggilmu Nyonya lagi. Sungguh malang nasibmu, suami akan menikah lagi dau kau juga akan kehilangan kedua anakmu. Satu saran dariku, lebih baik mau mati saja daripada kau hidup tapi kehilang orang-orang yang kau cintai."


Via terus berbicara dengan kasar, dia ingin meluapkan perasaan bahagianya karena berhasil merebut apa yang dimiliki oleh Venus.


"Aku ingin mengatakan satu hal lagi, bahwa Jenderal sangat mencintaiku. Aku turut prihatin dengan keadaanmmu, tapi mau bagaimana lagi takdirmu memang akan berakhir seperti ini."

__ADS_1


Via mengelus pelan rambut Venus, seolah menenangkan anak kecil yang tengah menangis.


"Sampai jumpa lagi, mungkin kita akan bertemu dengan status yang berbeda atau mungkin tidak akan pernah bertemu lagi."


Via tersenyum sinis sebelum akhirnya benar-benar pergi dari ruangan Venus. Dia sudah cukup puas setelah mengeluarkan kata-kata yang sejak lama dia tahan.


Setelah sekian lama, akhirnya usaha dan pengorbanannya tidak berakhir sia-sia. Sebentar lagi dia akan menikah dengan Jenderal Virendra dan berhasil mendapat gelar istimewa sebagai istri dari prmimpin Negara Aleister.


*


*


Sayangnya, bayang-bayang mimpi indah harus buyar ketika melihat Velly berjalan mendekatinya. Wajah Velly jelas menunjukkan amarah yang terpendam dan Via cukup takut menghadapi wanita itu karena dia tahu seperti apa watak wanita yang kini sudah berdiri di hadapannya.


"Berbahagia?" tanya Velly sinis.


"Tentu saja, Kakak ipar. Sebentar lagi mimpi indahku akan terwujud dan jika hal itu terjadi maka, Kakak ipar harus berbaik hati denganku atau aku tidak akan segan menendang Kakak keluar Istana."

__ADS_1


Velly tertawa mendengar ucapan Via yang terdengar sangat percaya diri. Kini Via benar-benar menunjukkan belangnya dan ingin rasanya Velly menampar wajah wanita itu.


"Kau terdengar sangat percaya diri, berhati-hatilah atau kau akan terjatuh dengan sangat memalukan karena terlalu mengangkat tinggi kepalamu itu."


"Kakak ipar tenang saja, aku tidak akan terjatuh. Seharusnya, Kakak iparlah yang berhati-hati, ingat aku sudah memberi peringatan pada Kakak."


"Terserah kau saja, aku tidak peduli. Aku hanya ingin mengatakan, aku akan membuat kau mengubur mimpi indahmu itu. Tenang dan nantikanlah seperti apa aku akan bertindak!" ancam Velly dengan tenang.


Velly segera berbalik pergi meninggalkan Via yang menatap penuh dendam pada punggung Velly yang menjauh.


"Kau lihat saja, aku akan membuatmu bersujud dikakiku!" gumam Via penuh dendam.


Mungkin Via tidak tahu jika Velly akan melakukan apa saja demi menjaga Venus. Apapun akan dillakukan oleh Velly, meski dia harus menggunakan orang lain.


Velly akan membuat Via jatuh dengan sangat memalukan, dia akan membuat kekacauan di Istana ini, meski nantinya harus berhadapan dengan Jenderal Virendra.


Velly akan bertindak sebagai seorang kakak dari adik perempuan yang tersakiti dan mereka yang menyakiti adiknya akan mendapat balasan yang lebih menyakitkan.

__ADS_1


TBC


__ADS_2