My Beautiful Venus

My Beautiful Venus
Bab 27 - MBV -


__ADS_3

Putri Selena tampak begitu percaya diri ketika orang-orang mengatakan bahwa dia akan menikah dengan Jenderal Virendra. Satu-satunya kandidat terkuat yang akan melahirkan pewaris Negara Aleister.


Saat ini gadis itu tengah tersenyum lebar, merasa bahwa saat ini dia begitu bahagia. Keinginannya akan segera terwujud.


"Akhrinya impianku menjadi nyata," ucap Putri Selena pada pelayan setianya.


"Benar, Putri. Saya merasa ikut bahagia, selamat untuk Putri." Ucap Pelayan itu seraya tersenyum, seolah menunjukkan bahwa dia ikut berbahagia.


"Wah, raut wajah Putri terlihat begitu bahagia." Ucapan itu datang dari Sella yang tidak sengaja lewat di depan Putri Selena.


Sella dan Putri Selena memang terkenal tidak akur karena keduanya selalu berusaha merebut hati Jenderal Virendra. Mereka berambisi menjadi istri orang nomor satu Negara Aleister.


"Tentu saja, apa kau tidak mendengar berita yang beredar? Aku akan segera menikah dengan Jenderal dan melahirkan pewaris tahta Negara Aleister." Ujar Putri Selena dengan begitu percaya diri.


Sella tertawa, merasa ucapan Putri Selena begitu lucu.


"Teruslah bermimpi Putri, hanya sekedar mimpi karena kenyataannya aku yang akan menjadi istri Jenderal." Sella membalas dengan tidak kalah percaya dirinya.


Entah apa yang membuat kedua gadis itu begitu percaya diri. Padahal, Jenderal Virendra sendiri tidak pernah mengatakan apapun mengenai dia yang akan menikah lagi. Jenderal Virendra jelas mengatakan pewaris Negara Aleister hanya akan dilahirkan oleh Venus.


*


*


Di kediaman Jenderal Virendra, terlihat begitu sunyi karena ancaman yang Sean berikan. Pria itu mengancam pelayan yang ada di sana untuk menutup mulut mereka atau masuk ke dalam penjara bawah.

__ADS_1


Ancaman Sean jelas bukan hanya omongan belaka, Jenderal Virendra sendiri yang memerintahkan hal itu agar para pelayan berhenti membuat gosip yang akan menyakiti hati Venus.


Terbukti saat ini Venus tengah menghindari Jenderal Virendra. Sejak kemarin gadis itu berusaha menghindar dari Jenderal Virendra, berbagai cara dia lakukan hanya agar tidak bertatap muka dengan Jenderal Virendra.


Sayangnya, Jenderal Virendra terlalu cerdik hingga dengan mudah membaca pergerakan Venus. Pria itu bahkan sudah berdiri di hadapan Venus.


"Kau menghindariku?" tanya Jenderal Virendra langsung.


Venus menunduk, tidak tahu harus menjawab apa. Jujur saja Venus merasa terluka mendengar gosip yang beredar. Istri mana yang rela suaminya menikah lagi, meski itu demi Negara sendiri. Tetap saja ini masalah hati seorang istri.


"Maaf, Jenderal." Ucap Venus lirih berusaha menghindari tatapan Jenderal Virendra.


"Venus, bukankah sudah ku katakan padamu untuk hanya percaya padaku. Kau terlalu memikirkan perkataan orang lain dan akhirnya kau sendiri yang akan terluka." Jenderal Virendra mendekat, berusaha membuat Venus mau menatap wajahnya.


Jenderal Virendra terdiam, Venus adalah gadis biasa yang tentunya memiliki hati yang rapuh. Venus hanya seorang istri yang berharap kehidupan pernikahannya berjalan baik. Sayangnya, Jenderal Virendra bukan pria biasa yang bisa menjanjikan kehidupan damai.


"Venus," panggil Jenderal Virendra lembut.


Venus menoleh, menatap dalam diam kedua mata tajam Jenderal Virendra. Sepasang mata yang mampu membuat Venus berdebar hanya dengan menatap mata itu.


"Sampai kapanpun, hanya kau satu-satunya wanita yang aku inginkan. Hanya kau yang pantas melahirkan perwaris untuk Negara." Ucapan Jenderal Virendra terdengar begitu serius, membuat Venus seolah terhipnotis.


"Jenderal ... Venus tidak tahu-" ucapan Venus terhenti saat melihat Jenderal Virendra tersenyum tipis.


Senyum tipis yang tidak pernah ditunjukkan pada siapapun dan kini Venus bisa melihatnya dengan jelas.

__ADS_1


"Sekalipun dunia memaksa kita berpisah, aku akan menentang. Hanya kau satu-satunya, dulu, sekarang dan selamanya. Tunggulah, aku akan segera membereskan masalah ini. Setelah ini mereka tidak akan berbuat macam-macam. Apapun yang kau dengar dari orang lain, jangan percaya cukup percaya bahwa suamimu ini tidak akan berpaling meski sekalipun dunia menentang."


Venus menatap dalam Jenderal Virendra, mencari kejujuran yang pria itu pancarkan dari matanya. Venus menemukan ketulusan dari setiap kalimat yang Jenderal Virendra katakan. Entah mengapa Venus merasa hatinya menghangat. Tanpa sadar Venus tersenyum begitu manis membuat Jenderal Virendra terbuai dan segera merengkuh tubuh mungil itu ke dalam dekapannya.


TBC


Ada rekomendasi lagi untuk kalian, karya author Ayu Anidala


yuk mampir dan dukung karyanya 😊


Judul : MENJADI MADU SAHABATKU



Blurb.


Viola Rinjani, seorang gadis muda berusia 23 tahun harus terpaksa menikah dengan seorang pria yang merupakan suami dari sahabatnya sendiri.


Awalnya, Viola menolak tawaran pernikahan itu. Namun, keadaan yang terus memburuk terasa mencekik leher Viola hingga membuatnya harus mengambil keputusan untuk menjadi istri kedua.


Biduk rumah tangga pun dimulai, akankah Viola berhasil melewatinya ?


Atau terpuruk dengan segala siksaan dan hinaan yang dilayangkan oleh semua orang ?


Yuk ikuti kisahnya hanya di Noveltoon!

__ADS_1


__ADS_2