My Beautiful Venus

My Beautiful Venus
Bab 40 - MBV -


__ADS_3

7 tahun yang lalu.


1 tahun setelah meninggalnya orang tua Venus, Jenderal Shaka - Ayah Jenderal Virendra - terus mencari tahu mengenai siapa dalang di balik pembunuhan itu. Sayangnya, Jenderal Shaka tidak bisa menemukan penjahat tersebut.


Terlalu banyak pengkhianat di sekeliling Jenderal Shaka, tidak ada yang bisa dia percaya. Sejujurnya, Jenderal Shaka merasa bersalah karena telah menghukum orang kepercayaannya sekaligus sahabatnya itu.


Hingga suatu hari, Jenderal Shaka menyerah dan memilih untuk menyerah hidupnya di pengasingan.


"Jadilah Jenderal yang hebat, Nak. Buat rakyatmu bangga dan mencintaimu sepenuh hati. Jangan percaya pada siapapun karena musuh bisa datang dari mana saja." Ucap Jenderal Shaka menepuk bangga bahu kokoh Jenderal Virendra yang baru saja naik tahta.


"Ayah, aku terlalu muda untuk menjadi pemilik Negara ini. Masih banyak yang harus aku pelajari," Jenderal Virendra berucap pelan, dia belum seberani itu mengambil tanggung jawab besar.


"Ayah sudah lelah, mengingat kematian sahabat Ayah membuat Ayah semakin terpuruk. Satu-satunya yang bisa Ayah lakukan adalah menjauh dari istana. Ayah ingin menghukum diri Ayah yang begitu bodoh ini."


"Ayah benar-benar ingin hidup di pengasingan?" tanya Jenderal Virendra ragu.


"Ya, Ayah akan menembus semua kesalahan Ayah. Nak, tolong jaga Negara ini seperti kau menjaga orang yang kau cintai."


Jenderal Virendra terdiam sejenak sebelum akhirnya mengangguk dengan penuh keyakinan.


"Aku akan menjaga Negara ini Ayah dan aku berjanji akan mengungkap siapa dalang di balik pembunuhan sahabat Ayah!" Jenderal Virendra berkata dengan yakin dan tegas, matanya berkilat penuh tekad.

__ADS_1


Kini Jenderal Virendra sudah bisa menepati janjinya pada sang ayah meski dia merasa terlambat. Meski begitu, Jenderal Virendra merasa bersyukur karena kini ayahnya bisa beristirahat dengan tenang.


*


*


Perdana Menteri dan para pendukungnya sudah dikepung. Tidak ada yang bisa melarikan diri, rakyat di luar sana sudah melakukan demo untuk segera mengadili sekumpulan orang jahat itu.


Sella bahkan tidak bisa sekedar keluar kamar. Gadis itu hanya bisa menangis meratapi nasib Ayahnya. Semua ini karena kecerobohannya yang tidak sengaja mengatakan pada Jenderal Virendra bahwa ayahnya memiliki ruangan khusus untuk menyimpan barang-barang penting.


Di sisi lain Jenderal Virendra tampak begitu puas. Setelah menunggu selama 8 tahun akhirnya hari ini tiba juga. Jenderal Virendra akan membalas setiap luka diterima oleh Venus selama 8 tahun ini.


"Rakyat melakukan demo untuk segera mengadili Perdana Menteri dan para pendukungnya," Jenderal Virendra menjawab dengan santai, seolah beban beratnya telah terangkat.


Venus tersenyum haru, tidak menyangka hari ini akhirnya datang juga. Venus merasa lega karena bisa membersihkan nama orang tuanya, serta bisa menemukan orang yang membunuh mereka.


"Kapan sidang akan di mulai, Jenderal?" tanya Venus tidak sabar.


"Sebentar lagi akan diadakan rapat, untuk sementara kita tidak bisa membuka identitasmu sampai rakyat benar-benar percaya bahwa ayahmu tidak bersalah."


Venus mengangguk, setuju dengan ucapan Jenderal Virendra. Untuk saat ini masih tentu saja mereka masih tidak bisa mempercayai siapapun. Musuh ada di mana saja, bisa jadi musuh sedang menyamar menjadi teman mereka.

__ADS_1


"Jenderal, bagaimana dengan Avi?" tanya Venus lagi.


Sampai saat ini Avi memang belum dijatuhi hukuman dan masih dalam pengawasan.


"Setelah para penjahat itu dihukum, pelayanmu itu akan mendapat gilirannya. Kita belum tahu pasti pada siapa sebenarnya dia bekerja." Jenderal Virendra berucap dengan hati-hati. Memang benar untuk saat ini siapa Avi sebenarnya masih belum diketahui, bisa jadi ada orang lain yang mengendalikan pelayan itu.


*


*


Sore itu, sidang langsung digelar secara terbuka. Semua bukti sudah disebarkan pada rakyat agar mereka percaya siapa pengkhianat yang sebenarnya.


Perdana Menteri dan para pendukungnya dijatuhi hukuman penjara bawah tanah. Penjara bawah tanah adalah sel tahanan yang paling mengerikan karena begitu gelap, pengap dan penuh siksaan.


Untuk keluarga para pengkhianat itu hanya dijatuhi hukuman untuk hidup di pengasingan yang berada di hutan. Penjagaan di pengasingan sangat ketat sehingga tidak ada yang bisa melarikan diri atau mereka akan ditembak di tempat.


Sella sendiri sudah meraung, memohon belas kasih pada Jenderal Virendra untuk membiarkannya hidup di tengah masyarakat biasa. Namun, tentu saja Jenderal Virendra tidak akan mendengar permohonan itu.


Bagi Jenderal Virendra, Sella dan keluarga gadis itu harus merasakan apa yang pernah Venus rasakan selama bertahun-tahun. Hidup dalam pengasingan dan mendapat cap yang buruk.


TBC

__ADS_1


__ADS_2