My Beautiful Venus

My Beautiful Venus
Bab 80 - MBV (END) -


__ADS_3

Via dan kedua orang tuanya dijatuhi hukuman pasung di penjara bawah tanah seumur hidup. Sedangkan orang-orang yang mendukung Via dijatuhi hukuman penjara bawah tanah seumur hidup.


Sean sendiri sudah menerima hukuman, yaitu memasung Via serta kedua orang tuanya. Tidak ada rasa kasihan sedikitpun karena Sean telah kecewa kepercayaannya dikhianati.


Untuk Velly, wanita itu masih marah dan enggan untuk bertemu dengan Sean. Tidak peduli seberapa keras Sean berusaha untuk meluluhkan hati Velly, wanita itu tetap tidak mau memaafkan. Hingga terpaksa Venus harus turun tangan.


"Kak Velly belum mau memaafkan Kak Sean?" tanya Venus dengan hati-hati.


"Aku masih kecewa dengannya, melihat wajahnya saja aku muak." jawab Velly dengan wajah masam.


Venus tertawa kecil, merasa lucu dengan tingkah pasangan ini. Sebenarnya Venus mencurigai satu hal, tapi dia belum yakin untuk memberitahu Velly karena takut mengecewakan wanita itu.


"Apa Kak Velly tidak merasa aneh? Aku rasa Kakak sedikit sensitif belakangan ini, seperti bukan Kak Velly."


Velly mengangguk setuju dengan ucapan Venus, "entahlah, aku memang merasa aneh akhir-akhir ini."


Venus terdiam sejenak sebelum akhirnya membisikkan sesuatu pada Velly yang terlihat terkejut mendengar bisikan Venus.


"Cobalah untuk periksa, jangan takut percayakan semua pada Tuhan." ujar Venus tersenyum lembut melihat Velly yang masih tidak bereaksi apa-apa.


*


*


3 tahun kemudian.

__ADS_1


Venus tersenyum bahagia melihat ketiga anak kecil berbeda usia tengah bermain di taman Istana. Rasanya kehidupan Istana lebih hangat karena keceriaan yang ditularkan oleh ketiga anak itu.


"Pemandangan yang indah?" tanya Jenderal Virendra yang tengah duduk di samping Venus.


Venus mengangguk setuju, pemandangan indah ini yang mampu membuatnya tersenyum lebar.


"Bagaimana menurutmu, Vir?" pertanyaan Venus membuat Jenderal Virendra menatapnya tidak mengerti.


"Perjodohan," ucap Venus memberitahu ketika melihat Jenderal Virendra yang masih tidak mengerti ucapannya.


Jenderal Virendra menghela napas, sudah 1 bulan ini yang dibicarakan oleh Venus adalah perjodohan. Jenderal Virendra ingin menolak, tapi tidak tega melihat Venus yang akan kecewa.


"Kenapa kau begitu ingin menjodohkan mereka?" tanya Jenderal Virendra pada akhrinya setelah selama 1 bulan ini memilih menyimpan sendiri pertanyaannya.


"Mereka masih kecil, biarkan mereka menghabiskan waktu kecil mereka sebagai sahabat. Sisanya, biarkan mereka menjalani apa adanya. Jika berjodoh mereka akan bersama."


"Aku mengerti, tapi aku sedikit takut jika dewasa nanti mereka akan terjebak perasaan sendiri. Bisa jadi mereka terlalu nyaman bersahabat dan pada akhirnya memilih untuk menutup rapat perasaan masing-masing."


"Seperti yang kukatakan, biarkan mereka menjalaninya sendiri. Lagipula, Varest putraku dan tentu saja dia akan sama sepertiku yang tidak ragu menyampaikan perasaan."


Venus ttidak punya pilihan lagi selain mengangguk setuju. Dia akan berdoa semoga kisah cinta Varest bisa berjalan mulus tanpa hambatan apapun.


"Membicarakan perjodohan lagi?" tanya Velly yang tiba-tiba datang entah dari mana.


"Kenapa? Kak Velly setujukan dengan rencanaku?" tanya balik Venus dengan antusias.

__ADS_1


"Aku tidak masalah dengan Tuan muda dan Nyonya, tapi aku ada masalah dengan Ayah Tuan muda. Aku tidak ingin jika putriku nantinya tertekan menghadapi Ayah mertua yang mengerikan."


Ucapan Velly mengundang tawa dari Venus, sedangkan Jenderal Virendra hanya menatap datar seperti biasa.


"Tenang saja aku akan melindungi putrimu dari ayah mertua yang mengerikan." Venus dan Velly kompak tertawa dengan lelucon mereka, tapi tidak dengan Jenderal Virendra yang tidak bereaksi apa-apa.


"Baiklah kalau begitu karena sudah sore, aku akan membawa putriku pulang." Velly beranjak menjemput putrinya untuk kembali ke kediaman mereka.


Ya, Velly akhirnya hamil setelah melewati banyak cobaan. Dimasa kehamilannya Velly sangat membenci Sean bahkan enggan melihat wajah suaminya sendiri.Hal itu cukup menghibur untuk Venus karena menganggap ini adalah balasan untuk Sean karena pernah mengecewakan Velly.


Saat ini putri Velly berusia 2 tahun, sangat cantik dan pintar seperti kedua orang tuanya. Untuk alasan itulah Venus sangat ingin menjodohkan Varest dengan putri Velly.


"Sepertinya kedua anak kita juga harus pulang," bisikan Jenderal Virendra menyadarkan Venus dari lamunannya.


Venus tersenyum lebar, melambaikan tangannya untuk memanggil kedua buah hatinya.


"Varest ... Vanya, waktunya kembali ke kamar masing-masing!"


Baik Varest maupun Vanya segera berlari menuju kedua orang tua mereka. Keduanya sangat patuh pada Venus, tidak pernah membantah sedikitpun seperti apa yang sudah diajarkan oleh Jenderal Virendra.


Kini kehidupan di Negara Aleister sangat damai, sudah tidak banyak masalah besar yang menghampiri. Bahkan Negara Aliester semakin berkembang membuat Negara tetangga selalu ingin menjalin kerja sama.


Jenderal Virendra dan Venus selalu berdoa agar semua berjalan baik serta tidak ada masalah besar lagi. Mereka ingin hidup damai bersama kedua buah hati mereka.


END

__ADS_1


__ADS_2