
8 tahun yang lalu.
Jenderal Virendra baru berusia 20 tahun. Masih begitu muda, akan tetapi memiliki banyak bakat. Pria itu satu-satunya pewaris tahta pemimpin Negara Aleister.
Karena hal itulah Jenderal Virendra selalu dilatih dengan keras agar bisa menjadi pemimpin yang tangguh dan dapat diandalkan.
Hidup dalam istana begitu terasa menyesakkan. Sebagai seorang pewaris tentu saja Jenderal Virendra dikelilingi pengawal yang selalu menjaganya sehingga pria muda itu tidak bisa berbuat banyak hal.
Jenderal Virendra ingin seperti pria seusianya, memiliki seseorang yang bisa menjadi tempatnya berbagi keluh kesah. Jenderal Virendra ingin hidup bebas, setidaknya dia ingin merasakan kebebasan walau hanya sehari.
Keinginan sederhana itulah yang membuat Jenderal Virendra dengan berani melarikan diri dari istana. Tanpa tahu arah, Jenderal Virendra terus saja melarikan diri dan bersembunyi. Hingga tanpa sadar pria itu berada di pinggir danau. Danau yang begitu indah, tapi letaknya begitu tersembunyi.
"Kakak?" Panggilan itu membuat Jenderal Virendra menoleh menoleh dan mendapati seorang gadis kecil yang berusaha sekitar 10 tahun.
"Siapa kau?" tanya Jenderal Virendra membuat gadis itu menatapnya bingung.
"Kakak yang siapa? Ini danau keluargaku, orang asing tidak boleh masuk sembarangan." Ucap gadis itu dengan berani, bahkan tatapannya terlihat menantang.
"Hmm ... aku tersesat. Maaf aku tidak tahu ini danau milik keluargamu." Jenderal Virendra berucap penuh sesal, pria itu terlihat malu karena untuk pertama kalinya dia melakukan kesalahan.
Gadis cantik bermata biru itu hanya diam, menatap serius pada Jenderal Virendra. Setelahnya tiba-tiba gadis itu memekik kaget, menatap panik pada Jenderal Virendra.
"Kaki Kakak terluka," gumam gadis itu yang terlihat begitu panik.
__ADS_1
Jenderal Virendra sendiri tidak menyadari kakinya terluka. Mungkin dia terlalu bersemangat untuk bisa segera kabur dari istana.
Tanpa diduga gadis itu mendekati Jenderal Virendra dan menarik tangannya, membawa Jenderal Virendra untuk duduk di tepi danau.
"Kakak tunggu disini, aku akan ambilkan obat." Usai mengatakan hal itu gadis kecil yang belum diketahui namanya segera menghilang ke dalam hutan.
Tidak lama gadis itu kembali membawa perlengkapan untuk mengobati luka dikaki Jenderal Virendra.
"Biar aku saja," ucap Jenderal Virendra mencegah si gadis mengobati kakinya.
Sayangnya, gadis itu menolak dengan tegas dan dengan keterampilan mengagumkan berhasi mengobati dan membalut luka di kaki Jenderal Virendra dengan rapi.
"Mungkin lukanya akan segera sembuh, Kakak tidak boleh berjalan jauh dengan luka dikaki seperti ini." Ucap gadis itu, bertindak seolah seorang dokter yang profesional.
"Terima kasih," bisik Jenderal Virendra.
Jantungnya berdebar kencang, untuk pertama kalinya Jenderal Virendra merasa bahwa dia harus memiliki gadis di harapannya ini. Bagaimanapun caranya, dia harus memiliki gadis bermata indah ini.
"Siapa namamu?" tanya Jenderal Virendra setelah kembali tersadar.
"Venus ... namaku Venus."
*
__ADS_1
*
Mata Venus melebar seolah terkejut dengan ingatan yang tiba-tiba terlintas begitu saja. Ingatan 8 tahun yang lalu, dimana saat itu dia belum tinggal di istana.
"Jenderal," bisik Venus pelan.
Mata gadis itu berembun, siap untuk menumpahkan air matanya. Kepalanya sakit, tapi gadis itu berusaha untuk mengingat setiap peristiwa yang terlupakan.
"Berhenti, Venus. Jangan dipaksa, biarkan semua mengalir, aku akan membantumu pelan-pelan." Jenderal Virendra memeluk Venus dengan erat, berusaha menenangkan gadis itu.
Inilah yang Jenderal Virendra takutkan, dia takut Venus akan memaksakan diri dan berakhir sakit seperti ini. Dokter bilang, peristiwa itu menghantam Venus begitu keras hingga mengguncang jiwa mudanya.
Venus dipaksa melupakan masa lalu menyakitkannya, akan tetapi Jenderal Virendra tetap berusaha membuat ingat Venus kembali. Semua demi ketenangan Venus, peristiwa masa lalu harus dikupas tuntas karena menyangkut nama baik Venus.
"Venus ingin mengingatnya Jenderal, tolong bantu Venus ... bantu Venus mengingat siapa orang tua Venus." Ucapan penuh permohonan itu berhasil meluluhkan hati Jenderal Virendra.
Rasanya begitu menyakitkan melihat orang yang kita cintai terluka begitu dalam. Jenderal Virendra berjanji pada dirinya sendiri, dia akan membantu Venus mengingat masa lalunya. Jenderal Virendra akan membuat Venus menjadi gadis yang layak untuk menjadi pendampingnya.
TBC
Rekomendasi lagi untuk kalian, karya menarik dari author Azellea Rensima
yuk mampir dan dukung karyanya 😊
__ADS_1
Judul : TAUTAN TAKDIR