My Beautiful Venus

My Beautiful Venus
Bab 26 - MBV -


__ADS_3

Berita menyebar dengan cepat. Venus mendengar desas desus itu dan berusaha untuk tidak terpengaruh. Namun, gadis itu tidak bisa menyangkal bahwa rasa khawatir menghantuinya.


Untuk menenangkan pikirannya, Venus segera mendatangi Bibi Martha bermaksud mencari ketenangan pada pengasuh yang sudah dia anggap sebagai orang tuanya sendiri.


"Bibi!" Panggil Venus begitu sampai di kediaman Bibi Martha.


Kali ini gadis itu hanya datang seorang diri tanpa kedua pelayannya. Jenderal Virendra sudah memberi tahu agar berhati-hati pada setiap pelayan di kediamannya, termasuk pada Avi dan Velly.


"Venus? Ada apa, Nak? Kau datang sendirian?" tanya Bibi Martha bertubu-tubi ketika mendapati Venus datang seorang diri.


"Venus hanya ingin bercerita pada Bibi tanpa diganggu oleh orang lain." Jawab Venus apa adanya dan segera duduk di ruang tamu kediaman Bibi Martha.


"Ada apa, Nak?" tanya Bibi Martha yang tidak tahu mengenai berita yang beredar.


"Bibi, Venus harus apa?" Venus menatap Bibi Martha dengan tatapan bingung dan gelisah.


Gadis itu menceritakan semua hal yang terjadi belakangan ini termasuk berita bahwa Jenderal Virendra didesak untuk segera memiliki keturunan.


Venus begitu gelisah karena tidak dapat berbuat banyak untuk membantu Jenderal Virendra. Peraturan Negara Aleister melarang keras wanita berusia dibawah 20 tahun melahirkan karena resiko yang begitu besar.


"Venus, mungkin Bibi tidak bisa membantu banyak hal. Menjadi istri dari pemimpin Negara ini jelas bukanlah hal yang mudah. Banyak yang mengincar posisimu saat ini, mereka akan melakukan berbagai hal termasuk menghasut rakyat." Ucap Bibi Martha seraya memeluk Venus dengan erat.


"Ya, Bibi. Venus tahu hal itu dan sekarang Venus bingung harus melakukan apa. Venus merasa semua begitu berat, tidak ada yang mendukung Venus." Venus menghela napas berusaha untuk tidak menangis.


"Ada Jenderal dan Bibi yang selalu berada disisimu. Saat ini percayakan semua pada Jenderal, beliau pasti akan menemukan jalan keluarnya." Bibi Martha tersenyum hangat berusaha meyakinkan Venus untuk tetap kuat menghadapi cobaan ini.


"Terima kasih Bibi sudah mau mendengar keluh kesah Venus," ucap Venus tulus.

__ADS_1


Bibi Martha hanya mampu tersenyum penuh kasih. Dia sudah menganggap Venus seperti putrinya sendiri. Selama 8 tahun ini dialah yang berada di sisi Venus, merawat dan menjaga gadis itu dengan sepenuh hati.


Berusaha untuk menjaganya dari orang-orang yang berniat jahat. Bahkan, Bibi Martha melindungi identitas Venus agar gadis itu bisa tumbuh seperti gadis biasa pada umumnya.


*


*


Para rakyat sudah mulai terhasut, mereka menuntut Jenderal Virendra untuk segera memiliki keturunan. Sayangnya, usia Venus masih 18 tahun dan peraturan Negara Aleister melarang wanita dibawah 20 untuk melahirkan.


Berbagai macam spekulasi berdatangan. Ada yang mengira Jenderal Virendra akan segera memutuskan pernikahannya dengan Venus dan ada pula yang mengira Jenderal Virendra akan menikah lagi demi segera memperoleh keturunan.


Venus yang baru tiba di kediamannya segera mendengar berita tidak mengenakan tersebut. Para pelayan membicarakan hal ini secara terang-terangan.


"Kau dengar tidak, katanya Jenderal akan memutuskan hubungan pernikahannya dengan Nyonya Venus." Ucap salah satu pelayan yang Venus tidak tahu namanya.


"Kasihan Nyonya Venus, tapi mau bagaimana lagi. Semua menuntut Jenderal untuk segera memiliki keturunan. Jika mengikuti para Jenderal terdahulu, seharusnya Jenderal saat ini sudah melatih pewarisnya.


Venus yang mendengar hal itu sangat terluka. Dia baru saja membuka hatinya untuk Jenderal Virendra, akan tetapi kenyataannya membuatnya terluka.


Benar apa yang mereka katakan, Negara Aleister memiliki peraturan yang sudah dijalankan selama bertahun-tahun. Bagaimanapun Jenderal Virendra menentang orang-orang di luar sana tetap saja tidak bisa mengubah keadaan.


Venus sadar dia masih terlalu muda dan peraturan melarangnya untuk melahirkan diusia muda. Satu-satunya solusi adalah memutuskan hubungan pernikahan mereka atau Venus harus merelakan Jenderal Virendra menikah lagi demi mendapatkan keturunan.


"Nyonya, Anda tidak perlu mendengar mereka." Venus tersenyak kaget saat tiba-tiba seseorang yang tidak dia kenali sudah berdiri di sampingnya.


"Siapa kau?" tanya Venus.

__ADS_1


"Saya Sean, pengawal yang ditugaskan untuk menjaga Anda." Ucap Sean yang segera memberi hormat danmemperkenalkan dirinya.


"Ah, Jenderal semalam baru memberitahuku. Maaf aku tidak mengenalimu." Venus berucap dengan sopan meski terlihat tidak nyaman dengan keberadaan Sean.


Biar bagaimanapun, Venus tetap tidak nyaman dengan pria asing. Pria yang dekat dengannya hanya Jenderal Virendra seorang.


"Tidak apa, Nyonya. Mari saya antar, Anda seharusnya tidak berada disini dan mendengarkan berita tidak masuk akal itu." Ucap Sean mempersilahkan Venus untuk kembali ke kamarnya.


Sean sudah menandai siapa saja pelayan yang berani bergosip di kediaman Jenderal Virendra. Salah satu diantara mereka pasti ada pengkhianat. Gosip ini tidak mungkin bisa tersebar, sedangkan mereka dilarang meninggalkan kediaman Jenderal Virendra.


Disisi lain, ada Venus yang tampak lesu. Gadis itu tetap memikirkan ucapan para pelayan itu. Apa yang mereka katakan benar dan Venus tidak bisa menyangkalnya.


TBC


Rekomendasi novel lagi yang menarik untuk kalian karya author Alvisha


Judul : CINTA COOL AND BARBAR



*Blurb


Aliando Ivander sang idola sekolah. Dia mencintai murid baru yang ada di sekolahnya. Tepat di hari pertama gadis itu sekolah, dia langsung menyatakan perasaannya.


"Aku tidak minta persetujuanmu dan aku tidak menerima penolakan!" Itu kalimat andalannya.


Alisha Leandra gadis cantik murid pindahan dengan terpaksa harus menjalin hubungan dengan Aliando. Bagaimana dia menghadapi fans gilanya Aliando? Bagaimana akhirnya dia bisa menerima Aliando? dan apakah misteri kehidupan Alisha bisa diterima oleh Aliando? Karena ternyata Aliando bukan satu-satunya pria dalam hidupnya*.

__ADS_1


__ADS_2