
Jenderal Virendra dengan sengaja membiarkan Sella mendekati dirinya. Pria itu seolah memberi ruang pada Sella, seperti memberi harapan walau tidak terlalu terlihat.
Contohnya saja saat ini, Jenderal Virendra membiarkan Sella datang dan menawarkan pria itu untuk minum teh bersama.
"Jenderal, bolehkah saya mengajak Jenderal untuk minum teh bersama?" tanya Sella dengan suara lembutnya.
Jenderal Virendra hanya diam, tidak menjawab ajakan Sella. Namun, pria itu melihat kode yang diberikan oleh Letnan Dean untuk menyetujui keinginan Sella.
"Baiklah, kita akan minum teh di aula dan aku ingin Letnan Dean bersamaku." Ucap Jenderal Virendra menyetujui ajakan itu dan segera pergi menuju aula.
Sella tersenyum lebar, begitu bahagia karena merasa Jenderal Virendra mau menerima dirinya. Bagi Sella hanya perlu sedikit waktu lagi dan Jenderal Virendra pasti akan menikahinya dan mendepak Venus.
Siang itu Jenderal Virendra, Letnan Dean dan Sella minum teh bersama. Kegiatan yang langkah itu tentu saja mengundang gosip tidak sedap.
Perdana Menteri yang mendengar hal itu semakin senang. Dia merasa sebentar lagi keinginannya terwujud, yaitu menjadi mertua dari seorang Jenderal besar.
*
*
Venus mendengar berita itu dan tentu saja dia tidak percaya. Namun, saat Venus berjalan melewati aula disana dia melihat Jenderal Virendra keluar dari aula bersama dengan Sella.
Venus merasa begitu kecewa dengan Jenderal Virendra. Di saat Venus sibuk dengan pikiran tentang orang tuanya, Jenderal Virendra justru menghabiskan waktu bersama gadis lain.
Melihat Jenderal Virendra berjalan menuju ke arahnya, Venus berusaha untuk bersikap biasa saja. Dia tidak ingin Jenderal Virendra tahu bahwa hatinya merasa sakit.
"Jenderal," sapa Venus dengan sopan.
__ADS_1
Jenderal Virendra tersenyum singkat, senyum yang tidak dilihat oleh siapapun kecuali Venus.
Di belakang Jenderal Virendra, tampak Sella yang tengah menatap sini Venus. Gadis itu bersikap seolah dialah pemenang hati Jenderal Virendra.
"Venus, bagaimana-" ucapan Jenderal Virendra terhenti ketika Venus menyela dengan cepat.
"Kalau begitu, saya permisi. Maaf menghalangi jalan Anda, Jenderal." Venus segera pergi menjauhi Jenderal Virendra tanpa mau menoleh lagi.
Terlihat sekali wanita marah dan sakit hati. Sayangnya, Jenderal Virendra tidak tahu akan hal itu. Selama ini hidup Jenderal Virendra begitu lurus tidak pernah memperhatikan maupun mementingkan perasaan orang lain.
"Jenderal, sepertinya ada hal yang harus segera Anda urus." Letnan Dean yang menyadari kemarahan Venus segera memecah situasi.
Jenderal Virendra hanya mengangguk saja, sepertinya pria itu tidak membaca kode dari Letnan Dean.
Kemudian, Jenderal Virendra dan Letnan Dean pergi tanpa mau berpamitan bahkan untuk sekedar menoleh pada Sella.
Sella sendiri tidak mempermasalahkan hal itu. Dia sudah sangat senang karena merasa berhasil merebut perhatian Jenderal Virendra. Langkahnya semakin di depan dan Venus tertinggal sangat jauh.
*
*
"Bibi!" Venus berteriak memanggil, berharap salah satu pelauan Bibi Martha segera membukakan pintu.
Tidak lama pintu terbuka dan pelayan mempersilahkan Venus untuk masuk.
"Ada apa, Venus? Kenapa berteriak seperti itu?" tanya Bibi Martha ketika Venus sudah berdiri di hadapannya.
__ADS_1
"Bibi, aku ... aku sungguh kecewa padanya." Venus segera mengadu, memeluk Bibi Martha dengan erat.
"Ada apa, Venus? Katakan dengan jelas, Bibi tidak mengerti ucapanmu."
"Jenderal mengecewakanku, Bibi. Aku sedang dalam masalah, tapi dia justru minum teh bersama gadis lain."
Mendengar hal itu justru membuat Bibi Martha tersenyum. Wanita paruh baya itu menyadari satu hal, bahwa Venus tengah cemburu.
"Kau cemburu, Venus." Bisik Bibi Martha setelah berhasil melepas pelukan erat Venus.
Mata biru Venus melebar, merasa terkejut dengan ucapan Bibi Martha. Dia tidak merasa cemburu, hanya kecewa pada Jenderal Virendra.
"Tidak, Bibi. Aku tidak cemburu ... aku hanya kecewa dan sedikit kesal." Venus segera mengelak, berusaha menutupi perasaannya.
"Siapa yang cemburu dan kecewa?" tanya seseorang yang tiba-tiba sudah berada di belakang Venus.
TBC
Sambil nunggu author update, yuk mampir ke novel menarik karya author Febyanti
mampir dan dukung karyanya ya 😊
Judul : KETULUSAN CINTA ALUNA
*Aluna diagnosis alzheimer, suatu penyakit yang mampu menghapus memori hingga berakhir pada kematian. Di saat raga tak mampu lagi bertahan, Aluna dipertemukan dengan seorang pria bernama Iskhandar. Gadis itu jatuh cinta pada pandangan pertama.
__ADS_1
Namun, Iskhandar tak mencintainya. Dia terpaksa menikahi Aluna. Iskhandar merasa terhina karena dirinya orang tak berpunya. Semua bisa didapatkan karena uang, dan Iskhandar merasa cinta itu tak seharusnya ada. Cinta tak bisa dibeli, tanpa ia tahu bahwa Aluna tulus mencintainya. Sampai Aluna rela hidup susah hanya demi cinta.
Apakah Aluna berhasil meraih cinta Iskhandar? Apa dia berhasil mendapatkan kebahagiaan di sisa umurnya*?