My Beautiful Venus

My Beautiful Venus
Bab 23 - MBV -


__ADS_3

Venus menghadiri acara perjamuan teh bersama para Putri dari Negara tetangga. Meski tidak nyaman karena tidak ada satupun Putri yang Venus kenal, tapi demi menjaga nama baik Jenderal Virendra mau tidak mau Venus harus bersikap profesional.


"Nyonya, salam kenal. Saya adalah Sella, putri dari Perdana Menteri." Ucap seorang gadis cantik dan tampak begitu anggun, gadis itu sedikit membungkuk menunjukkan rasa hormatnya pada Venus.


"Salam kenal, Nona Sella." Ucap Venus dengan senyum manis, gadis itu tahu bahwa Sella adalah Putri dari petinggi Negara Aleister yang terkenal licik.


Tidak lama satu per satu memperkenalkan diri mereka. Venus mengenal mereka semua yang hadir karena Jenderal Virendra sudah mengajarkannya tentang bagaimana mengenal orang-orang di sekitarnya.


Venus juga tahu bahwa tidak ada satupun Putri yang hadir saat ini berpihak padanya. Mereka membenci Venus karena berhasil merebut tahta tertinggi di Negara Aleister.


Acara minum teh itu berlangsung damai, meski Venus tahu ada seseorang yang diam-diam memperhatikannya. Dia adalah Putri Selena, yang sejak tadi hanya diam memperhatikan.


"Putri, bagaimana kabar Anda?" tanya Venus pada Putri Selena.


Acara telah selesai dan kini hanya tersisa mereka di aula. Venus sengaja menunggu kepergian para tamu, gadis itu ingin tahu mengapa Putri Selena tampak tenang akhir-akhir ini.


"Saya baik, Nyonya." Jawab Putri Selena dengan senyum anggunnya, gadis itu berusaha terlihat tenang.


"Saya tidak melihat Anda akhir-akhir ini, saya pikir Anda sudah kembali ke Negara Selatan." Venus berucap dengan santai seraya memimpin jalan yang diikuti oleh Putri Selena.


"Ada hal penting yang tidak bisa saya tinggalkan. Atau mungkin saya tidak akan kembali ke Negara saya." Putri Selena berucap dengan begitu percaya diri mengundang senyum dibibir Venus.


"Putri, bukankah ada batasan dalam bertamu? Tidak baik berlama-lama di Negara orang, mungkin Putri lupa bahwa senyamannya Negara orang tentu lebih nyaman Negara sendiri."


Usai mengatakan hal itu Venus segera pamit menuju kediamannya. Diam-diam Venus tersenyum, tampak bahagia karena berhasil menampar Putri Selena dengan kata-katanya. Venus kesal karen Putri Selena terlihat begitu percaya diri dan Venus sangat yakin hal penting yang dimaksud Putri Selena adalah Jenderal Virendra.

__ADS_1


Disisi lain, Putri Selena hanya bisa menatap kepergian Venus dengan kesal dan penuh dendam. Dia tidak menyangka Venus begitu berani berkata seperti itu, seolah mengusirnya dari Negara Aleister.


Kita lihat saja gadis kecil, setelah ini apa kau masih bisa bersikap sombong seperti itu, batin Putri Selena penuh dendam.


*


*


"Jenderal," Venus tersenyum menyambut kedatangan Jenderal Virendra.


Melihat senyum manis Venus membuat Jenderal Virendra ikut tersenyum tipis. Keduanya bertatapan saling menyalami perasaan dalam diam.


"Kua terlihat senang," ucap Jenderal Virendra membuka percakapan.


"Jika dia tidak membuatmu nyaman, aku akan segera mengirimnya pulang ke Negaranya. Aku baru sadar dia sudah terlalu lama berada di sini, mungkin ini memang waktu yang pas memulangkannya."


"Jangan, Jenderal. Maaf jika Venus lancang, tapi Venus rasa itu bukan hal yang baik. Venus hanya tidak mau jika Jenderal mendapatkan pandangan buruk karena memperlakukan tamu Negara seperti itu." Ucap Venus dengan bijak tidak lupa disertai senyum hangatnya.


Jenderal Virendra menatap dalam Venus, seolah tertarik pada jernihnya mata biru itu memandang. Tidak lupa senyum manis yang terlihat begitu memabukkan.


Tanpa sadar Jenderal Virendra mendekat dan berdiri tepat di hadapan Venus. Venus yang tidak mengerti hanya bisa menatap bingung pada Jenderal Virendra.


Hingga peristiwa tidak terduga terjadi, Jenderal Virendra menunduk kemudian dengan lembut dan penuh hati-hati mengecup kening Venus.


Venus terkesiap, tidak menyangka akan mendapat sentuhan hangat seperti ini. Wajah gadis itu bahkan merona malu karen untuk pertama kalinya ada seorang pria yang begitu intim dengannya.

__ADS_1


*


*


Di tempat lain, terlihat beberapa orang sedang berkumpul dalam ruangan gelap. Mereka sedang mengatur siasat untuk segera menyingkirkan kedudukan Venus. Gadis kecil itu harus segera disingkirkan agar keinginan mereka segera tercapai.


"Bagaimana?" tanya salah seorang pria misterius.


"Lakukan apa yang ingin kalian lakukan, jangan membuang waktu. Aku tidak ingin ada yang bertindak lebih cepat dariku." Perkataan itu keluar dari seorang wanita yang duduk tenang dalam kegelapan.


"Atur orang untuk menyebarkan berita dan jangan lupa untuk mendesak Negara lain sesegera mungkin." Perintah seorang pria paruh baya yang sepertinya memiliki kuasa.


"Baik, Tuan. Saya juga akan segera mengirim penyusup ke dalam kediaman Jenderal," jawab pria yang lainnya.


"Bagus, aku ingin segera menyingkirkan gadis kecil itu dan menggantikan tempatnya." Wanita dalam kegelapan itu tersenyum sinis, begitu yakin rencananya akan berjalan dengan mulus.


TBC


Rekomendasi novel seru lagi untuk kalian baca dari author Raya69


yuk mampir dan dukung karyanya 😊


Judul : BAHAGIAKU SETELAH BERPISAH DENGANMU


__ADS_1


__ADS_2