
Sarah yang melihat Nona Ran sedang menikmati hidangannya di kantin langsung mendekatinya," selamat siang Nona Ran, tumben makan disini," memasang senyuman licik.
"Ran tidak begitu suka berdekatan dengan orang asing hanya menjawab seperlunya saja," ya."
Sarah ingin mendekati Ran agar namanya sampai ke telinga Zhafran," Nona Ran, kenapa makannya sedikit sekali. Ini ada beberapa buah makanlah, Nona Ran cantik banget yah pasti dekat dengan Pak Presdir kan."
Ran mulai tidak nyaman dan ingin segera meninggalkan barisan itu dan berkata," anda siapa?" menatap dingin.
Suasana sekitar mulai dingin, Sarah yang kaget langsung berkata," masa Nona Ran gak tahu, kan saya Sarah dari Humas," mulai merasa gugup.
"Sarah dari Humas, sebaiknya anda lebih bijak saat bertanya karena pertanyaan yang tidak berbobot bisa membuat nyawa anda melayang, dan juga bukankah sudah ada aturan yang menyatakan kalau tidak boleh memakai rok pendek dan high heels diatas 6cm, anda tidak ingin dikeluarkan secara paksa dari perusahaan ini kan," berdiri dari posisinya dan menunduk senyum berpamitan pada Daisy dan lainnya.
Sarah yang masih shock hanya duduk lemas sambil mengepalkan tangannya," seumur hidupku baru kali ini ada yang berani padaku, gak cuma Daisy yang membuatku kesal sekarang asistennya juga."
Diana yang melihat adegan spesial itu langsung menyela," makanya jadi cewek jangan terlalu halu, asisten bos juga terkenal dingin dan seram kok beraninya nanya hal pribadi gitu ke dia kan gak etis."
Sarah yang tidak suka dengan sindiran Diana pun melawan perkataannya," omong kosong toh kamu juga penasaran kan dan pengen dekat sama Presdir sampai-sampai nyamperin dia dengan sok kenal gitu."
Daisy mulai bad mood dan memisahkan kedua wanita itu," sudah ayo bubar, bentar lagi jam kerja. Gak baik meributkan lelaki yang sudah beristri."
"Halah munafik toh diantara kami yang paling dekat dengan Presdir kan kamu, sampai pernah keruangannya segala pasti deh bertindak genit sama boss," Sarah mulai menyerang Daisy lagi dengan fitnahan nya.
Daisy semakin kesal lalu berdiri di depan Sarah menatapnya dengan serius," kamu lupa barusan kata Nona Ran, hati-hati entar nyawamu bisa melayang," lalu pergi meninggalkannya, Diana dan Randy menyusulnya dari belakang sambil tertawa kecil.
"Dasar kalian lihat saja dendam ini akan ku balas," gumam Sarah pelan.
Daisy mencari keberadaan Ran," Nona Ran, maaf ya kalau tahu saya tidak akan mengajak makan siang dikantin."
"Sudah tugas saya Nyonya Zhafran dan ketika berdua saja kau bisa memanggil namaku," jawab Ran lembut.
"Apa kau tahu kapan Zhafran kembali?" tanya Daisy ragu.
"Maaf saya tidak bisa memastikan kapan beliau pulang, saudara saya juga belum mengabari."
"Kalau begitu saya akan melanjutkan pekerjaan, sekali lagi maaf ya Ran."
Oh iya, saudara kembarnya si Ren itu, lebih seram dari pada Ran. Padahal kembar tapi gak mirip satunya ganteng tapi dingin, satunya lagi cantik dan lebih lembut. Yang sama cuma tatapan mereka bertiga menyeramkan.
-
-
Seharian di ruang kerjanya Sarah tidak bisa fokus karena percakapan yang sudah berlalu itu, dia terus memkirkan cara bagaimana bisa menyingkirkan saingan lain termasuk Daisy.
Setiap kali ada obrolan mengenai Boss baru mereka, maka Sarah akan ikut nimbrung dan menebar gosip jelek tentang Daisy. Sebagian ada yang terpengaruh sebagian lagi tidak, karena Sarah si penebar gosip juga terkenal dengan sifat sombong dan kasarnya, jadi dia perlu banyak usaha untuk meyakinkan orang-orang.
-
-
Seperti biasa Daisy hanya memprioritaskan pekerjaannya, dia tidak mau memikirkan banyak hal rumit ketika bekerja karena akan menurunkan kualitas kinerjanya, apalagi dia ingin menjadi istri yang berbobot untuk Zhafran. Dia tahu walaupun hubungan pernikahan mereka tidak ada cinta, tapi dia percaya kalau Zhafran akan bertanggung jawab atas dirinya, terutama dengan semua hal yang menunjukkan perlakuan baik dan kepedulian suaminya terhadap dirinya.
Ponsel Daisy berdering dilihatnya suami yang baru saja dipikirkannya menelpon, tersirat senyuman bahagia pada Daisy.
__ADS_1
"Sudah makan ?" tanya Zhafran dengan suara datar seperti biasa.
"Barusan saja makan dengan Ran, bagaimana dengan mu?" Daisy merasa senang suaminya selalu mengingatkannya untuk makan, simple memang tapi bahagia.
"Baru selesai rapat, sebentar lagi makan," Zhafran menjawab seperlunya saja.
Daisy yang tidak tahu mau membahas apa berniat mengakhiri telponnya," baiklah kalau begitu selamat makan, aku tidak akan mengganggu waktu istirahatmu."
Aku tuh mau nanya kamu kapan pulang, aku bosan sendirian di rumah tanpa kamu. Huft.....
"Daisy." panggil Zhafran.
Kenapa dia gak manggil dengan sebutan suamiku lagi sih, dia gak senang ya aku telpon kok sama sekali gak nanya aku kapan pulang atau makan apa gitu, rasanya menciumnya lebih mudah dari pada berbicara padanya.
"Ya ? hemm Zhafran kapan pulang ?" wajah Daisy memerah menanyakan hal itu, dia takut Zhafran terganggu.
Senyuman tipis tersirat dari bibir Zhafran," secepatnya aku akan pulang, kamu kangen sama suami mu yah."
" Ya.......kamu lanjutkan saja pekerjaannya aku juga punya banyak pekerjaan disini," jawab Daisy menahan rasa bahagianya, bunga-bunga mulai terlihat di sekelilingnya.
"Istriku jangan terlalu sibuk, kalau lelah istirahatlah," mengakhiri pembicaraan di telponnya dengan ekspresi puas, padahal seharian saat rapat suasana menjadi sangat dingin seperti di kutub karna suasana hati Zhafran yang tidak karuan, di kepalanya hanya ada pikiran untuk pulang bertemu istrinya.
Zhafran menatap Ren dan berkata," masih ada lagi ? kita kejar pekerjaan hari ini harus selesai lalu segera pulang."
Ren mengangguk," siap tuan, kita hanya perlu ke dua pertemuan lagi."
-
-
"Hei Randy, ada berkas dari manajerku aku serahin kekamu aja yah, kayaknya pak Rafael gak ada."
"Ok, kenapa kamu senyum - senyum gitu jadi gila ya?"
"Apa an sih, dari tadi aku merhatiin loh kalau kamu mandangin si Daisy..... kamu suka kan sama dia."
Randy kaget lalu menarik lengan Sarah ke pojokan," syyyyyt apa sih, sembarangan aja kalau ngomong. Aku gak suka kok sama dia."
"Kalau suka juga gak papa kali, kenapa gak coba nembak dia sih. Kayaknya juga dia jomblo kan."
Randy menyentil kepala Sarah," kamu mu rencanain apa sih."
Sarah mendesah dan berkata," kamu tuh lemot banget sih, gini ya kalau kamu lambat entar keburu sama orang lain, serius deh ini tuh dari pengalaman aku. Kalau suka ya bilang suka, mana tahu dia nerima kamu kan."
Melihat reaksi Randy yang galau, Sarah lantas meninggalkannya," Randy, good luck ya. Aku balik ke ruanganku. Bye."
-
-
Ren mengirimkan email kepada staf kalau akhir pekan ini perusahaan akan mengatur perjalanan ke puncak dan menginap di Atson Hills, sebagai hadiah dari kesuksesannya Presdir hari ini mendapatkan kesepakatan kerja baru dengan Perusahaan Mahesa Grub, salah satu perusahaan besar dan terkenal.
Terdengar suara sorakan dan kegembiraan pada beberapa pegawai, karna tidak semua orang bisa ke Atson Hills, bukan hanya karna mahal tapi sangat jarang orang bisa menghabiskan waktu disana, mengingat Atson Hills hanya teruntuk VIP dan selalu penuh.
__ADS_1
Atson Hills punya keistimewaan tersendiri, berada di bukit dengan segala kesegaran alam dan pegunungan cocok untuk beristirahat, dilengkapi juga dengan jacuzzi, restoran, rooftop lounge, tempat jogging dan masih banyak fasilitas lainnya.
Atson Hotel dan Atson Hills merupakan beberapa dari banyaknya perusahaan dan tempat liburan yang di kembangkan dari orang terkaya di Asia yaitu Fryaga Grub.
-
-
Malampun tiba dan Daisy tertidur nyenyak karena lelah seharian bekerja, sampai lupa menghubungi suaminya. Daisy tidak tahu kalau malam ini suaminya akan pulang, Zhafran berharap kedatangannya membuat Daisy bahagia.
Zhafran tiba dan membuka pintu kamar dilihatnya Daisy tidak mematikan lampu dan tertidur pulas, di sampingnya ada laptop yang dibiarkannya menyala, dengan pergerakan yang diam - diam berusaha mengatur posisi tidur istrinya dan memindahkan laptopnya lalu dia bergegas mandi.
Dikamar mandi," dia pasti kelelahan dan menungguku sampai ketiduran, dia pasti sangat kesepian dan kangen banget sama aku, dasar istriku," bergumam pelan dengan sangat percaya diri.
Daisy terbangun dan melihat sesosok lelaki tampan keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk pendek didaerah aman. Seketika sadar dan kaget kalau pria didepannya yang setengah basah dan mengeluarkan aroma sabun yang enak adalah suaminya.
"Bangun ?"
"Ya, kapan datang ?"
"Barusan."
"Kruyuk," suara perut Zhafran, dia sengaja tidak makan agar istrinya masak untuknya tapi ini pertama kalinya perutnya mengeluarkan suara, selama hidupnya Zhafran tidak pernah telat makan, wajahnya pun memerah menahan malu."
Merasa lucu Daisy pun tertawa pelan," lapar?"
"Ya."
"Mau di masakkan makanan yang enak ?"
"Mau... apapun kalau kamu yang masak pasti ku makan."
"Pakailah baju dan tunggu ya."
"Daisy... sini."
Mendekat ke arah suaminya," kenapa ?"
Zhafran memeluk istrinya laku mengecup bibirnya," kangen ?" tanya nya.
Melihat reaksi manja suaminya, hati Daisy semakin berbunga-bunga," ya aku kangen."
"Kangen apa kangen banget ?" tanya Zhafran semakin manja.
"Kangen pake banget, badanmu masih basah nih cepat berpakaian aku mau masak."
"Hemm," masih memeluk Daisy. Daisy yang dipeluk merasakan aroma harum yang masih sejuk berusaha melepaskan dirinya dari dekapan suaminya, dia takut meleleh seperti es krim, merasakan istrinya bergerak akhirnya Zhafran melepaskan pelukannya lalu menuju lemari untuk berpakaian.
"Masih mau berdiri disitu ? katanya mau masak. Mau bantuin aku berpakaian kah?" tanya Zhafran memasang pose se ksi.
Hampir lupa mau masak karena pemandangan surgawi didepannya, Daisy segera menuju dapur sambil menahan ekpsresi wajahnya.
Bersambung.
__ADS_1
Ayo tebak. Apa jenis kelamin Ren dan Ran ?.....
Like, Vote, Komen, Rate ⭐ lima + klik ❤