
Daisy yang tadinya juga merasa kecewa kembali bersemangat, bagaimana tidak lelaki yang barusan disebutkan namanya adalah seseorang yang dia kenal sejak 4 tahun yang lalu.
Semua orang kembali ke kamar mereka masing-masing untuk mandi, makan malam di Restoran lalu menyaksikan penampilan Selebritis terkenal. Tentunya semua wanita itu sudah menyiapkan banyak pakaian bagus dan memoles cantik wajah mereka.
"Lelahnya padahal cuma duduk di perjalanan kok rasanya capek banget. Mandi juga sudah tapi rasanya masih gak enak. Kenapa ya? gak mungkin aku sesedih ini karna Zhafran gak ikut. Ran pun juga gak ngomong apapun," Daisy mulai berteriak pelan karna kesal, untungnya mereka mendapat masing-masing kamar jadi tidak sampai membuat heboh karna dia berteriak.
[ Dering dering ] Suara ponsel berdering.
Dilihatnya nomor asing, karna kesal jadi tidak ingin berbicara dengan siapapun tapi sudah beberapa menit nomor yang menelponnya tidak kunjung berhenti.
"Halo, selamat malam Daisy. Saya Charles papahnya Evan."
"Selamat malam Charles, ada apa yah ?"
Oh iya waktu itu Evan minta nomorku.
"Hanya ingin menanyakan kabarnya Daisy."
Mulai sungkan sudah lama dia tidak dekat dengan wanita.
"Oh saya baik, bagaimana dengan Charles dan Evan ?"
"Saya baik tapi..."
"Apa Evan sakit ?"
"Bagaimana ya menjelaskannya, Evan menunggu Daisy menghubunginya tapi sudah beberapa hari Daisy tidak kunjung menghubunginya. Akhirnya dia mulai bertingkah nakal dan mengurung dirinya."
"Maaf Charless, saya kan gak tahu nomornya Evan, saya pikir malah kalian yang sudah lupa sama saya."
Kenapa Evan sampai seperti ini yah, padahal kan baru ketemu, mamahnya kemana kok gak ngurusin anaknya.
"Astaga, saya sampai lupa. Apa Daisy bisa berbicara sebentar dengan Evan ?"
"Tentu."
Terdengar samar kalau suara Evan yang mengamuk tidak mau berbicara dengan siapapun termasuk dengan Charles dan Daisy.
"Daisy, Evan sama sekali gak mau keluar kamar. Pertama kalinya dia seperti ini. Maaf ya."
"Saya juga salah kenapa waktu itu tidak meminta nomornya Evan, tapi kalau boleh tahu kenapa Evan jadi seperti itu ?"
"Setiap hari Evan hanya berbicara tentang Daisy mungkin dia merasakan sesosok ibu pada Daisy. Ibunya Evan sudah meninggal 4 tahun yang lalu tepat setelah melahirkan Evan. Karna tidak ada sosok ibu membuat pribadinya seperti ini, saya juga sering menitipkannya pada kakeknya makanya dia menjadi sangat manja.
Daisy bisa merasakan bagaimana kehilangan dan kesendirian, apalagi Evan masih sangat kecil pasti berat untuknya tidak mendapat kasih sayang seorang ibu.
"Maaf saya turut berduka cita, apa bisa kalau saya bicara dengan Evan dan anda mengaktifkan speaker ?"
"Tentu, sudah saya aktifkan."
"Selamat malam Evan, ini Kak Daisy. Evan bagaimana kabarnya hari ini ? Maaf ya. Kak Daisy terlalu sibuk sampai lupa menghubungi Evan. Evan boleh marah dengan Kak Daisy tapi jangan sampai tidak makan dan merepotkan papah yah. Kalau sampai Evan sakit Kak Daisy akan sangat sedih."
Mendengar suara Daisy yang halus dan lembut membuat Evan menjadi goyah, dia pun keluar dari pintu dan langsung meraih ponsel papahnya untuk bicara dengan Daisy.
__ADS_1
"Kalau Evan sakit, apa Daisy akan khawatir dan merawat Evan ?"
"Pasti Khawatir dan tentu dong Daisy akan merawat Evan seperti anak sendiri, jadi sekarang Evan harus makan jangan sampai sakit."
"Jadi Daisy mau jadi mamahnya Evan ?"
Bertanya penuh harap dan menjebak.
Daisy yang khawatir hanya menjawab spontan," Iya Daisy akan jadi mamahnya Evan, jadi Evan harus menurut yah "
"Ok. Mulai sekarang Daisy adalah mamah. Mamah kenapa gak datang kerumah untuk makan bareng Evan dan papah ?"
Evan sangat bahagia sekarang, papahnya pun hanya bisa menggelengkan kepala melihat ulah anaknya.
Siapa yang tidak kaget kalau mendadak dipanggil mamah dan bermain rumah-rumahan seperti ini, tapi Daisy tahu ini juga karna ulahnya yang ceroboh dan langsung menerima permainan Evan.
"Sekarang mamah lagi sibuk kerja jadi gak bisa makan malam bersama papah dan Evan."
"Kenapa kerjanya malam ? kan ada papah kalau mau minta uang. Uang papah banyak di Bank. Mamah dimana sekarang ? mau Evan jemput ?"
"Mamah sedang ada acara kantor dan menginap di Atson Hills. Lain kali kita makan bersama ya, sekarang mamah mau bersiap kerja."
Mendengar percakapan absurd itu, Charles semakin merasa tidak enak dengan Daisy.
"Heemm baiklah, papah mau bicara sama mamah katanya, nih pah," menyerahkan ponsel ke papahnya dan diapun langsung makan kudapan malamnya dengan lahap.
"Daisy sekali lagi saya minta maaf yah, saya memang tidak becus mengurus anak hanya selalu fokus bekerja sampai lupa pada anak sendiri."
Daisy merasa drama ini semakin parah dan dia harus jujur pada Charles dan Evan kalau dia sudah menikah tapi sebelum dia bisa menjelaskan, ada suara ketukan dari balik pintu Daisy.
-
-
Daisy membuka pintu, ada Randy yang sudah terlihat keren dan Diana yang berdandan cantik mengenakan gaun yang baru dia beli.
"Loh Des kok belum siap ?"
"Kalian duluan saja aku mau bersiap dulu."
"Jangan kelamaan, jam 10 malam ini ada Jullian kamu gak mau dong melewatkan penampilannya."
"Ya gampang, pergi sana," merebahkan dirinya ke kasur.
-
-
"Mana bisa aku punya anak bukan dengan suamiku sih, sekarang ada Jullian pula. Tapi apa Jullian masih ingat denganku yah. Jangan bilang ini karmaku karna sering menghina sinetron azab yang ditonton Rose," gumam Daisy pelan sambil berguling-guling dikasurnya.
Daisy mulai membuka kopernya dan memilah beberapa pakaian.
[ tok tok ] Suara ketukan pintu.
__ADS_1
Mulai kesal karna dari tadi ada saja yang mengganggunya lalu dia beranjak membuka pintu.
"Selamat malam Ny.Zhafran izinkan saya masuk ke kamar anda sekarang sebelum ada yang melihat," ucap Ran dengan sopan. Daisy pun mempersilahkan Ran masuk ke dalam kamarnya.
"Ada apa Ran ?" tanya Daisy heran.
"Ada hadiah dari Tuan Zhafran untuk Nyonya," menyerahkan tas didalamnya ada kotak pink berukuran sedang.
"Hem apa itu?"
"Silahkan Nyonya periksa, setelah siap kita akan pergi ke aula bersama, jadi saya akan menunggu diluar."
Gaun indah bewarna gelap ke emasan, panjangnya sampai menutupi mata kaki, juga ada kalung jambrut bewarna ungu gelap serta high heels yang sangat cantik dan bewarna senada. Semuanya terlihat indah mewah dan elegan.
Segera dia mengenakan gaun indah bewarna ungu gelap, membalut rapi ditubuhnya dengan hiasan kalung jambrut di lehernya membuat tampilannya bak putri. Rambutnya terurai panjang tapi disisipi pita berbentuk Bunga Daisy, seperti namanya gaun ini memiliki arti Bunga Daisy, dia tahu gaun ini buatan desainer terkenal Rivan Gunawan. Gaun yang belum lama ini di publikasikan dan harganya bisa sampai membeli mobil. Dia tidak tahu sekaya apa suaminya tapi apapun itu akan dia terima dengan tulus.
Ran yang melihat tampilan anggun dari Istri Tuannya pun berdecak kagum, seandainya dia seorang lelaki pasti sudah terpesona padanya. Mungkin ini salah satu penyebab Tuannya menjadi sangat berbeda. Bukan hanya auranya tapi sikap dan sifatnya juga sangat baik. Dia tahu Tuannya banyak mengenal perempuan yany lebih cantik dari Daisy tapi wanita didepannya punya aura yang berbeda.
Daisy mengikuti Ran ke ruangan berbeda seperinya bukan aula yang dia tuju, dia masuk ke ruangan yang berbeda seperti di desain khusus, pemandangan dan ornamen yang sangat elegan. Di dalamnya disiapkan meja makan dengan banyak karangan Bunga Daisy.
Dilihatnya Ren yang memakai pakaian pelayan seolah menjadi pelayan mereka malam ini.
Dari belakang dia mendengar suara langkah kaki, irama dan aromanya tidak asing, saat dia ingin berbalik ada tangan yang memeluknya dari belakang dan mengucapkan.
"Happy Birthday My Dear Wife."
-
-
Astaga ternyata Daisy Ultah..
Happy Birthday Daisy.......
Bonus :
Ran \= Tuan anda tidak lupa kan kalau minggu depan adalah ulang tahun istri anda.
Ren \= Justru karna Tuan tidak lupa dia jadi murung gitu, coba lihat biji matanya sampai mau keluar.
Tuan \= Apa yang harus kulakukan, aku tidak terbiasa memberikan hadiah takutnya kesannya malah aneh.
Ran \= Dasar pria kaku, buat saja makan malam romantis lalu berikan istri anda hadiah.
Tuan \= Tapi aku bukan orang yang seperti itu, rasanya malu.
Ran\= Mau malu atau melihat istri anda sedih ?"
Ren\= Bagaimana kalau kita buat acara megah dengan alasan pekerjaan dan menempatkannya di Atson Hills lalu siapkan makan malam romantis. Nyonya pasti tidak akan menyangka, kalau Tuan menyiapkan Surprise untuknya.
Akhirnya selama seminggu mereka menyiapkan segala hal dan membiayai seluruh karyawan berlibur dan menikmati tur gratis di Atson Hills. Gak nyangka Ren bisa memberikan saran seromantis itu yah.
Bersambung.
__ADS_1
Terima kasih dan selamat membaca.
Jangan lupa like, komen, dan vote yah.