
Penerbangan berjalan lancar dan tidak membosankan apalagi ditemani fasilitas yang mewah. Karna musim dingin tentu saja cuaca menjadi lebih mendung, serta terkadang turun salju.Dinginpun akan terasa hangat kalau pergi bersama pasangan.
Sesampainya di bandara mereka sudah di jemput oleh seseorang berjas hitam, setelah itu mempersilahkan mereka untuk masuk kedalam mobil. Tentunya Ran yang memandu mereka, dia cukup handal berbahasa Prancis, Daisy yang kagum hanya bisa tersenyum tipis.
Sebelumnya Zhafran dan Ran sudah menginstruksikan pada Daisy untuk berhati-hati dan tidak jauh dari mereka. Bagaimanapun juga Paris adalah negri asing dan mereka tidak berasal dari sini.
Melihat Daisy sedari tadi menatap sekeliling, membuat Zhafran bertanya," apa kamu senang kita bisa kesini?"
Daisy menjawab tapi tidak memandang Zhafran," pemandangannya luar biasa, banyak salju bertebaran, dingin sih tapi menyenangkan dan semuanya terlihat indah apalagi saat aku melihat Menara Eiffel. Biasanya kan aku hanya bisa memandanginya lewat gambar atau TV. Maaf ya aku jadi norak begini." Daisy mulai menutup matanya dengan kedua tangannya, dia merasa malu dihadapan suaminya.
Tersirat senyuman lembut di wajah Zhafran, lalu dia mengelus kepala Daisy dan berkata," kalau suka kita bisa terus kesini kok."
"Benarkah? kalau begitu kamu harus janji padaku." Daisy hanya bercanda sepertinya dia masih belum memahami suaminya, Zhafran akan selalu menindaklanjuti permintaan Daisy dan menepati janjinya.
Zhafran menarik pelan tubuh Daisy hingga tersandar di pelukannya," aku janji," ucapnya.
Zhafran menjadi teringat janjinya 4 tahun yang lalu pada seorang gadis yang sedang demam tinggi dan mengigau tak karuan.Membuatnya terkekeh kecil mengingat hal lucu tersebut.
Melihat Zhafran senyum tanpa sebab Daisy menatap dan bertanya," kenapa? kamu memikirkan apa kok senyum-senyum gitu?"
Keduanya saling menatap lalu Zhafran membenamkan wajahnya ke bahu Daisy, dia bergumam pelan," hanya teringat masa lalu."
Daisy agak kesal mendengarnya," masa lalu dengan siapa? apa kamu pernah kemari dengan kekasihmu?"
Bisanya pas lagi berdua sama aku dia malah kepikiran orang lain.
"Aku memang pernah ke Paris tapi hanya urusan bisnis bersama Ren. Kamu tidak cemburu pada Ren kan?" Zhafran suka melihat istrinya kesal karna cemburu, seperti ada sesuatu yang melengkapi dirinya, membuatnya bahagia dan ketagihan.
"Kenapa harus cemburu, apalagi dengan Ren. Maksudku apa kamu pernah bersama...." Daisy menghentikan kalimatnya.
"Bersama siapa? kekasih?" sambung Zhafran memeluk Daisy.
"Hemmm lupakan," jawab Daisy ketus.
"Hanya bersama Ren dan Ran." Zhafran semakin suka melihat ekapresi Daisy, biasanya dia tidak perduli dengan pendapat ataupun perasaan orang lain, tapi bersama Daisy dia selalu menyimpan banyak kekhawatiran.
"Oh." Daisy masih kesal tapi dia tidak marah, dia sadar bahwa dirinya tengah cemburu.
Zhafran mendekatkan tubuhnya lalu mengecup pipi Daisy dan berkata," Tidak ada kekasih hanya istri yang kukasihi. Puas?"
"Puas apanya kan cuma nanya, toh hanya masa lalu kan." Daisy membalas pelukan Zhafran, kepalanya bermain di leher Zhafran seperti anak kucing manja.
"Kita mau menginap dimana?" tanya Daisy.
"Kita sudah sampai Nyonya," ucap Ran yang membuat Daisy kaget.
Tidak berhenti kaget, mata Daisy melotot melihat bangunan didepannya yang seperti istana. Sama sekali bukan gaya Zhafran, dia biasanya suka sesuatu yang simple, ataukah mungkin Zhafran ingin sesuatu yang berbeda. Daisy kemudian hanyut dalam pikirannya.
"Nyonya kau sangat beruntung, biasanya Tuan tidak menginap disini," gumam Ran pelan.
Hotel Plaza Athenee, salah satu hotel mewah bak istana yang terletak di Abenue Montaigne di Paris. Tempatnya strategis, memiliki interior mewah dilengkapi dengan spa, pusat perbelanjaan dan ada restoran modern Alain Ducasse Michelin merupakan tempat ideal untuk mencoba hidangan dari salah satu koki terkenal di dunia.
Ada beberapa tempat terkenal terdekat seperti museum Louvre, montmartre, restoran makanan laut, menara Eiffel dan beberapa tempat lainnya yang dekat dengan Hotel Plaza Athenee, menjadi tempat terbaik untuk menginap saat berlibur di Paris.
Disepanjang jalan menuju kamar, banyak para wanita yang menatap liar ke arah Zhafran. Adapula yang mengajaknya berkenalan. Saat itu Daisy sedang berbicara pada Ran, dan Zhafran menerima panggilan telpon dari Ren jarak mereka cukup jauh. Setelah Itu ada wanita asing yang mendatangi Zhafran dan menggodanya.
[ Mereka berbicara bahasa inggris ]
Wanita seksi berambut pirang mendekati Zhafran," hai tampan apa kamu sendirian?"
Zhafran masih cuek, tapi si wanita pirang terus berusaha mengajaknya bicara bahkan memainkan drama seperti sinetron. Dia menumpahkan minuman ke badannya saat menabrakkan diri dengan Zhafran.
Wanita itu berwajah sedih, pakaian bagian atasnya terkena tumpahan air sehingga tembus pandang dan memperlihatkan bentuk indah bagian dadanya.
Wanita itu terjatuh lebay, "Bukankah kamu harus menolongku Tuan."
__ADS_1
Bukannya menolong zhafran justru menatap jijik lalu berjalan meninggalkannya, tapi si wanita itu malah menarik tangan Zhafran.
"Hei kamu harus tanggung jawab," ucap wanita itu dengan keras.
Zhafran berbalik dan berkata," asistenku akan mengganti rugi biayanya."
"Tidak boleh, kamu yang harus menggantinya."
"Saya sibuk."
"Hei kamu bahkan gak minta maaf."
Sialan kok jutek banget sih, tapi dilihat dari pakaiannya dia pasti orang kaya. Apalagi bisa menginap disini.
"Untuk apa?" Zhafran menatap wanita itu dengan tatapan tajam dan semakin merasa jijik.
"Kamu kan tadi sudah menabrakku, lihat nih kakiku bengkak."
Ayo cepat gendong aku, jangan sampai terlalu ramai dan orang berdatangan, bisa malu aku kalau dia ngebiarin aku kegeletak dilantai gini.
"Saya tidak menabrak anda Nona."
Ran dan Daisy datang menghampiri Zhafran.
Melihat ada wanita tergeletak di lantai, Daisy langsung mendekat hendak menolongnya.
"Nona apa kamu tidak apa?" Daisy mengulurkan tangannya
"Aku terjatuh karna pria didepan menabrakku."
Untunglah ada perempuan ini datang membantu, kalau tidak sampai kapan aku pura-pura begini. Lantainya terlalu dingin.
Daisy tau siapa suaminya, tidak mungkin Zhafran menabrak tanpa menolongnya. Daisy memasang senyuman rubah," Maaf Nona sepertinya suami saya tidak sengaja."
"Apa suami?"
"Ya pria ini dia adalah suamiku." Pamer Daisy dengan ucapan angkuhnya.
Kok bangga gini ya dasar akutuh jadi sombong tapi lega rasanya akhirnya bisa mengakui suami sendiri. kenapa melotot ? iri bilang bos.
Setelah membersihkan dan mengelap tangannya Zhafran menggenggam tangan Daisy dan berkata," ayo ke kamar, kamu pasti lelah istriku."
Zhafran sangat tidak suka di sentuh, dia pecinta kebersihan dan sejauh ini dia hanya menyentuh kelurga dekatnya dan Daisy.
Ran hanya menyaksikan drama didepannya sambil sumringah lalu mendatangi wanita asing itu," Nona saya akan mengurus biaya nya. Tuan dan Nyonya saya perlu istirahat sekarang."
Ini kah yang namanya sinetron, ternyata ada di dunia nyata. Sayang Ren kamu tidak disini. Sepertinya akan banyak kejadian lucu terjadi pada majikan kita.
"Baiklah tapi biayanya mahal."
Sia-lan aku dibuat malu oleh mereka, tunggu saja akan aku tidak akan menyerah.
-
-
Setibanya di kamar bak ratu, Daisy langsung merebahkan tubuhnya dan menggeliat pelan sambil mengelus seprainya yang lembut, perasaan bahagia bercampur aduk. Zhafran terlalu royal padanya juga membuatnya khawatir akan menjadi terbiasa seperti di masa lalu. Daisy juga tidak menanyakan kejadian barusan, dia percaya pada Zhafran.
Zhafran mendekat merebahkan tubuhnya disamping Daisy," mandilah," ucap Zhafran.
"Gak mau. Dingin," jawab Daisy manja.
"Kan bisa mandi air hangat," balas Zhafran mengelus kepala Daisy.
"Suasananya bikin ngantuk." Daisy semakin menggeliat disamping Zhafran.
__ADS_1
"Mau kutemani mandi?"
"Mau."
Zhafran tidak menduga, biasanya Daisy tidak semanja ini. Apa wanita setelah diberikan liburan dan hotel mewah menjadi lunak. Ataukah ini adalah sifat sejati Daisy yang manja seperti anak kucing, dia tersenyum melihat istrinya. Dia ingat betul sewaktu awal menikah Daisy sangat menjaga harga dirinya dan sangat mandiri. Zhafran sadar kalau Daisy sudah memulai membuka sedikit ruang dihatinya.
"Serius kamu mau?"
"Haha bercanda." Daisy beranjak dari kasurnya dia pergi ke balkon dan melihat betapa indahnya menara Eiffel.
"Daisy."
"Ya?"
"Kau suka?"
"Ya aku suka. Puas?"
"Aku puas kalau kita mandi bersama."
"Kamu jadi ketagihan kita mandi bareng?"
Bisa gila aku, mana bisa kita mandi bareng terus menerus dong.Ternyata Zhafran semesum ini ya Tuhan aku gak kuat.
"Kamu gak suka?" tanya Zhafran dengan tatapan tegasnya yang menyeramkan.
"Suka kok suka."
Alamak.
"Aku tidak akan melakukan apapun, hanya membersihkan seluruh tubuhmu mulai dari menggosoknya dari atas sampai baw.." Daisy menutup bibir Zhafran, mendengar suaminya berbicara seperti itu membuat darahnya mendidih dan malu, wajahnya pun memerah.
--
--
Saat ini di studio Rose.
Rose hendak pulang karna hari sudah mulai gelap. Tapi ada lelaki asing menggunakan topi dikepalanya menunggunya didepan studio.
"Permisi. Saya mau menutup studionya, besok anda bisa kembali."
"Rose ini aku." Lelaki itu membuka topinya.
"Kamu." Rose kembali ke dalam untuk mengambil sapu dan memukul si lelaki asing itu.
"Rose jangan pukul. Aku cuma mau bicara sebentar."
Ryan berusaha menghindari pukulan sapu dari Rose.
"Ryan kamu..apa maumu?"
Kenapa bocah berengsek ini muncul lagi sih.
"Apa kita bisa bicara di dalam. Ku mohon hanya sebentar." Ryan menatap melas ke arah Rose.
"Tidak perlu. Aku tidak tau apapun, kembalilah jangan ganggu aku. Bikin suasana jadi bau kalau ada kamu di sekitar sini."
"Rose ku mohon sebentar saja. Eh bau? memangnya aku sampah apa."
"Kamu mau aku teriak hah. Ya kalau bukan sampah terus apa? tinja?"
"Rose ini demi Daisy."
Keduanya terdiam dan saling menatap....apa tujuan Ryan bertemu dengan Rose?.....
__ADS_1
Bersambung.
Terima kasih yang sudah mampir, jangan lupa asupan nutrisi berupa Like, Komen, Vote, Klik ❤